
Bab 140 Kesucian Zesshi Di Renggut
Tiba-tiba, Zesshi meraskan kesemutan di area alat vital, rasa kesemutan itu, mengakibatkan dia mengeluarkan suara yang sedikit ambigu.
Dia ingin sekali menendang Fai, namun kedua tangan dan kaki di ikat oleh pohon yang merambat.
"Ah.. Ahhh ahhh Bajingan apa yang kamu lakukan mesumm!" Zesshi bernapas sangat cepat, dengan wajah memerah.
Dan ketika tangan Fai sedang mebelai itunya ada sedikit sensasi aneh, yang mengelitik di bagian itu, bahkan rasa kesemutan itu menjalar ke area semua tubuh sehinga bulu kuduk merinding.
Di suatu sisi cakar iblis Fai, memainkan itunya Zesshi begitu sangat cepat, sehingga walau Zesshi mengunakan celanan yang ketat, masih merembeskan air kental dan jatuh di tanah.
Kemudian Fai berjongkok dan wajah dia di dekatkan di area alat vital milik Zesshi. Begitu dilihat dari dekat, itunya Zesshi sangat gemuk dan kenyal seperti roti.
"Apa yang sedang kamu lakukan!" Zesshi meronta-ronta, dia sangat malu ketika itunya di pamerkan oleh Fai.
Dia sangat malu, dan matanya sampai kabur, karena ada rasa semacam perasaan aneh.
"Heheheh ternyata kamu juga bergairah." Kata Fai dia sambil mengamati itunya Zesshi yang mengeluarkan cairan suci yang sangat kental.
Kemudian Fai berdiri dan dia menhadapi wajah Zesshi dengan sangat dekat. Kemudian tangan Fai memegang dagu milik Zesshi, dan berkata. "Mata kamu, bibir kamu, rambut unik kamu, aku sangat menyukanya, tapi sayang kamu mempunyai gunung rata, hahaha!" Kata Fai dengan sepah manis di buang.
"Kamu.. dasar tak tahu malu..!" Zesshi sangat malu, tapi kata-kata gunung rata itu, dia tidak menerimanya, ini seperti Fai mengejek kepada dirinya bahwa anda kalah dengan Alisha yang baru berumur tiga puluh tahun sudah memiliki gunung besar, walau anda umur tiga ratus tahun tapi gunung anda seperti kentut.
"Tapi tidak apa-apa, dengan tangan ajaib aku ini, bisa menumbuhkan gunung kamu menjadi subur dan berisi." Kata Fai dengan itu, dia mengaktifkan waktu berhenti.
"Kamu juga bisa menghentikan waktu... Kamu..siapa sebenarnya kamu...!" Zesshi panik, karena dengan waktu berhenti, berati anda akan di esekusi tanpa sepengetahuan warga.
Setelah menghentikan waktu, Fai menyobek baju bagian gunung Zesshi yang begitu kecil, bahkan Fai yang melihatnya tidak bergairah sama sekali.
"Hanya sebesar apel hahaha!" Kata Fai dia tertawa sangat lepas, dengan itu, cakar iblis Fai langsung memainkan kedua gunung kecil milik Zesshi.
"Aww..!" Tiba-tiba, Zesshi mengeluarkan suara khasnya, tanpa dia sadari, sehingga untuk pencegahan dia menggigit bibir sendiri dengan keras.
Menit demi menit, Fai memainkan gunung kecil, dan itunya Zesshi meneteskan cairan suci yang deras, walau masih menggunkan celana ketak.
Sambil memainkan gunung, bibir Fai, langsung dia dekatkan ke arah wajah Zesshi menggunakan bakat pesona tentunya.
Tentu saja, wajah Zesshi merah merona, dengan pura-pura galak, dia meludahkan air liurnya ke wajah Fai, namun Fai masih membiarkan bahkan kadang kala, Fai menjilat air liur milik Zesshi.
Tanpa berlama-lama, Fai turun ke bawah dan mensobek celana Zesshi.
"Wow!"
__ADS_1
Suara sobekan celana, sehingga raut Zessi tambah malu.
"Sial Fai kamu adalah bajingan, lepaskan ahh.. Ahhh ahhh!" Kata Zesshi dia malu sambil berteriak dengan nada yang sangat ambigu.
Setelah mensobek celana, Fai melihat bahwa vital Zesshi begitu deras seperti air mata yang mengealir.
Setelah itu Fai menjilat. "Hmmm asin tapi nikmat..!"
"Ahhhh!" Tubuh Zesshi bergetar perasaan aneh ini bertambah besar, tapi dia tidak tahu perasaan aneh ini, bahkan dia tidak tahan untuk mengeluarkan suara centilnya.
Fai menjilat itu dengan semangat sampai beberapa menit tiba-tiba dari itunya Zesshi mengeluarka air kencing.
"Ulalala!"
"Ualala!"
"Ualala!"
Vital Zesshi mengeluarkan air mancur begitu deras dan karena tembakan air kencing itu sekitar lima meter.
"Wow tembakan yang sangat bagus.!" Kata Fai dengan berseru.
Setelah itu Fai membuka celana, langsung dia perlihatkan adik laki-laki yang sangat perkasa kepada Zesshi.
Setelah itu, adik laki-laki milik Fai dia di gesek kan ke arah vital Zesshi sehingga cairan itu keluar tambah banyak dan cocok sebagai pelumas.
Setelah sekiranya sudah cukup, dengan perlahan, adik laki-laki milik Fai memasuki lobang buaya milik Zesshi dengan pelan-pelan.
"Kamu apa yang kamu lakukan.. Ahh tidak sungguh besar.. Ini sungguh menyakitkan..!" Kata Zesshi dia sambil memejam matanya sebelah kiri, dengan terengah-engah.
Setiap tusukan adik laki-laki yang perkasa memasuki lobang buaya Zesshi, maka akan memuntahkan darah segar yang merah merona, dan itu menandakan bahwa selaput kesuciannya sudah sobek.
Dengan pelan-pelan, ahirnya adik laki-laki sepenuhnya memasuki lobang buaya milik Zesshi.
"Bajingan kamu Fai aku akan bunuh kamu, kamu mempermalukan aku seperti ini!" Zesshi menangis sambil menggigit bibirnya supaya bisa menahan raut bibir yang tersenyumnya.
"Kesucuan kamu hilang heheheh!" Fai menyringai iblis. Dengan itu dia mengoyangkan pinggang dengan sangat pelan.
Setiap goyangan pinggang akan mengeluarkan darah, dari lobang buaya Zesshi.
"Tidak..ini sungguh menyakitkan..ini tidak menyenangkan sama sekali, aku benci pria..!" Zesshi menangis.
Fai yang melihat Zesshi, merasa kasihan, tapi ini hanya sementara ketika sudah lima menit kemudian maka Zesshi akan merasakan gairah nikmat.
__ADS_1
Sekarang, Fai mengoyangkan dengan pelan selama kurang lebih satu jam, dia tahu karena awal-awal kehilangan kesucian, dalam satu jam masih tegang vitalnya otomatis meraskan sakit.
Dan benar saja satu jam telah berlalu, tiba-tiba, Zesshi yang awalnya kesakitan langsung berkurang malahan di gantikan rasa yang aneh dan kesemutan.
"Perasaan ini... Yang tadi kembali lagi... Tapi perasan ini di bandingkan tadi lebih hebat." Tanpa sadar, Zesshi yang awalnya kesakitan dia tersenyum, namun tersenyuman itu, masih terjepit oleh gigitan bibir sendiri.
"Hahahaha lepaskan beban mu nikmati, jangan berhianat!" Melihat bahwa Zesshi mulai menikmati, kemudian Fai menggoyangkan pingang di tingkatkan.
"Plok!"
"Plok!"
"Plok!"
Guncangan pinggang Fai ahirnya bertambah kencang, dan yang tadi awalnya lobang buaya Zesshi mengeluarkan darah, sekarang di gantikan cairan suci yang kental berjatuhan ke tanah dengan deras.
Di sisi Zesshi, tanpa sadar, bibirnya membuka dan otaknya kosong, melihat seperti itu, Fai tidak tinggal diam. Dengan bibir yang terbuka, Fai langsung mencium Zesshi dengan beringas. Bahkan pingul Fai tambah kencang menarinya.
"Plok!"
"Plok!"
"Plok!"
"Ini...ini mustahil tidak mungkin tubuh aku menikmatinya.. Zesshi sadarlah, dia adalah penjahat, kenapa tubuh kamu menikmatinya...sadarlah..!"
Dengan ciuman yang awalnya cangung dan amartir ahirnya, tanpa sadar, Zesshi mengikuti ritme gaya ciuman Fai.
Fai menari dengan keras sambil berciuaman bahkan, Zesshi seperti gila, bahkan yang awalnya Fai mencium dengan ganas, sekarang terbalik, dengan Zesshi yang mencium dengan ganas.
Lima Jam telah berlalu...
Lima jam telah berlalu, Fai melepaskan adik laki-laki dari lobang buaya Zesshi, ketika itunya di lepaskan, Zesshi tertegun, tanpa sadar dia berkata. :"Ahh kenapa berhenti..!"
Kata-kata itu dia menyadari, sehingga Zesshi menunduk malu.
"Hehehe ahirnya kamu menikmatinya kan sebenarnya?" Kata Fai dengan seringai.
Kemudian Fai berkata lagi. "Aku berhenti karena mencoba sesuatu."
Setelah mencopot, adik laki-laki Fai mencoba menusuk pantat milik Zesshi.
"Iyahhh...!"
__ADS_1