
Bab 192 Bertemu Julia Lagi
Empat jam telah berlalu Fai memenangkan pertandingan ini. Bahkan pada saat ini juga dia habis melakukan hubungan intim dengan Sarah tepat di wajahnya Grey yang sedang tidak sadar diri.
Sarah mengelapkan lingkaran pantat yang penuh cairan dengan raut kepuasan yang sangat mendalam. Bahkan dia sendiri masih ingin melanjutkan dengan Fai.
Tapi Fai menasehati jika ini berlanjut maka, kamu akan di hajar ketika Grey bangun. Karena itulah dengan sedikit tidak di senang, dia mengelap cairan sambil ada jejak menggerutu.
Dia merasakan pantatnya di masukan benda surgawi yang hangat dan besar sungguh membuat Sarah ketagihan. Namun dia tidak bisa menolak lagi. Dalam benak Sarah, dia sedang merasakan cinta antara Fai dan Grey. Bahkan kedua itu dia tidak bisa di pungkiri Sarah sangat menyukai.
“Apakah kamu benar-benar ketagihan? Coba kamu lihat di pantat kamu penuh darah apakah tidak merasakan sakit...?” Kata Fai mengerucutkan bibirnya.
“Ini adalah bermula dari kamu. Jika kamu tidak mengajarkan hal ini kepada aku, aku tidak akan tahu dan tidak akan melakukan lagi dan lagi..“ Jawabannya Sarah begitu ringan.
“Hahaha itu bisa di lakukan lain kali. Sekarang aku akan melakukan hal yang penting, mungkin kamu juga sudah tahu kan?” Fai mencoba mengalihkan suasana vulgar.
“Hmmm aku tahu, bahwa kamu akan pergi ke wilayah Elf kan?” Jawabnya Sarah sambil berpose wajah ambigu.
“Ini betul.. aku akan pergi ke wilayah Elf untuk mencuri pohon dunia. Tidak mencuri, aku hanya ingin mengambil sempel saja.” Ucapan Fai dia sambil memakai baju dan celana. Setelah itu, dia pergi sambil berpamitan kepada Sarah. “Aku pergi dan mungkin akan bertemu kamu sedit lama.”
Sarah mengangguk: “Baiklah kamu hati-hatilah!”
Fai tersenyum dan mengangguk juga setelah itu, dia pergi menggunakan celah ruang seketika dia sudah tiba di depan Aludra dan Alisha.
Fai bertanya: “Lihatlah apakah suami kamu ini sangat kuat, dan aku juga sudah membunuh Arthur.”
”Ummm terimakasih... hari aku melihat kematian Arthur, hati aku menjadi Lega.“ Katanya Alisha sambil mengangguk.
“Ok baiklah karena aku akan pergi keesokan paginya, maka sebelum perusahaan, aku akan memanjakan kalian berdua...“ Fai mengentikan waktu dan langsung berhubungan intim di tempat penonton arena petarung.
“Ahhh suami... bisakah kamu tidak terlalu mesum di tempat umum...” Alisha memerah. Namun di sisi Aludra walau wajah memerah dia langsung sigap dan melepaskan semua bajunya.
Akhirnya mereka berdua melakukan hubungan erotisme di tempat terbuka dalam waktu berhenti.
......................
Di pagi hari, Fai tertidur tanpa busana dan di sisinya ada Zesshi yang sedang meringkuk bahagia dalam pelukan Fai.
__ADS_1
Fai menjentikkan jarinya ke kening Zesshi.
“Tik!”
“Aduhh sakit...!” Mata Zesshi mengerut dia mencoba membuka mata yang indahnya. Seketika dia membuka mata, dia melihat ada Fai yang sedang menatap kearah dirinya.
”Ayoo bangun ini sudah pagi, apakah kamu tidak ingin pergi ke wilayah Elf?” Fai tersenyum.
“Aku sepertinya mengurungkan diri untuk pergi bersama kamu, aku ada rencana untuk kumpul dengan semua wanita kamu maaf!” Zesshi mengangguk malu.
“Kamu tidak perlu khawatir, bahkan aku bahagia jika kamu tidak ikut, jika kamu mengikuti aku, aku yakin bahwa kamu menjadi beban.” Fai tersenyum mengejek kepada Zesshi.
“Huh apakah kamu begitu sangat jahat mulutnya?” Zesshi cemberut kemudian dia berdiri langsung pergi begitu saja untuk membersihkan semua badan yang penuh cairan suci milik antar mereka berdua.
“Hahaha!” Fai hanya tertawa lebar, pada dasarnya dia mengatakan hal yang sebenarnya. Di dunia nyata, atau fiksi seperti novel comik wanita adalah beban. Dan Fai sudah mempelajari hal itu dan di terapkan di dunia sekarang yang sedang dia tinggali.
Maka dari itu, dia sangat mewanti-wanti sedikit mungkin berhubungan dengan wanita ketika dia sedang berpetualang. Apa lagi wanita yang tidak punya otak seperti merasa dirinya adalah wanita paling cantik, sehingga anda akan di junjung sangat tinggi ketika anda mengangkat tangan.
“Cihh!” Fai mengejek wanita beban. Bahkan tidak di pungkiri wanita sendiri akan menjadi beban bukan dalam kelemahan, namun dalam paras yang menawan sehingga para pria hidung belang tidak akan berhenti untuk menembak kepada dirinya.
Menghilangkan pikiran yang tidak perlu, akhirnya dia bangun dari tidurnya dengan tubuh telanjang tanpa busana, Fai langsung menggunakan bakat magis untuk membersihkan semua cairan yang sedang menempel di tubuhnya.
Setelah sekiranya rapih, dia memberi tahukan Zesshi lewat telepati bahwa dirinya akan pergi untuk berpetualang ke negri Elf.
Setelah itu, dia akhirnya terbang dengan sangat cepat seperti jet.
“Dari kerajaan Falas, setidaknya aku pergi ke bagian Utara terus menerus sehingga akan menemukan kerajaan Elf.
"Bam!"
Kecepatan terbang Fai di tingkatan sehingga ada ledakan Sonic keluar dari kedua kakinya layaknya jet tempur.
Hanya sepuluh menit berlalu, dia sudah memasuki hutan yang sangat rimbun dan lebat. Hutan itu sangat tinggi seperti pohon kuno, jika anda mendarat di hutan itu, maka anda merasakan seperti malam.
“Tidak di pungkiri di dunia fantasi semua apa yang di lihat adalah kemustahilan ketika di bumi..” Long Fai mengangguk sambil tersenyum dan terbang.
Namun, ketika dia sedang terbang, tiba-tiba Fai melihat ada sekumpulan empat kelompok dan satu wanita yang sedang kewalahan akibat melawan monster trenggiling raksasa. Dia juga melihat bahwa ke empat kelompok itu, hanya satu yang masih bertahan.
__ADS_1
Satu wanita itu, dia mengenalinya. Bahkan diri sendiri sudah melupakan wanita itu.
”Bukankah dia Julia?” Fai tersenyum akhirnya dia menemukan orang yang dulu di selamatkan ketika dirinya baru di transmigrasi ke dunia ini.
“Mari kita lihat, aku harus menolong terlebih dahulu.” Fai akhirnya mendekati Julia yang sedang putus asa.
Di sisi Julia, dia baju besinya sudah rusak lecet, bahkan ada sedikit luka yang menembus baju besi dirinya.
Julia saat ini terengah-engah. Dia mati-matian untuk menyelamatkan tiga rekan resimennya.
“Pemimpin.. lebih baik kamu pergi... tinggalkan aku di sini aku merelakan nyawa aku untuk menyelamatkan pemimpin.” Salah satu kelompok resimen yang bernama Aras, berkata sangat lirih seperti kehilangan besin.
Dan dia orang kelompok itu, sudah tidak sadarkan diri karena kritis.
”Ini tidak bisa terjadi, jika kamu mati maka aku mati, jika aku selamat maka harus selamat semuanya!” Julia menangis dia menemui kesialan tertentu.
”Tapi pemimpin....!“ Aras berteriak lirih.
“Tidak ada tapi...!” Julia menggertakkan giginya kemudian menatap ke arah monster trenggiling.
"Kamu bahkan jika kamu lebih besar dari pada aku, aku akan berusaha sampai aku mati...! Ahhh!” Julia berteriak dan menebaskan pedangnya itu ke cangkang keras trenggiling.
"Dentang!" .
Tebasan itu, sia-sia karena monster memiliki kulit lapis baja yang sangat kuat sehingga mengakibatkan pedang langsung tumpul.
"Roar...!"
Monster trenggiling dengan kuku seperti pedang raksasa, mencoba menyakar Julia.
Saat ini, Julia putus asa. Dia menyerah dan dia menerima kematian dirinya dan beserta ke tiga kelompoknya.
“Apakah aku akan mati di sini..!” Julia memejamkan matanya. Entah kenapa dia teringat pemuda tampan yang bernama Fai. Namun pikiran itu di hilangkan karena tidak mungkin Fai berada di sini dengan gampang menolongnya.
Dia memejamkan matanya menunggu di cakar oleh monster.
Namun pada saat itu, tiba-tiba....
__ADS_1
"Bang!"
Tubuh raksasa monster trenggiling meledak dan terpental kiloan meter.