Dewa Yang Maha Kuasa

Dewa Yang Maha Kuasa
Zesshi Sangat Bergairah


__ADS_3

Bab 141 Zesshi Sangat Bergairah


Zesshi merasa, ada benda yang hangat mencoba mendesak ke bagian belakang dengan paksa.


Dia merasakan rasa perih dan tidak nyaman di bagian belakang.


"Kamu.. Jangan di masukan di lobang yang salah Fai sial...!" Kata Zesshi sambil mengertakan giginya dengan erat.


"Heheheh cobalah kamu jangan tegang rileks maka akan nyaman. Biar aku kasih tahu bergairah lewat belakang sebenarnya lebih nikmat dari apa yang kamu kira, jika belum pernah merasakan awal sakit tapi jika sudah terbiasa maka akan ketergantungan." Kata Fai dengan mengebor adik laki-laki ke lobang belakang, di karenakan lobang itu sempit maka membutuhkan sedikit usaha.


"Kamu aku tidak akan begitu tertarik dengan apa yang kamu katakan!" Kata Zesshi dia menahan sakit karena dia merasa lobang belakang ingin sobek.


Tapi kata-kata itu sia-sia dia merasakan sobek di lobang belakang, dan sangat tidak nyaman. Dia juga merasakan benda hangat yang masuk perlahan-lahan ke dalam dengan pasti.


Zesshi merasa bahwa benda itu hampir menembus ke perut, sehingga dia merasakan sakit perut karena ingin BAB.


Adik laki-laki, sepenuhnya memasuki kedalam, dengan memulai pelan-pelan, Fai mencoba menari-nari.


"Ahhh tidak... ini sunguh membuat tidak nyaman!" Kata Zesshi dengan berteriak, namun dari raut wajah itu begitu panas dan matanya melotot ke atas.


Setelah itu, Fai mendekati telinga runcing Zesshi dan membisikan sesuatu. "Kamu bersabarlah, rasa tidak nyaman ini hanya sementara."


Fai sedang menari-nari dan setiap tarian itu di lobang bagian belakang berdarah.


"Fai kamu bedebah.. aku bunuh kamu Fai .. sialan kamu Fai... Ahhh ahhhh ini tidak....!" Kata Zesshi sambil menangis.


Fai yang melihatnya, hanya tersenyium, jadilah patuh maka anda tidak tersiksa.


Fai meningkatkan tarianya, kemudian dia meliahat bahwa lobang buaya kembali lagi mengeluarkan cairan suci yang deras, ini menandakan bahwa Zesshi sudah mulai meraskan rasa nikmat di pantatnya.


"Tidak mungkin... ini tidak mungkin.. tidak mungkin aku menyukainya mustahil...!" Zesshi berteriak dalam hati, entah kenapa, tubuh ini merasakan sensasi yang sangat luar biasa dan susah di gambar dengan kata-kata, ketika adik laki-laki Fai sedang menari-nari di pantatnya.


Bukan hanya itu saja, kedua kaki milik Zesshi tanpa sadar juga memeluk pinggang dengan erat.


"Hahahah bagai manan Zesshi ku apakah begitu bergairah, hahahah!" Kata Fai sambil tersenyum sangat jahat.

__ADS_1


"Ahhh.. ahh.. Fai kamu sialan Fai aku ahhh.. aku akan bunuh kamu.. Fai..!" Kata Zesshi sambil terengah-engah.


Dalam benak Zesshi dia ingin memberontak, tapi, tubuh ini seseolah meminta lebih dan meminta kepada Fai untuk lebih keras untuk merusak pantat.


"Plok!"


"Plok!"


"Plok!"


Tentu saja, Fai yang mempunyai bakat telepati mengetahu apa yang terkandung dalam pikiran Zesshi.


Dengan itu, dia meningkatkan goyangannya begitu keras dan semangat.


"Ahh.. ahh.. ahhh!"


Fai langsung mencium Zesshi, dengan beringas, bahkan entah kenapa Zesshi sudah bisa mengikuti ritme gaya perciuman Fai.


Karena Fai, Zesshi ahirnya menjadi ahli dalam bertukaran lidah dan liur, bahkan tanpa sadar Zesshi memeluk Fai dengan erat-erat.


"Tidak.. tidak mungkin aku menyukai perasaan ini.. Tidak siapapu tolong aku...!" Mata terpejam Zesshi meneteskan air mata, kesucianya hilang, bahkan dia yang dulunya jijik terhadap hal-hal yang begitu bergairah, sekarang, dia menikmati rasa gairah ini, seperti wanita bodir yang sangat rendahan.


Fai mengetahui bahwa pertahanan Zesshi sudah hilang, dengan itu dia melepaskan likitan sihir tumbuhan yang menjalar.


Setelah lilitan itu menghilang, Fai memeluk sambil mengoyangkan adik laki-laki di pantat Zesshi.


"Mmm!"


"Ahh!"


"Ahhh!"


Zesshi matanya buram da mulut menjulurkan lidah.


Setelah itu, Fai menurunkan Zesshi dan dia mencopot paksa adik laki-laki di pantat..

__ADS_1


"Iyah..!" Begitu di copot, Zesshi tertegun, dengan menunduk malu, dia berkata seperti ini. "Kenapa kamu melepaskan lagi."


"Hahahaha.. Ahirnya Zesshi ku sudah mengerti apa itu kesenangan musim semi selama 300 tahun ini, tapi Zesshi ku, sekarang aku lagi cape, maka gantian kamu yang menari di atas aku tidur terlentang dengan pasrah." Kata Fai dia menyringgai, setelah itu Fai terlentang dan adik laki-lakinya masih berdiri dengan perkasa.


"Fai kamu bajingan sialaan aku bunuh kamu...!" Dengan mengatkan kata-kata memaarahi, Zesshi ahirnya berjongkok di atas adik laki-laki yang sedang berdiri dengan bangga.


Setelah itu Zesshi mencoba memasukan itunya ke dalam pantat.


"Ahhh tidak mungkin aku menyukainya!" Sambil memejam matanya, dia memasukan itu dengan pelan-pelan. Namun Fai tidak sabar, dengan kedua tangan langsug menarik Zesshi langsung duduk di atas pinggang sehinga dengan cepat, adik laki-laki seutuhnya sudah di dalam pantat.


Begitu sudah masuk, Zesshi menjerit bahagia sambil menjulurkan lidah. Setelah itu, Zesshi mencoba menari-nari di atas pangkuan Fai, dengan sangat nyaman.


"Ahhh sangat nikmat..! Luar biasa ini seperti aku berada di surga sembilan, Zesshi tidak apa-apa Zesshi, hanya kali ini saja aku, menikmati musim semi yang begitu memuaskan, ketika musim semi berahir maka aku akan menghindari Fai sebanyak mungkin.. Jadi tidak apa-apa hanya hari ini saja aku menjadi wanita bodir untuk Fai." Kata Zesshi dalam hati, dia sudah memutuskan untuk menjadi wanita bodir hanya kali ini saja.


Tapi Fai yang mengetahui ini, dia tersenyum lucu, jika dia sudah terjebak di lobang area Fai maka anda tidak bisa keluar dengan mudah, bisa jadi anda akan ketergantungan dengan Fai untuk hubungan intim.


Zesshi yang saat ini sedang merasakan extasi yang begitu kuat, langsung menatap wajah Fai dengan mengeluarkan kata-kata kasar.


"Ahh iyahh.. Woww Fai, kamu sunguh sial...!"


"Ahhh wow luar biasa Fau.. Ahh tidak.. Fai kamu cabul..!"


Kata-kata kotor Zesshi memenuhi telinga sendiri, namun Fai tersenyum dengan nyaman, sambil menikmati adik laki-laki yang sedang di manja.


Melihat Zesshi yang sedang menari di atas pangkuannya sendiri, dia sambil memandang wajah Elf yang menawan, dengan pupil beda warna ini membuat kesan yang sangat epic.


Namun ketika Fai melihat gunung yang rata, dia tidak bisa memarahi Zesshi.


Setelah selusin waktu ahirnya Fai dan Zesshi memasuki masa-masa keritis, sehingga goyangan Zesshi yang di atas pangkuan Fai menjadi cepat.


Zesshi terengah-engah dengan cabul, sambil tangan itu memainkan gunung yang rata milik sendiri.


"Ahhh hebat.. Iyah.. Aku ingin keluar... Tidak.. Ahhh ohhhh!"


"Ahhh aku keluar... Kyaaa!" Ahirnya, Zesshi menjerit penuh dengan kenyamanan, dengan itu, dia terjatuh langsung di pelukan Fai.

__ADS_1


__ADS_2