
Ini tidak dia sangka bahwa bocah bertopeng itu yang menyebalkan juga mempunyai pedang elmen. Dan bukan itu saja bahkan pedang elmennya lebih lengkap sehinga dia sedikit cemburu.
Sekali lagi dia melhat pertarungan itu.
Di sisi pertarungan Grey menghindari tembakan Fai dengan mudah lalu dia mengayunkan pedang Ashuranya mencoba menebas Fai lagi.
Setelah dekat, Grey memcoba menebas Fai tapi dia tidak mengetahui bahawa Fai juga mempunyai pedang, dan pedang itu sangat keren.
Kedua pedang itu bertabrakan sehinga mengelurakan percikan api seperti kembang api.
Setelah pedang itu saling beradu mereka berdua mundur dengan terbang.
Fai mundur tapi dengan cepat membuat tembakan, dengan pedang, Fai berputar-putar dengan melangkah maju setiap putaran pedang itu memunculkan sebuah semburan api.
"Brengsek!"
Grey memarahi mulutnya dia entah kenapa ketika dia melawan Fai itu seperti mati kutu, dia melihat bahwa trik Fai tidak pernah habis dan itu selalu membuat terkejut baginya.
Sekali lagi Grey menghindari api itu dengan melompat ke atas dia mencoba menebasnya, tapi dia merasa bahawa pergerakan dirinya sudah terbaca oleh Fai.
Ternyata perkraan Grey benar juga ketika dia menebas menyamping sekali lagi Fai mengetahui pergerakanya.
Tangan kanan Fai memegang pedang, tangan kiri Fai kosong. Tangan kiri Fai yang kosong itu mencoba meninju dada Grey.
"Bang!"
Kepalan tangan Fai mengenai dada Grey, sekali lagi Grey terpental jauh dan mengeluarkan darah manis dari mulutnya.
Sarah melihat dari kejauhan, dia tidak bisa khawatir karena dia baru pertama kali melihat bahwa Grey mengalami situsasi yang sulit.
"Brengsek! Ini tidak bisa terjadi aku tidak harus kalah! Aku adalah Protagonis di dunia ini mustahil jika aku kalah!" Dia Grey mengeram dan memandang Fai seseolah ingin memakan hidup-hidup.
Grey mencoba mengecek Panel sistem dia melihat di pojok kanan atas nilai point masih 9 ribu mendekati satu milyar point.
Hati Grey sebenar nya berdarah karena dia mengumpulkan poin ini tidak mudah, tapi dia pasrah untuk melawan Fai.
Sekali lagi dia mengecek Mall sistem mencari ketrampilan yang kuat.
Setelah beberapa waktu dia mencari dia ahirnya melihat satu ketrampilan yaitu "lautan Api."
Ketrampilam Lautan Api adalah ketrampilan sihir penghancur dan semakin tingi tingkat levelnya maka, kekuatan penghancurnya semakin kuat dan luas.
__ADS_1
Sebagai contoh Grey membeli ketrampilan itu dengan Lv6, dengan level enam dia bisa menyemburkan lautan api sekitar tiga kilo meter radius jangkauannya.
Semakin tingi levelnya maka semakin besar serangan dan jangkauan kekuatan itu.
Setelah membeli bakat itu, sekali lagi Grey melihat sisa poin yang di mall sitem sehinga dia ingin menangis tapi tidak ada air mata.
Grey memulihakan diri setelah terpental jauh.
"Gemuruh!"
Ada suara gemuruh dan itu, Grey melihat Fai terbang mendekat dan sangat cepat. Tapi dia melihat bahwa di sekitar tubuh Fai di selimuti guntur yang mencicit.
Mata Grey memunculkan cahaya yang serius dia menungu Fai mendekatinya. Di samping dia mebeli bakat api di mall sistem dia juga meningkatkan tinju Tynasaurus Rex dengan poin sitem, sekarang setelah peningkatan kekuatan nya sedikit meningkat.
Tangan Grey membuat kuda-kuda dan ketika Fai sudah dekat dia mencoba meninjunya.
"Bang!"
Fai terkena tinju dan terpental menyamping beberapa meter.
"Hei! Bakat tubuh titanium kamu di tingkatkan Lv8."
Bunyi "Bip" sistem walau hanya sebentar tapi itu tidak masalah.
"Tertangkap!"
Tangan Grey tertangkap oleh cengkraman Fai dia kemudian tangan kiri mencoba meninju, tapi tinju itu masih tertangkap dari salah satu tangan Fai.
Setelah memegang kedua tangan itu kemudian kaki Fai mencoba menendang Grey, dia Grey terkena tendangan kemudian terpental dan berguling-guling di tanah.
Sekali lagi Grey terkena serangan dia mengertakan giginya setelah itu mencoba mengunakan langkah hantu, dia mengunakan langkah hantu dan sudah tiba di depan Fai sekitar berharak tiga hinga enam meter.
"Lautan Api!"
Grey melafalkan mantra dan seketika itu, area di sekitarnya berbah menjadi lautan api sehinga, para monster dan hewan yang ada di situ melarikan diri menghindari api yang membara.
Setiap langkah yang di ambil Grey akan memunculkan lahar.
Fai terkena badai api sehinga dia terbakar hidup-hidup.
"Tubuh kamu terbakar api level 5, penguatan tubuh tahan Api +170."
__ADS_1
"Tubuh kamu terbakar terus menerus tubuh tahan api +200, tubuh titanium ditingkatkan Lv10."
Fai senang dan karena dia terlalu semangat dalam pertempuaran dia tidak sadar bahwa baju dan topeng ny itu hangus terbakar, tapi tidak melukai tubuh sekalipun.
Dia membuat baju untuk menutupi tubuhnya dan karena terlalu fokus dia lupa membuat topeng.
Di sisi lain para penonton dan wasit sangat takjub dengan pemandangan ini.
Karena pertempuran ini bukan lagi pertempuran arena Classroom tapi pertempuran ini sudah di katakan pertempuran para orang ahli dan itu sangat menakutkan.
Di sisi lain Grey ahirnya sedikit lega dia memandang seluruh lautan api dan tidak ada jejak sedikit pergerakan dari Fai.
Alasan dia mengunakkan bakat ini adalah dia tahu bahwa tubuh Fai sebanding dengan bakat tubuh miliknya yaitu tubub Raja arhat.
Tapi ketika dia dalam perenungan ada suara mencicit, dan suara itu seperti mengarah kepada dirinya.
"Brengsek!" Grey tidak bisa menampar mulutnya, dengan siap tidak siap dia menghindar.
"Gemuruh!"
"Ulalala!"
"Lihat ada sebuah guntur yang dahsat di tempat di mana Grey dan diablo bertarung.
''Ini..!''
Wasit menghela nafas adegan itu baru pertama dia melihatnya.
Ratu Es selalu melihat pertempuran dengan sikap angun tapi di matanya dia memunculkan suasana yang komplek.
Dia kira setelah beberapa tahun mengembara dan pada ahirnya dia merasa bahwa dirinya paling kuat, tapi melihat di depan pemandangan itu dia seperti badut yang mengongong kesana kesini.
Dan di semua seluruh para penonton yang menikmati dan menyemangati itu hanya Bella dia selalu bahwa Fai akan memenangkan petarungan ini, tapi dia juga tidak menyangka kekuatan Grey sangat menakutkan jika itu Fai di gantikan dengan dirinya mungkin akan mati seratus kali.
Setelaha membuat tembakan guntur, Fai berlari dan melompat seperti Hulk untuk mendekati Grey. Grey ahirnya melihat dengan jelas siapa pemuda itu ketika dia tidak mengunakan topeng.
Dengan tubuh kekar tapi terlihat ramping, kulit putih selembut bulu sutra dan dengan wajah yang di pahat dengan ke agungan dewa itu membuat Grey sedikit cembru.
Dia pikir hanya dia yang tampan tapi dia tidak menyangka ada yang lebih tampan.
Grey berpikir bagai mana untuk mengalahkan Fai, karena seperti apa yang di pikirkan Grey mungkkin Fai masih meliliki kartu truf yang tersembunyi.
__ADS_1
Dia berpikir cepat untuk menyelesaikan dan memenangkan petarungan ini.