
Begitu kata-kata Fai di keluarkan Callin langsung mengeluarkan pedang andalanya yaitu pedang pembunuh naga dari penyimpanannya.
Tangan kanan Callin mengangkat ke atas setelah itu, dia matanya tertuju kepada Fai.
Setelah menatap tiba-tiba sosok Callin menghilang seperti menguap. Tapi apa yang tidak ketahui para murid yang melihatnya adalah bahwa pergerakan yang di gunakan oleh Callin adalah teknik pergeseran bumi.
Dengan mata super Fai dia bisa melihat dengan teliti.
"Lihat Callin menghilang!"
"Tukang sapu itu mungkin akan kalah!"
"Apakah dia gila beraninya tukang sapu melawan jenius di akademi sihir itu?"
Para murid terheran-heran dan ada sedikit kata-kata sinisme kepada Fai. Tapi, kata-kata para murid itu hanya angin lewat bagi Fai.
Mata super Fai melihat bahwa Callin melompat dan berpindah tempat sangat cepat. Dia melihat bahwa tangan Callin menebas kepala dirinya.
Tapi Fai masih tenang dengan tangan kanan membuat lambaian seperti kipas, tiba-tiba dari lambaiannya itu mengeluarkan angin yang dahsat.
"Wosh!"
"Wosh!"
"Wosh!"
Callin terpental terbawa angin dan sosoknya kembali di lihat oleh para murid-murid.
"Ayo gunakan seluruh tenaga kamu!" Kata Fai dengan senyuman tenang. Tapi bagi Callin senyuman itu adalah mengejek.
Setelah itu Callin membuat tembakan lagi dengan dia berlari tanpa mengunakan keterampilan. Setelah dekat dengan Fai dia mengibas-ngibias pedangnya dengan menyerang Fai.
__ADS_1
Pergerakan itu sunguh bisa di baca oleh Fai karena Fai mempunyai bakat telepati sehinga dia mengetahui serangan ke arah di mana Callin akan lakukan.
Sekarang gantian Fai tanganya membuat sebuah tinju dan langsung mengenai pedang yang pembunuh naga milik Callin.
Kekuatan tinju itu membuat Callin terpental ke atas dengan salto berputar beberapa kali.
"Bug!"
Calin yang terpental ke atas mendarat tidak mulus di tanah dengan kepala yang menyentuh tanah duluan sehinga posisi pantat di atas.
Tentu saja hal itu di lihat oleh mata telanjang Fai sehinga celana CD yang berwarna pink dan ada sedikit corak ukiran bunga terlihat.
"Uhhh warna pink yang bagus!" Fai berseru tapi dia tidak begitu menikmati.
"Kamu apakah kamu menikmati begitu lama..!" Callin mengertakan giginya sambil melototi ke arah Fai.
Tanpa berlama-lama Callin membuat tembakan lagi dengan pedang itu tiba-tiba berubah bercahaya sangat menyilaukan dan melesat dab berkedip sangat cepat untuk menyerang ke arah Fai.
"Sikat!"
Fai langsung terkena tembakan cahaya itu dan langung terpental sejauh mata memandang dan menabrak bangunan akademi hinga runtuh dan tidak sampai di sini, Fai terpental lebih jauh sehinga keluar dari area akademi sihir di kerajaan Falas.
"Oh apakah ini kekuatan terhebatnya sunguh lumayan." Kata Fai sambil tersenyum dan mencoba berdiri dari tidurnya.
Dengan itu dia melompat. Walau hanya lompatan saja dia lompatan itu sangat jauh langsung menghampiri Callin.
Fai menghampiri Callin dengan mengepalkan tinjunya langsung meninju Callin dia tahu bahwa tubuh dewa perangnya memiliki ketahanan yang tanguh.
"Bang!"
Tangan Fai meninju dan tangan Calin juga ikut meninju mereka berdua tidak ada yang terlempar dan mereka semua saling memandang dan menahan.
__ADS_1
"Aku tidak kira kamu tukang sapu memiliki kekuatan yang mengerikan? Apa tujuan kamu untuk menjadi tukang sapu di sini." Callin berkata dengan serius.
"Oh aku disini hanya bekerja untuk mencari nafkah untuk menghidupi ke tiga buah wanita aku, ada pun tujuan atas curiga kamu, itu hanya pikiran liar kamu, dan aku tidak melakukan hal-hal yang liar." Kata Fai dengan tenang dan setelah meniju tangan kanan Fai langsung mencekram kepalan tangan Callin.
Setelah itu dia tangan kirinya membuat tembakan dia mengunakan bakat yang dia curi dari Elona.
Jari telunjuk memunculkan bunga teratai yang berwarna pink dan langsung di arahkan bunga itu ke wajah Callin.
"Brengsek!"
Callin menampar mulutnya dia ingin menghindar tapi dia tidak bisa karena tangan kananya di cengkram oleh Fai sangat erat.
Dia tidak tingal diam mencoba cara lain yaitu mengunakan tekinik api. Tiba-tiba mulut Callin mengeluarkan api dan langsung membakar wajah Fai.
"Wosh!"
Api itu membakar wajah Fai dan tangan kanan yang memegang tangan Callin langsung di lepaskan. Sementara itu, Callin melihat tangan sudah lepas dia menendang Fai.
"Bang!"
Tendangan itu membuat Fai terpental beberapa meter tapi dia masih mendarat dengan mulus tangan kiri Fai masih mengunakan jurus teratai yang berwarna pink.
Teratai itu langsung di arahkan ke Callin dan setelah di arahkan teratai pink itu berkedip mengeluarkan cahaya pink yang menakutkan.
Tembakan itu sangat bercahaya seperti tembakan laser dan Callin menghindar dengan cepat sehinga cahaya itu melesat ke atas langit tanpa tujuan.
Elona yang melihatnya terpana kapan Fai mempelajari jurus itu bukanya hanya keluarganya yang bisa mempelajari jurus itu. Terlebih lagi jurus yang di gunakan Fai lebih kuat.
"Ini aneh? Apakah dia adlah orang yang di takdirkan untuk menikah dengan aku?" Tiba-tiba Elona berpikir begitu dia mengira bahwa Fai adalah jodohnya karena hanya dia mempunyai jurus yang sama.
Jika Fai membaca pikiran dia mungkin Fai akan berkata anda adalah wanita dengan otak kosong yang paling berbahaya. Alasan yang tidak bertujuan sangat tidak dermawan.
__ADS_1
Di sisi Fai kepalanya masih terbakar api dia sengaja membiarkan untuk tidak memadamkan. Dari area kepala yang terbakar sekarang menjalar semua tubuh Fai di selimuti oleh api yang bergejolak.
"Brengsek bakat api!" Callin memarahi mulutnya.