
Melihat bahwa Zaro sekarang sudah layu, Nori mencabut kukunya dari tubuh Zaro.
Sekarang setelah dia sudah menyedot kedua darah dari manusia, sekarang kekuatan Vampir meningakat menjadi bertambah dua level lagi.
Dari kejauhan, di kamar yang megah itu, ada seseorang yang sedang bertelanjang dada tanpa busana.
Orang itu adalah Norman yang sedang di dalam kamar Zaro berada.
Ketika Zaro keluar untuk membalas dendam dengan membunuh adiknya dia menyelinap ke kamar tempat di mana Zaro beristirahat.
Dia melihat bahwa Ney ibu Zaro sedang teridur pulas tanpa busana. Dengan amat licik dia memperkosa, awalnya Ney menolak tapi ahirnya dia bersedia untuk melakukan adegan musim semi bersama Norman dan menikmati adegan maskulin Norman.
Dia sedang tertidur dengan nyaman tapi tiba-tiba dia mengetahui bahwa Zaro dalam ke adaan bahaya.
Dia kemudian tanpa mengotori tangan itu, menyuruh bawahan satunya lagi untuk membantu Zaro yang sedang dalam bahaya.
Dia kira setelah membantu Zaro masalah akan tuntas dan berhasil, tapi sekali lagi ketika dia mengetahui bahwa kedua orang itu telah meningal di tangan anak umur enam atau tujuh tahun, dia langsung ingin muntah darah.
Untuk membersihkan semut-semut kecil itu apakah akan sesulit itu?
Setelah itu dia selesai dalam perenungan, kemudian dia menceritakan kepada Ney bahwa Zaro telah meningal.
Sebagai ibunya dan dia memiliki rasa kasih sayang sebagai kekasih setelah mendengarkan apa yang di katakan oleh Norman dia menangis dengan semangat.
Kemudian Ney memandang ke arah Norman dengan memohon, dia berkata seperti ini. :"Tolong balas dendam terhadap kematian anaku! Yakinlah jika berhasil tubuh ini akan menjadi milik mu seutuhnya.''
"Yakinlah berani dia mengacaukan bawahan aku maka dia akan menemukan ahir yang teragis." Kata Norman.
Masalah Ney akan menyerahkan tubuh seutuhnya dia tidak memikirkan itu sama sekali dia tidak akan peduli sama bajingan yang rendahan seperti dia.
Dia Norman berdiri kemudian memakai baju setelah itu, dia berkata kepada Ney. "Kamu tungu di sini aku akan membereskan anak jahat itu!"
"Baiklah, aku harap kamu bisa membalaskan dendam terhadap kematian anak aku!" Kata Ney dengan mengepalkan tangannya penuh kebencian, karena anak satu-satunya dan sekaligus kekasih meningal di tangan bocah itu.
Norman setelah memakai baju sudah menghilang di dalam kamar. Sekali lagi dia sudah di atas atap rumah Zaro dengan memandang Nori penuh kebencian.
Anda adalah anak yang tidak berbakti dan mencelakai bawahan aku.
__ADS_1
Tangan Norman menunjuk di mana arah Nori berada, setelah menunjuk tiba-tiba ada kumpulan asap hitam yang berbentuk monster langsung keluar dan terbang bergegas ke arah Nori.
"Mengaum!"
Di sisi lain Nori setelah bertarung dia sedang menstabilkan tubuhnya, tapi pada saat itu ada suara geraman dan auman yang cukup keras, dia memperhatikan bahwa dari kejauhan ada asap tebal yang lumayan besar.
Asap itu di depanya berbentuk kepala singa dan macan dengan mata merah yang menyala sedang menatap dirinya seseolah akan memangsa hidup-hidup.
Setelah dekat asap monster itu mencoba mengigit Nori, tapi dia menhindar dengan melompat ke atas. Walau dia melompat ke atas masih terkena asap hitam itu sehinga terbatuk keras sambil terbang di atas.
Nori lengah karena terbatuk sehinga monster yang lain berhasil mengigit bahu kanan Nori sehinga terputus.
Tangan Nori yang terputus sedang di kunyah oleh asap hitam yang mempunyai kepala.
Dia tidak tingal diam Nori mengunakan kekuatan tulanya sehinga ketika asap itu sedang mengunyah tangan Nori tiba-tiba, tangan yang sedang di kunyah memunculkan tembakan tulang yang sangat banyak sehinga asap itu langsung terpotong menjadi beberapa bagian.
Tangan yang putus terjatuh di tanah, Nori melihat tanganya begitu rusak dan mengerikan. Setelah itu bahu yang terputus darah dan otot-otot mencicit seperti ular langsung menghampiri tangan yang terpotong yang sedang tergeletak di tanah.
Setelah itu tangan yang terputus menyatu lagi.
Dia mencari siapa yang menyerangnya dalam pikiran Nori, mungkin ini adalah satu geng dengan Zaro dan Rack.
Dalam pikiran Nori, berani sekali anda menyerang dengan menyelinap?
Dia mengambil sniper dari cincin dan langsung menembakan ke arah manusia itu.
Dari kejauhan Norman matanya bingung apakah dia ketahuan?
Dia juga melihat bahwa bocah itu membawakan sebuah alat yang aneh dan baru pertama kalinya melihatnya.
Dia melihat alat itu, tapi tiba-tiba...
Ada cahaya seperti kembang api yang mengarah kepadanya dan itu sangat cepat.
"Bajingan!" Norman memarahi mulutnya.
Dia menghindar dan cahaya itu mengenai atap-atap rumah milik Zaro.
__ADS_1
"Bom!"
Ney yang ada di dalam tiba-tiba menjerit karena terkejut bahwa ketika dia sedang tidur ada ledakan yang amat dahsyat.
Gelombang ledakan itu sangat kuat sehinga Ney yang dalam ke adaan telanjang langsung terhempas ke samping dan berhenti menabrak dinding.
Dia juga melihat bahwa kulit nya terluka akibat gelomban kejut.
Norman di samping itu, langsung marah dia tengelam ke dasar tanah mencoba menyerang Nori dengan menyelinap.
Melihat bahwa Norman menghilang Nori menjadi waspada dia menoleh sekeliling dengan sangat serius. Tapi walau dia serius masih lengah tiba-tiba di belakang Nori ada asap hitam muncul dari bawah tanah, dan asap hitam itu membentuk runcing langsung menusuk pungung Nori sampai tembus ke perur depan.
Darah menciprat ke mana-mana.
Setelah menusuk tubuh Nori, dia melempar kedepan dengan sangat keras.
"Bom!"
Nori terlempar sangat jauh dan berguling-guling di tanah beberapa kali. Kemudian dia berdiri dan luka-luka juga sudah sembuh.
Mata Nori melihat bahwa dari tanah keluar selusin asap hitam seperti ekor ular yang besar mencoba menyerang dan menusuk-nusuk dirinya.
Asap itu langsung mengroyok ke arah Nori, kemudian di samping itu dia Nori yang melihat bahwa asap itu akan menyerang lagi ke arahnya dia menghindar dengan melompat mundur ke kiri dan ke kanan.
Setelah mundur dia maju kedepan dengan berlari sangat cepat, kadang menghindar dari serangan asap itu dengan sangat ahli.
Awalnya Nori berhasil menghindari dengan mudah tapi dia tidak menyangaka setelah menghindari tepat di bawah kaki itu mengeluarkan asap hitam dan langsung melilit kaki Nori hinga terjatuh.
Norman dalam kegelapan melihat bahwa Nori terjatuh dengan tengkurap dengan itu, dia menusuk-nusuk pungung Nori sampai mempunyai lusinan lobang sebesar enam senti.
Bukan hanya itu saja, setelah menusuk-nusuk dan darah semua pada berhamburan di tanah, asap yang berputar dan membentuk ekor itu mencoba melilit semua tubuh Nori.
"Mencicit!"
Lilitan itu sangat kuat dan kejam, sehinga tubuh Nori tidak kuat kena litan langsung meledak seperti balon yang di isi air dan meledak.
Ketika tubuh Nori meledak usus-usus dan organ yang ada di dalam semuanya berserakan dan bergelantungan.
__ADS_1
Bukan hanya itu saja karena lilitan yang keras mata Nori keduanya copot keluar dan bergelantungan.