Dewa Yang Maha Kuasa

Dewa Yang Maha Kuasa
Bab 27.


__ADS_3

Suara Fai begitu mengema.


"Brengsek! Siapa yang begitu berani membuat ribut di wilayan serigala angin kita apakah kamu bosan hidup!" Kelompok itu berbicara dengan garang.


"Kurangi omong kosong." Fai berkata dengan dingin di bergegas ke sekumpulan kelompok itu.


"Sikat!"


Mengunakan langkah bayangan, Fai sudah di depan orang yang memarahi.


"Tampar!"


Orang itu terbang di tampar sampai mati.


Beberapa kelompok angota geng yang belum sempat menembak, lututnya lemas. Dia begitu takut hinga ingin kencing.


Fai maju kedepan kedua tangan memunculkan bilah cahaya seperti pedang.


Dan ketika bilah cahaya itu mengenai para kelompok geng, langsung terpotong menjadi daging cincang.


Bilah cahaya pedang itu seperti pemberian dari Dewa Ashura untuk memanen kehidupan.


Fai terus bergegas maju mencoba memasuki ruangan yang dalam.


Tapi Tiba-tiba ada kepalan tangan dan itu seperti palu besar sekitar tiga kali lipat dari Bola Basket, mengenai wajah Fai.


"Dentang!"


Kepala Fai terkena tinju sehinga terbang keluar beberapa lusin meter dan dinding itu ada beberapa yang runtuh.


"Kamu memahami, dan melihat bakat logam dan baja. Kemahiran +2."


"Kamu memahami, dan .melihat bakat logam dan baja. Kemahiran bakat kamu naik +7."


"Kemahiran +7."


"Kemahiran +18."


"Kemahiran +10."


"Kemahiran..."


"Hei! Selamat kemahiran dalam bakat Baja dan Logam mencapai point penuh, kamu mendapat kan bakat baru Baja dan logam."


Bunyi Bip berdering di benaknya.


"Panen besar lagi," Bibir Fai meringkuk menjadi senyum indah.


Di sisi lain Fai melihat sosok keluar dari kame tersebut.


Sosok itu kekar tingi, dia tidak memakai baju dan hanya memakai celana pendek sederhana.


Walaupun sederhana dia memunculkan aura ganas seperti macan.


Tiba-tiba...


"Sikat!"


Sosok sudah di depan Fai. Dan sosok itu meninju Fai langsung. Fai juga membuat pukulan dengan tangan kosong.


"Bang!"


Tangan besi yang besar itu bertabrakan dengan tangan tinju Fai.


Setelah bertabrakan Fai tidak mundur masih tegak, tapi Sosok itu mundur beberapa langkah.


"Tulang kamu di perkuat. Merekontruksi ulang, kekuatan tulang meningkat +9."


"Rekontruksi Tulang, kekuatan Tulang +20."


"Rekontruksi Tulang, kekuatan Tulang..."


Dan pada saat itu ada bunyi Bip lagi.


"Hei! Selamat tubuh titanium kamu di tingkatkan menjadi Lv5."


"Hei! Tulang kamu di tingkatkan menjadi Tulang Emas."


Bunyi Bip yang membahagiakan.

__ADS_1


Setelah pemberitahuan Sistem, Fai memandangi tubuh sendiri dan tidak bisa menahan puas. Karena Sistem ini sunguh luar biasa.


"Oh sunguh kekuatan yang mengagum kan, tapi jadi apa! "Sosok besar dan kekar itu berbicara sedikit terkejut.


Kemudian dia berbicara lagi.


"Nama saya Doom, karena kamu berani ber urusan dengan Resimenku, maka kamu, di takdirkan tidak menjadi teman yang baik." Doom berkata sambil memandang Fai dengan ganas.


"Kurangi omong kosong mu! Berani menyentuh keluarga aku maka kematian yang akan di temui!" Fai menyela dengan dingin.


"Kamu!"


Doom tidak bisa berkata-kata. Modal apa, bocah itu untuk memarahi diri sendiri.


Doom adalah sama seperti Rauge dalam hal pangkat. Tapi walau dalam pangkat sama, dalam hal kekuatan Doom jelas ungul.


Ini di ibaratkan jika kekuatan Rauge hanya 4 ember, maka Dom 10 ember air penuh.


Maka dari itu Dom dalam setatus pangakat yang sama dia yang paling arogant.


Tetapi bocah bau di depan Dom ini berani memarahi, jelas-jelas tidak bisa menerimanya.


"Bocah kamu mencari kematian..!" Doom meneriaki hinga urat dahinya keluar.


"Sikat!"


Doom melompat berapa meter dan menghampiri Fai.


Tangan Doom berubah bentuk menjadi tangan Besi dan mengkilap.


Fai melihat dia bergegas ke arah dirinya dia tidak panik tapi menghina. Diam-diam Fai mengunakan bakat Supranaturalnya yang di peroleh dari Doom.


Tangan kiri Fai berubah bentuk menjadi tameng. Ketika tangan besi bertabrakan dengan tangan tameng Fai, ada suara percikan seperti kembang Api.


Setelah membuat percikan, karena tangan besi dan tangan tameng bertabrakan, tiba-tiba tangan Fai berubah bentuk menjadi sebuah jepitan raksaksa sehinga ketika Doom ingin mengelak tidak bisa.


Setelah itu, tangan kanan Fai berubah menjadi sebuah Gada Ruyi yang besar.


"Pukul!"


Setelah Fai memukul, kemudian melemparkan Doom ke atas udara.


Ketika Doom hendak terjatuh mencium tanah sekitar beperapa lusin meter, tiba-tiba Fai melompat seperti binaraga.


Adegan ini seperti bermain olahraga Badminton.


Fai melompat ke atas dan memukul Doom layaknya tembakan smash Badminton.


"Sikat!"


Fai membuat smash layaknya Badminton.


Doom setelah terkna tembakan itu langsung menukik jatuh menabrak dinding-dinding sehinga runtuh.


Para hadirin yang melihat adegan itu terpana.


"Siapa bocah itu? Kekuatan sunguh menakutkan!" Salah satu orang yang menonton pertempuran dari kejauhan berbicara dengan heran.


"Dengan bakat yang menakutkan mestinya seseorang jenius sejati. Dengan kekuatan itu mesti dari akademi ternama,"


Ketika orang itu sedang terheran-heran, tiba-tiba ada suara di sebelahnya sehinga terkejut panik dan berkata: "Brengsek kamu mengejutkan aku!"


Orang yang tiba-tiba muncul mengabaikan dan melanjutkan lagi.


"Apakah kamu mengenali bocah itu?"


Dia mengelengkan kepalanya dan menjawab. "Sayangnya aku tidak mengenali, andai saja pemuda itu murid akademi ku betapa bahagianya aku."


Mereka menganguk setuju.


...


Di sisi pertempuran Doom yang terkena tembakan ahirnya berdiri dengan terbatuk-batuk.


Walau tidak memiliki luka di luar karena bakat yang bisa mengeras menjadi besi dan logam.


Walau keadaan tubuh luar tidak ada luka yang serius, tapi bagian organ dalam merasakan sakit hinga organ-organ ingin runtuh.


Tiba-tiba sekeliling Doom keluar akar pohon yang menajam dan bergegas mencoba menyerang Doom.

__ADS_1


Tangan Doom mencoba menangkis akar yang mencoba meliltnya.


Kemudian setelah beberapa waktu, ahirnya Dom menyerah karena terjerat oleh rumput ini.


Fai membuat tembakan lagi dan bergegas mengarah perut Doom.


Begitu tinju tangan besi Fai menyentuh perut itu, tiba-tiba Doom muntah mengeluarkan beberapa darah dari mulutnya.


"Batuk..! Batuk..!" Doom terbatuk-batuk dan organ internalnya merasa runtuh.


"Mustahil..!"


"Bagai mana mungkin aku kalah dari kamu!"


"Kamu mengunakan Bakal Logam dan baja, Kemahiran +6."


Tiba-tiba Doom mengertkan gigi, merogoh sakunya dia memegang obat dengan ukuran sebutir kacang.


Obat itu adalah obat peningkatan Lv ketramplian. Dan orang yang meminum nya akan mendapat kan efek kekuatan dua kali lipat dari pada sebelumnya.


Tapi efek itu hanya sementara,hanya berlangsung satu jam.


Setelah meminum obat itu tiba-tiba kekuatan Doom melojak.


Kemudian dia memandang Fai.


"Sikat!"


Kecepatan Doom meningkat menjadi dua kali lipat.


Fai dengan bakat mata supernya, keepatan Doom menjadi lambat.


Ketika Doom mendekatinya, Fai masih tenang.


Dom mencoba memukulnya. Tapi Fai selalu menari-nari dengan mudah menghindarinya.


Ini membuat Doom tidak bisa di percayai, dengan adegan ini. "jika seperti ini efek obat akan habis."


Melihat Doom sedikit lengah, Fai membuat sihir tumbuhan dan mencoba menyerang.


Tiba-tiba selusin akar dan pohon itu, merambat mencoba menjerat Doom lagi.


Tangan Doom berubah menjadi sebuah pedang dan mencoba menebas-nebas.


Setelah itu, dia bergegas kedepan untuk memanfaatkan efek obat itu sebelum habis efeknya.


Dengan memanfatkan pil itu, dia mencoba meninju Fai dan membunuhnya.


Karena efek obat itu, berlari dan bergegas sangat cepat seperti Hewan Cetah yang galak.


Setelah mendekati Fai, tangan kanan Doom meniju Fai.


"Tangkap!"


Tangan Fai memegang tangan Doom. kemudian Fai menarik tangan itu, sehiga Doom sedikit berjongkok.


Tiba-tiba kaki Fai membuat tembakan ke perut Doom.


"Gulungan!"


Doom terhempas tidak bisa di percaya dan dia terbang dan berguling-guling.


"Batuk!"


Doom terbatuk keras, dia tidak bisa berdiri lagi karena organ dalamnya mengalami luka yang serius.


Dan ketika hendak bicara Doom hanya mengeluarkan seteguk darah.


Doom terluka parah.


"Sikat!"


Tiba-tiba di atas Doom, Fai menembak lagi, dengan tangan itu berubah menjadi Palu besar dan langsung memalu Doom.


"Bang!"


Palu itu mengenai Doom lagi sehinga Doom, langsung menutup mata.


"Lihat bocah itu membunuh Panglima geng!" Salah satu para hadirin berkata sambil meneriaki.

__ADS_1


Di sisi angota Resimen yang melihat ini, tidak bisa lemas lututnya.


__ADS_2