Dewa Yang Maha Kuasa

Dewa Yang Maha Kuasa
Membunuh Nori


__ADS_3

Zaro melihat ke adaan tubuh sendiri sangat malu dan cangung, dia adalah bangsawan, Tapi dia di kalahkan oleh manusia rendahan yang bernama Fai.


Dia sedang memikirkan cara untuk membalas dendam terhadap Fai bastard itu.


Tiba-tiba pintu terbuka, memunculkan satu sosok wanita dengan riasan tebal dan memasuki kamar Zaro sambil mendekati.


"Nak apakah kamu sudah bangun!" Ney langsung memeluk anaknya begitu Zaro sudah membuka mata.


"Ibu kita harus mebalas dendan bajingan Fai secepatnya Ibu..!" Ketika Zaro melihat ibu Ney mendekati langsung memeluk erat-erat sambil meneteskan air mata.


"Kamu harus tenang berpikir jernih!" Ney setuju tapi dia mencoba menenangkan anaknya sambil memeluk Zaro sehinga gunung yang sedikit besar tertekan.


Tapi dia sudah memeluk dan mencoba menenangkan Zaro tapi itu tidak berhasil, dia melihat wajah Zaro begitu mengerikan sehinga dia menjadi takut. Kemudian kedua tangan Ney langsung memegang kedua pipi Zaro dan berteriak. "Nak tenangkan dirimu! Kamu jangan seperti ini, kamu memasang wajah yang mengerikan menjadi takut aku!"


Tiba-tiba Zaro tersadar, kemudian entah kenapa Ibu dan anak saling memandang dengan sangat lama. Setelah itu Ney berkata. "Tenangkan lah Ibu ada di sini." Entah kenapa ketika kedua orang itu saling berhadapan ahirnya melakukan hubungan terlarang.


Hubungan ini dia sudah menjalani berapa tahun tanpa sepengetahuan ayah mereka, awalnya Zaro ragu-ragu ketika ingin berbuat mesum kepada ibunya, tapi di semata-mata karena kepusan batin.


Dan pada ahirnya dia nekat menelanjangi Ney yang tak lain ibunya. Ney awalnya menolak dan mengacam bahwa ini tak tahu malu, tapi dia di perkosa dan Zaro menghiraukan, dan dia mengancam bahwa jika anda tidak mau dia akan membocorkan kelakuan bejat ibunya di belakang ayahnya.


Dengan pasrah Ney ahirnya melakukan hubungan terlarang ibu dan anak. Setelah menjalani, dia merasa bahwa adik laki-laki Zaro lebih besar dan nikmat sehinga dia kecanduan selama beberapa tahun melakukan hal terlarang di belakang Agust.


Setelah beberapa saat mereka melewati masa-masa keritis dan sekarang anak dan ibu sedang meringkuk dengan berpelukan mesra.


"Jejejeje!"


Tapi, ketika mereka sedang berpelukan mesra dia mendengar dari sudut ada suara yang tertawa kepada dirinya, sehinga Zaro menjadi waspada dan menutupi Ney dengan selimut.


"Siapa kamu..!" Zaro berterak dengan waspada.


"Sunguh tidak terduga ada hal yang tabu di sini!" Suara itu menyeringai dan sedikit menghina.


"Hei berengsek..! Jangan menutupi hidung keluarlah!" Zaro berteriak dan matnya memutar kiri dan kanan, tapi dia tidak melihat sosok di sekitarnya.


"Jejejeje!" Setelah tertawa tiba-tiba di depan Zaro ada asap hitam yang mengepul dari bawah dan langsung muncul ke atas. Setelah asap itu ke atas membentuk sebuah manusia berjubah hitam.


"Siapa kamu..!" Zaro selalu waspada terhadap sosok di depanya itu.


"Kamu jangan panik, aku hanya kesini untuk membicarakan kepada kamu." Orang berkata dengan tenang.


"Apa yang kamu ingin bicarakan!" Zaro berkata dengan langsung.


"Apakah kamu ingin membalas dendam kepada orang yang bernama Fai?" Orang itu menawarkan kepada Zaro.


Ketika orang mengatakan hal itu, tiba-tiba mata Zaro yang semulanya sudah tenang menjadi melotot lagi penuh kebencian dan dia langsung setuju. "Aku ingin membalaskan dendam Fai! Aku harus mencabik-cabik Fai menjadi beberapa keping! Sehinga aku bisa memuaskan rasa batin yang membara!"


"Jika seperti itu, kamu adalah bertemu orang yang tepat. Aku bisa membantu kamu!" Orang itu sudah menebak dan tersenyum. Kemudian orang dengan penutup hitam melambaikan tanganya seketika ada asap gelap keluar dari tangan-tangan.

__ADS_1


Asap itu keluar dan memasuki ke tubuh Zaro, Zaro yang tidak bereaksi langsung kemasukan asap hitam itu.


Setelah asap hitam memasuki ke tubuh Zaro, tiba-tiba tubuhnya mengalami perubahan dengan kuku berubah menjadi hitam, bibir hitam dan dia menjadi tidak berpikir jernih, pikiran dia sekarang penuh kebencian.


Bukan hanya itu saja, luka yang ada di dada juga bergeliat dan sembuh dengan kecepatan mata telanjang.


Sekrang aura Zaro penuh kebencian dan dia mengepal tanganya ketika mengingat bajingan Fai ini. Kemudian Zaro memandang orang itu dan berkata. "Dengan kamu menawarkan aku, mungkin kamu ada sesuatu."


Zaro paham akan hal itu, di dunia ini tidak ada makan geratis, anda datang mungkin ingin sesuatu.


"Tebakan kamu benar, aku menawarkan kekutan kepada kamu karena ada niat."


"Setelah kamu memiliki kekutan itu, kamu harus menjadi pengikut aku. Tenang saja selama tidak ada kendala aku akan memberikan bahan yang kamu butuhkan sehinga kamu kaya dan gemuk."


Orang itu, berkata dengan senyum, tapi senyum itu tidak terlihat oleh mata Zaro.


"Oh apa yang kamu bisa perintahkan kepada aku?" Zaro juga berkata lagi, dia ingin tahu kenapa orang itu membantu untuk membunuh Fai.


"Seperti yang aku jelaskan kepada kamu, bahwa aku berada di perahu yang sama dengan kamu, aku hanya ingin kamu membunuh orang yang bernama Fai. Ada pun alasan kamu tidak ingin tahu, kamu hanya melaksanakan saja." Kata Orang itu sambil menjelaskan.


"Ok aku setuju, boleh tau nama kamu siapa?" Kata Zaro sambil memandang orang itu.


"Norman, pangil aku Tuan Norman." Balas Norman.


Kemudian Zaro berdiri. Setelah berdiri dia berlutut di hadapan Norman dan berkata. "Zaro melihat Tuan!"


"Baik Tuan!" Balas Zaro.


Kemudian Norman membekali Zaro beberapa bawahan mayat hidup untuk menjalankan tugas, di juga menyuruh Zaro untuk mempersiapkan matang-matang di hari kedepannya.


Setelah itu dia juga memeberitahu di mana letak rumah Fai yang di tingali sehinga Zaro menjadi tidak sabar dan sangat licik.


"Tidak ada ember, baskom pun jadi!" Zaro menyringai dia tahu dengan melawan Fai untuk saat ini kalah tapi jika orang terdekat seperti orang tua Fai mungkin dia bisa melakukan.


Kemudian Norman juga memberikan sebuah alat kepada Zaro, dengan bertujuan jika ada bahaya dia perlu mengaktifkan alat itu sehinga Norman bisa membantu.


Setelah memberikan sebuah alat Normal tengelam ke bawah dan menghilang.


Zaro melihat bahwa Norman sudah meningalkan dari ruangan itu, kemudian dia memandang Ney dan berkata. "Ibu ahirnya aku bisa membalaskan dendam kepada bajingan Fai."


Ney juga gembira dengan itu, dia bangun dari tidurnya dengan telanjang langsung memeluk Zaro dengan kasih sayang.


Mereka karena dalam suasana bahagia, sekali lagi melakukan hubungan terlarang ibu dan anak.


Zaro melakukan adegan musim semi sampai larut dan dia juga melihat ibunya sedang meringkuk di pelukanya sambil tidur.


Zaro melepaskan dari pelukan Ibu.

__ADS_1


Dia memakai baju dan tiba-tiba matanya berubah menjadi merah seperti darah.


"Jangan salah kan aku Fai jika keluarga kamu, aku habisi!" Zaro mengeram dan menghilang dari kegelapan.


Setelah beberapa jam dia sudah di tempat dimana Ibu Fai tingal dia ingin membunuh adik atau Nuwa sendiri.


Dengan itu dia memunculkan para bawahan mayat hidup untuk menyusup ke rumah ibu dari Fai.


Dia Zaro juga tengelam dalam ke gelapan, setelah menyelidiki dia terkejut bahwa di tempat rumah ini begitu rame. Ada begitu banyak orang yang tingal di sini.


Di sisi lain sebenarnya Jen dan lainya mengetahui bahwa ada penyusup yang memasuki ke tempat dia tingal.


Tapi mereka berpura-pura tidur. Yang lain tidur, tapi Rigrit bersembunyi di dalam kegelapan.


Di dalam kegelapan Zaro juga tidak mengetahui bahwa dirinya sedang di awasi oleh Rigrit. Setelah merasa ini aman dia menyuruh bawahan untuk membunuh dulu yang bernama Nori.


Di samping tidur Nori, tiba-tiba ada asap hitam dan memunculkan sejenis mayat hidup. Mayat hidup itu, membawa sebuah belati.


Tangan mayat hidup itu, langsung menyerang belati ke arah leher Nori. Tapi ketika belati hendak sampai ke leher Nori, tiba-tiba dari samping ada tangan halus yang indah yang membawa belati, tapi belati itu sangat bagus.


"Dentang!"


Belati Rigrit beradu dengan belati mayat hidup. Rigrit muncul di samping mayat hidup itu dengan tangan kanan menahan belati mayat hidup, dan kaki kanan menendang perut mayat hidup itu hinga terpental.


"Bom!"


Mayat hidup itu menabrak tembok.


"Brengsek ternyata ada yang mengetahui!" Zaro tidak menyangka bahwa dia yakin bahwa ini aman tapi, dia ketahuan.


Dalam kegelapan dia memerintahkan satu mayat hidup lagi, dan langsung mencul di bawah samping kaki Rigrit.


"Sikat!"


Mayat hidup itu mencoba menyerang kaki Rigrit, tapi Rigrit mengetahui langsung melompat ke atas dan mengayunkan belatinya sehinga belati itu memunculkan cahaya yang menyilaukan, dan cahaya itu melesat menyerang mayat hidup.


Mayat hidup itu, melompat menyamping kiri dan ke kanan sambil bergegas ke arah Rigrit.


"Tidak baik!"


Rigrit mundur karena merasa bahaya. Tapi ketika mundur tiba-tiba ada mayat hidup yang menghadang sambil mengayunkan cakarnya yang tajam sehinga dia terlambat bereaksi.


Nori berpura-pura tidur, tapi mengetahui bahwa Rigrit dalam situsai yang tidak menguntungkan dia ahirnya bangun, dan tangannya memunculkan pedang yang bagus.


Tangan kecil Nori yang memegang pedang langsung menebas ke arah tangan mayat hidup yang hendak menyakar Rigrit.


"Sikat!"

__ADS_1


Tangan mayat hidup langsung terpotong dan jatuh kelantai akibat di potong oleh pedang milik Nori.


__ADS_2