Dewa Yang Maha Kuasa

Dewa Yang Maha Kuasa
Arena Petarung Zelga Vs Raken


__ADS_3

Setelah mandi Fai keluar, dia juga membuat parfum dengah sihir pencipta. Parfum itu bernama Casablanka.


Dia menyemprot kan parfum seluruh tubuhnya, ketika bau itu menyerbak menyentuh hidunnya dia mencium dengan senang.


''Seperti yang aku duga, bau ini sunguh wangi asli, dan segar." Kata Fai dengan tatapan segar.


Fai berjalan keluar dan dia melihat bahwa Mulan dan lainya sudah menungunya.


Mulan dan lainya sedang duduk di suatu tempat kemudian dia Lisa tiba-tiba tidak sengaja mengarahkan pandangan nya ke arah tertentu dan kemudian dia menemukan sosok Fai, sedang berjalan.


''Oh lihat, Tuan diablo ahirnya keluar.'' Tanpa sadar Lisa berlari bergegas menghampiri Fai.


Tepat sudah di depan Fai dia mencium bau yang semerbak, dia ahirnya tidak bisa mengendus-endus hidungnya mengarah baju Fai.


Lisa sedang mengendus, dan penampilan itu seperti hewan Anjeng yang sedang mencium.


Mulan dan Julis juga menghampiri, dia juga mencium parfum yang di gunakan oleh Fai.


Fai yang mengunakan topeng, memandang mereka kusus nya dia memandang Mulan, dan berbicara. ''Oh apakah kamu menungu aku.''


''Iya kita akan ke Classrom petarungan bersama-sama karena inilah saya menungun kamu.'' Kata mulan dengan lembut.


''Ok tungu apa lagi jadi, ayo kita berangkat bersama-sama.'' Fai juga membalas dengan tenang.


Setelah berjalan sedikt lama ahirnya Fai dan lainya akan sudah sampai di pendaftaran untuk menjadi peserta Arena petarung.


Dia juga melihat para penonton dan para orang yang mau menjadi peserta petarungan itu.


Fai juga mengantri, untuk mendaftar.


Sambil menungu giliran waktu tiba, dia mengamati sekeliling sekitarnya.


Dalam pandangan nya dia melihat banyak orang yang ber kerumun seperti semut yang ber gerombol.


Dia tidak bisa bertanya-tanya kepada diri sendiri, apakah kontes ini yang di adakan tahunan akan begitu populer?


Setelah beberapa menungu ahirnya ini tingal giliran Fai yang mendaftar.


Dia melihat panitia yang bertugas untuk mengurus para peserta, dan dia melihat yang bertugas adalah wanita dengan baju sedikit minim dan berdada lebih besar dari Bella sedang duduk dengan malas.


''Ok isi Folmulir ini dan setelah itu kamu masuk.'' Kata panitia yang berdada besar dengan gaya malas bahkan dia tidak memandang Fai sedikt pun dari awal hinga ahir.


Baginya dia sudah melihat selusin jenis dengan peserta yang aneh-aneh seperti peserta mengunakan topeng, jubah dan sebagainya.


Fai juga tidak di permasalahkan dengan tenang dia juga menulis mengisi pendaftaran.


Setelah selesai menulis Fai menyerahkan itu kepada panitia berdada besar.


''Ok nama kamu Diablo, sunguh nama yang tingi dan arogant."


''Semoga saja nama kamu, sebanding dengan bakat dan kekuatan kamu, jadi ketika kamu kalah jangan malu.''


Panitia itu mengabaikan sekali, dia juga menyuruh Fai untuk menyingkir dengan cepat untuk bergantian peserta lain.


Fai juga tidak senang perilaku wanita itu tapi dia tidak berbicara lalu maju ke depan.


Setelah memasuki dia ahirnya tiba tiba di sekumpulan para angota.


Ada berbagai jenis ras dan manusia.


Singkatnya di sini terdapat berbagai jenis manusia di semua kerajaan Rossen dia juga melihat praktisi dengan wajah antusias dan serius.

__ADS_1


Ada satu lagi yang membuat Fai penasaran tepat di kerumunan itu dia melihat ada wanita dengan rambut biru panjang seperti air terjun.


Di belakang pungung wanita itu membawa sebuah pedang yang indah.


Penampilan pedang itu sedikit menarik dengan di lapisi beberapa permata biru dan merah ini membuat kesan bergaya.


''Hump!''


Fai sedang menatap wanita dan pedang itu, tapi wanita ini merasa sedikit di awasi sehinga dia tidak senang dan ahirnya membuat dengusan.


Fai ingin mengaruk hidungnya tapi karena dia juga memakai topeng jadi tidak bisa.


''Hey Boss apakah kamu juga akan berpastipasi di arena ini?'' Tiba-tiba ada suara di samping Fai, tanpa sadar dia menoleh ke arah suara itu.


Dia melihat orang itu dengan penampilan ceria dengan rambut kuning sedikit keriting dia memakai baju besi berkata kepadanya dengan mengaruk rambutnya.


''Ini benar aku akan ikut juga'' Kata Fai dengan singkat.


''Mungkin tebakan aku benar, apakah kamu baru datang kesini? karena aku baru pertama melihat kamu di sini, dan aku pikir kamu masih bingung situsasi di sini.''


''Yah jadi apa." Fai menganguk lalu berkata lagi: ''Ini benar aku baru kesini apkah bisa memberikan aku sesuatu?"


''Jika seperti ini, maka kamu bertemu dengan orang yang tepat.'' Orang itu tersenyum dan gigi yang putih sangat menyilaukan.


''Ngomong-ngomong perkenalkan nama aku Jen, maaf jika tadi awalnya aku berbohong kepada kamu, sebenar nya aku di sini tidka untuk berpastisipasi, tapi aku di sini hanya untuk menjual berita yang aku ketahui dan di sampakan kepada orang yang ingin tahu informasi."


Alasan Jen memang benar dia hanyalah pejalan kaki dia hanya menjual berita yang dia ketahui kepada orang-orang yang berpastisipasi yang membutuhkan.


Ini juga alasan Jen menghampiri Fai karena dia melihat bahwa Fai adalah pendatang baru.


''Jadi apa yang kamu ketahu situsasi ini, misalnya hadiah apa setelah menjuarai tempat pertama.'' Fai berkata balik kepada Jen.


"Untuk pemenang yang mungkin aku ketahui, pemenang dengan peringkat dua dan tiga dia akan mendapatkan sejumlah kepingan uang, obat peningkatan level dan senjata tingakat Lv5.''


"Senjata tingakat 10?'' Fai tertarik, jika dia berhasil menjuari mungkin senjata itu akan di hadiah kan kepada adiknya Nori.


Uang obat-obatan Fai tidak tertarik, yang dia tertariki adalah memanen bakat orang lain, karena ini Fai menantikan nya.


Menurut apa yang di katakan Jen dalam penjelasan itu, arena petarung ini anda hanya maju kedepan dan menantang yang ada di arena tersebut.


Singkatnya jika anda kuat maka buktikan lah di arena petarung itu sampai tidak ada satu sedikit orang yang melawan lagi, jika demikian anda akan menjuarai pertama.


Sesedarhana itu!


Kemudian setelah mencerna informasi Fai melihat siapa petarung yang ada di arena tersebut.


Fai melihat bahwa ada seseorang denga pakaian telanjang dengan bertubuh kekar, tingi dengan rambut panjang dia mempunyai jengot yang lebat di sekitar dagunya.


Dan di arah seseorang berlawanan dia melihat seseorang dengan memakai baju merah yang berkibar-kibar seperti pahlawan, di tangan kanannya dia membawa sebuah tombak.


Kedua orang itu saling berhadapan, dengan mata tatapan serius dan antisipasi yang tingi.


Setelah berapa saat orang dengan baju merah berkata.


''Perkenalkan nama aku Zelga, di sini aku ingin membuktikan bahwa bakat penombak miliku akan memenangkan kejuaraan ini.''


''Perkenalkan nama aku Raken, aku tidak perlu terlalu banyak bicara, kekuatan lah yang berbicara!" Raken berkata dengan keras.


Zelga merasa bahwa orang di depan nya terlalu percaya diri, sehinga merasa tidak senang dan berkata: ''Kata kata kamu sungguh arogan!" Zelga memandang Raken lalu dia mengayunkan tombaknya ke arah Raken dan berteriak.


"Kalau begitu terima lah serangan tombak aku!"

__ADS_1


Tombak itu berkedip seperti kembang api dan melesat mengarah Raken.


"Tombak apa ini sunguh menakutkan!" Salah satu penonton berkata.


"Jika aku yang mengantikan ini mungkin, sudah mati'' Penonton lainya juga berbicara.


"Tapi lihat orang yang bernama Raken tidak berkutik sedikit apakah dia takut?'' Penoton itu melihat Raken dengan ingin tahu.


''Siapa bilang dia takut! Lihat dengan seksama dia sepertinya memandang orang baju merah dengan sinis.


Tepat ketika para penonton sedang membuat diskusi, tombak itu sudah dekat mengarah ke Raken.


Raken melihat tombak itu berkedip mengarah kepada dirinya tapi dia tidak takut, dengan itu tangan yang kekar tanpa pamrih mencoba meraih tombak yang melesat.


"Lihat orang itu mencoba meraih tombak yang menyerang mengarah dirinya!"


"Apakah dia bodoh!"


Para penonton kasian melihat Raken, dia membayangkan bahwa tombak itu kan menusuk-nusuk tubuhnya.


Tapi setelah cibiran dan sinisme para penonton tiba-tiba matanya melotot hampir keluar karena para penonton melihat bahwa Raken menangkap tombak itu, walau dia menangkap tombak dari Zelga, tapi Raken juga terseret bebera lusin meter.


"Ya tuhan! Sunguh kekuatan apa yang di miliki orang itu sunguh menakutkan.'' Para penonton terkejut.


"Brengsek! Sunguh kekuatan macam apa ini, sunguh kekuatan tangan yang mendominasi.''


Awalnya sekumpulan penonton banyak yang mengejek Raken tapi melihat pemandangan ini malah terbalik, sekarang banyak yang memuji.


"Akan aku kembalikan tombak ini kepada kamu, harap berhati-hatilah karena tombak tidak memiliki mata!"


Raken berteriak sambil menyringai.


"Sikat!''


Tangan Raken mengayun kedepan melepaskan tombak yang sangat cepat.


Zelga yang melihatnya juga panik dia hanya bisa menahan dengan tangan kosong.


''Puf!"


Tembakan tombak itu sangat cepat sehinga tidak bereaksi Zelga terkena tembakan itu di bahu kanan dan terpental keluar, seperti layang-layang.


"Ini...!"


Para penonton terdiam serangan ini sunguh sangat singkat.


Wasit melihat bahwa Zelga tidak sadarkan diri, kemudian Wasit itu membuat kode dan berteriak.


"Karena pratisi Zelga tak sadarkan diri, maka dari itu, pemenangnya adalah Raken!"


"Whooooooo!''


Para penonton berteriak.


"Saat ini siapa yang mau menantang Raken!'' Kata Wasit dengan berteriak.


Di sisi Fai dia tidak mendengarkan Wasit berteriak tapi, diam-diam dia bahagia karena mendapatkan bakat baru yaitu ketrampilan tombak.


'' Aku akan maju dan melawan."


Tiba-tiba ada suara yang lembut tapi tegas di arena petarung itu.

__ADS_1


Fai juga ahirnya menoleh karena mendengar suara yang menawan.


__ADS_2