Dewa Yang Maha Kuasa

Dewa Yang Maha Kuasa
Melarikan Diri


__ADS_3

Bab 132 Melarikan Diri


Renner dan Ava terkejut, bahkan Alisha yang milihatnya sangat muram. "Kamu dasar keparat lelaki tidak tahu malu sunguh jahat..!" Teriak Alisha


Dia berlari mengarah ke Yujo tapi duluan Megan yang mendekati. "Paman Yujo..kamu, tidak apa-apa!" Megan ingin muntah, ketika dia melihat separo badan Juyo menghilang seperti di gigit monster.


"Tuan kecil, jangan di pikirkan aku tidak apa-apa." Kata Yujo, dengan sihir dewa suci, baginya itu sunguh sangat menjijikan, dan Arthur sudah mengetahui kelemahanya.


"Arthur kamu jangan terlalu berlebihan!" Ava berteriak, dia merasa bahwa Arthur sangat sadis, tentu saja, ini masih di pasar menimbulkan kerusuhan sangat tidak baik.


"Tapi dia yang menyerang aku dulu, aku hanya membela." Kata Arthur dia bahkan tidak perlu menjelaskan lagi.


"Apa... kamu bilang, dia menyerang duluan, jika kamu tidak menghina Fai, maka tidak ada hal seperti ini apakah kamu tidak berpikir!" Alisha menjawab dengan marah, dia sambil menujuk dengan mata melotot.


"Tapi ini adalah kebenaran, bahwa wajah Fai hanya di sandingkan dengan lap!" Kata Arthur dia mengangkat bahu.


"Kamu.. Jika kamu tidak memiliki bakat pengecut, setidaknya kamu sudah mati." Alisha terengah-engah, paru-paru ingin meledak karena saat ini dia sangat marah.


Dia ingin melawan, tapi Arthur memiliki bakat mengembalikan waktu yang cukup merepotkan.


"Dalam pertarungan, tidak ada kata curang, melainkan apakah kamu menang, atau kalah mati, atau hidup." Dengan entengnya, Arthur berkata demikian.


Yujo, perlahan pulih, dengan separuh badan yang hilang, tiba-tiba daging dan tulang tumbuh dengan kecepatan yang sangat mencengangkan.


Setelah sembuh, Yujo bangun dari duduknya sambil menatap ke arah Arthur dengan ganas. "Kamu beruntung sekarang, karena tidak ada Tuan Fai di sini, jika kamu melihat Tuan Fai, mungkin kamu akan kencing di tempat."


"Aku sunguh tidak takut sama sekali dengan ancaman mu." Kata Arthur dia bahkan menyepelekan.


"Ini benar, kata ayah, bahwa bangsawan semua jahat dan licik." Megan dengan gemetar, menatap ke arah Arthur. Walau tubuh bergetar ada jejak kebencian yang sangat dalam.


"Adik kecil jangan serta merta bahwa bangswan semuanya itu jahat, jika kamu mengangap bahwa semua bangsawan jahat, bukan kah ayah kamu yang setatus bangsawan menjadi jahat juga?" Arthur mencoba mengorek informasi kepada Megan yang masih belia, karena dengan umur belia masih terkecoh.


"Ayah aku bukan jahat! Dia adalah ayah yang baik dia juga bukan bangsawan..! Karena itulah aku sangat menyukainya walau dia ayah baru." Megan membalas dengan mencoba menenangakan rasa gemetar.


"Oh jadi ayah baru kamu, memiliki setatus apa!" Kata Arthur dia hampir memancing Megan untuk berkata jujur.


"Ayah aku, hanyalah tukang sapu di ak...!" Belum selesai berkata, mulut kecil Megan di bungkam oleh tangan halus Alisha.


"Kamu jangan begitu keceplosan..!" Alisha menutup mulut Megan, dia tidak ingin masalah menjadi besar, dia hanya ingin menghindari Arthur itu, di masa depan.

__ADS_1


"Hahahah!" Dan benar saja anak kecil mudah sekali terkena umpan, walau Megan tidak seutuhnya menjelaskan, tapi dia sudah mengonfirmasi bahwa Fai tukang sapu, dan taipan kaya hanyalah bersumber dari Alisha itu sendiri.


Dengan itu, dia mencoba mendekati Alisha lagi sambil berkata. "Tingalkan lah dia, dia hanya tukang sapu, jika kamu memilih aku kamu lebih bahagia. Dengan kamu menjadi wanita aku, maka kamu akan terbang tingi menjadi dewi tertingi. Aku berjani kepada kamu."


Megan bereaksi walau Arthur masih jauh, dia berteriak dengan menangis. "Kamu jangan mendekati ibu, kamu orang jahat..!" Mata Megan, menangis, dan dia ingin mengatakan ayah, tolong aku, tapi.. Fai itu sendiri mustahil mendengarkannya.


Dia menangis, dan Yujo juga sangat marah dia ingin maju dan memukul lagi, walau dia tahu akan kalah lagi.


Ketika Megan sedang menangis, dia ingat bahwa dia mempunyai mata emas super. Dengan itu, dia memunculkan pistol dan mencoba menembak Arthur.


Arthur yang melihatnya dia tidak takut sama sekali, karena dia mempunyai bakat penyembuh. Tapi rasa percaya diri itu hilang ketika dia merasakan bahwa semua seluruh kekuatan yang di miliki Arthur hilang seketika.


Sekarang Arthur di gambarkan sebagai manusia biasa tanpa kekuatan.


Kedua mata Megan, menyala warna emas dan menatap ke arah Arthur dengan tajam.


Dengan itu.....


"Dar!"


"Dar!"


"Dar!"


Walau megan terjatuh lemas, di masih mengaktifkan bakat mata emasnya, dengan peningkatan di tangan Fai durasi bertambah menjadi dua jam.


"Kamu.. Apa yang kamu lakukan terhadap Arthur...!" Renner menghampiri Arthur yang tergeletak lemas, bahkan Ava juga ikut mendekati dengan panik.


Setelah itu, Alisha sadar bahwa putrinya memiliki bakat untuk menghilangkan bakat, setelah itu dia berlari hendak membunuh Arthur, namun Arthur, dia sangat cemas, entah kenapa semua ketrampilan milik dirinya menghilang.


Dia mengamati mata Megan yang menyala emas, ahirnya dia paham sebab bakat sendiri menghilang. Dengan panik dia membeli rune teleportasi ke akademi sendiri menguakan poin emosi.


Katika Alisha sudah yakin bahwa dia bisa membunuh Arthur tanpa dia duga, Arthur dengan kilat langsung menghilang.


"Sial dia lolos lagi..!" Alisha tak mau, dia melihat Arthur seperti menjadi iblis batinnya.


"Ini..!" Kedua wanita juga tercengang.


Karena Arthur melarikan diri, akibatnya di area sekitar mereka menjadi tenang. Dengan kemarahan batin yang sangat membara, Alisha berkata. "Yujo ayo kita pulang."

__ADS_1


"Baik nyonya.!" Kata Yujo dia patuh.


"Tungu...!" Tiba-tiba mereka berdua berteriak, dan meminta untuk Alisha jangan masuk ke gerobak.


"Ada hal lain, cepat waktu menjelang sore, suami akan marah, jika aku tiada!" Kata Alisha dia berpura-pura.


"Umm.. Boleh aku ikut dengan kamu, untuk bermain." Kata Ava, kebetulan dia sedang masa santai dan tidak berlatih selama waktu empat atau tujuh hari, dia ingin memanfatkan situsasi ini, alsan itu juga sudah dia katakan kepada Alisha.


"Untuk hari ini, kamu boleh." Alisha ragu sebentar, dan pada ahirnya setuju. Tapi, Yujo tiba-tiba berkata seperti ini dengan tidak senang. :"Nyonya bukankah dia adalah teman bajingan bau itu, kenapa Tuan mengijinkan untuk bermain?"


"Dia adalah orang baik, kamu harus mempercayai." Dia tahu bahwa kedua wanita ini orang baik, hanya saja dia terkena jebakan batman terhadap Arthur.


"Ok baiklah jika Tuan seperti itu.. Yujo tidak berani." Kata Yujo dia tidak akan perotes.


Setelah itu, dia memasuki gerbong bersama.


Beberapa menit kemudian...


Gerobak itu, sudah tiba di rumah di mana Aisha tingal, begitu Ava dan Renner melihat rumahnya dia cukup kagum, walau Alisha bukanlah bangsawan, tetapi rumah ini cukup bagus, mungikin saja Alisha menjalankan penjualan bahan tertentu.


"Knock!"


"Knock!"


"Knock!"


"Sumai apakah kamu sudah pulang?" Kata Alisha dia sambil mengetuk pintu, dia mendengar Fai kemarin berkata dia ketika jam sore akan pulang, tapi untuk mengetuk pintu tidak ada tangapan, Alisha berpikir bahwa Fai telat waktu.


Alisha hendak ingin mengetuk lagi, namun tiba-tiba pintu terbuka.


Ketika pintu terbuka, Ava dan Renner juga ingin tahu sosok ayah Megan, begitu dia melihat orang yang membuka pintu, jantung mereka berhenti.


Dia melihat pemuda dengan mata hitam pekat, rambut sedikit panjang menutupi telinga, rambut itu warna coklat ke hitaman, bibir yang sangat merah alis setajam pedang.


Dia juga melihat kulit pemuda itu yang sangat putih seperti batu giok, dan ada satu lagi yaitu tatapan pemuda itu seperti sangat dalam dan luas layaknya alam semesta.


Ketika dia melihat mata pemuda itu menutup mata, seseolah dunia akan gelap dan runtuh. Tapi ketika mata pemuda itu membuka, bagaikan dewa musim semi yang membuat hati nyaman.


Tapi, apa yang dia merasa aneh adalah, ketika mata itu memandang Ava dan Renner ada semacam suasana acuh dan tidak acuh.

__ADS_1


Pemuda itu memandang Alisha dengan senyum lembut. "Apakah kamu takut, aku merasa bersalah karena telah meningalkan kamu, Maaf apakah kamu tidak apa-apa!"


__ADS_2