Dewa Yang Maha Kuasa

Dewa Yang Maha Kuasa
Telan Air Kencing Aku.


__ADS_3

Semua orang bodoh seperti menaiki rolerkoster ketika tadi dia panik, lutut lemas hinga ingin kencing di celana. Tapi ketika Fai membuat tembakan dia berhasil memberskan para mayat hidup.


Mengingat kejadian ini orang-orang yang ada di situ ketika dia saling menghina Fai, suasana mereka rumit dan merasa malu. Tapi sudah terlambat karena penyesalan tidak ada obatnya.


Nuwa ahirnya berdiri dan mendekati Elia dan Bella. kemudian setelah dekat berbicara. "Kamu, apakah mengetahui jumlah batas yang bisa di capai oleh Fai dalam hal bakat?"


"Ibu aku tidak mengetahui sepertinya Fai itu tidak ada habisnya!" Bella mengelengkan kepalanya. Faktanya dia pernah berkata tapi Fai seseolah menutupi.


"Fai adalah kuat dan misterius." Elia juga berkata dengan lembut.


"Ibu tidak perlu kawatir intinya kakak sangat kuat." Nori tiba-tiba mengeluarkan suara. Jika dia menilai seberapa kuat dia Nori mungkin tidak tahu, Tapi dia tahu bahwa Fai itu sangat kuat.


Ahirnya mereka membujuk Nuwa untuk tidak khawatir dan tidak perlu berpikir keras. Karena untuk mengabarkan Fai itu seperti di atas langit masih ada langit.


Bella memandang ke arah mereka, dia melihat bahwa Nuwa yang tadi tegang sekarang rilex. Tapi entah kenapa, mata dia tertuju kepada Aludra.


Dia melihat Aludra sedang panik dan sedang memegang kedua tanganya sambil gemetar, memikirkan ini Bella paham. Dia pernah di posisi itu ketika Fai pergi untuk menyelamatkan Nori dari geng serigala angin.


Dia kawatir takut terjadi sesuatu terhadap Fai sehinga dia gemetar. Ketika dia melihat Aludra seseolah paham mulut Bella tersenyum seperti iblis, dia ingat bahwa gurunya belum pernah merasakan perasaan musim semi selama tujuh puluh tahun. Dan menilai dari insting wanita dia tahu bahwa gurunya mungkin ada sedikit rasa suka kepada Fai.


Kemudian Bella menyeringai dan mendekati Aludra, setelah dekat, Bella berkata dengan lembut dengan memegang tangan indah Aludra. "Yakinlah Guru Fai tidak apa-apa dia akan kembali dengan selamat!"


"Aku harap begitu semoga Fai tidak ter...? Aludra belum menyelesaikan perkataanya tapi dia tiba-tiba teringat sehinga dia malu dan ingin sekali menampar mulutnya bahwa mulut ini bisa menjadi keceplosan.


Aludra sangat malu dia ingin membuat lubang untuk bersembunyi.


Bella meraasa lucu kemudian membisikan sesuatu kepada Aludra. "Guru apkah kamu menyukai Fai."


"Kamu jangan berpikir bengkok aku tidak menyukai sama sekali." Aludra berkata dengan tenang tapi di hatinya berdetak tidak terkendali.


"Tapi menurut aku Guru adalah tipe bagi Fai, Fai menyukai wanita yang panas dan tua."


"Apa lagi guru sudah lam..!" Bella belum menyelesaikan perkataanya tiba-tiba tangan yang indah itu membungkam mulut indah milik Bella.


"Tutup mulut bau kamu!" Aludra memelototi Bella, dia sangat malu sekarang karena dia di ejek oleh murid sendiri.


"Ups!" Bella diam, dia merasa puas ketika mengolok-olok gurunya.


Jika ini terjadi, ketika guru menjadi wanita Fai yang selanjutnya maka dia akan membayangkan ketika dia berubungan ranjang bersama, mungkin ini mengasikan. Dia berharap dan memutuskan bahwa guru harus menjadi wanita Fai yang selanjutnya, Pikiran Bella sekarang mesum sekali.


Sementara itu, ketika dia sedang bercanda Elia menghampiri Tina yang sedang duduk sendiran. Setelah dekat Elia berkata. "Kursi ini kosong, bolehkah aku duduk di sini!"


"Kamu boleh!" Tina menganguk menyetujui.

__ADS_1


Kemudian Elia duduk di samping Tina, dia duduk pelan dan tidak pelan, karena jika tidak seperti itu, alat yang tertancap di kedua lobang akan terasa tekananya sehinga dia takut mengeluarkan suara "Oww!" Yang sangat centil.


Di samping itu mata Tina melirik ke arah Elia, dia sedikit terkejut pada awalnya dengan perubahan tubuh Elia. Memikirkan ini, bahwa dia dan Elia masih dengan umur yang sama bahkan lebih tua dirinya. Tapi dia melihat Elia yang begitu panas dia terheran.


Lihat saja gunung yang besar yang terhempit oleh gaun yang tipis, jika dia menarik sedikit saja gaun itu mungkin area yang menutupi gunung akan lepas dan memperlihatkan tonjolan itu.


Lekuk tubuh yang bagus, pantat yang besar setelah memandang sedikit lama, Tina memutuskan bahwa Elia adalah MILF yang sebenarnya.


Dia mengamati gunung milik Elia. Tiba-tiba mata Tina tertuju pada tonjolan ******, dia melihat di tonjolan itu ada seperti benda jarum yang menusuk tonjolan itu secara samar.


Apakah ini aksesoris?


Sayangnya Tina tidak mengetahu setelah berpikir keras.


Sementara itu Elia ketika duduk harus bisa belajar mengendalikan gairahnya secara ahli, dia teringat ketika dia merokok pikiran menjadi tenang dan tidak mesum, kemudian dia akan mengambil rokok itu di cincin tunangaan tapi dia teringat bahwa ini masih di tempat rame.


Elia berdiri meminta ijin ke tempat mandi sebentar kepada Tina, setelah itu Tina bersilahkan dan menyetujuinya.


Elia gembira ahirnya dia bisa merokok, kemudian dia pergi meningalkan Tina sendirian.


Di dalam tempat mandi Elia langsung mengambil rokok itu dan dia menyalakan sihir api dari tanganya.


"Uhh sunguh rasa yang sangat nikmat!" Elia merokok dengan nyaman, setelah kecanduan merokok, ketika dia tidak merokok walau hanya beberapa jam mulut Elia terasa kering.


Tidak terasa dia sudah menghabiskan dua batang, setelah itu, dia hendak berniat menyalakan rokok lagi, tiba-ada celah ruang terbuka dan dari celah ruang itu memunculkan Fai.


Melihat dia sedang merokok tiba-tiba Fai di hatinya licik, kemudian Fai berkata berpura-pura lembut. "Apakah kamu ingin tahu kenikmatan yang melebihi dari rokok."


"Apa itu?" Tiba-tiba Elia sedikit tertarik kepada Fai apa yang dia tawarkan.


"Lihat ini, melakukan hal ini adalah kenikmatan yang melebihi rokok." Setelah berkata Fai mebuka ikat celana dan memamerkan Adik laki-laki yang besar sedang tidur.


Begitu Elia melihat matanya menjadi cerah dia seperti melihat harta karun. Dengan itu dia mendekati Fai dengan menjilat bibirnya sambil berkata dengan serakah. "Whoo sunguh besar!"


Elia sangat berseru, dengan itu tangan kanannya memainkan adik laki-laki milik Fai dengan mengocok. Sementara tangan kiri dia sedang memegang rokok sambil menghisap rokok itu.


3 menit tangan kanan Elia mengocok adik laki-laki milik Fai, setelah dia merokok dan habis, mulut Elia mencoba membuka dengan lebar dan memasukan adik laki-laki Fai ke dalam mulutnya sampai ke dasar tengorokan.


Setelah merasa seutuhnya di dalam tengorokan, adik laki-laki langsung bergoyang-goyang dengan terarah


Pingul Fai menari-nari dengan indah baginya mulut Elia yang sesak dan kecil ini sunguh nikmat, dengan tindik yang ikut bergesek kenikmatan Fai lebih intens.


"Ualala!"

__ADS_1


"Ualala!"


"Ualala!"


"Ualala!"


Air liur Elia menetes dan membasahi gunung yang indah itu, Fai melihat bahwa Elia semakin ahli dalam Flatillo, dan dia menatap adik laki-laki Fai dengan rakus.


Memasuki masa keritis, Fai mengoncangkan pingulnya lebih keras setelah berapa menit ahirnya Fai melewati masa keritis. Dan adik laki-laki Fai menembakan cairan kental di dalam mulut Elia.


Ketika Elia merasakan cairan kental yang hangat dan asin membasahi di seluruh mulutnya dia ahirnya menelan dengan rakus.


Setelah bersih dia masih menjilat dengan main-main.


"Telan ini juga!" Tiba-tiba Fai kencing dan menyiram air kencing itu di mulut Elia, Elia tak menolak malahan dengan beringas dia meminum air kencingnya, seseolah air itu adalah air biasa tanpa rasa ada jijik.


Setelah selesai Elia berdiri dan Fai memakai celana. Fai menyeka cairan itu yang menempel di gunung indah milik Elia, dia membersihkan seluruh sampai ke sela-sela gunung.


Setelah kiranya sudah bersih mereka berdua meningalkan tempat mandi.


Begitu Keluar.


"Oh lihat..! Fai sudah tiba!" Nori berteteriak kepada ibu.


Nuwa menoleh ke arah jari nori yang sedang menujuk ke arah tempat sesuatu. Begitu dia menengok, dia melihat ada Fai yang sedang bersama dengan Elia dengan berjalan mengarah kepada dirinya.


"Nak ahirnya kamu pulang dengan selamat!" Walau dia mengetahui bahwa Fai kuat tapi, sebagai anaknya dia masih khawatir.


Aludra juga lega setelah melihat kepulangan Fai. Entah kenapa dia setelah melihat Fai, dia ingin sekali memandang wajah terus menerus tanpa sedikit terlewat.


"Nak ini minum, kamu belum minum sedari datang kesini!" Nuwa menyerahkan minuman kepada Fai, Fai tidak menolak dan meminumnya.


Dia sedang minum, mata tertuju kepada Aludra. Dia sering milihat bahwa Aludra secara terus menerus memandangi dirinya, ahirnya Fai membuat lelucon. Ketika Aludra melihat dirinya, dia langsung membuat kecupan indah dengan mulut.


Aludra tertangkap basah, ketika dia melihat Fai membuat kecupan dari jarak jauh kemudian dia berpura-pura memuntahkan dan memalingkan ke arah lain.


Fai sedang duduk dengan Elia, ketika Elia sedang duduk tiba-tiba Melty berkata. "Wow itu cairan putih di bibir kamu, itu cairan apa?" Melty berkata bahwa dia melihat ada cairan kental sedikit putih yang menempel di area sekitar bibir.


Elia panik dan buru-buru menyeka cairan milik Fai yang masih menempel di sekitar bibir indahnya.


"Cairan putih?" Tiba-tiba Bella menatap tajam ke arah di sekitar bibir Elia. Setelah dia melihat, cairan itu langsung paham. Dia tahu bahwa cairan ini milik Fai.


Mengetahui isi hati Bella, Fai berkeringat dingin, dia tahu bahwa setelah selesai mungkin dia akan meminta jatah.

__ADS_1


Di samping itu, Bella cemburu dia merasa tidak senang, beraninya anda bermain adegan panas dan dia tidak merasakan!


Bella memandang Fai, bahwa dia harus meminta Fai untuk memuaskan tubuhnya yang panas di ranjang dan memasukan adik laki-lakinya ke lobang pantat hinga dia puas.


__ADS_2