
Bab 175 Tidak Ada Yang Bisa Melukai Tiga Wanita Kecil
"Setelah melewati sesi bercinta, akhirnya mereka berdua sudah mengganti baju yang bagus.
Bahkan ketika Fai sedang membersihkan cairan di lantai, Fai melihat cairan suci itu, seperti air keras di kehidupan bumi, bahakan cairan suci yang di keluarkan Aludra sangat klorosif. Setiap tetesan cairan suci yang di keluarkan Aludra ketika menyentuh lantai, lantai itu akan meleleh.
Kemudian Fai ingat bahwa pusat paling beracun yang di miliki Aludra di bagian vitalnya. Namun walau di bagian alat vital, semua tubuh Aludra sangat lah mematikan. Jika Aludra tidak bertemu Fai, mungkin dia tidak bisa mengendalikan racun yang ada di tubunnya dan akhirnya menewaskan orang yang berada di sisinya.
"Aludra kecil, apakah bakat racun kamu sudah naik lagi?" Kata Fai dia berseru.
"Suami bakat racun aku sudah Level 35." Aludra mengangguk, sambil menjelaskan.
"Sungguh sangat menakutkan, cairan kamu seperti lava gunung sangat berbahaya haha!" Fai bercanda
"Kamu sangat berbahaya Aludra keci, hanya aku yang bisa menjinakan kamu." Fai tersenyum. Kemudan Fai meraih tangan halus Aludra.
setelah semuanya sudah berpakaian rapi, tentu saja setelah melakukan adegan ranjang, suasana Aludra cukup membaik secerah matahari yang sedang bersinar.
Aku berkata kepada Audra: "Aludra kecil, kita pergi sekarang, kebetulan ini masih sore hari dan ada waktu untuk kita jalan bersama, oh iya apakah ketiga wanita keci itu, lebih baik kita bawa?"
Seseolah ragu, ketika dia hendak menjawab, tiba-tiba Fai berkata lagi: "Kamu aku tahu apa yang sedang kamu pikirkan, ayo lebih baik kita berdua saja dan bermesraan. Adapun, Teya ingin membunuh ketiga loli kecil aku, itu mustahil. Jadi jika kamu ingin berkencan berdua ayo.. tidak masalah."
"Hemmp benarkan, aku percaya kepada kamu, hmm baiklah kita berkencan berdua saja." Audra bergembira setelah sudah memakai baju yang sangat bagus, dan di tambah kacamata yang dia kenakan ini membuat tempramen Aludra seperti kutu buka yang fanservice.
__ADS_1
"Ayo kita pergi." Fai meraih tangan Aludra, tapi sebelum itu dia sudah berpesan kepada Emma lewat surat jika dia tidak ada dia meminta untuk mengurus Akademi sebentar.
"Hummm ayo sumai aku sudah siap." Aludra melihat tangan sendiri di pegang oleh Fai, dia juga memegang tangan Fai dan menempelkan tubuhya ke Fai.
Setelah sudah siap, mereka berdua memasuki retakan kosong. Saat ini mereka berdua sudah ada di dalam tempat peristirahatan Fai. Bahkan setelah Fai tiba di kamar ini dia melihat Aludra sedang mengendus-endus.
Aku yang melihat keanehan Aludra, yang berlagak aneh langsung membaca pikiranya dan berkata sambil bercanda. "Kamu mencium bau wanita di kamar ini?"
"Ini mustahil, di kamar ini aku tidak mencium bau tubuh wanita? Setahu aku, setiap kamu pergi maka akan membawa wanita tapi di kamar ini sungguh bersih." Aludra menatap ke arah Fai sambil bercanda.
"Kamu apakah menganggap aku sangat mesum?" Fai tidak berdaya, sambil merentangkan tangannya.
"Kalau tidak mesum? Bukan Fai namanya hummp!" Aludra mringis.
"Ahh baiklah aku juga ingin melihat-lihat seperti apa akademi ini." Aludra membalas.
Setelah itu, mereka beruda mebuka pintu dan seketika Aludra takjub, "Woooh apakah ini akademi di kerajaan Falas? Sungguh menabjubkan,"
"Hmmp ini benar, aku juga setuju akademi ini sangatlah bagus," Kata Fai, bahkan ini di sebut akademi setandar internasional versi di benua biru.
Ketika Aludra dan Fai sedang berjalan, bahkan Aludra tanpa malu-malu tangannya menempel tangan Fai dan di peluk di sela-sela gunung sehingga membangkitkan rasa iri para pria dia Akademi.
Fai sendiri merasa tidak nyaman ketika Aludra menempel ke tubuh dirinya sangat erat. Namun Semakin Fai berkata, semakin erat pelukan Aludra yang di lakukan.
__ADS_1
"Kamu bisakah sedikit longgar, lihat banyak sepasang mata merah yang sedang menatap ganas kepada aku." Fai berkata lirih.
"Dalam mengambil jalan yang tidak tahu malu, kenapa kamu merasa malu, ini aneh..!" Aludra mengkerucutkan bibirnya sambil menatap ke arah Fai sangat imut.
"Baiklah.., baiklah..,! Itu terserah kamu ok, aku pasrah." Kata Fai dia berkata ringan.
"Hehehehe!" Aludra terkekeh menawan dan melanjutkan perkataanya lagi: "Suami kita pergi di mana?"
"Kita pergi ke tempat yang sepi dan melakukan sesuatu." Fai menyringai.
"Kamu masih tak tahu malu." Aludra melototi Fai sambil tersipu.
Kebetulan adegan ini dilihat Numan. Numan yang saat ini keluar dari kamar sambil memasang wajah jelek, karena merasa jijik dan alergi di sentuh-sentuh Zhack akhirnya dia membuat ilusi seseolah dirinya meninta adegan ranjang. Dan pada akhirnya Zhack bercinta lagi dengan bantal. Kemudian dia berniat keluar untuk menemui Fai.
Namun ketika dia keluar menemukan Fai dari kejauhan yang sedang di peluk mesra oleh wanita cantik. Jika dia melihat dari depan, mungkin saja akan paham bahwa itu adalah Aludra. Namun karena Aludra memakai setelan baju yang bagus dan membelakangi dirinya dia tidak paham.
"Siapa dia aku harus mengikuti." Diam-diam Numan mengikuti Fai sambil cemburu. Dia sebenarnya ingin pergi ke kamar Fai minta jatah karena dia sudah tidak tahan. Namun dia gagal karena melihat Fai sedang bersama wanita lain. Namun adegan itu, di ketahui oleh Fai. Sehingga dia menyringai.
Bahkan Arthur dan Grey melihat Fai yang sedang di peluk oleh wanita cantik dia sedikit cemburu. Terlebih lagi Grey yang melihat wanita itu sedikit familiar
"Wanita itu seperti kepala sekolah Aludra?" Kata Grey dia sedikt ingin tahu. Setelah itu mengelengkan kepalanya.
Tapi Sarah yang melihat semua ini merasakan rasa tidak nyaman seseolah cemburu.
__ADS_1
"Kenapa hati aku merasa tidaknyaman ketika Fai bersama wanita lain?