
Bab 178 Teya Mati Begitu Menjijikan
Luwi berlari melesat sangat cepat. Di tanganya menumbuhkan tulang seperti pedang, dan di tembakan ke Teya.
"Swosh!"
"Swosh!"
"Swosh!"
"Sigh!" Teya menggertakan giginya, dia tidak tahu bakat yang di gunakan bocah kecil itu yang bisa meniru dan menjelama sama persis seperti dirinya.
Teya menghindar sambil melompat ke atas. Setiap lompatan, Teya akan menjatuhkan ulat yang cukup banyak dari itunya.
Setelah melompat, Teya menggunakan skill pedang tersembunyi langsung di lemparkan ke arah Luwi yang menjelma menjadi Teya.
Namun, sosok Luwi berubah bentuk menjadi Melty dan seketika mata Luwi meludahkan sinar leser.
"Sring!"
Sinar leser itu sangat kuat, bahkan sampai menembus langit.
"Apa apa an ini, kenapa bocah itu mempunyai kekuatan yang sangat aneh dan menakutkan..!" Teya sangat salah target. Dia mengira bahwa ketiga bocah ini hanyalah anak kecil yang lemah namum dia akhirnya tahu bahwa untuk membunuh orang yang di sekitar Fai itu tidak mudah seperti membalikan telapak tangan.
Melty yang melihat Luwi sedang bertarung, dia cemburu: "Aku sangat iri dengan bakat Luwi yang telah kakak Fai berkan, dia bisa berubah bentuk seperti yang dia inginkan, huh..!"
"Kenapa kamu iri bukan kah setiap bakat yang di berikan kakak hebat semua." Balas Nori yang berada di sampingnya.
"Tapi aku aku pingin ketika aku mempunyai bakat milik Luwi karena, bisa berubah bentuk seperti yang kita ingin kan," Melty ingin mempunyai bakat seperti hanya penasaran. Ketika dia berubah menjadi manusia dewasa dia hanya ingin memegang gunung. Itu saja yang Melty inginkan.
"Kamu jangan serakah, bisa jadi kakak akan menghukum kamu." Nori melirik Melty dengan mata merahnya seperti iblis.
Melty mengangkat bahu tak berdaya dan berteriak ke arah Luwi. "Luwi...! Bunuh wanita jorok itu, lebih cepat lebih baik.!"
"Baiklah... aku akan..!" Luwi menjawab. Setelah itu dia memandang Teya yang sedang di atas hingap di pohon dan berkata. "Wekkk wanita jorok, yang penuh ulat berjatuhan sungguh menjijikan akan aku bunuh seketika...kamu..!"
"Kamu, menghina aku, ulat ini adalah hewan peliharaan aku beraninya sekali kamu menghina ulat aku..!" Teya marah dia tidak terima. Dia memelihara ulat ini karena hanya ulat yang berada di dalam tubuhnya yang masih menemani dirinya. Semenjak dia membangunkan bakat melahap energi lewat adegan ranjang dia awalnya merasa jijik. Namun entah kenapa dia semakin hari semakin menyimpang. Karena perbuatan dia yang bergantian pasangan bersama monster dalam berapa menit akhirnya alat vital sendiri rusak dan mengalami sobek pendarahan. Namun karena demi kekuatan, dia menahan rasa sakit dan membiarkan alat vitalnya sendiri menjadi korban. Sampai berlalunya hari, dia menyadri bahwa alat vitalnya membusuk dan bernanah. Walau dengan obat bisa langsung sembuh, namun Teya melakukan adegan ranjang secara terus menerus demi menyerap kekuatan sehingga keruskan vital di sepelekan. Karena kejadian itu, itunya Teya menjadi tempat sarang ulat.
Awalnya dia merasa jijik, dan ingin menyembuhkan namun percuma toh, dia setiap hari mencari mangsa berbagai ras. Sempai sekarang karena akibat menyepelekan infeksi, bentuk vital Teya sudah hilang seperti apel di gigit separo.
__ADS_1
"Jika kamu tidak menjijikan itu apa ulat yang keluar dari tubuh kamu woekkk!" Luwi ingin muntah.
"Bajingan kamu bocah akan aku bunuh ahhhh!" Teya akhirnya kehilangan akal seperti monster. Dia tanpa pikir panjang langsung menyerang Luwi.
Di samping Luwi, dia tidak berkutik, sehingga pada suatu saat Luwi berubah bentuk lagi menjadi Rigrit. Setelah berubah menjadi Rigrit, dia langsung mengunakan skill bayangan. Sehingga Teya yang sudah tiba di depan Luwi, tiba-tiba tepat di bawah muncul bongkahan es warna hitam yang sanga besar langsung menembus perut Teya hingga bolong.
"Engah!"
Teya meludahkan darah. Dia menatap ngeri Luwi. Namun Luwi tidak tinggal diam, dia langung mendekatkan ke arah Teya, sehabis itu, di tangan kanannya memunculkan belati dari udara tipis langsung memotong kedua lengan Teya.
"Ahhh!" Teya menjerit. Tapi, Luwi masih melanjutkan, dia memenggal kedua paha Teya.
"Sring!"
"Ahhh ini sakit..!" Teya putus asa dia menangis.
Namun Luwi tidak berbelaskasih dia langsung memenggal leher Teya.
"Sring!"
"Puf!" Darah langsung memuncrat. Kepala Teya seperti melihat teror. Namun sebelum kematianya dia berkata: "Aku apakah mati...!"
Mereka memandang saling memandang, akhirnnya mereka bertiga mengangguk. Ketiga loli kecil itu, sepakat membuka bagian tubun Teya karena dia ingin tahu dari mana ulat ini muncul.
Namun ketika dia membuka, ketiga loli itu muntah sangat deras. Dia melihat alat vital Teya yang berwarna hitam, sudah hancur dan tidak berbentuk. Bukan hanya itu saja, mereka melihat luka itu hampir menggrogoti bagian tali pusar.
Ulat yang sebesar lintah sedang tidur dan nyaman di area itunya. Luwi tidak tahan dia menggunakan bakat api dan langsung membakar jasad Teya.
"Mencicit!"
"Mencicit!"
"Mencicit!"
Ulat itu mencicit karena terbakar.
Saat ini, yang lebih parah adalah Melty dia terus menerus muntah di tempat.
"Wooo wowoo.. Aku tudak tahan..!"
__ADS_1
......................
Di tempat lain, Numan sangat cepat dan kilat sudah di tempat Zhack tidur tanpa busana. Jika dia tidak di bantu Fai, maka akan membutuhkan waktu yang lama.
Setelah di kamar, Numan mengganti baju dan berpura-pura tidur di samping Zhack.
Saat inilah Numan membangunkan Zhack menggunakan sugesti.
Zhack yang sudah bangun tanpa busana dia menatap ke arah Numan penuh kasih sayang. Dia ingin meluk Numan tapi di intruksi oleh Numan. "Suami, kamu sangat bau, mandi dulu agar bersih."
"Baiklah, aku akan mandi." Zhack bangun dari tidurnya dan memakai handuk. Tapi sebelum pergi ketempat mandi Zhack berkata penuh kelembutan. "Numan kecil, tadi kamu bermain sangat panas, aku sampai kewalahan."
Numan pura-pura tersipu walau sebenarnya ingin muntah: "Uhh suami kamu sangat mesum..!"
"Hehheheh!" Zhack mringis dan gigi kuningnya terlihat. Numan yang melihatnya tak tahan ingin sekali menampar wajah Zhack ini.
Enam menit telah berlalu, akhirnya Numan yang sedang menyediakan teh untuk Zhack tiba-tiba ada suara mengetuk pintu.
Kata Zhack: "Numan buka pintu dan siapa orang itu."
"Baik suami." Kata Numan lembut.
"Kelerekkk!" Setelah Numan membuka pintu, Numan melihat Elona yang sedang terengah-engah.
Ketika Elona melihat Numan yang di depanya kaget. "Guru kapan kamu di sini..! Pasti kamu sudah di bantu sama Fai...!"
"Apa magsud kamu?" Numan pura-pura bingung.
"Guru.. Kamu tidak harus berpura-pura, aku tahu kamu sedang bermain belakang.
Sementara itu, Zhack yang sedang di dalam, merasa tidak nyaman karena ada kegaduhan. Sehingga dia juga mendekati.
"Ada apa kenapa ribut..!" Kata Zhack.
Ketika Zhack mendekati kedepan, Numan langsung berakting dia memeluk pinggang Zhack dan menangis.
"Numan kecil, kenapa kamu menangis?" Zhack bingung.
Namun Elona langsung berkata dengan sekali tarikan nafas. "Guru Zhack yakinlah, bahwa Numan sedang bermain belakang, dia selingkuh, bahkan dia membiarkan gunungnya di belai oleh Fai tanpa ada perlawanan dan guru Numan sangat menyukai belaian yang di lakukan Fai, bukan hanya itu saja, dia juga merokok layaknya wanita malam.. nah ini buktinya..!"
__ADS_1
Zhack keget: "Numan Selingkuh?"