
Suara itu sangat lembut tapi ketika orang mendengar suara itu seperti perasaan menjauh dan menyendiri.
Karena suara itu Fai menoleh ke arah wanita itu, Fai juga berkata pada diri sendiri, bahwa dia melihat wanita itu di sekelompok gerombolan orang ber partisipasi.
Singkatnya wanita itu adalah wanita yang bertopeng dengan rambut biru yang membawa pedang antik di pungungnya.
''Oh apakah dia mau bergegas maju untuk melawan''
Fai tiba-tiba tertarik dan sekali lagi dia memandang gadis bertopeng dengan penuh minat.
Dia ingin melihat bakat apa yang dia miliki, karena ini dia menantikan nya.
Menurut Fai walau ini hanya bakat umum, tapi dia sangat rakus. Karena dia tidak masalah dengan sistem kekuatanya di tingkatkan beberapa kali lipat.
Di sisi arena petariungan Raken memandang gadis itu, dengan penuh minat. Apa lagi dia memiliki suara yang lembut dan ada sedikit kedinginan.
Walau Raken dengan gadis itu terpaut jauh umurnya, tapi, di dunia ini aturan itu bebas. Jika anda mempunyai kekuatan yang kuat maka kekuatan itu hukumnya.
"Hey gadis kecil, kamu tidak baik mengikuti Classroom lebih baik kamu pulang dan berdiam saja di rumah. Jika tidak kamu gadis kecil, ikutlah dengan aku, maka kamu akan di pastikan di manjakan." Raken berkata kepada gadis itu dengan senyum lembut tapi di matanya ada sedikit kelicikan dan cabul.
"Tidak perlu." Singkat dan padat jawaban gadis bertopeng dan itu dingin, setelah berapa menit gadis itu memandang Raken dan berbicara.
''Jangan membuang-membuang waktu, cepat selesaikan disini."
"Apakah kamu tidak bisa menjadi sabar?'' Mengelengkan kepala Raken berbicara lagi: ''jika seperti ini maka tidak berlama-lama ayo kita bertarung sebelum memulai perkenallan diri kamu gadis lecil.''
Raken berbicara lugas, seseolah hal yang sepele dan kemenangan akan berpihak kepadanya.
"Mika." Dia berbicara singkat untuk seperlunya, dengan itu tangan kanan nya meraih pedang yang ada di pungung.
Setelah meraih pedang tangan Mika, membuat postur kuda-kuda bahwa dia sudah siap bertarung.
Raken melihat Mika yang begitu semangat, kemudian dia berkata berpura-pura lembut. ''Nama kamu Mika ya? Itu adalah nama yang bagus sesuai dengan tempramen kamu."
''Jadi masalahnya sebagai peria yang sejati, tidak melakukan hal pertama bagi perempuan, Jadi?" Setelah berbicara Raken memandang Mika, Mika juga paham bahwa dia harus menembak yang pertama.
Tidak berlama-lama ahirnya Mika bergegas berlari kedepan, dan pedang itu tiba-tiba berkedip warna hijau cyan.
Sebelum Mika dekat dengan Raken, dia melambaikan pedang yang memuncullan warna hijau cyan. Setelah meludahkan cahaya cyan, kemudian cahaya itu melesat mengarah ke Raken.
Raken berreaksi melompat ke atas setingi empat meter dan cahaya itu tidak mengenai Raken sama sekali.
Gambaran itu jika di Bumi seperti olahraga lompat tingi!
__ADS_1
Mika percaya bahwa serangannya akan sangat mudah di patahkan oleh musuh tapi dia tidak memasalahkan itu, karena dia sudah menyiapkan serangan lagi.
Setelah pedang mengeluarkan cahaya hijau cyan, cahaya itu meredup di gantikan cahaya orange.
Setelah berubah warana menjadi Orange pedang itu, meludahkan api membara mengarah ke Raken.
Para penonton yang melihat ini juga terpana.
"Brengsek pedang ajaib apa itu, bisa meludahkan dua warna." Salah satu penonton berkata dengan ingin tahu.
''Betul pedang aneh macam apa itu bisa mengeluarkan dua ketrampilan!''
Penonton lainya juga berbicara dengan berteriak.
"Apakah itu pedang lima elmen?"
"Apa! Pedang lima elmen!"
"Ya tuhan!"
Para penonton juga heboh dan tatapan serakah kepada pedang lima elmen.
Fai yang menonton juga menatap pedang itu dengan tenang tapi setelah beberapa menit dia tidak tertarik lagi.
Dengan bakat pencipta semakin tingi levelnya dia bisa menciptakan barang yang serupa begitu, bahkan mungkin di tambah beberapa elmen lagi.
Hukum pencipta benar-benar hebat!
Di sisi pertempuran Raken menghindar lagi dari serangan api. Tapi Mika tiba-tiba berhenti berlari, kaki itu menginjak tanah membuat tarian.
Setelah membuat tarian di sekeliling Raken tanah itu menojol mencoba bergegas ke arah Raken dan mem bom bardirkan.
Raken terkena serangan hukum bumi dia terus mundur sambil mengangkat kedua tangan dan mengayunkan sambil meninju.
Mika melihat Raken lengah, sekali lagi pedang itu berkedip orange.
"Sikat!"
Api itu menyambar Raken, dia juga berreaksi, dengan kedua tangan bertepuk tangan api itu menghilang terkena angin tepuk Raken.
Angin itu berhembus sangat besar dan Mika hampir tersapu.
"Brengsek!" Kata Mika cemberut diam-diam.
__ADS_1
Mika belum beraksi tapi tiba-tiba ada bayangan besar di depannya. Ketika dia melihat bayangan itu adalah Raken yang sudah tiba di depan matanya.
"Puf!"
Mata Mika menyusut tajam dia terkena tinju di perutnya dan terbang keluar dari arena.
Para penonton diam!
Setelah keluar dari arena Mika linglung dia tidak percaya bahawa akan kalah.
Wasit mengumumkan bahwa Raken memenangkan lagi.
Raken ini sangat banga dan bahagia, mana mungkin tidak bahagia dia memenangkan pertandingan ini sudah dua kali berturut-turut.
Dari Pagi hinga menjelang mahu sore Raken win streak tidak pernah kalah. Dan para penonton yang mendukung Raken juga bertambah banyak dan menjadi Fanatik.
Raken sudah menungu dengan bangga di arena petarung. Setiap dia berbicara tidak ada penentang sama sekali.
Fai juga tidak menangapi Toh dia kesini hanya memanen beberapa keterampilan. Dia juga tahu bahwa ada yang lebih kuat dari pada Raken tepi itu sama seperti Fai. Dia hanya duduk manis sambil menonton di kejauhan.
Fai juga melihat bahwa dengan mata supernya dia bisa menembus tembok dan melihat ada wanita yang sangat angun.
Dengan rambut putih, bibir merah seperti cery dan pakaian yang sexy, sehinga paha yang putih halus seperti susu itu sedikit terlihat di mata Fai.
Penampilan itu seperti Dewi Es.
Fai mengakui penampilan itu melebihi Bella, tapi itu saja Fai tidak tertarik, yang lebih tertarik dia hanya berfokus memanen beberapa bakat.
Dia sudah tak terhitung memanen bakat hinga saat ini bakat elmen nya sudah hampir sepenuhnya terpenuhi.
Di sisi Raken dia memikirkan karena tidak ada yang berani menentang lagi, ahirnya sekali lagi dia menjadi banga.
''Apakah tidak ada penentang lagi?" Raken berbicara sambil memandang ke arah para penonton dan penentang.
"Apa kah tuan Diablo juga tidak menentang?"
Mulan berkata kepada Lisa dan Julis, tapi ketika dia melihat bahwa Fai tidak menentang diam-diam lega.
Tapi di sisi lain Mulan juga ingin tahu berapa kuat kekuatan Fai, dia ingin melihat wajah asli Fai tapi tidak bisa karena dia memakai topeng, sehinga tangan gatal ingin sekali melepas topeng itu.
Karena tidak ada yang menantang dan pada ahirnya wasit meniup peluit.
"Aku akan menantang."
__ADS_1
Tapi, ketika wasit hendak meniup peluit, tiba-tiba ada suara dan suara itu sangat tenang dan percaya diri.
Para penonton dan wasit juga melihat ke arah suara itu, mereka melihat bahwa yang membuat suara adalah pria tampan dengan rambut putih panjang, dan alis setajam pedang. dia berjalan dengan tenang mengarah ke arena petarung.