
Bab 146 Gejolak Hati Numan (2)
Ketika lobang buaya milik Numan sedang di goyang oleh adik laki-laki Fai, dia merasakan rasa perih dan mata menutup dengan terpejam. Bahkan dia memeluk Fai dengan rapat sambil menahan bibir itu, untuk menjerit.
Jika Numan menjerit tentunya akan di ketahui Zhack.
Sambil memeluk dengan saling berhadapan, wajah Fai dan wajah Numan bertatapan, Fai melihat bahwa Numan menutup erat-erat bibir itu dan sambil tangan mencekram memeluk dirinya dengan erat.
Fai melihat bahwa dari itunya Numan, mengeluarkan darah, sehingga dia terkejut. Fai bertanya dalam hati, 'Bukankah dia sudah menjalin hubungan dengan Zhack, tapi ini masih perawan?'
Kesimpulan Fai masuk akal, karena Zhack mempunyai adik laki-laki yang sangat kecil bahkan untuk merusak selaput kesucian Numan, itu tidak cukup.
Lalu apa artinya ini? Bukankah sama saja dirinya yang sudah mengambil keprawanan guru Numan!
Fai menyringgai, dan dia melihat wajah Numan yang memerah dan sangat panas.
"Ahh tidak.. Ini sungguh besar... goncangan ini seperti ingin sobek..!" Numan menggit bibir dan mencoba menahan suara yang centilnya untuk keluar.
Darah itu menetes terus menerus, selama beberapa menit.
Dan ketika darah itu sudah tidak keluar, langsung di gantikan dengan cairan kental suci yang putih menetes dan jatuh kebawah.
Pada saat itu, Numan terkejut karena merasakan gejolak perasaan aneh yang terdapat pada tubuhnya.
"Ini.. ini.. perasaan aneh apa ini..!" Numan saat ini bing-bang, dia ingin memberontak, tapi di samping itu, dia merasakan goncangan yang hebat yang ada dalam hatinya.
Bahkan sekarang Fai mencium bibir dirinya lagi, dia tidak menolak, malahan dia saling bertukaran lidah dengan nyaman.
"Tidak mungkin aku menyukai perbuatan vulgar ini.. aku.. aku harus melepaakan dari pelukan Fai ini..!" Kata Numan dalam hati. Walau dia ingin memberontak tapi tubuhnya membohongi, malahan dia menikmati goncangan yang di lakukan oleh Fai.
"Plok!"
"Plok!"
"Plok!"
Cairan suci yang keluar dari milik Numan begitu sangat deras, seperti pipa bocor.
Pada saat itu....
Fai dan Numan memasuki masa keritis dan dengan sigap Fai melepaskan barangnya. Dan ketika lepas langsung menyemburkan ke atas dan membasahi punggung Numan.
Bahkan numan ini baru meraskan sensasi yang teramat hebat, dalam hidupnya ketika sedang bercinta.
__ADS_1
Dengan kejang-kejang, Numam melihat ke atas, sambil menjulurkan lidah. Dan pada saat itu dia berkata dalam hati. 'Suami maafkan aku!' Kata-kata keluar langsung terjatuh di pelukan Fai dan mejam kan matanya sebentar.
"Fai kamu bajingan!" Kata Numan dengan lemah letih.
"Aku bajingan tapi kamu lebih bajingan, karena sudah bersuami, namun kamu menikmati adegan yang sangat bergairah ini." Kata Fai dia menatap Numan yang sedang meringkuk sedih di pelukan.
Setelah itu, Fai melepaskan Numan, dan dia letakan di lantai tempat pemandian dengan meringkuk sedih.
Fai tersenyum, dengan itu lalu dia menghilang di kehampaan.
Numan yang masih meringkuk dengan telanjang, dia sedih ingin menangis, dia sangat bersalah karena menikmati adegan bergairah ini. Dalam hati, entah kenapa rasa belaian kasih sayang Fai lebih mantap dan dirinya sangat bergairah, di bandingkan belaian Zhack itu terasa hambar.
Numan yang sedang meringkuk, tanpa sadar melihat cincin di jari tengah atas lamaran Zhack ketika masih muda.
Dengan menangis lagi, Numan berkata. "Suami maafkan aku, aku ceroboh, tapi aku tidak bisa menolaknya.
...~...
Fai yang masih terbang langsung pergi kembali di rumah. Dan dia juga belum sempat mencicipi buah persik Alsiha, bahkan dia harus mempercantik Alisha ke tingkat maksimal.
Dengan itu, dia langsung tanpa berlama-lama, merobek ruang dan sekarang dia sudan ada di dalam kamar tempat di mana Alisha sedang tidur.
Fai menjadi sangat lembut ketika dia melihat bahwa Alisha dan Megan sedang berpelukan dengan tidur penuh kenyamanan tanpa tekanan.
Dia tidak tidur, dia memikirkan karena pertandingan antar akademi akan segera di mulai dan cepat atau lambat dia akan bertemu Arthur, mungkin ini dia tidak akan membiarkan dia melarikan diri atau berbelas kasih, dan dia juga ingin tahu, apakah Arthur adalah orang yang mempunyai template protagonis.
Jika tebakan ini benar maka Fai pusing, bahkan dia tidak tahu, hidung Grey dan ini ada musuh kuat lagi. Walau begitu ini adalah sebuah tantangan dan dia harus mendapatkan jari emas milik Arthur jika tebakan dirinya benar, bahwa Arthur adalah putra takdir.
Fai yang sedang menatap ke atas, dia memikirkan lagi dari awal dia transmigrasi ke dunia ini dan sekarang dia di dunia shir ini sudah satu bulan. Hanya satu bulan dia dari manuisa yang Naif menjadi sekarang yang penuh kejahatan.
Jika ini berlanjut maka kekuatan akan meningkat bahkan, bisa jadi dia hanya tiga bulan di sini dia akan menjadi dewa.
Dia tidak sabar, untuk menjadi dewa, jika kekuatan sudah seperti dewa dia yakin akan bisa pergi ke Bumi.
Memikirkan itu, Fai menutup mata. Namun tiba-tiba, Alisha membalikan tubuhnya ke arah dirinya dan memeluk dengan nyaman.
Bahkan Alisha merasa bahwa tubuh Fai memancarkan kekuatan yang sangat nyaman sehingga Alisha dengan tidur pulas memeluk Fai layaknya bantal guling.
Fai juga diam-diam memeluk sambil memandang wajah Alisha yang sedang tidur.
"Hmmm iblis kecil kamu sangat lucu ketika tidur, kamu sangat ngiler dan membasahi baju aku di bagian bahu." Kata Fai dia berkata pelan. Namun tindakan itu, Alisha tidak mendengarkan karena terlelap tidur sangat pulas.
Di pagi hari ke esokanya..
__ADS_1
Alisha merasa bahwa malam ini dia tidur sangat pulas dan sangat nyaman, kemudian dia meregangkan tangannya tapi, ketika dia sedang meregang tanganya dia membuka mata dan pada saat itu, dia melihat Fai yang sedang menatap ke arah dirinya dengan senyuman lembut.
"Apakah harimu ini sungguh menyenangkan." Kata Fai dia menatap Alisha dengan lembut.
"Siggh... aku tidak perlu menjelaskan kepada kamu, masa laluku yang sangat melelahkan." Kata Alisha dia sangat bahagia, dan merasa beruntung memiliki pria yang sangat dermawan.
"Selamat sekarang kamu sudah bebas semoga sekarang dengan perubahan kamu, hari mu menyenangkan." Kata Fai sambil memeluk Alisha.
Kemudia mereka berdua saling tatap menatap, dengan senyum lembut, mereka berciuman dengan mesra.
Setelah sesi ciuman berahir, Fai melihat Megan yang masih pulas dan berkata. "Hei apakah anak ini memiliki tidur yang lebih, ini sudah pagi, kenapa anak ini belum bangun."
"Suami.. biarkan saja, mungkin karena kenyamaman ini dia tanpa beban bisa tidur sangat pulas." Kata Alisha dia sedang duduk di atas kasur sambil merapihkan rambut.
"Kamu sekarang lebih menawan." Kata Fai dia menatap terus menerus ke arah Alisha.
"Aku cantik? Di bandingakan Zesshi, dan ketiga wanita mu di tempat jauh, bahkan dengan guru Numan sendiri aku masih jauh!" Kata Alisha, dia yakin bahwa kecantikan dirinya masih kalah dengan wanita yang di miliki Fai.
"Hahaha iblis kecil, apakah kamu cemburu, tenang aku bisa mempercantik penampilan kamu di tingkat atas, yakin lah, tapi tunggu kenapa kamu membicarakan guru Numan?" Kata Fai dia menggaruk hidung dengan malu.
"Hummp Aku tahu, baha insting wanita, tidak meleset, bahkan ketika kamu sedang memeluk aku, aku mencium bau tubuh Guru Numan, apakah kamu melecehkan guru Numan?" kata Alisha dengan menyipit.
"Kamu salah besar, aku hanya mencium saja, dan tidak lebih." Kata Fai dia berbohong.
"Aku sama sekali tidak mempercayai kamu." kata Alisha dengan terkekeh.
"Tapi jika kamu ingin merebut Numan, aku mendukung." Kata Alisha dengan senyuman.
"Apakah kamu bercanda!" Kata Fai dia sudah tahu, tapi dia berpura-pura.
"Yah, apa yang kamu mau, aku mendukung. Tapi ada syarat." Kata Alisha dia tersenyum penuh kemenangan.
"Apa persyaratannya?" Kata Fai dengan berpura-pura.
"Syarat, kamu harus mempercantik tubuh aku, dan memperindah tubuh aku hingga bisa di sandingkan ke dalam ke empat wanita kamu."
"Itu mudah, bagi aku, jika kamu ingin menjadi cantik, maka ayo kita bercinta." kata Fai dia menyringgai.
...~...
MAAF TEMAN-TEMAN KARENA NOVEL INI SUDAH DI TOLAK 5 KALI, UNTUK KONTRAK APAKAH LEBIH BAIK HIATUS, JUJUR AKU CAPE NULIS TAPI KARENA BANYAK YANG MEMBACA AKU LANJUTIN NULIS DAN INI MEMBUAT HATI AKU BINGUNG MAU HIATUS
__ADS_1
...~...