Dewa Yang Maha Kuasa

Dewa Yang Maha Kuasa
Bella Mempunyai Adik Laki-laki


__ADS_3

Luwi memerah dengan sebagai penampilan Bella. Dia mencoba berpose merayu dan mendekati Fai.


"Tuan apakah ini menarik!" Luwi dalam bentuk Bella berkata dengan mengoda.


"Itu bagus!" Fai mengelak ke atas dia menahan darahnya mendidih.


"Hummp!" Elia dan Bella mendengus secara bersamaan dengan itu dia menyingkirkan Luwi setelah itu, kedua orang mendekati Fai dan memegang salah satu tangan Fai masing-masing.


Meraskan tekanan gunung yang agung dari Bella dan Elia sangat luar biasa.


"Luwi di masa depan ketika kamu mendapatkan musuh yang sulit, kamu hanya mengunakan bakat ini mungkin menjadi pendukung kamu!" Kata Fai sambil merasakan gesekan kedua gunung milik Elia dan Bella. Fai menjelaskan kepada Luwi.


Luwi berubah wujud menjadi semula dan berkata. "Ini harus dan harus di gunakan."


"Oh iya mungkin beberapa hari aku akan pergi ke luar kerajaan aku akan mencari dan mendapatkan bakat ketrampilan yang lebih." Fai berkata kepada Nuwa dan lainya.


"Kamu apa kah akan keluar dan berpetualang?" Tiba-tiba Bella yang di sampingnya berkata kepada Fai dan Elia yang di sampingnya tidak berbicara namun dia melihat Fai untuk membuat jawaban.


"Iya betul aku akan pergi ke kerajaan Falas atau yang lain!" Kata Fai dia ingin melihat dunia. Apa lagi dia belum menemukan ras Elf.


Seperti yang dia ketahui di bumi bahwa ras Elf adalah ras dengan umur panjang dan mempunyai ketampanan dan kecantikan yang di atas rata-rata sehinga Fai akan tertarik hal itu.


Dia meningalkan keluaraga tidak ada yang perlu di kawatirkan karena sudah mempunyai bakat yang di atas rata-rata di dunia ini.


Jadi apa yang perlu di takuti!


Tapi setelah itu Fai berpikir ketika dia di luar kerajaan apakah dia akan berpura-pura menjadi pengemis?


Fai adalah anak yang narsis dengan ketampanan itu dia engan menjadi pengemis di jalan.


Fai mencari solusi.


Mata Fai tiba-tiba cerah dia berpura-pura menjadi tukang sapu di akademi tertentu apakah solusi ini bagus?


Ketika Fai sedang memegang dagunya karena bingung tiba-tiba Bella yang ada di sampingnya berkata. "Fai kita berdua boleh.. ik..!"


Dengan telepatinya Fai langsung mengetahui apa yang di pikirkan mereka dengan cemberut, Fai langsung memotong perkataan Bella. "Kamu tidak perlu ikut, kamu hanya duduk cantik di sini sehinga kamu tidak perlu repot-repot untuk membuang keringat."


"Kamu..!" Elia dan Bella kaget dengan kekuatanya sekarang apakah ada yang bisa menjadi lawanya?


Fai mengetahui isi pikran mereka berdua dengan tak berdaya Fai menjelaskan. "Kamu.. walau kamu adalah wanitaku yang paling cantik dan kekuatanya sudah di atas rata-rata, dengan kecantikan kamu pesona Milf kamu, itu seperti kamu adalah gula yang sangat manis sehinga semut-semut tidak tahan untuk berkerumun."


Ada hal satu lagi yang Fai tidak di katakan yaitu bahwa dia adalah wanitanya tapi sekaligus beban. Beban itu jika di biarkan akan melukai batin Fai.


Dengan kecantikan panas mereka mungkin banyak orang yang serakah sehinga Fai tidak tahan dengan panah gelap yang menyerang dirinya terus menerus.


Mereka berdua ahirnya tidak memaksa sehinga dengan engan ahirnya setuju tapi ElIa berkata seperti ini. "Kamu membiarkan kita berdua di tingal di sini hanya duduk manis, apakah kamu sengaja ketika di luar sana akan memetik kecantikan lagi!"


"Jika wanita itu nenek-nenek yang panas dan umurnya lebih tua dari aku mungkin bagus juga!" Fai menyringai dia entah kenapa cenderung menyukai wanita yang sangat tua yang masih terjaga kecantikannya.


Dengan kecantikan dewasa itu, memunculkan pesona daya tarik sendiri sehingga ini alasan kenapa Elia di rubah menjadi kecantikan dewasa walau hanya umur enam belas.


Dengan umur enam belas wanita cenderung memiliki gunung yang kecil. Tapi Elia dengan umur enam belas dia rubah sedemikian rupa menjadi serba besar dan panas seperti Milf.


"Kamu sunguh aneh apakah kamu menyukai yang sunguh keriput!" Bella bercanda dengan memasang wajah jijik.


"Umm tidak apa-apa, jika keriput ketika di tangan aku, nenek itu di poles menjadi batu giok yang sangat indah!" Fai mengaruk hidungnya.


Setelah itu Fai memandang Nuwa dia sedikit tertarik bahwa ibunya menjadi cantik seperti peri dengan berseru, Fai berkata seperti ini. "Ibu kamu sangat cantik sekarang itu cocok menjadikan ibu sebagai Ratu!"


"Nak itu semua berkat kamu hahah...!" Dengan tertawa banga Nuwa seperti pahlawan.


"Wow Kak Fai aku ketika tumbuh besar juga ingin mempunyai gunung yang besar!" Melty tiba-tiba berkata dengan semangat.


"Kamu..!" Elia melotitinya dia juga senang setelah mempunyai gunung yang besar ini, bukan hanya itu saja setelah mempunyai gunung besar seperti melon pakaian Elia menjadi di bagian dada menjadi terbuka sangat menonjol sehinga tulisan tatonya terlihat indah. Dia juga ingin menato lagi di pungunya itu.


Setelah berbincang cukup lama, ahirnya Fai membawa Elia dan Bella ke kamar.


Di kamar Fai Elia dan Bella memerah dia berpikir apakah akan melakukan adegan musim semi dua orang sekaligus.


"Kamu berdiri, pamerkan pantat kamu kepada Bella!" Fai berkata kepada Elia. Elia sangat malu sekali dia takut ketika Bella melihat ada benda yang tertancap di kedua lobang.

__ADS_1


"Kamu tidak perlu malu Bella adalah wanita aku kamu juga sama tidak perlu menyembunyikan!" Kata Fai dengan membujuk.


Setelah itu, dengan malu Elia berdiri dan langsung di depan Bella dengan membelakangi wajah.


Setelah itu Elia membuka baju dan celana. Di samping Bella dia melihat bahwa tubuh Elia sangat indah dan bagus dia juga melihat ada tato di pantat dengan tulisan lobang yang indah.


Dia terus mengamati bagian belakang Elia sampai dia terkejut ketika dia melihat CD yang tipis dan lebar seperti tali dengan tali merah melingkari pingang dan ada juga tali merah secara vertikal yang menekan erat di sela-sela pantat.


Tapi dia sekali lagi terkejut bukan main ketika pantat itu di pamerkan ke arah Bella, dia melihat bahwa ada benda bulat yang tertancap di bagian pantat. Dan benda itu besar dan sangat rapat sehinga tidak ada sela-sela di bagian kulit pingiran.


Bukan itu saja di bagian lobang depan juga ada benda yang menancap juga, sehinga karena ingin tahu Bella berkata seperti ini. "Benda apa itu?"


Elia tidak menjawab karena malu.


Tapi Fai langsung menjawab. "Itu adalah benda pemuas musim semi."


Terus Bella bertanya sudah berapa lama benda itu tertancap dan apakah anda tidak ada kesusahan untuk BAB, karena ada benda itu yang menghalangi?


Elia menjawab seperti ini. "Jika ingin BAB, itu tidak lah sulit aku hanya perlu menekan tombol yang ada di samping!"


Setelah itu Elia menekan tombol itu dan seketika di tengah benda alat itu ada lobang kecil yang membuka.


Bella mendekati dan melihat lobang itu dari dekat, dia melihat bahwa di lobang itu ada kotoran yang masih tersangkut.


Karena terlalu lama tersangkut kotoran itu menjadi sangat bau. Tapi, ketika Bella mencium bau itu dia merasakan rasa enak, sehinga dia mencium terus menerus.


"Uhh sunguh aroma yang segar!" Bella mencium dengan gembira.


Fai yang melihatnya berseru dan berkata dalam hati kepada Bella. Anda adalah bajingan ulung yang sangat berkelas.


Elia juga menikmati perasaan ini, tiba-tiba di tarik oleh Fai. Dengan itu dia memegang pantat Elia setelah itu mencoba melepaskan tali-tali. Dia merasa kasihan karena ada benda itu terus menerus.


Fai mencopot tali merah yang mengikat Elia kemudian dia mencoba mencopot benda yang bagian depan. Tapi Elia ketika benda itu hendak di copot tiba-tiba berteriak kecil.


"Jangan di copot!" Elia berteriak kecil tapi Fai menghiraukan ketika benda itu di copot, seperti bendungan air yang di buka langsung memutahkan cairan susu yang deras.


Kemudian Fai mencopot bagian pantat sekali lagi Elia memohon untuk tidak menyopotnya tapi Fai mengabaikan.


"Iyah!"


Fai melihat ke dua lobang masih terbuka lebar sehinga dia bertanya kepada Elia. "Apakah kamu tidak bisa menutup ke dua lobang itu?"


Elia hanya mengelengkan kepalanya dia mencoba menutup erat lobang itu tapi tidak bisa dia seseolah lupa untuk menutup.


Fai yang melihatnya membuat kesimpulan bahwa karena terlalu lama menancap sehinga kedua lobang itu lupa untuk menutup dengan mestinya.


Di samping Elia, ketika ke dua benda itu di copot meraskan kehilangan sesuatu yaitu kenikmatan surga. Sehinga dia memandang Fai memohon untuk menancapkan lagi benda itu.


"Fai aku mohon tancap lagi benda itu ke dalam dua lobang aku!" Elia berkata sambil memamerkan pantatnya ke arah Fai dengan kedua lobang masih terbuka.


Fai mengelengkan kepalanya dia sudah tahu setelah membaca pikiran Elia. Setelah itu Fai berkata. "Apakah kamu yakin ingin menancapkan itu kembali?"


"Aku yakin, aku ingin menancapkan itu selamanya tanpa perlu di copot!" Elia dengan malu dan cabul.


Bella yang mendengarkan terpana bahwa Elia meminta adegan gila.


"Ok baiklah jika kamu yang minta, tapi ngmong-ngomong apakah kamu tidak ingin merasakan adik laki-laki ini?" Kata Fai.


"Itu mudah hanya tingal mengesekan ke sela pantat dan memasukan ke mulut." Elia berkata dengan raut merah dan cabul.


"Ok baiklah!" Setelah itu Fai memasukan lagi benda itu ke dalam lobang milik Elia.


"Iyah!"


"Oww!"


Ketika di masukan lagi benda itu, Elia mengeluarkan suara centilnya. Dan ketika benda itu tertancap lagi Elia merasakn kenikmatan surga yang hilang telah kembali.


Tapi Fai ketika selesai memasukan dia meyakin kan kembali kepada Elia. "Kamu yakin apakah benda ini di tanam ke kamu selamanya?"


"Aku yakin, aku ingin selamanya benda ini tertancap!" Kata Elia.

__ADS_1


"Ok baiklah jika itu apa yang kamu mau." Fai tidak memaksa lagi, tapi diam-diam dia membuat sihir pencipta dan di setiap batang yang tertanam di lobang Elia, tiba-tiba memunculkan rambut halus yang banyak tapi tajam langsung menusuk di setiap dinding lobang itu.


"Iyah!" Di dalam kedua lobang itu, Elia merasakan ada ribuan jarum yang menusuk di dinding lobang hinga merasakan sakit.


"Itu adalah jarum yang menyatukan benda itu ke saraf dinding, sehinga kamu tidak perlu repot menekan tombol jika ingin BAB." Fai menjelaskan.


Elia juga merasakan bahwa kedua benda itu seperti menyatu dengan tubuhnya seseolah benda itu bagian dari tubuh sendiri. Dan dia juga mencoba mengunakan pikiranya untuk membuka.


Benar saja dengan pikiran benda itu membuka otomatis tanpa menekan tombol.


Karena benda itu sudah menyatu dia tidak perlu mengunakan ikat tali.


Kemudian Fai memandang Bella dan berkata. "Apakah kamu suka lewat depan apa pantat?"


Sebenarnya Fai sudah tahu jawaban tapi dia masih bertanya.


"Umm pantat!" Bella malu tapi masih menjawab. Dia sangat menyukai adegan musim semi lewat pantat sehinga dia berpikir untuk tidak membiarkan Fai memasuki bagian depan.


"Baiklah jika seperti itu? Coba pamerkan bagian depan!" Fai merintah Bella untuk membuka celana dan membiarkan Fai melihat lobang depan.


Bella setuju dan langusung membuka celana dan lobang depan itu di perlihatkan.


Fai licik dan menyringai Bella yang melihatnya juga merasa takut tapi tidak menghindar.


Kemudian Fai membuat alat dari sihir pencipta dan membuat model viberator yang aneh. Dengan itu dia menancapkan ke bagian depan Bella.


Benda itu menancap dalam tapi ada lagi yang masih tertingal di luar dan bentuknya seperti adik laki-laki dan besarnya lebih kecil dari pada milik Fai.


"Kamu..kamu apa yang kamu tancapkan!" Bella malu dia melihat bahwa lobang depan berubah menjadi adik laki-laki. Dia ingin mencopot tapi tidak bisa seseolah melekat erat.


Elia yang melihatnya juga terpana dia berpikr apakah Bella berubah menjadi laki-laki? Karena dia melihat bahwa ada benda di itunya yang berdiri dengan perkasa.


Dengan ingin tahu Elia menghampiri Bella dan memegang benda yang seperti adik laki-laki. Elia mengusap-usap.


Bella yang sedang bingung merasa ada yang memegang benda itu, dia ingin menghentikan tapi ketika benda itu di usap, ada perasaan mengelitik dan nikmat.


Elia mengusap terus.


"Ahhh tidak!"


"Iyah!"


"Tidak aku keluar!"


Tiba-tiba benda itu menembakan cairan susu.


...****************...


Setelah beberapa menit dia memakai baju semua dan Bella menatap kepada Fai dengan malu.


"Fai apakah aku menjadi laki-laki?" Kata Bella dengan malu.


"Tidak kamu masih wanita yang cantik. Hanya saja ketika aku pergi dari sini untuk berpetualang kamu sebagai wanita pertama harus memanjakan wanita kedua dengan mengesek benda itu yang seperti adik laki-laki ke Elia." Fai menjelaskan bahwa benda itu hanyalah alat bantu untuk gairah dan di kehidupan dulu di Bumi banyak juga wanita yang mengunakan itu hanya untuk kesenangan.


Bella masih malu karena benda itu, sekali lagi dia membuka celana dan melihat adik laki-laki perkasa sedang berdiri di itunya Bella.


Tapi ketika Bella menyentuh benda yang mirip adik laki-laki ada rasa kenikmatan tertentu.


"Kamu belum terbiasa, maka biasakanlah!"


Bella memecahkan keheningan dan berkata lagi.


"Fai aku pikir Guru aludra menyukai kamu?" Bella berkata.


Ketika Bella berkata seperti itu Fai menghela nafas dan pada ahirnya dia Fai menjelaskan bahwa memang benar guru Aludra memiliki kasih sayang kepada dirinya. Tapi Fai menceritakan kepada kedua wanitanya alasan kenapa Aludra sudah tujuh puluh tahun tidak mengenal laki-laki bahwa karena tubuhnya mempunyai racun yang sangat mematikan sehinga Aludra ketika ingin musim semi dia tidak bisa karena takut membunuh seperti pengalaman pertama bersama kekasih masa kecil.


Mendengarkan itu kedua wanita Fai meraakan kasihan. Anda sudah tujuh puluh tahun tidak mengenal di belai lelaki sunguh menyedihkan.


Tapi kedua wanita itu langsung cemberut karena Aludra sendiri seperti pasangan yang di takdirkan untuk di miliki Fai.


Fai memahami isi kedua wanita itu hanya menyringai.

__ADS_1


__ADS_2