Dewa Yang Maha Kuasa

Dewa Yang Maha Kuasa
Suami Maafkan Aku


__ADS_3

Bab 161 Suami Maafkan Aku


Fai berjalan tenang ke arah tempat di mana Numan sedang menghadap jendela dan memandang ke jauhan dengan mata kosong seseolah dia sedang memikirkan sesuatu.


Jika ada orang lain yang melihat mungkin saja orang itu akan berbelas kasih, namun bagi Fai ini adalah kabar baik. Apa yang tidak di ketahui semua orang adalah, bahwa Numan saat ini dia sedang memikirkan di mana dia sedang di lecehkan oleh dirinya.


Fai sangat gembira bahwa Numan sangat menyukai perasaan itu, bahkan dia melihat bahwa Numan kadang-kadang tersenyum, kadang menggelengka dengan sedih.


Fai kemudian mendekati dan memeluk dari belakang. Numan saat ini yang tiba-tiba di peluk dari belakang, tiba-tiba tersadar. Kemdian berkata. "Suami..kam...!"


Numan belum sempat menyelesaikan kata-katanya, dia tiba-tiba tubuhnya bergetar karena kaget setelah itu dia berteriak.. "Fai apa yang kamu lakukan di sini kamu lancang.. ini, lepaskan jangan memeluk aku jika tidak maka Zhack akan mengetahui!"


"Kamu berteriak lah sekuat tenaga, kamu akan sia-sia." Fai tersenyum lembut dia memeluk Numan dengan mencium wangi tubuh milik Numan dengan rakus.


"Kamu lepaskan... !" Numan meminta untuk melepaskan, namun dalam expersinya dia seperti kucing imut yang penurut. Bahkan Numan tidak menyadari bahwa dunia sedang berhenti.


"Kamu ingin aku lepaskan, baiklah tapi kamu harus memakan bubur ini, aku dengar kamu dari pagi belum makan? Ayo makanlah jika tidak bubur ini akan menangis." Fai melepaskan pelukanya kemudia dia meraih bubur yang suda di letakan di samping kasur.


"Nah makan lah..!" Ujar Fai, dia menawarkan bubur itu kepada Numan.


"Huh tidak tertarik!" Jawab Numan dia bahkan tidak melirik sama sekali ke arah bubur yang sedang di pegang Fai.


"Kamu tidak mau makan, baiklah aku tidak memaksa. Kebetulan aku sedang lapar maka bubur ini aku makan." Fai tidak memaksa namun dia diam-diam membuat sugesti kepada Numan untuk menumbuhkan rasa lapar yang teramat hebat.


Numan ketika dia melirik bubur yang sedang di makan oleh Fai sangat lahap, entah kenapa dia menjadi sangat lapar bahkan dia sangat ingin sekali memakan bubur yan sedang di makan Fai.


"Aku harus kuat, aku tidak mudah tertipu.!" Numan berkata kepada diri sendiri dalam hati. Namun semakin dia menahan semakin besar rasa lapar yang tak tertahankan.


"Ayo makan, bubur ini enak. Aku sedikit tambah bumbu yang menurutnya enak. Apakah kamu mau mencoba?" Fai menawarkan kepada Numan sambil tertawa lucu dalam hati.


"Huh tidak tertarik..!" Bahkan untuk saat ini, Numan masih menahan rasa lapar yang teramat luar biasa.


"Kamu sangat bersikeras." Fai cemberut dia langsung bergegas menghampiri Numan. Bahkan Numan saat ini panik dan waspada ketika dia melihat bahwa, Fai sedang mendekat.

__ADS_1


"Apa yang ingin kamu lakukan! Berhenti!" Entah kenapa Numan saat ini gugup.


Fai menghiraukan dia langsung menarik tangan Numan sehingga dia langsung tertarik ke dalam pelukan Fai.


"Aku memeluk kamu karena kamu tidak memakan bubur yang aku tawarkan." Kata Fai dia berbisik sambil mencoba meraih kepala Numan dan dia bahkan menggunakan bakat pesona.


Kemudian Fai setelah sudah membenamkan kepala Numan ke dadanya dia memeluk dengan erat bahkan Numa saat ini sedang meringkuk di pelukan Fai.


"Tidak mungkin kenapa aku menyukai perasaan ini..! Tidak aku sudah mempunyai suami tidak mungkin..!" Numan berkata dalam hati. Dia entah kenapa merasakan kenyamanan ketika anda sedang di peluk oleh Fai, bahkan dia merasakan detak jantung yang berdebar sangat kencang.


Dia pernah merasakan perasan ini ketika dia masih muda dia dipeluk oleh Zhack yang sangat romantis, namun perasaan ini tumbuhlagi bukankah berati dia saat ini menyukai Fai?


Di sisi Fai dia melihat bahwa Numan sedang terbenam di dalam pelukanya dia meraih kepala Numan dan mengusap-usap dengan lembut.


Fai memeluk Numan sangat lama sekitar berapa menit, bahkan Numan sendiri menikmati rasa yang manis ini sehingga tanpa sadar bibir itu tersenyum menawan.


"Yoo apakah hati Numan kecil sudah membaik, ayo makan bubur." Fai langsung melepaskan pelukan dengan jail, sehingga ketika Numan sedang menikmati pelukan hangat tanpa sadar dia tidak senang.


"Aku tidak tertarik..!" Jawab Numan dia bersikeras sambil mengelengkan kepalnya.


"Apakah kamu gila? Bubur itu bekas kamu dan itu membuat aku jijik!" Numan memerah jika dia memakai sendok yang bekas Fai gunakan bukan kah itu sama saja ciuman tidak langsung.


"Kenapa kamu sangat jijik? Bukan kah kita sudah bertukar air liur, bertukar cairan? Kenapa kamu begitu jijik!" Fai menatap ke arah Numan sambil membuat tatapan bingung.


"Kamu bisakah kamu berkata selain kata-kata vu..aummmm nyam..nyam.. nyam.!" Numan belum sempat menyelesaikan tiba-tiba mulutnya di isi bubur, bahkan Numan menelan bubur itu penuh kenikmatan.


"Bagai manan apakah enak?" Fai menyringai.


"Kamu sial.. Kamu baj.. aummm.. nyam.. nyamm!" Numan mengunyah sangat lahap, sampai setelah berapa kali suap, akhirnya Numam menghabiskan bubur itu sangat lahap, bahkan Numan sendiri merasakan rasa yang nikmat dari bubur itu.


"Dasar pembohong." Fai tersenyum dan dia menyerahkan minuman kepada Numan. Setelah itu, Numan meminum dengan cepat.


"Akhirnya kenyang huhh!" Kata Numam dalam batin.

__ADS_1


"Sekarang sudah selesai aku pergi..!" Fai berkata omong kosong.


"Apa..? Kamu pergi!" Suasana hati Numan menjadi suram lagi. Entah kenapa dia tidak suka ketika Fai pergi bahkan ada jejak kesepian.


"Apa lagi? Aku sudah menjenguk kamu dan ini saatnya aku pergi?" Ujar Fai dia pura-pura curiga.


"Huh baiklah..!" Numan menjawab sambil suram.


"Uhh kenapa kamu marah?" Fai menggaruk kepalanya, namun tiba-tiba dia menatap ke arah Numan sambil tersenyum, dan berkata lagi. "Oh iya aku melupakan satu hal heheh."


Fai tersenyum sambil menghampiri Numan, bahkan numan tersipu tanpa sadar dia berjalan mundur. Namun entah kenapa dia melangkah mundur mendekati kasur, seseolah Numan sudah berisap untuk melakukan adegan vulgar.


"Kamu jangan mendekat..!" Numan sangat gugup, namun Fai dengan beringas dia memegang kedua tangan Numan dan dia mendorong Numan ke kasur sehingga Numan jatuh terlentang dan kedua tangan itu Akhirnya di cengkram oleh Fai.


Posisi Fai sekarang di atas Numan setelah itu Fai berkata. "Apakah kamu siap."


Numan dia tidak menjawab tapi dia memalingkan muka tapi, Fai paham dia langsung berkata kepada Numan untuk menenangkan hatinya. :"Kamu tidak perlu khawatir, aku sudah menghentikan waktu bahkan kita melakukan adegan musim semi, suami kamu takan mengetahui, jadi kamu tidak perlu khawatir."


Setelah mendengarkan kata-kata Fai, Numan akhirnya berani memandang ke arah Fai sambil mata buram. Dia tidak tahu, apa yang di katakan Fai namun dia percaya sehingga dia memandang ke arah Fai sambil penuh harap.


"Aku mulai!" Fai mengangguk dia lansung mencium Numan dengan gairah. Bahkan Numa menikmati ciuaman ini dengan mata menangis.


Lima menit berciuman, akhirnya Fai membuka semua baju sehingga gunung yang sedikit besar terlihat oleh mata Fai.


Fai memainkan gunung itu, sangat ahli bahkan Numam sendiri kenikmatan tanpa sadar dia mengeram sangat mempesona. Fai meminum mata air dari pucuk gunung sangat lahap.


Setelah cukup kenyang, Fai membuka bagian bawah Numan, dia melihat bahwa itunya sudah basah seperti ompol.


Fai melepaskan semua baju, dan berkata aku mulai.


Numan tidak menjawab tapi dia mengangguk sudah siap. Begitu adik laki-laki masuk, Numam tak tahan akhirnya berteriak penuh kenikmatan.


"Iyahhh!"

__ADS_1


"Suami maafkan aku, aku akhirnya menghianati ketulusan cinta kamu, aku masih mencintai kamu seperti dulu, tapi aku tidak bisa menolak, karena ahhh.. ahhh iyahh woo.. Fai aku minta lebih ... Fai iyahh belai aku Fai ahhh...!" Numan akhirnya menangis bersalah kepada suami nya Zhack namun ketika dia menangis dia sangat bergairah untuk meminta lebih kepada Fai.


__ADS_2