
Ketika Norman setelah habis *******-***** bocah itu sampai hancur seperti semangaka, mata dia belum menunjukan rasa kepuasan. Tapi di mata dia membuktikan bahwa dia belum bisa membunuh bocah yang bernama Nori itu.
"Mencicit!"
Benar saja dia melihat usus dan organ lainya yang berserakan sedang mencicit seperti lintah berjalan dengan pelan untuk berkumpul menjadi satu.
Bahkan mata yang copot sedang bergerak-gerak mundur untuk menyatu kembali.
Semua organ telah menyatu kemudian mata yang meredup menjadi bercahaya lagi, dan ahirnya Nori kembali hidup.
Dia bangun dari tidur di tanah, langsung memandang Norman dengan tatapan sangat ganas.
Norman ini, mempunyai keterampilan yang lumayan merepotkan karena tubuhnya bisa berubah menjadi asap, sehinga untuk menyelesaikan dia dan Norman sangat sulit.
Tapi, Nori juga tidak tahu bahwa ketika Norman melihat dirinya juga mengalami kesulitan akibat bakat menyatukan tubuh yang begitu ajaib.
Norman yang ada di dalam tanah, mencoba menyerang dengan lusinan asap hitam yang berbentuk ekor gurita.
"Sikat!"
"Sikat!"
"Sikat!"
Norman mencoba menyerang nya tapi, kecepatan Nori sangat lincah dan licin seperti minyak sehinga ususnya biru karena marah.
Anda adalah anak kecil yang imut dan sangat nakal sampai Norman kelelahan.
"Dasar tua licik! Kamu menyembunyikan hidung!" Nori memarahi bahwa Norman begitu pengecut yang menyerang dengan sembunyi-bunyi.
Sekali lagi karena semakin banyak asap yang menyerang, ahirnya Nori lengah sehinga ketika menghindar dengan sambil terbang, dia terkena tamparan sehinga jatuh kebawah dengan menukik.
"Bentak!"
Nori berguling-guling lagi, bajunya sekarang menjadi compang-camping sehinga membuat cangung.
Setelah terjatuh Norman mencoba melilit lagi dan mengikat Nori dengan erat-erat. Dia tidak akan *******-***** lagi karena itu tidak berguna.
__ADS_1
Asap yang melilit Nori tiba-tiba di sampingnya mengeluarkan Norman. Dia menyeringai ke arah Nori dan berkata. "Sekarang aku menyandra kamu!"
"Hei sial lepaskan!" Nori berteriak.
Setelah mengikat Nori, dia membawa ke tempat rumah Zaro.
Ketika sudah di dalam Ney mengetahui bahwa dia berhasil menangkap bocah yang membunuh anaknya sehinga dia bahagia.
"Bajingan nakal berani sekali kamu membunuh anaku!" Ney menampar pipi Nori dengan gila.
Di dalam ruangan, segala kekerasan yang di alami oleh Nori sudah merasakan, namu dengan bakat meregernasi itu, ini membuat Nori tidak dapat di pusingkan.
Tentu saja, walau mempunyai bakat pemulihan yang sangat kuat, apakah ada yang nyaman dengan penyiksaan yang tidak manusiawi?
..
Di dalam kejauhan retakan ruang tiba-tiba terbuka dan memunculkan wanita angun dengan umur paruh baya.
Wanita itu adalah Nuwa ibu dari Nori. Karena terlalu lama anak untuk kembali dia memutuskan untuk menghampirinya.
Dia sangat marah karena putrinya di siksa sedemikian rupa. Tapi walau bakat menyatukan tubuh yang di miliki Nori tidak akan membuat menderita, tapi apakah ada orang yang nyaman deengan siksaan itu?
Ney yang sedang berpakaian tipis langsung berniat menyiksa lagi.
Dia mengambil pisau yang ada di sebelahnya untuk menyiksa Nori. Tapi ketika pisau itu hampir saja mengenai matanya, dia merasakan bahwa tangannya bergerak tanpa kendali dirinya.
Tangan kanan dia bergerak ingin menyayat leher Ney sendiri.
"Tidak Tuan tolong!" Ney sangat panik sehinga berteriak.
Norman yang sedang tertidur membuka mata karena mendengar teriakan Ney.
Setelah membuka mata, dia melihat bahwa tanga kiri Ney sedang menahan tangan kanan Ney dengan erat. Dia juga melihat bahwa tangan kanan Ney sedang memegang pusau dan itu seperti ingin membunuh sendiri.
"Tidak Tuan tangan kanan aku tidak bisa di kendalikan! Tiba-tiba tangan ini bergerak sendiri mencoba menyerang leher aku!" Ney sangat panik dia tidak ingin mati.
Dengan situsai aneh ini Norman mengutuk dalam hati bahwa situasi ini sangat rumit, dia berpikir siapa lagi pengangu yang akan merusak pintunya.
__ADS_1
Dia ingin membunuh Nori tapi tidak bisa. Masalah itu sendiri belum selesai ini ada masalah lagi yang menghampirinya.
Dia melihat sekeliling bahwa tidak ada penyusup manapun yang ada di sini.
Sebelum memikirkan itu, dia membebaskan Ney dulu dengan menekan titik pembuluh darah tangan kanan Ney sehinga mengalami kematian sementara.
"Tenang itu hanya kematian sementara, selang berapa menit tangan itu bisa di gerakan lagi!" Norman menjelaskan dengan cepat.
Ney lega bahwa tangannya tidak mengalami Stroke kemudian dia hendak mengampiri Norman, tiba-tiba di depan wajah itu ada retakan ruang kecil dan memunculkan tangan putih halus langsung mencekik leher Ney.
"Tuan..Ak.ak..agrt!" Ney berteriak tidak bisa berbicara hanya geramam rendah. Dia merasa ngeri bahwa ada tangan tiba-tiba dari udara tipis langsung mencekik lehernya.
Norman di samping itu juga melihat bahwa ada tangan indah putih yang muncul dari retakan ruang langsung mencekik leher Ney.
"Bakat merobek ruang!" Norman sangat waspada bakat merobek ruang adalah sangat langka dan dia telah hidup 90 tahun baru pertama dia melihat orang yang mengunakan bakat merobek ruang.
Bakat merobek ruang adalah bakat yang merepotkan ketika orang yang mempunyi bakat itu dia bisa melompat ruang dalam sekejap sehinga bakat itu adalah bakat yang pas untuk tipe melarikan diri.
Bukan hanya itu saja orang yang mempunyai bakat merobek ruang, bisa bersembunyi di dimensi berbeda.
Ini membuat Norman Iri!
Mata Norman melihat bahwa setelah menecik Ney tiba-tiba Ney berubah menjadi tua dan layu seperti nenek-nenek.
Di samping itu ketika Nuwa menyedot vitalitas hidup Ney penampilan menjadi semakin cantik.
Bakat ini adalah bakat perawatan tubuh, anda hanya melahap vitalitas mahluk hidup dan di gunakan diri sendiri sehinga menjadi awet muda.
"Kamu.. apa yang kamu lakukan pada aku..! Tidak tubuh aku menjadi tua dan jelek!" Ney tidak mau bahwa kecantikanya sudah hilang dan di gantikan dengan keriput.
"Kamu sangat berisik!" Suara itu sunguh lembut dan bergema di area ruangan ini seperti jauh dan tidak dekat dan sangat mengema.
Setelah memarahi Ney, Nuwa mendorong dia sampai terjatuh tersungkur.
"Bajingan sialan kamu ak...!" Ney marah dia mengeluarkan kata kotor yang keras. Tapi ketika kata-kata itu hendak selesai tiba-tiba ada bilah darah seperti darah muncul dari retakan ruang satunya dan menusuk kepala Ney sampai otak dia hancur seperti semangaka.
"Nak serap darah itu!" Nuwa memerintah kepada anaknya untuk melahap darah Ney. Dengan pengendali darah Nuwa, tiba-tiba darah Ney keluar dari tebasan itu dan begerak langsung memasuki mulut Nori.
__ADS_1
"Dia juga pengendali darah!" Norman sunguh waspada.