Dewa Yang Maha Kuasa

Dewa Yang Maha Kuasa
Aku Datang Untuk Menemui Mertua


__ADS_3

Para tamu tanpa sadar menoleh ke arah pria yang berteriak. Begitu dia menoleh para hadirin melihat ada beberapa kelompok dengan yang paling depan, dia memiliki tubuh yang kekar rambut panjang dan sedikit ikal. Walau tubuh kekar itu di tutupi oleh baju yang rapi tapi masih terlihat ke kekaran itu dan maskulinya.


Dan di tangan kiri pria kekar itu, ada sebuah wanita dengan riasan sangat tebal, dan tidak sinkorn dengan kulit yang lain.


Dan di belakang pria kekar dan wanita riasan tebal itu, ada pemuda dengan rambut kuning dan sedikit panjang, dia mengunakan pakaian serba panjang dan berjalan dengan tenang.


Ketiga orang itu adalah salah satu bangsawan. Dengan pria kekar itu bernama Agust dan pemuda berambut kuning sedikit panjang adalah Zaro. Adapun wanita dengan riasan tebal adalah ibu dari Zaro dan bernama Nyonya Ney.


"Cih sampah!" Zaro berkata dingin dengan tak senang terhadap tamu rendahan yang Zhenite undang.


Agust di sisi lain tidak menjawab hanya berjalan dengan tenang menghampiri Zhenite. Tapi di matanya ada tatapan menghina.


Zaro berjalan dengan pelan tapi tiba-tiba matanya tertuju kepada Bella, dan alhasil matanya menjadi cerah.


Sosok yang panas, gunung yang sangat besar, dan dengan perpaduan pantat lebar dan besar ini membuat tengorokan Zaro kering.


Dia memutuskan bahwa wanita ini harus menjadi miliknya.


Zaro adalah bajingan wanita yang ulung entah berapa jumlah wanita yang jatuh karena dia. Entah wanita yang sudah menikah mempunyai anak dia sudah merasakan segala jenis itu.


Tapi ketika dia melihat Bella dia lebih semangat dan ingin sekali menerkam langsung. Bagi Zaro Bella adalah daging yang gemuk dan penuh lemak sehinga dia ingin mencicipi.


Tapi dia menahan dulu dia harus menyapa tetua Zhenite dulu dan tidak bisa menjadi gegabah.


Sementara itu Bella merasa ada yang menatap dirinya dengan niat buruk dia mengerutkan keningnya, tapi setelah itu dia melupakan lagi.


Agust dan Ney bergegas ke Zhenite dan setelah itu berkata. "Aku tidak mengira bahwa anak kamu yang sudah lama menjanda ahirnya di pinang." Agust berkata dengan hormat tapi di matanya ada sebuah jejak kedinginan.


Agust adalah bangsawan dan sekaligus pembisnis kasino dan perjudian dan kedua bisnis itu di pegang secara bersama yaitu dia dan anaknya yaitu Zaro.


Alasan inilah Zaro bisa leluasa untuk memetik para wanita dan jatuh ke keranjang dirinya. Seperti kata pepatah yang terkenal sifat ayah adalah sifat anak.


Dan Agust sendiri mempunyai istri yang bernama Ney. Tangan Ney melekat terus di tangan Agust sehinga ini adalah pasangan yang romantis. Tapi yang orang tidak tahu bahwa istri dari bangsawan Agust itu adalah jalanng dan pelac*r rendahan ketika di rumah dia memanjakan Agust di ranjang dan berpura-pura baik dan menjadi wanit rumahan. Tapi, ketika Agust sedang bertugas, dia bermain belakang dengan selusin pria dalam satu malam. Bahkan dia pernah berhubungan ranjang bersama anaknya sendiri yaitu Zaro.


Sangat tidak ramah!


Dan Agust adalah bangsawan serakah dia melihat bahwa bisnis dari bangsawan Zenite dalam real estat sangat maju dan lancar sehinga dia menargetkan bisnis ini.


Tapi dia belum memikirkan jenis metode apa yang bisa mengulingkan bisnis bangsawan Zhenite sampai berlalunya waktu belum ada jenis metode yang cocok karena kekuatan Zhenite sunguh terukur dan sangat terarah.


Sampai sekarang Agust masih bersabar.


Setelah Agust, Nyonya Nay dan Zaro memberi salam kepada Zhenite kemudian dia duduk ke kursi yang kosong.


Sementara itu ketika Tina setelah menyemburkan minuman dari mulutnya dia memandang Zaro bahwa orang itu sunguh bahaya, dia selalu memandang Ibunya dengan tatapan panas.


Kemudian dia setelah menungu bahwa Zaro sudah duduk dia mendekati Zhenite dan berkata. :"Kakek aku merasa bahwa orang ini sunguh jahat!"

__ADS_1


Zhenite mengerutkan keningnya ketika telunjuk Tina mengarah ke Agust dan lainya bahwa orang itu jahat. Setelah itu dia juga melihat bahwa Zaro sangat antusias dan cabul terhadap Bella.


"Kamu bocah, jangan berburuk sangka." Zhenite mengelengkan kepalanya, dia juga sedikit marah karena Zaro begitu kurang ajar terhadap Bella.


Dia sedang dalam perenungan yang sangat dalam. Dia ingin menampar bajingan Zaro tapi dia menahan, karena dia membuat tembakan harus dengan matang dan jangan gegabah. Karena di belakang bangsawan Agust mempunyai dukungan yang kuat itu menurut karena menurut rumor, identitas di belakang Agust tidak mudah.


Ada kakek tua yang berada di samping zhenite dia melihat bahwa wajah zhenite sedang tidak bagus sehinga dia menepuk tubuh Zhenite dan berkata. "Oi ada apa? Apakah ada beban berat dalam pikiran?"


"Tidak-tidak ada apa-apa." Zhenite mengelengkan kepalanya bahwa dia terlalu banyak berpikir, dia masih dalam perjamuan acara, dan masalah rumit harus di singkirkan dulu.


Orang kakek tua itu adalah kakek dari Putri Calara dan Layron, dan nama kakek tua itu Cadee. Dan di samping dia duduk juga ada Clara dan Layron.


"Ngomong-ngomong siapa nama orang yang akan melamar anak kamu?" Tiba-tiba Cadee berkata, dan sebenarnya dia ingin bertanya dengan siapa Bella akan bertunangan dan setelah itu dia akan bertanya yang ke dua bahwa orang yang melamar Bella itu bernama siapa.


"Ahh iyah!" Zhenite lupa bahwa dia belum memperkenalkan nama orang yang akan melamar anaknya. Setelah malu dia berkata lagi. "Nama orang yang akan melamar anaku adalah Fai, iya dialaah Samuel Fai."


"Puff!" Sekarang gantian, begitu Layron mendengar siapa yang akan melamar dia tersedak dan menyemburkan air itu.


"Oi kamu pelan-pelan!" Clara memandang Layron dengan aneh.


Layron buru-buru mengelap dan berkata. "Oh paman apakah orang yang akan meminang putri anda adalah Fai?"


"Ohh iya memang benar, apakah kamu mengenalnya?" Zhenite berkata balik.


"Yah aku mengenalnya karena aku sering berpapasan di waktu dulu." Diam-diam Layron menangis di hatinya.


Clara hanya menyimak dengan bodoh, dia tidak tahu siapa Fai. Tapi, mungkin ketika dia melihat Fai akan terpana dan mungkin saja dia akan berseru juga, di dalam hati bahwa, Oh orang itu bernama Fai.


Di dalam gerobak ruangan.


Di dalam gerobak ruangan yang Fai sedang naiki, dia melihat bahwa Elia sudah menghabiskan empat bungkus rokok dalam satu perjalanan sehinga Fai terkejut.


Setelah itu Pusy memberitahu bahwa beberapa meter lagi akan sampai di mana rumah Bella berada sehinga dia menyuruh Elia untuk berhenti merokok.


Elia sangat cemberut sekarang, tapi tetap patuh dan mematikan rokok itu. Setelah itu dia merapikan pakaian dan rambut. Sementara itu karena kandungan racun yang ada di rokok sangat tingi, bibir Elia yang sangat merah dalam kecepatan dilihat mata telanjang, sekarang menjadi sedikit hitam.


Kemudian Fai memunculkan lipstik dan langsung merias bibir Elia, Dan setelah itu bibir Elia bertambah sexy lagi.


Setelah itu Fai memandang Elia dengan rakus bahwa wajah Elia sangat cantik entah kenapa sekarang. Fai memandang rakus ke arah Elia, Elia juga sebaliknya.


Setelah memandang sedikit lama, mereka ahirnya sekali lagi karena tak tahan, ahirnya berciuman. Elia sekarang menjadi ahli dalam berciuman sehinga dia me ndominasi Fai. Dia langsung berdiri langsung duduk di pangkuan Fai dan saling berhadapan sambil mencium dengan rakus dan mesra.


Fai juga merasakan kenikmatan ketika Elia begitu serakah dan mendominasi dalam berciuman, apa lagi ketika lidah Fai memeluk lidah Elia yang mempunyai tindik, ini menjadi sangat menyenangkan.


Setelah itu dia melepaskan ciuman itu. Walau mulut Elia sangat bau karena rokok tapi tidak masalah. Setelah berciuman Elia tidak segera turun tapi masih di dalam pangkuan Fai, dengan kepalanya membenamkan di dada Fai.


Fai tak berdaya, dan memeluk Elia sambil mengusap pungunngnya, melihat Elia yang menempel dia tak bisa tersenyum bahwa penampilan Elia seperti gadis kecil.

__ADS_1


"Ayo rapikan baju kamu sekali lagi ini hampir selesai." Kata Fai berbisik di telinga Elia dengan lembut.


"Humm baik!" Elia turun dengan memerah wajahnya. Sambil menatap Fai dengan kasih sayang yang sangat besar.


Kemudian Fai juga merapikan bajunya, setelah itu dia membangunkan Ibu Nori dan Melty.


Nuwa tiba-tiba bangun dari tidurnya. Setelah itu dia merasa bahwa tubuhnya segar kembali karna di waktu malam dia tak bisa tidur.


Gerobak itu sudah sampai di depan rumah Bella. Kemudian Fai berkata bahwa ini sudah sampai, setelah itu mereka turun dari gerbong hewan.


Para penjaga melihat ada orang yang turun dia menatap terus dia juga waspada. Begitu Nuwa turun. dan membawa kedua Loli, para penjaga itu bertanya-tanya bahwa dia tidak mengenal bangsawan ini. Tapi karena penampilan Nuwa yang cantik, para penjaga itu menatap Nuwa dengan tidak ada rasa galak.


Kemudian penjaga itu berkata dengan hormat. "Oh nyonya kalau boleh tau, saya dengan rendah hati meminta anda menyerahkan..." Penjaga itu belum sempat menyelesaikan perkataan nya karena dia melihat bahwa setelah Nuwa keluar ada sosok yang dia kenal dan di hormati sehinga dia tidak bisa menampar mulutnya. Lalu dengan semangat dia bertetiak kepada Fai dengan hormat. "Tuan Fai!" Setelah berteriak dia menoleh ke salah satu penjaganya dan menyuruh memberitahu bahwa Fai sudah tiba.


Di dalam aula Zhenite gelisah sehinga pantatnya panas dia mondar-mandir dengan berdiri dan duduk dengan sering. Dia menungu Fai dengan gelisah karena merasa lama.


Gelisah itu bukan tanpa alasan. Dia gilisah karena tamu yang dia undang banyak sekali yang bertanya-tanya kenapa calon Bella tidak kunjung datang.


Tapi pada saat itu, tiba-tiba..


"Diammm! Tuan Fai sudah datang!" Perkataan penjaga itu seperti memiliki sihir sehinga lusinan orang yang ada di dalam aula, tidak bisa memutar lehernya karena ingin sekali melihat siapa sih orang yang bernama Fai.


Zhenite ahirnya lega.


Agust dan Zaro juga tertarik dia ingin melihat siapa Fai itu, begitu juga Clara dia ingin milihat siapa orang yang bernama Fai. Sementara itu Mika dia tidak menoleh dia masih memasang dengan tatapan dingin.


Di bandingkan ini sebenarnya yang memiliki ingin tahu yang sangat besar adalah Aludra sendiri, dia ingin tahu siapa pemuda yang telah mengambil hati murid ini dengan sukses.


Di bandingkan dulu, ketika murid kehilangan suami yang dia cintai dalam 30 tahun dia selalu menganjurkan untuk menikah lagi. Tapi murid ini bersikeras bahwa dia masih mencintai mantan suami dan dia sudah memutuskan tidak akan menikah. Selama 30 tahun. Dia percaya karena ketika dia membaca pikiran dengan telepati, dia mengetahui isi hati murid bahwa keputusan untuk tidak menikah sangat besar. Tapi Aludra masih mebujuk kepada murid sehinga Bella berkata kepada dirinya sambil memarahi bahwa saya akan menikah jika Anda yang sudah 70 tahun sudah menikah juga, perkataan itu sangat menusuk ke hati Aludra. Sehinga semenjak itu dia tidak membujuk lagi.


Tapi setelah lama tidak ada kabar, dia memberikan undangan kepada dirinya bahwa murid galak ini akan bertunangan.


Hinga alasan inilah dia sangat tertarik siapa orang yang memetik hati murid hinga sukses.


Tentunya Bella tidak mengetahui isi pikiran gurunya, jika dia mengetahui bahawa murid ini bermula karena di perkosa hinga ketagihan adegan ranjang, mungkin akan menampar lagi bahwa murid ini sangat mesum.


Sementara itu para tamu menoleh di mana calom suami Bella akan datang. Setelah menungu sedikit lama ahirnya para hadirin melihat sosok. Yang pertama adalah wanita cantik dengan usia paruh baya dengan rambut putih campur hitam dia mengunakan baju hitam serba panjang dan sangat bagus sehinga orang yang melihat tidak bisa berseru.


Dan di kedua tangan wanita itu ada dua anak kecil yang sedang memegang tangan lembut wanita itu kedua anak kecil ini tidak terlalu kecil sekitar sudah umur enam atau tujuh tahun. Kedua anak itu juga mengunakan baju yang sangat bagus bahkan para tamu belum pernah melihat model baju seperti ini dengan sisi kanan anak kecil itu memilki rambut kuning dan sedikit panjang. Di sisi kiri anak itu memiliki rambut hitam yang terurai dan memiliki sepasang matta yang merah sehinga siapa orang yang melihat itu bahwa anak kecil ini sangat nakal dan licik.


Dan di belakang wanita itu ada sosok pemuda yang sangat tampan, dengan alis seperti pedang, wajah seperti pahatan dari dewa yang sangat sempurna dan di mata yang hitam itu seperti semacam ada daya tarik. Dan rambut hitam yang sedikit lebih panjang, dia megunakan baju serba panjang dan sangat bagus. Sementara itu di dada bagian kanan pemuda tampan ini ada bunga merah yang menempel, dan di pungung bagian kiri ada hewan kecil yang imut.


Sementara itu tangan pemuda tampan ini sedang memegang wanita yang sangat cantik. Rambut kuning yang sedikit merah wajah seperti pahatan karya yang maha sempurna, bibir merah merona yang sangat cantik.


Wanita itu sangat panas tidak kalah dengan Janda Bella apa lagi di gunung yang besar itu ada tulisan hitam sehinga daya tarik menjadi sangat mematikan. Bukan hanya itu saja wanita ini mengunkan kalung yang indah dan bandul yang cantik mendarat di sela-sela kedua gunung yang agung sehinga ini tidak lagi sempurna tapi wanita ini adalah Dewi.


Dan orang itu yang tak lain adalah Fai, ibu, adik, Melty dan Elia.

__ADS_1


Fai berjalan dengan tenang tanpa melihat ke kiri dan kanan dia selalu menatap ke depan dan menghampiri Zhenite. Setelah dekat Fai berlutut dengan tenang lalu berkata. "Fai datang untuk menemui Ayah mertua!"


Bersambung..


__ADS_2