
Bab 194 Pembantaian (1)
Ketika Fai hendak ingin menumbuhkan sayap di punggung, seketika ada ras Elf yang menghampiri dirinya.
“Oi kamu..?” Ada ras Elf yang tampan mendekati Fai.
Fai juga melihat orang itu, dan ada kesamaan dalam penyamaran Fai. Dia sama-sama tidak memiliki sayap di punggung itu.
Dan yang membuat kaget adalah, Ras Elf yang tidak memiliki sayap di sebut ras Elf yang paling rendah atau di sebut kasta paling rendah dan miskin.
Pandangan Fai sangat luar biasa tapi, setelah itu dia tidak peduli. Mau dia ras Elf rendah atau sebaliknya, dia tidak akan mempermasalahkan. Yang dia tuju adalah hanya mengambil sempel sedikit dari pohon kehidupan.
Fai mengangguk dan membalas: “Ada apa?”
Pemuda Elf itu mendekati Fai dan berkata: “Aku sepertinya baru melihat kamu? Siapa kamu!”
“Ohh perkenalan namaku Fai.’’ Jawabnya Fai sopan.
“Hmmm baiklah... baiklah.. nama yang sangat aneh. Perkenalkan namaku Zanac.” Zanac tersenyum sopan. Kemudian dia bertanya lagi: “Berapa umur kamu..?”
“Enam belas..” Kata Fai singkat.
“Enam belas masih anak kecil,” Zanac menatap ke arah Fai luar biasa.
Fai sudah tahu dia mencoba membaca pikiran Zanac bahwa umur satu sampai seratus masih di anggap bocah kecil. Dan seratus sampai dua ratus sudah anak-anak dan seterusnya. Mengingat dari ingatan Zanac, umur dia adalah 250 tahun. Jika itu di dunia manusia anda sudah di panggil kakek tua bangka.
Namun di dunia Elf rata-rata memiliki umur yang sangat panjang bahkan ribuan tahun.
“Ini benar paman, dunia semakin hari semakin cepat. Memiliki umur panjang juga tidak merasakan.” Fai tersenyum.
Zanac mengangguk dan mencoba untuk berbicara terus terang dengan nada terburu-buru. “Jangan panggil aku paman, aku masih muda yang enerjik. Panggil aku dengan sebutan nama saja.”
“Oh iya ngomong-ngomong kita cepat bekerja, karena kita adalah ras Elf yang terendah, jika tidak kita akan terkena cambuk oleh raja Elf dan para bangsawan elit.”
“Baik..” Fai mengangguk dia menuruti. Setelah itu, Zanac tidak merasakan curiga kepada Fai dia langsung memberikan keranjang untuk pergi ke pertanian yang sedang dia garap oleh Zanac. Kebetulan ladang itu adalah hampir daratan Elf di kuasai oleh bangsawan dan kerajaan.
“Oh iya, jika kamu merasa tidak baik dan di hina menjadi ras kasta paling rendah, bukankah lebih baik kamu melarikan diri ke dunia luar?” Fai mengajukan pertanyaan kepada Zanac.
__ADS_1
Zanac yang sedang berjalan, langsung tersenyum pahit: “Aku keluar dan melarikan diri ke dunia luar, mungkin hidup ini tidak akan selamat, apakah kamu tahu, di dunia luar sangat bahaya? Jika kamu keluar maka kamu akan di jadikan budak oleh manusia serakah.”
Kata-kata serakah yang Zanac di tunjukkan kepada manusia membuat hati Fai merasa tidak nyaman, toh di antara ribuan manusia yang pastinya ada setitik manusia yang dermawan dan berbudi luhur.
“Kamu jangan menggiring opini seperti itu, kita percayakan kepada takdir, jika aku keluar dari dunia Elf apakah kamu ingin mengikuti aku?” Fai tersenyum.
Namun senyuman itu langsung mengeras ketika Zanac berkata sambi menye-menye: “Hahah kamu masih bayi apa yang harus di ikuti dengan kamu, aku khawatir jika mengikuti kamu akan tersesat masuk ke sarang harimau.”
“Hahahaha!” Fai hanya tertawa dia tidak ingin berdebat lagi.
Sepuluh menit sudah berbincang, akhirnya mereka berdua sudah sampai di tempat pertanian sayuran dan lainya yang sedang di garap oleh Zanac.
Begitu Fai melihat isi pertanian langsung berkedut hebat bahkan dia menatap ke arah Zanac. “Apakah ini yang sedang kamu garap”
“Ini benar, kenapa?” Zanac tidak tahu.
“Ini sungguh gila...!” Fai ingin menangis, dia melihat hamparan yang sangatlah luas seperti tanpa batas. Dan untuk menggarap lahan yang maha luas ini, hanya beberapa segelintir yang bertugas untuk merawat lahan seluas ini.
“Ini sangat luas.. apakah kamu tidak merasakan kelelahan extrime?” Fai masih menatap ke arah Zanac dengan menggelengkan kepalanya terus menerus.
“Hahah ini sangatlah melelahkan maka dari itu, aku melihat kamu yang satu kasta dengan kita, kasta yang terendah tidak memiliki sayap tidak terlalu banyak. Walau jika banyak sekalipun itu, tidak sebanding dengan luasnya lahan ini hahaha!” Zanac tertawa sambil menggaruk kepalanya.
"Bacok!"
"Bacok!"
"Bacok!"
Fai mencangkul tanah untuk menggemburkan tanah agar tidak keras. Saat ini, Zanac yang melihatnya terpana.
Teknik cangkul macam apa itu, sungguh cepat dan efektif...
“Kamu sungguh hebat!” Zanac mengacungkan jempol ke arah Fai.
“Hahaha terima kasih..!”
Sudah empat jam dia mencangkul, dan sudah berapat hektar tanah yang di cangkul sendiri oleh Fai. Jika di dunia bumi hanya membutuhkan empat jam untuk mencakul kurang lebih empat hektar, maka orang itu, akan mendapatkan rekor.
__ADS_1
Saat ini, Zanac dan dirinya di tugaskan sebagi mencangkul. Dan ada juga para Elf yang di tugaskan untuk menanam.
Saat ini, akhirnya dia tahu kenapa Zesshi pergi melarikan diri dari dunia Elf karena dia tidak mempunyai sayap dan sekaligus adalah putri dari kerajaan Elf sendiri.
Sebagian putri, tentu saja aib bagi raja dan seluruh kerajaan Elf.
Ketika sedang asik mencangkul, tiba-tiba ada wanita Elf kecil yang sedang terken hukuman.
“Dasar Elf rendahan, kenapa kamu tertidur..!” Apakah kamu ingin di siksa lagi.
"Pak!"
"Ahh!"
"aku..!"
“Tuan mohon maaf, aku sedang sakit dan tidak bisa melanjutkan!” Elf kecil itu sangat pucat seperti ingin mati. Bahkan tidak banyak juga yang mati karena siksaan demi siksaan.
Fai mendekat dengan tatapan dingin. Dia tidak suka masalah, namun dia tidak lebih tahu dari pada ora lain, Elf kecil itu sedang mengalami demam tinggi sehingga tidak sadarkan diri.
Ketika Fai ingin mendekat, tiba-tiba Zanac mengintruksi: “Kamu sebaiknya tidak ikut masalah itu, jika tidak maka kamu akan bahaya. Biarkan Elf kecil itu mati.”
“Jika aku tidak mengijinkan dia mati maka tidak akan mati, dan aku akan membunuh Elf bajijangan itu. Kamu tunggu sebentar.” Fai serius.
“Hei kamu tunggu..!” Zanac panik, tapi dia tidak bisa berkata apa-apa.
Fai hanya sekejap sudah tiba di samping Elf kecil itu. Dan mengeluarkan sihir penyembuh.
Ketika sihir penyembuh di lakukan, akhirnya Elf kecil langsung sembuh dan tubuh yang awalnya pucat, sekarang kemerahan.
“Kamu tidak apa-apa.” Fai tersenyum. Namun Elf kecil itu, bingung dan berkata: “Kenapa kamu menyelamatkan aku...”
“Itu karena kamu lucu dan gadis kecil yang imut.” Kemudian dia menatap ke arah lima Elf dengan satu Elf wanita yang sangat cantik, dan ke empatnya Elf Pria yang sangat tampan.
“Hei baijngan berani sekali kamu Elf rendah mati kamu..!” Salah satu kelompok itu, langsung menyerang Fai. Tapi dia Hanya menghentikan jarinya, orang itu seketika mati dengan tubuh meledak.
"Bom!"
__ADS_1
“Sekarang giliran kamu mati..!”