
Nada bicara Fai tenang, tidak seperti ancaman, tetapi lebih kepada sebuah pernyataan, mengungkapkan sebuah dominasi yang tidak perlu dipertanyakan dan sengit!
Hati kedua orang itu bergidik.
Tampilan Fai membuat mereka gelisah.
Dari kekuatan mereka tidak ada yang meremehkan sekarang.
Ini adalah karakter yang lebih menakutkan dan ganas daripada monster.
"Siapa yang kita provokasi? Kenapa memprovokasi dia?" Kedua orang itu menyesal.
Kedua belah pihak menemui jalan buntu, semua orang bisa melihat bahwa Diaz dalam keadaan kacau dan kebingungan.
Diaz menoleh tanpa sadar, dan memandang bantuan Luis.
Tapi...
Begitu Luis hendak berbicara, ekspresinya berubah sangat, dan matanya dipenuhi dengan teror yang tak ada habisnya.
Diaz tangannya gemetar dan belati itu merosot hendak menembus leher Nori.
''Kamu tidak punya kesempatan."
Ini adalah ancaman terahirnya bagi Diaz.
Tapi..
Tiba-tiba tangan Diaz merasa di jepit dan hampir hancur. Diaz tidak tahu kapan Fai datang.
Diaz tanpa sadar memandang Fai, dan melihat mata yang berdebar, memancarkan mata yang dingin dan mematikan!
"Bang!"
Diaz di tendang dan terlempar, sehinga mati di udara.
Kecepatan gerakan Fai begitu sekejap sehinga, mata semua orang tidak beraksi.
Setelah itu Fai mencoba meraih Nori.
Nori yang dalam ke adaan nangis tiba-tiba terpana.
Pergantian situsasi begitu cepat.
Nori melihat Fai penuh isak, kebingunan, dan ada rasa takut.
Fai melihat Nori langsung paham dan berkata lembut.
"Jangan takut, kakak akan membawa kamu pulang."
Galio yang melihat adegan ini tenang di hatinya. Dan tidak terburu-buru untuk bergegas menyerang.
Jika Fai memilih untuk membunuh tempat itu sendiri, maka Galio percaya bahwa bahkan dengan ratusan ahli yang diperoleh di halaman, ia tidak akan pernah berhenti.
Tapi sekarang, semakin Fai peduli tentang adiknya, semakin sedikit kesempatan dia untuk keluar dari sini hidup-hidup.
Bagi Fai, Nori tidak hanya menjadi beban, tetapi juga kelemahannya.
Setelah itu, Galio memerintahkan bawahan yang tersisa dan berkata: "Jangan panik ayo! Kita bergegas menembak bersama!"
Dan semua angota kelompok yang tersisa bergegas mengikuti pemimpin.
__ADS_1
Mata Fai berkilat-kilat, membalikkan tubuhnya, menghadap jauh dari sekelompok geng, melindungi Nori dan bergegas maju lagi, melambaikan tangan kanannya dengan tangan itu, mengeluarkan cahaya. Dan menggunakan tangan kanannya untuk menunjukkan pembunuhan kepada kelompok itu.
"Hah!"
Tidak ada yang selamat di bawah tangan Fai.
Tangan kanan Fai terlihat lembut dan putih, tetapi membuat tembakan lagi, dan melambaikannya di udara, tiba-tiba ada rune yang indah dan seketika itu mengeluaran tembakan Es.
"Sikat!"
"Sikat!"
Untuk saat ini Fai begitu kuat dan mendominasi. Sehinga dia seperti Ashura yang kelaparan sehinga mengigit para kelompok itu hinga menutup mata.
"Kakak ayo melarikan diri!" Nori menangis
Fai mengertakan giginya dan berkata: "Berani menyentuh keluarga ku tidak bisa di maaf kan!"
Fai melindungi Nori di belakangnya, baju yang pecah sudah ternoda darah, memandang sekeliling kerumunan, matanya seperti obor, dan matanya ganas tanpa rasa takut.
"Ayo cepat bunuh dia!" Salah satu geng berteriak.
"Sikat!"
Suara pisau terbang itu mengerikan dan sangat cepat.
Tapi Fai memegang Nori sambil melompat dan menangkap secara langsung, setelah melompat Fai turun dan mengayunkan tangannya ke kepala musuh itu hinga terbelah menjadi dua.
Setelah menebas kepala Fai tertawa: "Pisau yang bagus!"
Situasi ini berubah derastis dari Fai yang di kepung, sekarang berbalik Fai yang menerkam mereka.
Tidak peduli beberapa orang yang mengepung, Fai tidak pernah terluka dan setiap ada kesempatan dia, akan membunuh satu atau dua orang.
Salah satunya adalah ketua Resimen Serigala Angin.
Alasan kelompok itu menolak menyerah adalah, kelompok itu menungu Fai lemah dan keletihan.
Dengan pertempuran sudah beberapa waktu, jika Fai digantikan oleh orang lain, maka orang itu akan kelelahan dan letih kemudian mati.
Tapi semua orang tidak melihat jejak Fai keletihan sehinga kelompok itu ingin muntah darah.
Apa lagi dari pertama hinga sekarang jejak mata Fai masih menyala.
Fai melangkah maju menghampiri ke tiga orang itu.
Ketiga orang itu tiba-tiba ada jejak kengerian dalam raut wajah, mereka tidak sadar mundur beberapa langkah.
Tiba-tiba Fai menunduk dan memandang kedua tangan yang penuh darah dan berkata dengan lembut: "Sekarang kamu tidak boleh pergi."
Kelompok yang tersisa melihat ancaman Fai yang ganas tiba-tiba hati runtuh.
Apa artinya ini?
Apakah kita akan mati selanjutnya?
Fai melangkah maju lagi dan bergegas menyerang kepada kelompok yang tersisa.
"Sikat!"
Tangan kiri memegang Nori di belakang, kemudian tangan kanan menebas kelompok yang tersisa mengunakan Tangan Pembunuh Jari.
__ADS_1
Skill itu sudah mencapai Level enam.
Setelah mengunakan Skill itu, kepala ke tiga kelompok terputus dari tubuhnya. Hanya menyisihkan satu kelompok yaitu peminpinnya.
"Sekarang giliran kamu," Fai menatap dingin kepada Galio.
"Oh, kamu hanyalah bocah nakal, sangat di sayangkan kamu memprovokasi Resimen Serigala aku, maka kematian lah yang akan menjemput kamu." Galio berkata dengan muram.
"Fai, bisa bertarung dengan aku itu harus menjadi kehormatan bagi kamu, saya akan memberi kamu pelajaran yang baik, apa yang disebut perajurit Lv13 diri yang nyata, ingat untuk tidak dapat memprovokasi orang lain dengan santai di masa depan, ini akan membayar harga yang mahal. "
Tiba-tiba setelah memberi nasehat kepada Fai, Galio bergesas cepat dengan tinju mendominasi.
"Sangat Lambat!"
Dengan mata super Fai kecepatan itu menjadi lambat.
Fai menatap dengan tenang dan tidak bergerak sedikitpun, ketika Galio jaraknya beberapa memeter, tangan Fai membuat menjadi kepalan dan di selimuti dengan Besi.
"Bang!"
"Apa!"
"Mustahil!"
Galio terheran. Dengan Prajurit Lv13, pukulannya masih bisa di tahan walau dia tidak memgunakan seluruh kekuatannya.
Dia bergegas lagi, dengan berbeda serangan, karena di samping Perajurit Lv13 dia juga mempunyai bakat supranatural elemen Petir.
Bakat elemen petir, apa lagi sudah mencapai kemahiran Lv10 jadi apa itu?
Jika itu di gunakan oleh orang lain selain Fai, maka orang itu dipastikan menutup mata dengan cepat.
Lalu Fai?
Walau Fai mempunyai bakat sudah rata-rata mencapai Lv5, tapi Fai sendiri juga bingung karena dengan Level tersebut tapi kekuatannya sudah tiga kali lipat.
Mungkin itu akibat BUG sistem.
Jika kemampuaan Fai mencapai LV50 apa itu sudah seperti Galaxtus si penjahat komik marvel?
Galaxtus bisa melahap pelanet, menghancurkan pelanet.
Ketika Galio mengaktifkan elemen Gunturnya, dia melangkah dan di iringi falkutasi Guntur, sekejap saja sudah tiba di depan Fai.
Fai yang melihatnya itu juga serius dan Nori yang di samping, di pindahkan dalam sekejap dengan mengunakn langkah bayangan.
Tapi setelah memindahkan Nori tiba-tiba Galio sudah di depanya dengan mencibir dan berkata.
"Nak mati kamu!"
Lalu..
"Bang!"
Galio meniju Fai dengan sedikit di tingkatkan kekuatannya.
Setelah menembak Fai, Galio berkata kepada Nori.
"Ketika aku sudah ber urusan dengan bocah itu sekarang gantian kamu."
"Sikat!"
__ADS_1
Galio menghilang dengan sekejap menghampiri Fai.
Fai yang terkena tinju, terlempar selusin Mil seperti Meriam dan menabrak Gunung-gunung sehinga Gunung itu, runtuh.