
Tangan Fai ahirnya melepaskan dari sela-sela pantat Bella dan di mengetuk dahi Bella. "Jangan berlama-lama aku menghidangkan makanan enak ayo cepat, karena jika dingin maka tidak enak!"
Setelah itu, Fai keluar dari gerbong itu. Dan Bella juga ahirhya berdiri dengan lemas karena engan.
Fai melihat Jen dan lainya sedang menungu dengan sabar.
Kemudia Fai memandang mereka dan mengangukan kepalanya dan tersenyum. Dengan itu, Fai berkata. "Ayo mulai makan!"
Ahirnya mereka memakan mi imstan dengan kaya toping di juga meningalkan Bella di gerbong, alasanya adalah, salah siapa anda lama.
Karena itulah dia memakan duluan bersama rekan-rekan.
Bella datang terlambat dengan cemberut menatap Fai.
Dia langsung memakan mi instan langsung berbinar matanya,sehinga aura cemberut di gantikan kelaparan yang membara, dan dia memakan dengan lahap.
Fai juga tidak lupa untuk menyajikan minuman bir shouju untuk mereka semua.
Karena mereka terlalu banyak minum alkohol wajah mereka menjadi sedikit merah.
Di sisi Fai dia memminum banyak, tapi dia masih memiliki tubuh yang bugar tanpa ada rasa mabuk sedikitpun.
Meraka karena terlalu banyak memnum hal baru seperti bir shouju ajirnya tidak tahan dan tak sadarkan diri.
Melihat penampilan ini seperti mulan dan lainya yang sedang mabuk itu sangat mengoda selera Fai, sehinga Fai masih menahan dan dia mencoba memasukan mereka ke dalam gerbong untuk melanjutkan perjalannan kembali.
Setelah itu, dia membawa Bella juga untuk di masukan ke gerbong.
Tapi ketika hendak menurunkan Bella, tiba-tiba tangan yang cantik itu meraih dan memeluk erat sehinga Fai tidak bisa berbuat apa-apa.
Kemudian kepala Fai tiba-tiba di benamkan di sela-sela gunung yang indah dan Fai menjadi sesak nafas.
Fai mencoba melepaskan tapi Bella seperti ular dan itu melilit tubu dirinya sehinga mau tak mau ahirnya dia mencoba tidur dengan posisi Bella yang melilit seperti ular.
Dia mencoba memejamkan matanya tapi setelah beberapa menit dia meraskan bahwa di bawah Fai, tepat adik laki-laki yang sedang tertidur, merasa ada yang megang dan mengelus-elus sehinga adik laki-laki yang tertidur menjadi keras dan perkasa lagi.
Fai ingin menangis tapi tidak ada air mata lalu berkata. "Brengek apakah ketika dia mabuk menjadi tak tahu malu."
Fai curiga ketika dia melihat perilaku Bella, dia berpikir apakah dia sebenarnya wanita mesum seperti dirinya?
Ada yang mengatakakan bahwa di kehidupan Fai dulu, anda akan mengetahui sifat orang ketika orang itu mabuk dan taksadarkan diri.
Sehinga Fai sekarang curiga ke Bella, apakah dia adalah wanita dengan ke inginan adegan musim semi yang tingi.
Jika seperti itu, maka Fai mempunyai rasa kagum terhadap Bella dengan setatus janda yang telah bertahun-tahun dia bisa menahan hazrat itu untuk melakukan hal itu dengan orang lain.
Di sisi lain tangan indah milik Bella terus menerus memainkan adik laki-laki Fai sehinga adik laki-laki itu menjadi sangat keras.
Wajah Bella memandang ke arah Fai dengan sedikit ada rona merah karena mabuk dan itu menjadi sangat menawan.
__ADS_1
Dalam sedikit kegelapan di dalam gerbong Fai ahirnya tidak tahan sehinga iblis di hatinya itu keluar langsung mendidih.
Tangan Fai meraih tangan Bella dia mencoba mengentikan itu, tapi nafsu Bella yang terpendam masih meluap-luap.
Sehinga saat ini, Fai ahirnya menyerah untuk merelakan adik laki-laki yang imut bermain bersama Bella dengan bahagia.
Fai entah berapa lama menjadi rilek dan menikmati susasna ini.
Enatah dua atau tiga kali adik laki-laki Fai, meludahakan cairan putih di tangan halus Bella tapi Fai melihat bahwa Bella menikmati ini.
Hinga saat saat sedang masa kritis lagi karena adik laki-laki Fai akan meludahkan caira lagi tapi pada saat itu ada suara langkah kaki cepat sehinga dia mengerutkan kening karena kesal.
Berani anda mengangu di saat masa-masa keritis ini!
Setelah itu Fai mengunakan mata super untuk menembus gerbong itu.
Setelah bakat mata super di tingatkan terus, sekarang mata super itu menumbuhkan ketarmpilan baru yaitu sinar merah atau sinar infra merah.
Sehingga walau di malam ketika mata ini di aktifkan malam pun berubah di gantian warana sore hari.
Fai mengerutkan kening ketika ada satu orang yang tertatih-tatih dan berjalan dengan cepat mengarah ke gerbong sini. Fai ahirnya melepaskan lilitan Bella dengan paksa setelah itu dia berdiri sambil menepuk pantatnya dan mengungu di dalam dengan tenang.
Ketika Fai melihat orang itu setelah jaraknya dekat ahirnya dia tahu bahwa orang ini adalah wanita, dan sepertinya Fai mengenal dengan sekilas.
Tapi di mana Fai melihatnya ini seperti Djavu.
Di sisi lain wanita itu tertatih dan dengan cepat untuk berjalan ke gerbong itu siapa tahu, di sana ada seseorang yang bisa membantu dari di kejar oleh sekawan serigala monster.
Wanita itu sudah sampai di depan pintu Gerbong dan dia menuju masuk kedalam. Tapi dia melihat bahwa ada seseorang yang memandang mengarah ke dirinya wanita itu berfikir mungkin orang di dalam gerbong itu sudah mengetahui.
Kemudia wanita itu hendak berbicara tapi dia setelah dekat melihat siapa orang itu sehinga dia terkejut.
"Kamu! Apakah itu kamu yang tepat di hutan di waktu itu?" Wanita itu berkata kepada Fai.
"Aku!" Fai tidak bisa berkata apa-apa dan kepalanya di penuhi tanda tanya dia berpikir apakah wanita ini mengenal dirinya.
''Apakah kamu mengenal aku?" Sekali lagi Fai berkata.
Kemudian wanita itu sedikit kecewa tapi di bersikeras untuk meyakinkan bahwa pemuda ini mengetahui dirinya, dia mencoba merapikan rambutnya dan dia berkata. "Setelah ini apakah kamu sudah mengenalnya."
Fai mengelengkan kepalanya dan berkata. "Aku tidak mengenalnya."
"Kamu..!" Wanita itu tidak menyangka bahwa setelah bersikeras masih tidak mengenalnya.
Ahirnya wanita itu menjelaskan bahwa dia dan Fai pernah bertemu walau hanya sekilas, singkatnya wanita itu menjelaskan bahwa dia dan Fai bertemu di hutan dan dia melihat bahwa Fai membawa dua loli kecil dan memasuki retakan ruang dan meningalkan dirinya yang terluka.
"Apakah itu kamu! Fai ahirya ingat ketika dia menyelamatkan adik dan Luwi dia meningalkan wanita itu ke dalam celah ruang.
Tapi Fai mengerutkan keningnya apakah dia tidak menyembuhakn wanita itu sehinga sekarang Fai mungkin lupa dan tidak ingat apakah dia menyembuhkan wanita ini atau tidak.
__ADS_1
Wanita ini adalah Rigrit.
Fai berkata lagi. "Apakah kamu sedang di kejar sesuatu?"
Rigrit ahirnya mengukapkan ketika dia meningalkan hutan ini dengan sedikit terluka. Dia bercerita bahwa dari itu sampai sekarang melwati dalam bahaya ketika bahya satunya lolos sekarang dia di kejar oleh hewan buas dan bahaya yaitu serigala bayangan malam.
Serigala itu bisa menghilang dala kegelapan dan muncul tiba-tiba dan menyerang. Dengan skill itu dia bisa berpindah dengan cepat dengn menguakan bayangan malam.
Dan benar saja ketika Rigrit sudah menjelaskan tiba-tiba di tanah itu memunculkan bayangan besar dan langsung membentuk mahluk hewan serigala dengan mata merah. Fai melihat bahwa taring itu sangat tajam dan menetes kan air liu.
Pemandangan ini sangat menjijikan.
Fai menarik Rigrit ke belakang dengan tiba-tiba.
"Kamu di belakang aku dengan pautuh!"
Bunyi "Bip" Juga berdering di benaknya sehinga dia memperoleh bakat baru dan di simpan ke koleksi di buku kehampaan.
Kemudian Fai memerintahkan Pusy untuk menyelesaikan akun.
Pusy teraban di tanah dan berubah menjadi hewan serigala malam dan itu lebih perkasa dan lebih besar.
"Mengaum!"
Serigala Pusy mengaum sehinga serigala yang di depannya ketakutan hinga ingin kencing.
Serigala itu melarikan diri dan menghilang dengan cepat.
Pusy tidak megejar melainkan membirakan dia melarikan diri setelah itu, bayangan Pusy bergerak ke atas dan menunjuk ruang kosong. Rung kosong itu membuka celah ruang dan langsung menangkap serigala itu.
Seketika itu serigala yang melarikan diri menjerit dan bayangan serigala Pusy membawa mayat itu tepat di hadapan Fai.
Dari kejauhan sekawan serigala ahirnya gemetar dan dia mundur karena takut.
Kemudian setelah Pusy membunuh serigala itu dia menyerahkan ke Fai karena dia paham.
Fai berjalan kedepan dengan tenang dan melambaikan tanganya, seketika itu di telapak Fai memunculkan cahaya ungu gelap dan membungkus serigala itu dan Fai menelan mengunakan bakatnya.
Karena jika tidak seperti itu dia hanya bisa menadapatkan bakat malam. Tapi jika Fai menelan serigala itu bukan hanya mendapatkan skill itu sendiri tapi dia mendapatkan bakat pasif nya seperti cakar serigala, kecepatan serigala untuk berlari dan taring itu sendiri.
Rigrit juga terpana dan melupakan rasa sakit itu setelah melihat pemandangan mustahil.
"Trimakasih Tuan, jika saya tidak bertemu kamu lagi mungkin saya sudah menjadi abu." Rigrit sangat bersukur.
"Tidak masalah!" Kata Fai. Setelah itu dia mendekati Rigtit dan menyentuh tubuhnya langsung menyembuhkan.
Rigrit mengerang bahagia karena ada perasaan mengasikan yang mengelitik di itunya.
Setelah cedera sembuh dan normal kembali Rigrit berlutut langsung dan dia berkata bahwa Rigrit rela menjdi budaknya.
__ADS_1