Dewa Yang Maha Kuasa

Dewa Yang Maha Kuasa
Pangeran Terbuang


__ADS_3

Bab 115 Pangeran Terbuang


Fai ingin menangis karena menyesal telah mempunyai bakat telepati. Jika dia tidak memiliki bakat ini mungkin dia tidak akan begitu tertekan karena dengan bakat itu, dia bisa membaca pikiran orang.


Ketika dia meningalkan Elona, dia juga melihat bahwa Elona berkata sambil mengerutu. "Kamu ingat malam ini adalah acara aku, aku harap kamu menepati janji."


Fai ingin pingsan dia sudah sakit telinganya ketika mendengar suara Elona. Tapi, Fai masih menjawab. "Tenang, aku pasti datang dan menepati jani. Seharusnya aku yang berkata seperti itu, bahwa ketika acara ini sudah selesai, di antara kita tidak ada hubungan lain."


Tapi Elona tidak menjawab hanya mendengus sambil memeluk kedua tanganya.


Dari kejauhan ada salah satu sosok pemuda yang menatap Fai yang sedang bersama Elona dengan ganas.


Orang itu adalah yang tidak lain, Dimpele yang tanganya sudah buntung akibat tebasan Fai. Walau tangan itu sendiri sudah buntung tapi karena ini adalah dunia sihir, dengan bakat penyembuh dari para tabib, maka bisa di sembuhkan entah itu tangan atau kaki, selebih tidak mengenai di anatara alat vital seperti kepala dada maka bisa di sembuhkan.


Dia melihat Elona yang begitu mengemis seperti layaknya anjing rumahan yang sangat penurut, sehinga batin itu sangat marah.


Tentu saja kekalahan pada waktu itu dia tidak menerima dan ingin membalas dendam. Untuk menungu latar belakang orang tua dia cukup menungu sedikit lama sehinga dia tidak sabar.


Kebetulan dirinya di undang acara pesta ulang tahun Elona, dia ahirnya tidak akan melewatkan kesempatan ini. Ketika dia sedang berpesta dia akan membuktikan bahwa dirinya adalah lelaki yang layak dari pada tukang sapu.


Setelah menatap Fai dengan ganas kemudian dia pergi meningalkan di tempat itu dengan aura suram.


Dari kejauhan Fai menghina ketika dia merasakan kebencian dari Dimple. Anda begitu benci maka jangan di jadikan anda seperti kura-kura yang selalu mengumpat.


Jika anda berani datang dan pukulah.


Setelah sudah Fai menyapu dan sekarang dirinya untuk bersitirahat. Ketika di waktu itu, dia menyempatkan untuk memasuki kehampaan untuk menemui Numan.


Ketika di dalam kehampaan dia melihat bahwa ada Numan dan Zhack yang sedang duduk bersaman dengan mesra.

__ADS_1


Melihat bahwa mereka dalam mesra dan harmonis, memikirkan kesepakatan antar dia dan Numan merasa tidak enak. Dan Fai merasa bahwa dirinya membuat permintaan yang berlebihan.


"Lupakan?" Fai menghela nafas dia mungkin setelah mengikuti kontes, dia akan membatalkan permintaan itu.


"Hallo guru maaf jika aku datang secara tiba-tiba, aku di sini hanya menanyakan sesuatu." Kata Fai memecahkan suasana mesra yang di landa mabuk cinta antara Numan dan Zack.


Ketika suara itu mengema, tangan Zack langsung melepaskan tangan indah milik Numan dia dengan malu menoleh Fai sambil melotot dia berkata dengan memarahi. "Sial apakah kamu tidak sopan setidaknya kamu berketuk pintu..!"


"Maaf!" Fai mengaruk hidung dia menjelaskan kepada Zack bahwa kenapa dia datang kesini tanpa mengetuk pintu adalah, dia tidak ingin si wanita itu mengikuti lagi.


"Oh apa yang kamu ingin temui dengan Callin?" Numan juga berkata kepada Fai.


"Tidak aku hanya ingin bertemu, sebelum hari tanding antar akademi di mulai, aku akan berlatih mencari pengalaman bersama Callin." Fai ahirnya berkata kepada Numan tentang apa tujuan dia kemari.


"Oh Callin kebetulan membaut Ijin untuk beberapa hari pergi ke hutan Jura untuk melatih bakat pertarunganya." Kata Zack yang di samping Numan.


Dari pengetahuan apa yang di dapat dari membaca pikiran Zack adalah, hutan Jura terdapat di kerajaan Falas tepatnya paling utara, ketika ada menelusuri ke hutan ini maka anda akan menemui kerajaan Elf.


Karena keganasan hutan itu, maka banyak orang-orang yang mengasah ketrampilan berguguran karena meningal di hutan Jura.


Fai juga tertarik ingin melihat seperti apa itu hutan Jura, dia akan memutuskan pergi kesana setelah acara pesta ulang tahun selesai.


"Oh terimaksih guru, setelah memberi tahu." Fai kemudian pergi tanpa memandang lagi ke arah mereka.


"Apakah kamu ada berniatan untuk ke hutan itu juga?" Zack kemudian berkata dengan ingin tahu kepada Fai yang sebelum menghilang dari pandangannya.


Fai berehenti dan menoleh ke arah Zack kemudian dia berkata. "Mungkin aku juga ingin pergi, untuk melatih ketrampilan."


"Oh seperti itu, maka lakukanlah." Dia memandang Fai merasa bahwa anak ini sopan. Tapi ketika dia mengingat apa yang di katakan Numan kepada dirinya, ingin sekali memukulnya.

__ADS_1


Apa yang di pikirkan Zack, tentunya berbeda apa yang di pikrkan oleh Numan. Ketika Numan melihat Fai, entah apa setelah melihat sekarang acuh tak acuh kepada dirinya bahkan dia melihat bahwa Fai tidak melirik sedikit sama sekali.


Di bandingkan pada hari itu Fai begitu sembrono menatap dirinya terus menerus dengan sedikit kelicikan.


Dengan itu apakah Fai memiliki perilaku cepat bosan? Apakah dengan kecantikan yang di miliki dirinya apakah kurang puas bagi Fai sehinga cepat bosan.


Di bandingkan para murid yang lain ketika memandang dirinya tidai pernah berubah. Yaitu para murid kususnya laki-laki akan menatap dirinya dengan rakus.


Walau begitu ini adalah baik bagi Numan. Tapi entah kenapa di dalam hati kecilnya ada rasa kekesalan terhadap Fai.


Ketika Fai hendak pergi meningalkan ruangan ini dia sekali lagi ingin terjatuh tersungkur. Dia berkata kepada di dalam hatinya, apakah anda juga mempunyai otak yang tidak masuk akal seperti wanita bastard satunya?


Anda begitu marah ketika merasa di aniaya, tapi anda juga merasa tidak terima ketika kecantikannya tidak di hargai.


...****************...


Setelah menyapu, ahirnya Fai selesai dan sudah memasuki malam. Kebetulan ini adalah acara Elona yang akan di selengarakan di malam ini.


"Aku curiga terhadap kamu." Kayden mentap Fai dengan curiga. Karena penampilan Fai yang sekarang sangat tampan setelah memaki setelan baju serba panjang seperti bangsawan.


"Apakah yang kamu curigai?" Kata Fai dengan senyum.


"Aku masih curiga terhadap kamu, apakah kamu mungkin adalah pangeran yang terbuang dari hubungan terlarang?" Kata Kayden dia menatap terus menerus ke arah Fai dengan mata lurus.


"Apakah menurut kamu aka seperti pangeran?" Kata Fai sambil tersenyum.


"Ini benar kamu seperti pangeran." Kata Kayden dengan sangat serius.


"Aku hanyalah manusia bisa yang damai dan setiap harinya makan 1 hari 3 kali dengan istirhat tidur yang cukup." Jawab Fai.

__ADS_1


"Ada pun, ketampanan yang aku miliki adalah anugrah dewa." Kata Fai dengan narsis.


__ADS_2