
Ketika Bella melihat bahwa mereka berdua sedang bertengkar Bella merasa lucu, lalu dengan ringan memotong perkelahian mereka sambil bercanda campur malu.
"Ehem, Sudah jangan di perdebatkan! lagian ibu sma Fai terpaut jauh umurnya tidak masuk akal jika saya menikah dengaanya."
Di sisi lain Fai setelah mendengarkan ibu kandung Tina, bahwa saya terpaut jauh umurnya tiba tiba Fai ingin menangis tanpa air mata' dengan mengutuk dalam hati,
""Ohh sial! walaupun tubuh ini berusia 15 sampai 20 tahunan tetapi jiwa ragaku sudah tua umur 30tahunan!"
Pada dasarnya di benua ini hal wajar bahwa orang menikahi lebih dari satu istri dan tak jarang juga anak dan ibu memiliki suami yang sama, Jadi ketika Zhenite mendengarkan pujian Fai kepada Ibu Tina agak tidak menghiraukan tetapi cukup lucu juga.
..
Singkat cerita mereka semua berkumpul di ruangan perjamuan makan, ketika Fai melihat pelayan membawa begitu banyak makanan ke meja meja, begitu melihat, begitu banyak berbagai makanan daging, aneka buah buahan dan minuman, Fai langsung berbinar matanya lalu dengan tidak sopan langsung meraih dan makan dengan cepat tanpa menghiraukan orang yang di sekitarnya, lalu Elia dan Melty juga tidak bersikap sopan langsung mengikuti dan langsung memakannya ,
Kamu memakan daging dengan cepat, kekuatan Lambung meningkat dan di perkuat +9.
Kamu meminum air putih, ginjal kamu di perkuat +3,
"Kamu mengunyah daging dengan cepat , kekuatan Rahang +6."
"Kamu merasa kenyang, kesehatan mental
kamu meningkat +9."
Para pelayan yang di sekitarnya merasa tidak nyaman setelah melihat Fai memakan begitu banyak dan cepat, Tina yang melihatnya juga malu dengan mengutuk Fai dengan sengit.
Ketika Fai sudah selesai dan merasa sudah kenyang lalu dengan sendawa Fai berbicara sambil memandang Elia dan Melty dengan perasaan nyaman.
"Goaaa!"" wah sunguh makanan yang enak, bagai mana menurutmu, Elia, gadis kecil?"
Melty dengan gembira sambil mengunyah makanan yang ada di mulutnya dengan gembira langsung berbicara,
"Enak tuan ini sangat enak oahhh!!"
"Betul Tuan Ini sunguh makanan yang enak dengan banyak pilihan hidangan serasa ingin mencicipi semuanya!"
Balas Elia dengan senyuman ringan.
Pasalnya Elia berbicara jujur karena semenjak kepergian Ibunya dia jarang makanan yang enak enak ini apalagi begitu banyak pilihan makanan yang luar biasa sangat enak.
Sambil mengunyah makanan, Zhenite perlahan berbicara dengan serius.
"Cucuku kamu bilang keluarga Alsina membuat pikiran bengkok kepada kamu?"
Ketika kakek membahas masalah ini Tina langsung serius lalu berbicara.
"Benar kakek Keluarga Alsina mencoba berpikiran bengkok kepadaku"
Lalu dengan pensaran ibu Tina pun berbicara juga,
"Tina coba jelaskan kenapa keluarga Alsina melakukan pikiran Bengkok kepada kamu?"
Lalu Tina mulai menceritakan dari awal hinga ahir tentang pertemuanya dengan Albert dan penolakanya kepada cintanya Albert kepadaku , terus menceritakan Albert seperti Lem pelakat Dog selalu mengikutiku, hinga ahirnya Albert menjebak Tina dengan obat tidur hinga mau di perkosa , untung salah satu temanya yang ada di kerajaan Falas menolongku.
Ketika Zhenite dan Ibunya mendengarkan apa yang di bicarakan oleh Tina, sontak Zhenite langsung marah , Ibunya Tina juga tidak lebih baik dari pada Zhenite marah juga.
Menurut warga yang ada di kerajaan Paras bahwa Albert itu penjahat Gua surga wanita, sudah banyak lebih para wanita menjadi korbanya.
Tidak apa apa kakek, karena Albert dan beserta pengawalnya sudah terbunuh di tangan saudara Fai.
Ketika ibu Tina mendengarkan, lalu melihat Tina membicarakan Fai dengan wajah memerah langsung mengerti bahwa bayi kecil juga mempunyai rasa kepada Fai, lalu dengan hanya tersenyum langsung berbicara.
__ADS_1
" Huhh gadis kecil sekarang sudah dewasa,"
Tina dengan bingung membalas juga'
" Ibu, apa magsud ibu yang di bicarakan "
Lalu Ibunya langsung membalas secara langsung dengan berpura pura sedih dan mengha nafas.
"Tina bayiku sekarang sudah dewasa" apakah kamu menyukai Saudara Fai"
Ketika Tina mendengarkan apa yang di bicarakan Ibunya, langsung memerah seperti apel yang matang lalu membalas dengan tergagap,
"I..i..ibu apa yang kamu bicarakan, mana.. mana mungkin saya menyukai seseorang yang mesum seperti dia!"
Ketika Fai mendengarkan apa yang di bicarakan oleh Ibu tina langsung menyemprotkan darah tua dan ingin menangis tanpa air mata, lalu dengan tertekan Fai berbicara dengan begitu banyak omong kosong.
" Umm yang mulia,, kalau saya bisa memilih mencari pendamping hidup untuk menikah antara saudara Tina dan yang mulia Bella mending Aku memilih yang mulia saja , Umm alasan sudah jelas tempramen yang mulia sunguh menawan dan mempesona dengan pesona dewasanya saya sunguh terpikat sama yang mulia, tetapi sayang hanya sayang uhuk..uhuk.. Yang mulia sudah menikah"
Adapun Nona Tina umm plakk!!! ghoah!"
Sebelum menyelesaikan pembicaraannya Tina marah hinga ingin muntah darah lalu memukul kepala Fai dengan Gada es yang di ciptakan oleh sihirnya lalu Tina berbicara dengan marah sambil menangis.
"Kamu Fai begitu tak tahu malu sangat benci..benci"
Fai yang tergeletak di bawah seperti kayu mati.
Adapun Elia yang melihat perkataan tak tau malu Tuanya hanya tersenyum lalu melihat Tina? Elia sudah paham bahwa Tina cemburu tetapi Tuanya sangat bodoh hinga tidak menyadari, adapun mempunyai lebih dari 1 istri menikah dengam suami yang sama Elia tidak terlalu memasalahkan Tuanya, karena normal juga di dunia ini , lagian siapa yang tidak mau menikahi sosok yang kuat seperti Tuan?
Bella yang mendengarkan lidah buaya Fai langsung memerah, tetapi masih bisa mengontrol diri sehinga tidak terditeksi oleh siapapun.
Zhenite yang melihat hanya tersenyum kecut.
Lalu setelah berlalunya waktu, setelah selesai perjamuan makanan terus Fai mulai bingung setelah pergi dari kerumah kedua orang tua Tina, kemana dan dimana setelah ini, apa yang saya lakukan?
"Nak?! Ngomong ngomong saya melihat kamu sedang linglung, apakah ada masalah? Kalau memang ada masalah, saya menjadi pendengar baik mu."
Fai sambil memegang hidung berbicara dengan malu.
"Uhhh tuan patriak sebenarnya saya kehilangan ingatan, setelah saya selesai pergi dari rumah ini saya bingung mau kemana."
Lalu Zhenite ikut berfikir keras dengan berlalunya waktu tiba tiba mata Zhenite cerah lalu berbicara.
"Ohh seperti itu, karena kamu sudah menyelamatkan cucuku, sebagai kompensasi bagaimana kamu bermalaman di sini dulu"
Ketika Fai mendengarkan tawaran Zhenite ragu ragu tapi pada ahirnya menerima juga
Selepas itu Zhenite berbicara lagi, dengan rasa ingin tahu.
Apakah kamu dari Kerajaan Rossen juga?
Setelah itu Fai menjelaskan bahwa dirinya juga penduduk dari kerajaan Rossen, dan juga menjelaskan bagaimana dia bangun di Hutan Orc.
Setelah Zhenite mendengarkan apa yang di bicarakan langsung mengerutkan kening, dan berbicara
"Kamu mengatakan bahwa kamu bangun tiba tiba di Hutan Orc?"
"Iya itu benar, memangnya ada apa?"
Lalu Zhenite dengan menghela nafas berbicara
" Ohh tidak ada, cuma 4 hari yang lalu ada segrombol bandit menculik pria dan wanita untuk di jual di jadikan budak , di kerajaan sebelah, Lalu dengan memandang Fai, Zhenite berbicara lagi
__ADS_1
"Apa korbanya salah satunya adalah kamu ?"
Fai pun terkejut lalu berfikir dan bicara
"Mungkin benar yang mulai Patriak, saya menjadi korban penculikan tersebut?"
Sebenarnya juga Fai tidak terlalu memikirkan masalah di hutan Orc, lalu ketika tiba di Kerajaan Rossen Fai akan memutuskan mencari tempat orang tua kehidupan di benua bintang biru ini.
Setelah berbicara, Zhenite menujukan tempat tidurnya yaitu di halaman belakang, dan menjelaskan bahwa tempat tidur ini tempat bagi para pelayan pelayan untuk beristirahat . Tetapi Fai tidak memper masalahkan ini.
Malam sudah tiba, sampai berlalunya waktu Elia dan Melty tidur bersama,satu kamar. Adapun Fai tidur terpisah kamar sendirian.
Ketika tidur Elia dan Melty, saling memandang keatasan dengan sunyi beberapa waktu dupa terus berbicara.
"Kakak?"
"Ada apa bayi kecil?" Balas Elia
"Ini baru pertama kalinya aku sebahagia ini! Setiap aku melihat Tuan aku sangat senang dan selalu merasa aman,"
Elia yang mendengarkan langsung bahagia lalu berbicara sambil mengusapkan rambut Melty.
"Bayi kecil kamu terlalu banyak berfikir, Cepat tidur sudah larut malam"
Melty yang mendengarkannya hanya cemberut dan berbicara.
"Umm! kakak cita citaku kalau sudah besar ingin bersama Tuan terus dan menikah lalu punya anak!"
Ketika Elia mendengarkan langsung merasa lucu lalu berpura pura marah dan berbicara.
"Bayi kecil bodoh,,'' Apa fantasi liar apa yang kamu bicarakan!"
Melty merasa di ejek oleh kakaknya cuma tanpa daya cemberut lalu menatap lurus ke Elia.
"Kakak apakah menurut mu Tuan itu tampan?"
Ketika Elia mendengarkan apa yang di katakan adiknya langsung tersipu, lalu dengan malu menjawab.
"Umm Tuan memang tampan, apalagi kuat,"
"Kakak apakah kamu menyukai Tuan?"
Ketika Melty melihat kakaknya tidak menjawab hanya berdiam saja langsung dengan polos berbicara lagi.
"Kakak kita harus bersatu dan bersaing melawan yang mulia Bella dan Tina untuk mendapatkan Hati Tuan lalu kalau sudah mendapatkan hati Tuanya kita menikah dan punya anak!"
Setelalah mendengarkan apa yang di bicarakan Melty langsung marah dan berpura pura menyangkal.
"Bah!! Dasar bayi tengik apa yang kamu bicarakan, jangan berpikir bengkok!''
Kemudian berlalunya waktu malam Melty tidur hanya Elia yang masih linglung dengan apa yang di katakan Bayi tengik barusan.
Lalu dengan memerah Elia memikirkan perasan menyenangkan di saat Fai menyembuhkan Penyakit kutukannya itu, seseolah bagian tubuh meraskan sensasi perpaduan kesemutan dan kenyamanan, hinga mendesah bahagia, Elia ingin sekali lagi meminta Fai mengunakan sihir itu lagi.
Di lain kamar, Fai tidak tahu bahwa kedua kakak ber adik itu sedang berfantasi liar dengannya, andai saja fai tahu mesti langsung menyemprotkan darah dari hidungnya.
Fai yang sedang berlatih gerakan gerakan sederhana agar System meningatkan pengalaman dan kekuatan tiba tiba bersin.
"Haaaciuuu !!! ""
Dengan mengaruk hidung Fai perlahan berbicara.
__ADS_1
"Siapa yang membicarakan ku?"