
Bab 195 Pembantaian (2)
"Ahhhh..!"
Elf yang di sampingnya berteriak ngeri karena melihat rekannya mati dalam ke adaan kepalanya meledak, namun teriakan itu berhenti seketika Setalah Fai mencengkram mulut sampai wajahnya hancur.
"Crack!”
“Suara kamu berisik seperti babi...!" Setelah menghancurkan mulut Elf itu, dia langsung meninju dada pria Elf dan seketika dada itu jebol.
Setelah membunuh, Fai melemparkan layaknya karung sampah.
“Sekarang kamu, yang mati...!” Fai menghilang dan seketika memenggal kepala hingga terlepas.
Setelah itu, hanya menyisakan Elf wanita yang anggun sedang duduk dengan santai di depan mayat.
“Hahah kamu sangat tenang dengan ke adaan ini, aku tahu kamu berpura-pura agar terlihat cantik, tapi di mata aku kamu hanyalah anjing..!” Kemudian tanpa basa-basi dia mendekati Elf cantik itu, langsung ingin memenggal kepalanya.
Tapi, seketika mulut cantik peri Elf itu menyeringai dan berkata: “Kamu bodoh dasar Elf rendahan.” Kata-kata sudah di ucapkan, tiba-tiba Fai terhempas sangat jauh tanpa sebab di ketahui. Namun bagi Fai dia tahu bahwa ini adalah kekuatan telekenesis.
Ketika Fai terhempas langsung berhenti di udara dan tangannya menujuk ke peri Elf. Seketika jari sudah di tunjukan kepada peri Elf, dia terpental ribuan meter hingga sampai ke pemukiman penduduk bangsawan Elf.
Rumah-rumah hancur seperti di Gilas batu raksasa. Peri Elf itu terbang dan menatap ke arah Fai.
“Kamu adalah Elf rendah yang berani menyerang aku..! Hiyaaaa!” Terikaan itu sudah selesai, rumah para Elf pada terbang dan langsung di arahkan kepada Fai.
“Ini sangat lemah,” Fai melambaikan tanganya sangat ringan seketika, rumah itu yang sedang terbang menjadi hancur lebur.
“Kamu mustahil...!” Peri Elf ngeri, namun seketika ada celah ruang dan keluar lah tangan Fai yang sangat putih langsung mencekik Peru Elf itu hingga hancur.
“Kamu walau kecantikannya melebihi kelika wanita aku, namun hati kamu sangat jahat. Pantas kamu mati dari pada hidup. Setidaknya memberikan kelegaan pada Elf yang tidak bersayap.
Fai saat ini, melihat ribuan Elf yang sedang menyerang ke arah dirinya menggunakan kekuatan As nya. Tapi, dia tidak takut dia langsung membuat petir yang paling kuat untuk memusnahkan ribuan bangsawan Elf.
"Sikat..!"
"Jeder...!"
__ADS_1
Seketika ada teriakan dan jeritan yang sangat menggema di antara langit. Fai menatap ke arah atas tanpa ekspresi dan tidak kepedulian.
“Ayo Elf pukimak... maju sini hadapi aku dasar bajingan....!” Suara Fai seperti monster yang teriakannya terdengar sampai lusinan kilo.
“Brengsek siapa dia berani menentang Elf kasta tinggi, apakah dia tidak takut jika raja akan mendekati dan langsung membunuh hah..!”
“Ayo tunggu apa lagi kita serang bersama-sama dasar bajijangan Elf gila ayo kita bunuh dan cincang dagingnya...!”
“Ayo tunggu apa lagi... kita bunuh dua...!”
“Ayooo...!”
“Hiya...!”
"Sikat!".
"Swoshh!"
Dari kejauhan, Fai menyeringai dan langsung menggunakan seni pembunuhan satu jari yang lama sudah dia tidak di pakai.
“Ayo bajingan kemarilah... semakin banyak musuh yang berdatangan, semakin bagus..!” Setelah mengomel, jari itu di arahkan ke lusinan ras Elf. Seketika dari tangan itu meludahkan sinar putih seperti lampu senter.
”Sikat...!“
Para Elf mati seketika tanpa berteriak. Bahkan jasadnya sudah menjadi abu.
“Hahahah mati.. hahaha mati...!”
"Wusssh!"
"Wusssh!"
"Wusssh!"
“Bajingan menghindar dia adalah monster..!” Namun teriakan itu hilang seketika bersama jasadnya yang berubah menjadi abu.
Fai terbang seperti jet mendekati pemukiman penduduk yang menurutnya rame. Walau dia akan membantai ras Elf, dia masih bisa mengetahui siapa Elf baik dan jahat.
__ADS_1
Dia tahu karena menggunakan telepati sekala besar. Dan tentu saja anak kecil, bayi yang tidak berdosa dia tidak akan di bunuh melainkan biarkan dia hidup.
“Baiklah wahai ras Elf yang jahat matilah kamu dan selamat datang di dunia Yama..!” Kemudian Fai tangan kanan mengangkat ke atas dan dia menggunakan bakat yang sama persis milik Zesshi, Yaitu Kematian instan.
Fai hanya mengangkat tangan secara ringan, ribuan Elf jahat langsung pada terjatuhan. Setiap Elf itu mati, dari tanah keluar tangan yang mengerikan yang mencoba menarik para mayat untuk di jadikan Zombie atau Lich.
Satu tangan itu bermacam-macam ada yang raksasa dan ada yang kecil.
Berita pembantaian di sebagian kita di kerajaan Elf akhirnya meluas ke penjuru bagian daerah wilayah Elf yang terdalam.
“Apakah kamu bilang? Kamu mengatakan bahwa ada ras Elf dari kasta terendah membantai di bagian perbatasan dunia luar? Apakah kamu bercanda? Apakah ras Elf dari kasta terendah adalah kasta paling lemah bahkan rata-rata Elf peringatan rendah tidak memiliki kekuatan.”
Ada Elf yang sangat cantik dan sangat menawan yang sedang terkejut karena berita yang dia dengar membuat minat kepada dirinya. Dia adalah Ratu dari kerajaan Elf ras gelap dia bernama ratu Ramiris Valentine.
“Ini benar ratu.. aku melihat sendiri menggunakan mata aku dari kejauhan, Elf yang membantai ras Elf adalah Elf kelas rendah. Namun dia memiliki bentuk wajah yang sangat tampan sehingga aku tidak bisa berpaling.”
“Dan satu lagi yang membuat aku menjadi terkejut adalah, aku melihat dia itu tidak dekat. Tapi, ribuan mil aku melihat pertarungan Elf itu dengan para bangsawan Elf. Tapi anehnya, dia bisa menemukan aku dan tersenyum menyeringai kepada aku!” Kata panglima jendral kerajaan Elf gelap. jendral itu bernama Anna Maria.
“Baiklah... baiklah ayo mari kita pergi ke tempat yang di tuju, aku ingin melihat bagai mana dia bisa memiliki kekuatan untu membantai ribuan ras Elf.”
“Jika memungkin kan, kita harus merekrut untu menjadi bawahan aku.” Ramiris berkata.
“Baik!” Anna membalas sangat singkat.
Kemudian, di sisi pertempuran Fai sudah meratkan rumah bangsawan ini dengan Golem super raksasa yang dia panggil. Tentu saja, para balita dan Elf baik sudah di pindahkan ke tempat aman.
Ketika dia sedang memporak porandakan wilayah ini, tiba-tiba Fai di kejutkan Golem milik dirinya di tembak seperti energi putih yang sangat cemerlang langsung menghancurkan para golemnya.
Di situ, Fai melihat bahwa di langit ada lusinan Malaikat Lv 20 yang mencoba menyerang menggunakan sihir suci.
“ini menarik, ada malaikat Lv 20 yang bisa di panggil oleh para Elf bajingan!” Fai mengerucutkan keningnya. Kemudian dia mulai memanggil monster raksasa dari dunia mayat hidup.
"Roar...!"
Monster yang di panggil oleh Fai sangat mengerikan. Monster itu seperti manusia, tapi dia memiliki jumlah mata kecil di kepala itu sungguh banyak.
Dan tangan monster mayat hidup memiliki empat tangan dan di punggung itu seperti ada lancip gerigi.
__ADS_1
Untuk menggambarkan monster itu ada sangat mengerikan dan tidak enak untuk di pandang.