
Bab 128 Hanya Satu Tamparan
Wanita tadi, melihat bahwa pemuda segaligus teman akademi, dia melihat bahasanya, wajah itu tidak sedap di pandang. Untuk ke ingin tahuan wanita itu berkata seperti ini. "Ada apa? Kenapa wajah kamu jelek?"
Wanita itu bernama Renner.
"Oh tidak apa-apa lupakan saja aku hanya lupa akan sesuatu." Setelah itu, dia menoleh kepergian Alisha dengan menatap serius.
Untuk mendapatkan bakat guntur level lima belas, dia harus menyatakan cinta kepada janda dengan nama Alisha.
Pemuda itu yang bernama Arthur.
"Mata kamu apa yang kamu lihat hah!" Tiba-tiba wanita yang satunya melototi ke arah Arthur dengan tidak senang. Apakah dia begitu mesum ketika anda melihat wanita cantik.
"Ehehheh! Aku merasa bahwa wanita itu...!" Arthur belum sempat menyelesaikan kata-katanya. Tapi dia secara ajaib menghilang, karena pada saat ini, dia melihat bahwa ada bangungan dengan tiba-tiba, runtuh dan hendak menerpa Alisha dan Megan.
Sebenarnya Alisha dan Megan tidak lambat dalam menangapi. Tapi Arthur yang memilki skill melihat masa depan dengan durasi 10 detik dia sudah tepat sampai di depan Alisha dan Megan.
Dia memindahkan Alisha dan Megan dengan cepat.
"Bom!"
Bangunan itu, jatuh dan mengenai tanah kosong. Begitu Renner dan wanita satunya melihat gerakan cepat Arthur dia berseru. Jika tidak ada Arthur mungkin kedua manusia itu akan tak tertolong atau mengalami luka.
"Apakah kamu tidak apa-apa?" Kata Arthur dia menatap Alsiha dengan lembut.
"Uhh, ini tidak apa-apa." Alisha langsung melepaakan dari cengkraman Arthur dan melihat Megan lalu, dia berkata. :"Nak apakah kamu tidak apa-apa."
"Ibu aku tidak apa-apa, tapi makanan aku jatuh dan tidak layak makan." Kata Megan dia menujukan tanganya sambil di arahkan tepat di mana makanan itu, berjatuhan.
"Pemuda, terimakasih atas menolong aku jika tidak kami akan terluka." Apa yang di katakan Alisha adalah sebuah alasan, dia harus memegang apa yang di katakan oleh Fai, bahwa anda walau kuat jika ada orang yang menolang, anda harus dermawan dan berterimakasih.
Maka dari itu walau jika terkena runtuhan pada dirinya itu, tidak akan membuat dia terluka begitu juga terhadap Megan. Tapi kata Fai dia tidak harus menonjol kecuali terdesak.
Alisha juga memandang ke arah Arthur bahwa pemuda ini adalah pemuda baik, yang suka menolong.
[Alisha, memandang anda bahwa anda, adalah pemuda yang baik. Kebaikan Alisha 10 ]
[Megan memandang anda, bahwa anda seperti pahlawan. Kebaikan Megan 5]
Arthur sudah di duga dengan adegan insden tadi, dia bisa menolong janda Alisha. Karena berkat pertolongan tadi, sistem membunyikam prompt tulisan di matanya.
"Oh apakah makanan kamu terjatuh adik?" Kata Arthur dia memandang megan dengan lucu. Setelah itu dia pergi, dengan sekejap dia sudah tiba di hadapan Megan dan mengulurkan tanganya.
"Ini aku belikan makanan lagi kepada kamu." Kata Arthur.
"Hah.. Terimakasih kakak!" Kata Megan dia berterimakasih.
[Kebaikan Alisha 4 ]
__ADS_1
[Kebaikan Megan 3 ]
[Kebaikan Renner 20 ]
[Kebaikan Ava 8 ]
Sederek tulisan muncul di mata Athur diam-diam bahagia. Kemudian Arthur membalas kata-kata Megan. "Ehehhe tidak apa-apa adik, aku tidak tahan jika ada adik kecil yang menangis."
Renner dan Ava, menghampiri mereka dan dia melihat Megan yang begitu imut tak tahan untuk mencubit dengan kelembutan.
"Uuu adik kamu sangat lucu, kalo boleh tau siapa nama adik?" Kata Ava dia sambil mencubit pipi Megan.
"Nama aku Megan Demoni, kalian pangil saja aku Megan." Megan menjawab dengan cemberut.
"Nama yang bagus, perkenalkan nama aku, Ava dan sebelahnya Renner dan Arthur." Kata Ava dia memperkenalkan
"Yah aku mengingatkan!" Kata Megan dia menganguk lucu dan imut.
Renner melihat bahwa sayuran yang di beli Alisha terjatuh dengan berserakan karena, kecepatan Arthur untuk memindahkan mereka berdua. Setelah itu, dia berkata. "Oh sayang sekali barang yang kalian beli terjatuh, kalau begitu, ayo kita pergi berbelanja lagi! Ngomong-ngomong kita bertiga sedang mencari udara segar ayo kita belanja bersama."
Setelah beberapa menit kemudian..
Alisha dan Megan sudah berbelanja lagi, Namun Ava dan lainnya dia mebelanjakan beberapa makanan yang terlalu banyak sehinga, Alisha yang melihat perilaku hedon wanita itu merasa heran apakah hidup tidak bisa hemat?
Di samping Arthur yang melihat Alisha memandang Renner dan Ava dengan tampang heran dia paham. Sebagai bangsawan pada umumnya beperilaku hedon menghaburkan uang, walau begitu tidak semua bangswan meilki sifat hedon.
"Apakah itu adalah cincin penyimpanan?" Kata Arthur dia berkata kepada Alisha.
"Ini adalah hadiah dari suami!" Kata Alisha dia sedikit curiga apakah orang ini mengetahui isi yang terkandung dalam cincin penyimpanan ini.
[Alisha merasa curiga kepada anda, Alisha mengangap anda ada tipu muslihat. Kebaikan turun 4]
"Ini..!" Arthur bingung dengan melihat sederek tulisan di matanya dia tidak menduga bahwa Alisha begitu sangt waspada.
Arthur berkata lagi sambil tersenyum. "Ahaha aku melihat bahwa cincin kamu begitu indah aku hanya ingin tahu, itu saja."
Setelah itu, karena menjelang sore Alisha kemudian cepat-cepat meminta ijin kepada Arthur dan lainya di Alisha berkata bahwa sudah waktunya aku pergin karena ada suatu alasan.
Ava dan lainya juga menganguk setuju bahwa ini pertemuan yang menarik, bahkan Renner meminta alamat dimana Alisha tinga.
Tanpa berpikir, Aslisha memberikan alamat di mana dia tingali. Setelah itu dia pergi meningalkan ketiga orang itu.
Tapi sebelum itu, tiba-tiba ketika Alisha meningalkan Arthur dan lainya, waktu tiba-tiba berhenti. Dia melihat bahwa Megan, dan burung-burung tidak bergerak seperti patung. Tapi yang aneh hanya dirinya saja yang tidak terpengaruh.
Dengan itu Alisha menoleh dengan waspada, apa sebenarnya yang telah terjadi bahkan dia melihat dari kejauhan Yujo tidak bergerak.
Dia memandang ke arah Ava dan Renner yang sama juga seperti patung, namun ketika dia melihat Arthur ada kejadian aneh, dia melihat bahwa Arthur tersenyum mengarah kepada dirinya dan berjalan mendekat dengan santai.
Alisha waspada.
__ADS_1
[Alisha mengangap anda orang jahat. Kebencian 100]
[Alisha mengangap anda orang jahat. Kebencian 200]
[Kebencian1000]
[Kebencian....]
Arthur yang sedang mendekati Alisha baru pertama kalinya dia melihat nilai kebencian yang sangat besar.
Dia tidak tahu dan merasa aneh.
Setelah Arthur sudah dekat di depan Alisha dia memandang dengan senyum misterius. Adegan ini di lihat oleh Alisha, dia melihat cara tersenyum Arthur sangat menijijikan entah kenapa, walau ketika dia mengingat senyuman Fai yang sama di lakukan oleh Arthur entah kenapa senyuman Fai tidak ada jejak jijik.
"Apa yang kamu ingin lakukan!" Alisha waspada dia belum pernah bertarung, karena itulah dia membuat postur tubuh yang sedikit cangung dan amartir.
"Aku hanya ingin mengatakan sesuatu. Apakah kamu ingin mendengarkan alasan aku mengentikan waktu ini." kata Arthur dia mempunyai skill menghentikan waktu karena hadiah sistem setelah melecehkan pelayan di rumahnya. Bahkan pelayan itu sudah memiliki seseorang suami.
Skil waktu itu hanya bertaham satu jam. Walau begitu dia masih cukup untuk mengatakan unek-unek yang ada di dalam hati.
"Katakan!" Alisha berkata sambil waspada dengan tangan membuat kepalan yang cangung.
Arthur yang melihat perilaku Alisha sedikit lucu. Dengan melihat perilaku Alisha, dia sudah yakin bahwa dirinya bisa merebut hatinya dari kekasih Alisha yang memiliki setatus taipan kaya raya.
"Dari awal mengetahui kamu, aku memilki bakat peramal, kamu sebenarnya baru menjalin hubungan dengan pria kaya raya. Dan aku mengetahui bahwa kamu belum resmi untuk menkah."
"Maka dari itu, setelah aku melihat kamu, aku merasa ada benih cinta dan selama kamu belum menikah aku akan rebut hati mu dari orang lain. Dan aku yakin bahwa kamu sudah ada dalam gengaman aku." Kata Arthur dia berterus terang.
"Itu tidak mungkin, aku sama sekali tidak menyukai kamu, dan satu lagi aku tidak akan melepaskan pria yang aku cintai bahkan ketika kamu memaksa sekuat tenaga, kamu tidak akan bisa." Kata Alisah dia menatap ke arah Arthur dengan sedikit meremehkan.
"Di gengaman aku kamu tidak bisa lari." Dengan itu Arthur mendekati lagi dan tangan kanannya meraih tangan Alisha yang sedang membawa barang.
"Kamu... Apa yang kamu lakukan dasar jijik, jangan sentuh aku.. !" Dengan gugup dia bereaksi karena pertahanan merasa di usik. Tanpa sadar Alisha menampar pipi Arthur dengan keras dan emosi.
Arthur melihat bahwa Alisha hendak menampar, tapi siapa dia? Dia adalah orang dengan sistem, dan tubuh sudah di perkuat sedemikian, sehinga melihat tamparan tangan halus Alisha yang begitu lemah tanpa usaha, dia membiarkan tamparan mengenai pipinya dengan senang hati.
Tapi, apa yang dia pikirkan salah, ketika tamparan itu mengenai pipinya dia menjadi serus dan ahirnya terlambat bereaksi.
"Bang!"
Suara tamparan itu, begitu mengelegar seperti bom atom dan Arthur yang terkena tamparan, langsung terpental sangat jauh selusin meter. Bahkan ketika Arthur sedang terpental, dia menabrak gunung-gungung dan rumah lusinan kali.
Sampai dia berhenti dan tergeletak dengan luka parah, tangan kanan hancur, patah tulang kepala dan gigi semua rontok.
Saat ini Arthur tak sadarkan diri.
"Ini..!" Alisha tak percaya dan bodoh, tamparan ini sunguh dahsyat. Dia ingin mengambil Megan yang masih seperti patung karena waktu sedang di berhentikan.
Dia ahirnya menungu dengan sabar, menungu waktu pulih kembali. Tentu saja Alisha masih terbayang oleh kekuatan tamparan itu tadi, hanya sekali tamparan mengandung kekuatan hebat.
__ADS_1