
Bab 124 Butuh Bukti?
"Hei sialan lepaskan!" Alisha meronta-ronta yang dalam posisi di pelukan Fai.
Tapi Fai tidak mendengarkannya, dia masih berjalan meningalkan Bar ini.
"Bisa kah kamu tidak gelisah, dan patuh?" Kata Fai sambil mengendong Alisah.
"Patuh nenekmu.. walau kamu tampan, tapi aku tidak ingin menjadi wanitamu..!" Kata Alisha dia sambil memukul-mukul pungung Fai.
Tapi, Fai hanya mengangkat bahu.
Setelah itu, Fai mendekati gerobak, dan Yujo yang melihat bahwa Tuan sedang mengikat wanita, dia dengan senang hati untuk membuka pintu gerobak.
"Silahkan Tuan..!" Kata Yujo, dia melihat wanita yang di gendong oleh pangkuan Fai yang sedang meronta-ronta.
"Yujo ayo kita pergi... Kita mencari rumah baru, untuk bulan madu." Di dalam gerobak Fai berkata kepada Yujo untuk berbegas pergi.
"Aduh..!" Alisha di dudukan dengan paksa, sehinga dia kaget karena pantatnya terbentur kursi yang empuk dengan keras.
Setelah itu, dia melihat seluruh ruangan gerobak ini. Dia memandang Fai dan dia sudah menebak bahwa Fai, adalah bangsawan.
"Kenapa kamu memandang aku, aku tau wajah aku tampan!" Kata Fai dia juga menatap Alisha.
"Tampan kakekmu..!" Alisha memarahi, dia sambil membuang muka.
"Kamu tidak perlu kawatir, jika kamu sudah menjadi wanita aku, kamu akan memiliki kehidupan yang lebih baik, bahkan aku bisa mempercantik wajah kamu. Jadi lupakan dan tingalkan setatus kamu, untuk menjadi wanita malam." Kata Fai dia berkata penuh percaya diri.
Tapi Alisha seseolah tidak mendengarkan dia masih membuang muka, dan tanpa sadar dia meneteskan air mata lagi.
Dia berpikir bahwa dia, sudah di culik oleh bangswan jahat, dan dia tidak ingin anaknya mendertita.
Dalam hati, Alisha ingin menemui anaknya untuk terahir kalinya dan berpisah.
Tapi apa yang di pikirkan oleh Alisha sudah terbaca oleh Fai, dan dia berkata seperti ini kepada Alisha. :"Kamu tidak perlu kawatir aku akan menjadi ayah dari anak kamu."
"Kamu dari mana kamu tahu..!" Mata Alisha yang semula semu, menjadi menyipit dia menatap Fai dengan waspada, dia juga takut apakah bangsawan itu, sudah menyelidiki anak sendiri.
"Brengsek.. Lepaskan anak aku.. Lepaskan dia..! Jika kamu melepaskan aku bersedia menjadi wanita kamu..!" Ahirnya Alisha tak tahan dia sedih dan langsung nangis dengan keras.
Fai, hanya tersenyum. Dia meraih dagu Alisha yang sedang menangis, tanpa persetujuan dari Alisha, Fai langsung mencium.
"Mmmmm!" Pupil Alisha melotot ganas ketika di cium, dia ingin menghindar. Tapi tangan kiri Fai, langsung menghadang bahu Alsiha sehinga perjuangan menjadi sia-sia.
__ADS_1
Ciuman Fai begitu ganas dia juga mencium aroma angur dari mulut Alisha.
Setelah berciuman Fai membuat sugesti rasa tenang terhadap Alisha sehinga, perlahan dia rileks mengikuti ciuaman alur Fai.
Fai berani mencium karena Alisha adalah wanita yang bersih, dia terahir berciuaman kepada mantan suami yang meningal, walau begitu dia sebagai wanita malam, tidak terhindarkan oleh ciuman. Walau begitu dia mempunyai bakat ilusi.
Sehinga para korban mengira, sudah berciuaman dengan Alisha padahal kenyataan tidak demikian.
Dan untuk saat ini, Fai mencium mulut Alisha dengan enteng, karena bakat Alisha tidak mempan terhadapnya.
Setelah sudah tenang, Fai mencoba menidurkan Alisha. Dengan hipnotis, Alisha sudah tertidur pulas.
"Yujo ayo kita ke tempat rumah di mana Alisha tingal." Kata Fai dia membuat selimut kecil, dari udara tipis dan di gunakan oleh Alisha untuk menutupi tubuh.
"Baik Tuan..!"
Setelah itu Fai duduk. Dan ada Pusy yang sudah ada bahu kanan Fai, sambil mengusap kepalanya, ke bagian kepala Fai.
"Apakah kamu begitu rindu.." Fai tersenyum kepada Pusy.
Pusy mengomel sambil memamerkan cakarnya.
Fai melambai dan seketika ada makanan ringan seprti pakan kucing langsung di serahkan Pusy.
Setelah di berikan pakan, ke empat Pusy yang ada di luar juga bergembira.
Setelah itu, Pusy menghilang dari udara tipis.
Fai mencoba mencerna ingatan Alisha. Dengan itu dia mengetahui siapa nama anak dari Alisha. Dengan anak bernama Megan Demoni, itu masih seumur dengan Luwi.
Menurut ingatan Alisha Megan adalah anak yang pendiam nurut, dan sangat tertutup.
Dia hanya akan membuka pintu, jika Alisha yang memasuki.
Setelah beberapa menit...
Alisha tiba-tiba terbangun, dia setelah itu mengingat bahwa dia sebelum merasakan rasa kantuk yang hebat, Alisha sedang di cium oleh Fai.
Mata Alisha melotot, dan memandang ke arah Fai.
"Kamu..!"
"Oh ada apa? Apakah tidur kamu, sudah nyenyak?" Kata Fai dia mengalihkan topik.
__ADS_1
"Bukan urusan kamu..!" Alisha masih marah, tapi dia ingin memarahi Fai lagi, tiba-tiba Fai berkata duluan.
"Ayo kita menjemput Megan, dan pindah rumah bersama aku." Kata Fai dia tersenyum, langsung menarik tangan Alisha yang sedang linglung.
"Ini... Hei tungu.. Kamu sial..!" Alisha tidak bereaksi langsung berjalan karena di tarik oleh Fai.
Setelah keluar dari gerobak, Fai melihat rumah kecil yang sangat sederhana. Bahkan tidak bisa di sebut rumah ini sangat kecil seperti gubuk.
Alisha yang melihat raut wajah terheran berkata dengan menghina.. "Hahah bagaimana rumah aku, dibandingkan kamu setatus aku tidak bisa di bandingan dan kentut belaka."
"Tapi kamu sebagai bangsawan, entah kenapa kamu mengikat aku sebagai istri, aku adalah wanita malam tidak pantas untuk di sandingkan dengan kamu.. Aku hanyalah pantas menjadi budak mengerti."
Alisha menangis lagi, dia takut ketika membuka pintu, tiba-tiba bangsawan Fai akan mencelakai.
"Kamu berpikir jauh, aku serius untuk menjadi wanitaku, dan akan aku rawat Megan, ada pun alasan aku memilih kamu, karena kamu adalah wanita dengan hati yang dermawan dan baik. Hanya saja jika hati kamu yang baik itu di tempatkan yang salah, aku kawatir jika hati dermawan kamu akan hilang dan di gantikan oleh seperti wanita muraha lainya. Jadi, aku menebus kamu jadialah wanita aku maka kamu akan menjadi wanita terhormat yang menjadi dewi. Kamu tidak perlu membandingkan bangsawan satu dengan lainya! Karena menurutku bangswan tidak layak di mata aku, apa kamu paham." Fai menjelaskan begitu banyak, kepada Alisha.
Penjelasan Fai masih meragukan dan dia berkata kepada Fai. "Aku masih belum percaya, aku butuh pembuktian."
"Kamu butuh bukti? Ok aku akan menjadi suami yang baik apa yang seperti kamu bayangakan, merawat anak, memasukan anak ke akademi dan menyayangi anak."
"Ok aku tungu, apa yang kamu bicarakan bahwa kamu adalah tukang sapu, maka aku untuk mempercayai kamu bahwa tukang sapu bukan bangsawan, aku ikut kamu hanya melihat kebenaran saja."
"Terus selepas menjadi tukang sapu, kamu harus pulang ke rumah merawat anak selayaknya ayah yang baik apakah kamu sangup, tapi yang terpenting adalah kamu jangan sekali berbuat kasar terhadap Megan, jika tidak kepercaayan aku terhadap kamu hilang." Kata Alisha, sebenarnya dia tidak butuh bukti, dia tahu ketika Fai di uji menjadi ayah, maka sifat
"Itu mudah bagi aku." Kata Fai dengan lugas.
Setelah itu, Fai mengetuk pintu.
"Konck!"
"Knock!"
"Knock!"
Ketika pintu di buka ada anak kecil yang lucu dan imut mengintip dari dalam, begitu Alisha melihat, dia percaya diri bahwa anaknya mungkin engan melihat dan bahkan mengabaikannya.
Tapi harapan sia-sia ketika Megan melihat Fai dengan ingin tahu, tiba-tiba dia melihat bahwa tangan Fai langsung menyentuh kepala Megan, dan seketika ada sinar cahaya yang menyelimuti tubuh Megan.
Alisha, melihat bahwa tangan buntung akibat cacat dari lahir, di bagian kanan seketika berubah menjadi norman dan tumbuh.
"Ini...!" Alisha yang melihat terpana.
"Sekarang kamu sembuh dan hidup normal." Kata Fai dengan lembut.
__ADS_1
"Ka..ka kamu, sebenarnya siapa kamu..!" Megan menatap ke arah Fai terus menerus tapi matanya ada rasa terharu dan menetes dengan sangat deras, karena dia sudah tidak cacat lagi.
"Aku adalah ayah kamu!"