
Bab 136 Tubuh Abadi
"Terdeteksi, bahwa inang mengalami keruskan cukup parah. Merekontruksi ulang tubuh + 30, pemulihan otak +70, Jantung +100, penambahan darah +80."
"Tubuh kamu, sedang di pulihkan, pemulihan tulang +100, otot-otot +400, paru-paru +700."
"Pemulihan mata +190, pendengaran +100, usus +180, ginjal +500, adik laki-laki +300, daya ingat di perkuat +400."
"Pemulihan....!"
"Tubuh inang sudah tedeteksi kembali semula, sitem kemudian meningkatkan bakat tubuh titanium menjadi Lv40, tulang emas menjadi Lv30."
"Jiwa inang mengalami kehancuran, sitem mencoba memulihkan, pemulihan jiwa gagal -30."
"Sistem sedang memulihkan jiwa inang, kegagalan -1000."
"Kegagalan -100."
"Kegagalan -40."
"Kegagalan...."
"Di karenakan pemulihan jiwa mengalami kegalalan, sitem mencari opsi lain, harap tungu....!"
"Sistem sedang menganalisis bakat seluruh alam semesta, harap tunggu...!"
"Sistem sedang menganalisis....!"
"Harap tunggu... 1% 4% 50% 80% 100%, sistem sudah menyelesaikan analisis...!"
"Analisis berhasil..!"
"Hei! Selamat kepada kamu mendapat kan bakat tubuh abadi Lv3"
"Hei! Di karenakan tubuh abadi Lv3 tidak cukup mengembalikan jiwa inang, sistem meningkatkan bakat tubuh abadai."
"Bakakat tubuh abadi Lv5, gagal..!"
"Bakat tubuh abadi di tingkatkan Lv6, gagal...!"
"Lv7, gagal..!"
"Lv10 gagal...!"
"Lv.....!"
"Hei! Selamat kepada kamu, bakat tubuh abadi sekarang Lv70, sistem berhasil merekontrusi jiwa inang..!"
"Rekontruksi jiwa inang berhasi! Hidupkan tubuh inang harap tunggu..!"
"20% 40% 60% 80% 100%, selamat kamu berhasil di hidupkan kembali...!"
...~...
Semantara itu, Alisha sedang memeluk tubuh Fai, dengan sangat erat, dia sangat putus asa, dia ingin hidup bahagia bersama Fai tapi seseolah dewa tidak mengijinkan dia untuk berbahagia.
"Fai... Kamu tidak di perbolehkan untuk meningalkan aku.. Aaaa ahhhgr Fai bangun..!"
Alisha sangat terisak-isak bahkan dia menangis sampai air mata kering, bahkan karena rasa kesedihan ini hati menjadi beku seperti gunung es, rasa kesedihan ini membuat rambut Alisha langsung memutih dengan kecepatan mata telanjang.
Renner dan Ava tersenyum pahit, dia sudah menduga bahwa jika melawan Zesshi maka kematian yang di dapat, bahkan jika kekutan lawan masih tinggi dari pada Zesshi.
__ADS_1
Ava dan Renner menyimpulkan bahwa bakat Fai lebih tinggi dari pada Arthur, namun dia melawan musuh yang salah, sehingga berahir kematian telak bagi Fai.
"Kamu dasar pembunuh, kamu dasar wanita iblis...!" Alisha langsung menatap tajam kepada Zesshi, dan dia langsung menghilang dan bergegas untuk menyerang Zesshi.
"Hump!" Zesshi mendengus dan tidak takut sama sekali, baginya pertarungan adalah seperti ini jika anda selamat maka musuh yang mati.
Tangan yang sangat indah milik Zesshi langsung menampar Alisha hinga terpental jauh. Dan dia dengan sigap mengunakan bakat dunia pedang, untuk memunculkan rantai yang amat banyak di gunakan untuk melilit Alisha.
"Kamu pembunuh lepaskan...!" Alisha berteriak dengan menangis.
Entah kenapa, ketika Alisha sedang di jerat oleh lusinan rantai dia bisa mematahkan semua rantai yang mengikatnya. Ini seperti anda tidak bisa melompat tiga meter, namun ketika anda di kejar anjing secara ajaib anda bisa melompat melebihi tiga meter.
Setelah membebaskan, Alisha memunculkan meriam basoka dan menembaki Zesshi.
"Bom!"
"Bom!"
"Bom!"
Pertarungan yang sangat menegangkan, bahkan para warga menghindar sejauh-jauhnya. Melihat Zesshi menghindar terus menerus, ahirnya dia mengunakan selusin bola hitam untuk menyerang Zesshi.
"Sikat!"
"Sikat!"
"Sikat!"
"Bom!"
Sekarang pertempuran ini di hujani bola hitam dewa ashura bahkan Alisha tidak peduli bahwa tindakannya akan membunuh para warga, yang terpenting dia bisa membalaskan dendam kepada dirinya atas kematian Fai.
Bahkan sekarang mata Alisha pupilnya menjadi merah seperti darah dan di kepala, mengeluarkan tanduk hitam, walau tanduk itu tidak terlau panjang dan besar. Tapi dengan penampilan ini, Alisha menjadi seperti iblis Ashura yang menawan.
"Tidak.. Alisha menjadi iblis..!" Teriak Renner dan Ava.
Dia tidak menyangka bahwa Alisha membangkitkan tubuh dewa Ashura mencapai bentuk yang sangat mengagumkan.
Ava dan Renner menyimpulkan bahwa tubu dewa ashura milik Alisha sudah mencapai tahap Level 30.
Di samping Alihsa rau wajah menjadi menawan dan tanpa expresi dia terbang di langit, dia menyerang Zesshi sekali lagi dengan pikiran, tiba-tiba di antara langit, mengeluarkan hujan bola hitam.
"Bom!"
"Bom!"
"Bom!"
Setiap ledakan, ini akan membuat seluruh area pemukiman menjadi hancur lulu-lalang.
"Ahhhhhgr!" Ava dan Renner, berpelukan erat dia dengan sekuat tenaga agar tidak terhempas oleh badai gelombang angin.
"Alisha hentikan, apakah kamu ingin merusak seluruh pemukiman ini hingga menewaskan manusia tidak bersalah..!" Renner berteriak sambil berkeringat deras.
"Bahkan jika aku membunuh para waraga di sini aku tidak masalah, jika aku bisa membunuh Zesshi itu..!" Kata Alisha tanpa expresi.
"Ibu... Hentikan.. Ibu adalalah orang baik, tidak jahat...!" Tiba-tiba Megan yang bersembunyi di dunia bawah tanah langsung mencul dan bergegas memeluk Alisha.
Ketika Megan dalam pelukan Alisha, tanpa sadar tangan kanan Alisha memkul kepala Megan bagian belakang sehingga tidak sadarkan diri.
__ADS_1
"Maaf nak, hari ini aku bukan ibu yang baik, ibu harus memberi pelajaran kepada Zesshi untuk apa yang dia buat." Kata Alisha dia kemudian menyerahkan Megan kepada Renner.
"Hahaah kekuatan kamu meningkat, tapi tidak masalah, mungkin selanjutnya kamu akan menyusul Fai." Kata Zesshi dengan bangga.
"Kamu bedebah!" Dengan dingin Alisha mengeluarkan lusinan ribu bola hitam langsung menghantam ke arah Zesshi.
"Sikat!"
"Bom!"
"Sikat!"
"Bom!"
"Bajingan sialan...!" Zesshi tertekan sambil terbang dengan kecepatan kilat.
Dengan terbang, Zesshi melafatkan mantra. "Malaikat cahaya keluarlah...!"
Tiba-tiba, setelah Zesshi melafatkan mantara, di antara langit itu, bersinar terang dan menyilaukan.
Alisha merasa tidak nyaman dengan cahaya ini, dan dia melihat bahwa ada ribuan mahluk dengan sayap putih keluar dari langit.
"Hahahha apakah kamu takut!" Zesshi tertawa lebar bahkan dia sudah mengabaikan citara kecantikan itu.
Sementar itu, di kejauhan Elona yang sedang mencari rumah Fai ahirnya melihat kegaduhan yang sungguh dahsyat sehingga dia merinding.
Dia melihat bahwa di antara langit ada lusinan malaikat yang di pimpin oleh gadis Elf. Dan di hadapan gadis itu ada wanita yang sangat anggun dengan kepala memunculkan dua tandul saling berhadapan.
"Apakah pertarungan ini malaikat melawan iblis?" Kata Elona dia tidak tahu, karena sebab tidak tahu, dia memutuskan bertanya kepada warga yang sedang menonton pertarungan.
Ketika warga itu mengatakan bahwa suami dengan pasangan wanita beramut putih itu, di bunuh oleh wanita Elf, dan warga itu juga mengatakan bahwa pria yang di bunuh oleh wanita Elf itu bernama Fai.
Kata-kata kematian Fai keluar seketika jantung Elona berhenti mendadak. Dia terjatuh dari tanah.
"Tidak mungkin..tidak mungkin Fai mati.. Tidak mungkin itu Fai orang lain, iya mana mungkin Fau tukang sapu memiliki wanita yang sangat menawan dan kuat itu..!" Kata Elona dia menyimpulkan sendiri, tapi dia merasa bahwa Fai yang meninggal adalah Fai yang dia cintai.
Di samping Alisha dia marah dan mencoba menyerang para malaikat yang di udara menggunakan bola hitam.
"Swosh!"
"Swosh!"
"Swosh!"
Tapi, para malaikat itu juga menembakan cahaya putih ke arah Alsiha, dan cahaya putih itu, lebih kuat dari pada bola hitam miliknya.
"Ahhhgr!"
Alisha terkena cahaya putih itu dan seketka kulir terbakar.
Zesshi yang melihatnya langsung menggunakan rantai yang sangat besar, untuk melilit tubuh Alisha.
"Lepaskan sialan.. Aku ingin kamu mati..!"
"Ahhhhhgr!"
Alisha berteriak.
Zesshi tersenyum dan mendekati Alisha dan berkata. "Hahah kamu masih belum lawan aku.!" Kemudian Zesshi mengeluarkan pedang dewi cahaya, untuk menyiksa Alisha.
Sementara itu, di sisi Fai tiba-tiba matanya membuka dengan tajam, setelah itu bibir meringkuk seperti iblis.
__ADS_1
"Aku hidup lagi."