Dewa Yang Maha Kuasa

Dewa Yang Maha Kuasa
Callin Vs Arthur (1)


__ADS_3

Bab 185 Callin Vs Arthur (1)


Grey yang berdir, dia menatap Callin sangat serius. Dia tahu bahwa menurut penjelasan sistem dewa perang, tinju Tyranosaurus Rex hanya dirinya yang memilki. Karena skill itu adalah produksi sistem itu sendiri.


Namun kenapa dia melihat Callin menggunakan tinju milik dirinya? Menurut Grey, kemungkinan ada satu. Yaitu, dia curiga bahwa Callin juga mempunyai jari emas.


Jika dia mempunyai jari emas, Grey ingin tahu. Tapi sistem sendiri sedang memasuki masa tidur dan anda harus menunggu satu bulan untuk bisaa di gunakan lagi.


"Sial...!" Grey menyesal telah menyelidiki jari emas Fai. Jika tidak, mungkin saja dia masih bisa bertanya kepada sistem dewa perang.


Di arena petarungan, Callin akhirnya menuai banyak pujian. Bahkan pujian itu, jika menjadi makanan maka Callin akan bertahan hidup selama satu pekan lebih.


Sementara itu, Anya yang keluar dari arena petarungan dia bangun dari tidurnya dan menatap ke arah Callin sangat ganas. "Sial kamu berani memukul aku, aku tidak akan kalah kepada kamu aku adalaj wanita jenius dan aku adalah putri kerajaan, mana mungkin aku akan kalah kepada kamu..!"


Namun Callin sangat enteng membalas hanya tujuh kata: "Tapi kamu sudah keluar dari arena petarung?"


"Hahahaha walau aku keluar tapi aku ingin menghajar kamu...!" Anya menatap Calli sangat ganas dan wajah cantiknya, tidak sedap di pandang.


"Tsk dasar wanita gila..!" Callin menghina.


"Apa kamu bilang, aku adalah wanita gila? Kamu sungguh berani. Apakah kamu tahu menghina pihak kerajaan akan di hukum mati..!" Anya sudah kehilangan otaknya.


"Kenapa kamu adalah wanita gila!" Callin mengacungkan jari tengahnya kepada Anya.


"Sialan kamu wanita teh hijau...!" Anya berterak dan bakat api yang menakutkan langsung menyemburkan dari tubuhnya.


"Ahhh!"


Para penonton terbakar hidup-hidup seketika mati. Namun Fai, Grey dan Arthur menyelamatkan sebagain khusunya anak-anak.


"Anya kamu apakah gila... kamu sudah kalah..!" Arthur berteriak.


"Kamu diam...!" Anya memarahi Arthur dan dari tanganya, menyemburkan api merah yang sangat menakutkan ke arah Arthur.


Namun Arthur dengan sangat mudah menghalau menggunakan tangannya.


"Sebaikanya kamu diam..!" Anya masih melototi Arthur kemudian dia memandang Callin yang masih tenang sedang menatap dirinya dengan raut menghina.


"Kamu bedebah menghina aku...!" Anya langsung menyerang Callin menggunakan api yang sangat mengamuk. Namun dengan mudah di halau menggunakan tangan kosong.


"Kamu sial.. Berani sekali menghindar!" Anya sudah kehilangan akal dan tidak bisa berpikir jernih.

__ADS_1


Namun Callin menggelengkan dan sosoknya menghilang sudah di samping Anya. Kemudian Callin mencoba menampar sekali serangan kepada Anya: "Dasar wanita gila menyerahlah kamu...!"


"Plakkk!"


Seketika tamparan itu sangat keras sehingga gigi Anya ada yang copot. Bahkan Anya sendiri terpental sangat jauh sampai tidak sadarkan diri.


Raja Falas langsung berdiri karena marah langsung menghilang sosoknya sudah tiba depan Callin dan meninju perutnya.


"Bang!"


"Engah!"


Callin masih bertahan. Namun meludahkan darahnya dia mencoba melangkah mundur dan berkata: "Maaf Raja, kenapa kamu menyerang aku?"


"Karena kamu lancang berani memukul putri aku, apakah kamu berani kepada keluarga kerajaan!" Mata Falas, melotot seperti monster.


"Tapi ini adalah petarungan, menang dan kalah adalah hal wajar..!" Callin mencoba mengelak.


"Kamu berani membantah!" Raja Falas mengekuarkan aura menindas namun dia melihat bahwa Callin tidak berlutut sehingga dia mengerutkan keningnya.


"Kamu sekarang selemat sekarang. Namun tidak nanti. Raja ini akan membunuh kamu dengan kepastian." Raja Falas, menghampiri Anya dan membawa ke tempat duduk.


Kemudian dia sangat marah sambil memerintahkan wasit untuk melanjukan pertandingan ini.


Namun semua perwakilan ragu-ragu setelah melihat kekuatan Callin sehingga berapa jam arena itu sunyi.


Namun, Arthur langsung melompat dan menyapa ke arah Callin. "Gadis cantik, kita bertemu lagi. Tapi kali ini aku datang untuk melawan kamu."


Callin memandang Arthur mengangguk ringan. Namun di hatinya, ada badai yang sangat serius.


Dia adalah Arthur yang mempunyai sistem.


[Callin memandang anda karena anda memiliki sistem. Nilai waspada Callin +10.]


[Callin memandang anda sangat waspada. Namun, Callin membandingkan anda dengan Fai, bahwa anda kalah jauh. Nilai mehina Callin kepada anda +19]


"Apa yang terjadi? Apakah Callin mengetahui bahwa ddirinya mempunyai sistem?" Kata Arthur dalam hati. Kemudian, Arthur berkata terus terang: "Bagai mana kamu mengetahui bahwa aku mempunyai sistem?"


Callin kaget. Dia berkata untuk meyakinkan: "Karena kamu sapa seperti aku, aku juga mempunyai jari emas, namun bukan sistem."


"Oh apa jari emas kamu." Arthur tidak menyangka bahwa di dunia ini ada orang yang mempunyai jari emas selain dirinya.

__ADS_1


"Tepatnya di mata aku, di mata aku bisa melihat artibut lawan dan bisa mereplika." Kata Callin sambil mengangguk.


"Ohh jadi seperti itu," Arthur mengangguk bakat sepesial yang di miliki Callin walau hanya seperti itu sudah menentang surga. Tapi, Arthur berkata lagi: "Jika kamu bisa melihat artibut penel lawan, apakah kamu bisa melihat artibut panel Fai?"


Callin menggelengkan kepalanya dan berkata: "Sayangnya tidak. Ketika aku mencob melihat, hanya keterangan tanda tanya."


Arthur sangat kesal dan mengerutu. Dia sudah yakin bahwa Fai juga memiliki sistem yang sangat canggih.


Kemudian Arthur berkata: "Sayang sekali, aku hanya ingin tahu saja."


"Kamu tidak perlu mebicarakan orang aneh itu." Callin terkekeh sambil tersenyum.


"Tidak perlu memikirkan?" Mengingat kembali pada waktu itu, Arthur menggertakan giginya. Jika tidak ada Fai maka dia akan mendapatkan Alisha dan Zesshi. Tapi karena ada Fai dia menjadi gagal sehingga dirinya mendapatkan hukuman sistem. Yaitu, adik laki-laki sendiri, menyusut sangat kecil. Bahkan untuk bercinta, dia sangat malu dan enggan.


"Kenapa apakah kamu mempunyai perseteruan dengan Fai?" Callin diam-diam lucu.


"Ini benar, jika tidak ada dia maka rencana ini akan berhasil." Arthur memejamkan matanya. Setelah itu, dia berkata: "Baiklah jangan menunggu lama mari kita bertanding."


Lalu Arthur, menyuruh wasit untung membunyikan pluit.


"Wasit.! Bunyikan aku akan melawan Callin..!"


Seketika para siswa perwakiilan akademi Kitab Bulu Peri, bersorak. Dia marah karena Anya di kalahkan oleh Callin sedemikian rupa sehingga masih ada harapan yaitu Arthur.


"Baiklah!" Wasit langsung membunyikan peluti.


"Prittt!"


"Ayo mulai...!" Kata Arthur dia menyuruh agar Callin duluan untuk menyerang.


"Baiklah.. Aku mulai dan akan menggunakan seluruh kekuatan yang aku miliki." Balas Callin dia menatap ke arah Arhur sangat seriua.


Pada saat ini....


"Sikat!"


Sosok Callin menghilang dan sudan tiba di depan Arthur, langsung mengayunkan pedang andalanya.


"Hiya...!"


"Dentang!"

__ADS_1


Arhur juga mengeluarkan pedang dari udara tipis dan langsung menghalau serangan Callin.


__ADS_2