Dewa Yang Maha Kuasa

Dewa Yang Maha Kuasa
Gairah Panas Bella


__ADS_3

Di kamar itu, terdapat beberapa dekorasi yang indah.


Dengan berbagai desain ukiran gaya kuno tapi membuat orang yang melihat akan menabjubkan.


Di dinding-dinding ada beberapa kaligrafi yang indah seperti burung Phonix.


Di dalam ruang kamar itu ada semerbak bau angrek yang harum, dan memabokan.


Di dalam kamar itu, terdapat wanita yang menawan mengoda dengan memakai baju yang tipis. Dengan wajah yang tanpa cacat, bibir merah yang begitu mengoda, singkatnya wanita itu kecantikan dewasa yang tiada tara.


Tapi jika misal anda melihat wanita itu sedang berguling-guling di kamarnya tidak bisa tidur.


Ketika wanita itu terlentang di kasur maka, gunung yang penuh itu akan menjadi begitu memukau, sehinga jika ada orang yang melihat tidak akan tahan untuk meraih gunung itu.


Wanita itu terkadang menatap ke atas dengan linglung, tapi ketika tersadar dia memerah sampai ke leher.


Dia mencoba memakai selimut dan menutupi kepalanya supaya agar cepat tidur.


Tapi upaya itu tidak membuahkan hasil.


Tapi, tanpa dia ketahui di sebelah kamar itu tiba-tiba celah ruang terbuka dan muncul lah satu sosok.


Sosok itu memandang wanita itu dengan lembut campur menyeringai.


Walau wanita itu tertutup selimut, tapi dengan mata supernya dia bisa melihat bahwa dia tidak benar-benar tidur walau mata terpejam.


Sosok itu mendekati wanita itu.


Sosok itu yang tak lain adalah Fai, dan wanita itu tak lain adalah Bella.


Fai mendekati tanpa Bella sadari kemudian kepala Fai mendekati wajah Bella yang tertutup selimut.


Mata bella berkedut merasa ada orang yang mengwasi dia dengan waspada mebukabselimut yang di menutupi wajah nya.


Ketika dia membuka selimut yang ada di wajahnya dia melihat sosok dalam kegelapan, secara replek dia berteriak.


"Siapa kam..!"


Tapi ketika Bella belum selesai berbicara bibir yang seksi itu tiba-tiba di bungkam dengan dua jari.


"Usss jangan berisik, jika kamu berisik dinding-dinding sebelah akan mendengar dan terbangun."


Bella ahirnya mendengar suara yang akrab, kemudian berkata:" Fai kamu tidak sopan memasuki kamar dengan tanpa ijin."


Suara Bella begitu pelan seseolah dia menujui apa yang di katakan Fai barusan.


Wajah Bella dan Fai begitu dekat sekitar beberapa jengkal jari.


Fai ketika menghirup nafas Bella yang harum, dia mabuk dan mulutnya kering tanpa sadar menelan liurnya.


Bella saling memandang kepada wajah Fai dia tersipu malu tanpa sadar dia menoleh menghindari tatapan Fai.

__ADS_1


"Kenapa kamu menghindar? Apakah aku kurang tampan." Fai menyringai dan bercanda.


Kemudian Fai perlahan duduk di samping Bella yang sedang tidur lalu dia menciptkan lampu dengan daya memakai batrai.


Ketika lampu di nyalakan semua jadi terang baru saat itulah Fai melihat wajah Bella yang malu sangat tersipu.


Darah Fai mendidih mulut Fai juga kering dan tanpa sadar, di bawah Fai adaik laki-lakinya berdiri dengan keras.


"Kamu cantik sekali, sampai-sampai aku terkejut sebentar." Fai berkata dengan menahan darah yang mendidih bergejolak di tubuhnya.


"Sudahi omong kosong kamu, aku tidak akan tertipu sama bocah bau." Bella membantah dengan tersipu.


Tapi hatinya bergembira dan tiba-tiba jantung nya berdebar-debar.


Bella mencoba menenangkan tapi dia tidak bisa sehinga dia mencari alasan. Kemudian Bella berpura-pura mencari topik kebetulan di samping sebelah lemari ada sebuah ketel yang berisi teh.


"Apakah kamu mau meninum teh? maka aku menuangkan teh kepada kamu." Bella tanpa pesetujuan Fai berkata dan bangun dari tidurnya untuk meraih teh itu untuk di berikan kepada Fai.


Tapi dia ceroboh ketika dia berjalan, selimut yang menutupi tubuhnya dan pada ahirnya terlepas. Sehinga lekuk tubuh yang indah dan dengan pakaian serba tipis itu, ahirnya terungkap.


Si sisi Fai yang sedang mengendalikan gejolak darah yang mendidih yang tak terkendali tiba-tiba dia melihat Bella melepas selimutnya, pada ahirnya Fai mimisan dan tidak tahan dengan keindahan tubuh Bella. Tangan Fai meraih tangan Bella hinga Bella tertarik dan masuk ke dalam pangkuanya.


Posisi itu sunguh cangung, Fai duduk di kasur bella tapi bella duduk di pangukuan Fai dengan gaya kodok.


Setelah menarik Bella sehinga masuk kedalam pangkuanya, lalu kedua tangan Fai memeluk Bella sedikit kencang, sehinga gunung yang agung dan lembut tertekan di dada Fai.


"Brengsek Bocah bau apa yang kamu lakukan!" Bella berbisik pelan, dan jantung nya berdebar sangat kencang.


Kemudian dia melihat bahwa Fai mendekati wajah Bella dan menciumnya.


"Kamu... mmmmmmmmm."


Ketika Bella berbicara bibir seksinya di cium oleh bibir Fai sehinga tidak berbicara.


Pada awalnya dia masih menolak dan tidak sesekali mengigit lidah Fai biar merasakan sakit untuk berhenti menciumnya.


Tapi upaya itu gagal sehinga Bella tergelincir oleh aura ganas Fai yang maskulin.


Pada ahirnya bella tanpa sadar mengikuti ritme ciuman Fai dengan mata terpejam menikmati.


Tangan iblis Fai mencoba menyusup kedalam dada Bella tapi, Bella selalu menepis beberpa kali, tapi tangan Fai bandel seperti hama, sehinga tangan iblis Fai berhasil menyusup ke dada Bella dan meraih gunung agung yang penuh dan lembut.


"Uhhhhgrt!" Bella mengerang dengan nyaman seperti ada kesemuatan di gunung itu.


Sudah beberapa lama Fai mencium dan memainkan itu, pada ahirnya Fai meletakan Bella di tempat tidurnya.


Singkatnya posisi Bella di bawah, Fai di atas. Kemudian tangan kanan iblis Fai masih memainkan gunung itu dan tangan kiri iblis fai membuka semua baju Bella.


Mata Bella buram menatap kosong ke arah Fai pikirannya kosong.


"Ughhhrtt!" Mulut Bella ahirnya mengerang lagi mata nya buram sedikit menangis bahagia.

__ADS_1


Karena gairah mereka berdua sedang tinggi ahirnya Fai dan Bella saling melilit di kasur dengan kebahagiaan.


Tidak ingin Tina dan lainya, mendengar erangan Bella, pada ahirnya Fai membuat lakban dengan sihir pencipta untuk membungakan bibir indah Bella.


Pada mulanya Bella menolak untuk melakukan itu, tapi dengan setatus jandanya yang bertahun-tahun dia ahirnya berkarat.


Dalam benak Bella sebenarnya di sangat kesepian dia ingin melakukan hal itu.


Tapi melakukan dengan siapa?


Walau dia sudah mempunyai anak, dan menjadi wanita paruh baya tapi itu saja.


Dengan bakat pengendali tumbuhan dia bisa menjaga fitalitas tubuh menjadi kecantikan awet muda.


Dalam hidup ini, siapa wanita tidak ingin cantik?


Tidak kecuali Bella, dia menyukai kecantikan karena dia wanita.


Oleh sebab itu dengan kecantikanya dia mendapatkan suami yang dia cintai, tapi kebahagian nya begitu cepat dia meningal begitu sangat cepat hanya menyisihkan anak satu yaitu Tina.


Setelah kejadian itu dia menjadi janda beberapa puluh tahun, dengan kecantikannya banyak pelamar tapi dia menolak.


Terkadang dia kesepian dan ingin sekali melakukan hal itu tapi dengan siapa? Dia tidak tertarik dengan kejeniuasan ketampanan dari bangsawan atau akadame tertentu dia selalu menolak dan memendamkan perasaaan itu.


Perasaan itu dia pendam dan tahan sampai Tina menjadi tumbuh besar.


Dan pada ahirnya dia harus menahan diri untuk melakukan itu.


Dan pada suatu saat dia ahirnya menemukan pemuda, tapi pemuda itu seumuran dengan Tina.


Dia juga melihat bahwa Tina menyukainya walau terkadang mengelak.


Walau Tina menyukainya, tapi pemuda itu sering mengolok-olok dirinya sehinga perasaan ini sunguh akan goyah.


Tapi dia selalu menahan karena pemuda itu masih di bawah umur dengan dirinya.


Tapi malam ini dia begitu sembrono dan memasuki kamar tanpa mengetuk pintu, dan dia juga melakukan hal yang melampaui batas.


Sebagai wanita dewasa dia masih menghargai anaknya yang menyukai pemuda itu, walau dia sendiri juga sedikit ada rasa suka.


Karena Ibu yang baik harus membahagiakan anaknya dan mengorbankan kebahagian dirinya.


Tapi pemuda itu terlalu ganas sehinga dia kewalahan akan aura maskulinya, tapi pada ahirnya keinganan yang terpendam ber tahun itu ahirnya pecah dan tidak bisa di kendalikan lagi.


Dia ahirnya pasrah dengah terengah-engah bahagia dan menatap pemuda itu dengan mata buram, dengan erangan yang menawan, dia ingin meminta yang lebih dari pemuda itu.


Kemudian dia teringat kata-katanya ketika dia bersama Tina, pemuda itu kuat dan tampan, dia mencari banyak wanita itu tidak masalah baginya yang terpenting dia harus menjadi wanita pertama bagi pemuda itu.


Awalnya pembicaraan ini sebuah lelucon kepada Tina tapi, ahirnya dia sadar bahwa perkataan nya tidak ada lelucon sekali.


Pada ahirnya Bella menutup mata dengan menikmati perasaan ini.

__ADS_1


__ADS_2