Dewa Yang Maha Kuasa

Dewa Yang Maha Kuasa
Mayat Hidup


__ADS_3

Fai memandang Agust diam-diam lalu mengelengakan kepalanya karena seperti yang dia tahu buah jatuh tidak jauh dari pohonya, seperti anak seperti ayah.


Agust terkapar, dia sekarang sudah tidak memiliki aura kewibawaan dan kepalanya sekarang seperti kepala Babi sunguh membuat cangung karena bengkak akibat tamparan Fai.


Agust sekarang malu dia ingin sekali mengali tanah untuk bersembunyi dan menghilangkan rasa malu ini.


Dia memandang Fai dengan tatapan ganas. jika tatapan ini bisa membunuh, tentunya Fai sudah mati berkali-kali.


Kemudian dia teringat bahwa sebelum dia datang ke sini, dia bertemu sekawan kelompok berjubah misterius dab kelompok itu memberikan sebuah pil.


Dia menyuruh memakan pil ini jika ada situasi yang sangat mendesak. Awalnya dia ragu-ragu karena sekelompok berjubah itu secara sukarela menyerahkan pil itu tanpa sebuah imbalan dan dia juga bahwa ini obat palsu.


Tapi situasi sekarang dia menghilangkan rasa keragu-raguan nya itu. Dia langsung meraih pil itu dab menelanya.


Setelah memakan pil itu seketika tubuh Agust merasa ada energi yang merasuki ke pikiranya dan secara tidak sadar dia memerah matanya dan giginya sedikit bertambah runcing.


Tangan yang patah kembali semula dan menyatu lagi. Agust sekarang sudah hilang jiwanya dan dia sekarang adalah mayat hidup.


Fai mengabaikan tapi bunyi "Bip" yang sudah lama tidak berdering tiba-tiba berdering.


"Hei! Terdeteksi ada falkutasi kekuatan mayat hidup, sistem sedang mensintesis."


"Hei! Sintetis berhasil selamat kamu mendapatkan bakat baru Mayat Hidup.


"Kamu memahami bakat Mayat Hidup, kemahiran +10."


"Memahami bakat Mayat Hidup, kemahiran +50."


"Kemahiran +70."


"Kemahiran +60."


"Kemahiran +30."


"Hei! Selamat bakat Mayat Hidup kamu naik menjadi Lv2."


"Hei! Selamat bakat di tingkatkan lagi Lv3."


"Hei...!"


"Mengeram!"


Fai sekarang sedang bahagia karena mendapat bakat baru, dia sampai lupa bahwa Agust sekarang sedang mengeram ingin menerkam ke arah Fai.

__ADS_1


Zombie Agust langsung mengeram dan berlari ke arah Fai. Tangan zombie Agust, kuku-kuku menjadi hitam dan tajam, dengan itu dia menyerang Fai.


Para tamu tidak bisa berkata apa-apa karena mulut itu tidak bisa mengeluarkan suara sama sekali, dia hanya menatap ngeri dengan perubahan situasi ini.


Fai di serang oleh Zombie tapi dia tidak panik, kemudian tangan kanan memunculkan belati yang tajam langsung menebas tangan zombi yang hendak menyerang.


Tangan itu di potong tapi setelah di potong, tumbuh dengan kecepatan dengan mata telanjang. Diam-diam Fai berpikir bahwa dia harus melahap Zombi ini dia harus mensintetis kemampuan meregernasi Zombie.


Zombie Agust mengayunkan tangan nya dengan cepat menyerang Fai. Tapi Fai masih menghindari dengan sangat mudah, setelah itu tangan kiri Fai yang ngangur tidak memegang belati meraih kepala Zombie itu. Setelah meraih kepala, Fai mengunakan bakat melahap.


Ketika bakat itu di aktifkan Zombie itu meronta-ronta seperti kucing yang terinjak ekornya dan para tamu juga melihat bahwa Zombie Agust itu tiba-tiba kurus dan menjadi kering.


Setelah kering Zombie itu runtuh seperti kertas.


"Ini apakah bangsawan Agust meningal dan berubah menjadi mayat hidup?" Zhenite melihat dari kejauhan cukup terkejut. Dia melihat bahwa sebelum berubah menjadi Zombie, dia melihat dari tangan Agust memegang benda seperti pill dan di telan.


Dia berpikir bahwa obat itu dari angota geng misterius, dan Agust itu adalah menjadi korban.


Setelah membunuh Zombi situasi di tempat perjamuan menjadi tenang dan para tamu diam-diam mulutnya sudah bisa mengeluarkan suara lagi.


Suasana tenang itu tidak berlangsung lama karena di aula itu tiba-tiba para tamu ada yang berubah menjadi mayat hidup.


"Tidak suami! Tolong suami aku berubah menjadi monster!" Para tamu berlarian dengan panik.


Fai masih tenang dia juga mempunyai bakat mayat hidup yang lebih cangih ketika dia baru mendapatkan tidak lama ini.


Fai mengaktifkan bakat mayat hidup, tiba-tiba di bawah lantai itu mengeluarkan bayangan hitam. Setiap bayangan hitam itu memunculkan tangan yang kekar dan mengerikan.


Tangan itu menjerat para Zombi yang sedang menyerang di tempat aula tamu. Tangan yang keluar dari bayangan hitam itu sangat banyak dan tangan itu mencoba menarik para mayat hidup untuk memasuki ke alam bawah.


Para mayat hidup meronta-ronta. Tapi pada ahirnya mayat hidup itu di tarik oleh tangan hitam misterius dengan paksa sehinga memasuki ke jurang maut.


Setelah Fai merasa bahwa mayat hidup yang mencoba menyerang di aula perjamuan habis dan bersih dia meminta izin kepada Ibu dan kedua wanitanya.


Bukan itu saja Fai entah sengaja tidak sengaja tiba-tiba meminta izin juga kepada Aludra. Secara kilas ketika Aludra berkata seperti ini, anda berhati-hati dan pulang dengan selamat. Tapi setelah itu dia tersadar sehinga malu.


Setelah memberi ijin Fai tiba-tiba di antara kedua kakinya ada seperti falkutasi asap hitam, setelah itu Fai tengelam ke dasar kegelapan. Dia mencari pelaku yang membuat keributan, dia sudah mengetahui banwa pelaku itu hanya sendiri dan itu posisinya tidak jauh.


"Brengsek operasi ini gagal!" Orang berjubah itu tidak terduga dia mengirim selusin obat pill ke beberapa babgsawan sebelum datang di perjamuan.


Dia kira operasi ini akan berhasil dan bisa menyelakai Fai tapi harapan itu sia-sia. Sekarang tugas ini gagal dan dia harus melapor ke Tuannya.


Orang itu berdiri lalu menepuk pantatnya, tapi ketika dia hendak pergi tiba-tiba di bawah tanah, ada tulang besar dan tulang itu seperti tulang raksasa.

__ADS_1


Tangan tulang itu langsung mencekram tubuh orang itu dan membanting orang itu sampai menabrak pohon.


"Brengsek sihir mayat hidup Lv10." Orang itu menjadi waspada dia tidak tahu siapa yang berani menyerang dirinya.


Selanjutnya dia masih waspada, tapi tiba-tiba ada tengkorak keluar dari kehampaan dan itu tengkorak sangat besar seperti tiga kali lipat gorila.


Tengkorak besar itu mengunakan setelan baja seperti layaknya perajurit, orang itu juga melihat bahwa tengkorak besar di tangannya menbawa pedang lebar dan besar.


"Tengkorak lich!" Orang itu sangat takut hinga ingin kencing, dia tidak menyangka bahwa dia akan melawan mayat besar.


Lich itu mengaum dan mencoba menyerang terus menerus dia mengibas pedangnya ke arah orang itu dengan ganas.


Sementara itu, orang dengan penutup jubah situasinya tidak bagus dan tidak menguntungkan. Dia mencoba menghalau pedang itu untuk sementara waktu dengan sebuah senjata tongkat


"Dentang!"


Senjata tongkat ahirnya tidak kuat untuk bertabrakan dengan pedang besar itu sehinga senjata tongkat itu terpental. Setelah terpental, dia melihat bahwa lich itu masih mengayunkan lagi sehinga dia ngeri dan panik.


Dia menghindar dari tebasan itu dengan terjatuh. Dia sangat kelelahan sehinga tidak bisa berdiri. Melihat bahwa Lich itu melompat sambil mengayunkan pedang besarnya ahirnya orang itu putus asa.


"Mejerit!"


Kaki kanan orang itu terpotong, sehinga dia mersakan sakit yang amat hebat. Setelah Lich itu memotong kakinya, kemudian menendang dengan keras.


"Puff!"


Dada orang itu merasa akan hancur ketika dia di tendang di bagian dada sehinga terpental lagi. Sekarang dia terkapar tidak bisa bergerak dia pasarah jika Lich itu menebas lagi.


Dia menungu untuk kematianya, tapi dia juga melihat bahwa Lich itu berdiri diam di tempat tanpa membuat gerakan sedikit pun. Tapi, selang beberapa detik di depan Lich itu tiba-tiba ada satu sosok muncul dalam kehampaan dan sosok itu masih pemuda yang tampan.


Dia mengenal orang itu, karena dia di perintah kan untuk membunuh orang yang ada di depannya. Tapi siapa sangka ketika dia yakin bahwa tugas ini akan mudah seperti meminum air, harapan menjadi sia-sia.


"Kamu juga pengendali mayat hidup!" Orang itu berkata kepada Fai sambil memegang dadanya yang rusak.


Fai tidak menjawab dia melambaikan tangannya tiba-tiba tangah Fai yang halus tanpa pamrih memasuki celah ruang kecil, dan di depan orang itu tiba-tiba ada celah ruang terbuka. Celah ruang itu terbuka dan memunculkan tangan putih yang halus langsung mecekik leher orang itu.


Mata orang itu ngeri, dia tidak akan menyangka bahwa pemuda itu sunguh menakutkan dia hanya meraih udara kosong tapi tangan itu bisa menembus jarak 5 meter tanpa bergerak dengan merobek ruang.


Sekali lagi Fai menekan dan mencekik leher itu dengan keras, leher orang itu tidak tahan dan pada ahirnya orang itu meningal dalam ke adaaan ngeri dengan leher di remas-remas oleh Fai.


"Ini akibatnya jika berani berurusan dengan keluarga aku, bahkan dewa sekalipun akan aku bantai jika menyentuh keluarga aku!" Kata Fai dengan tenang.


Setelah itu Fai melepaskan mayat itu dan meningalkan. Sebelum meningalkan orang itu, dengan bakat mayat hidup orang itu di tarik oleh tangan mengerikan dari bawah kegelapan dan menghilang.

__ADS_1


Setelah selesai Fai membuka retakan ruang dan memasuki ke dalam.


__ADS_2