
Clara sedang memikirkannya.
"Tuan apakah kamu, pernah meliahat bocah itu?" Ruyin berkata.
"Sepertinya aku pernah melihat bocah itu, tapi dimana?" Clara tidak bisa berpikir keras.
Dengan kekuatan yang begitu menakutkan, apa lagi dia mempunyai begitu banyak trik.
Sebut saja kemampuan terhadap beberapa elmen, Guntur, logam, bahkan sihir tumbuhan?
Dia jenius di antara jenius.
Di samping itu, mungkin ada bakat lain yang dia belum di keluarkan.
"Aku merasa sedikit akrab? Seseolah aku pernah melihat dia di suatu tempat!" Clara berkata pada diri sendiri.
"Bagai mana mungkin, apa Tuan, kamu menemukan orang yang salah?" Jasmin tida bisa berkata dengan ingin tahu.
Jasmin tahu karakter Clara bahwa dia tidak pernah memandang lelaki manapun.
Banyak di antara jenius kerajaan di akademi, menjadi pengejar sang dewi Clara. Tapi, Clara menolak ribuan mil dengan dingin.
Walau di tolak keberadaan nya, tetapi Clara masih menjadi keberadan tingi di hati mata siswi di akademi.
Tapi dia melihat bahwa Jasmine melihat raut wajah Clara sedang berpikir keras, sehinga Jasmin bertanya-tanya dengan tempramennya, seharusnya tidak peduli kepada dia.
Tapi entah setelah melihat bocah itu, kenapa beda?
Apakah dia kekasih masa kecil?
Itu adalah alasan yang masuk akal bagi Jasmine.
Namun stelah beberapa waktu tiba-tiba Clara tersadar dan berkata dengan cerah.
"Aku ingat orang ini, aku melihat di kota Aksu!"
Setelah mengingat begitu lama, ahirnya dia teringat.
Bocah itu adalah yang pernah dia temui mengunakan Bakat matanya, di waktu lalu.
Setelah mengingat nya Clara menceritakan kepada ke dua pengawalnya.
Dia juga menceritakan betapa menakutkannya tatapan mata Fai di waktu itu.
Di waktu lalu dia menyelidikinya tapi dia hanyalah bahan limbah yang tidak bisa di olah.
Tapi..
Sekarang dia melihat dengan mata telanjang bahwa kekuatan Fai itu begitu mendominasi.
Sehinga Clara ingin tahu lebih rahasia yang di milikinya.
"Ini menarik!"
Tanpa sadar lengkungan senyum indah terpaut di bibir indah itu.
...
Fai yang telah membunuh Galio, saat ini tubuh bawah sampai ke atas, penuh darah. Jika ada orang lain yang melihatnya mungkin merinding.
__ADS_1
Fai terbang dan bergegas menghampiri Nori.
Tapi sebelum itu, dia menjarah barang milik Galio.
Setelah menjarah, dia menemukan selusin uang, dan dia juga menemukan obat-obatan pemulihan tubuh yang menumpuk.
Itu adalah panen yang bagus.
Setelah menjarah kemudian Fai bergegas terbang menghampiri Nori.
Fai menghampiri Nori.
Ketika dia melihat penampilan Nori, dia tidak bisa menahan nafas dan mendesah pelan.
Penampilan Nori sekarang kusut dan tidak sedikit juga ada luka merah, selusin luka berdarah.
Untung saja Fai tepat waktu dan tidak terlambat.
Jika terlambat berapa nafas mungkin Nori akan letih dan meningal.
Fai memegang kepala Nori, seketika itu, tangan Fai mengeluarkan cahaya hijau transparan dan langsung menyelimuti tubuh Nori.
"Uhhgrt!"
Nori tidak bisa menahan mengerang karena ada perasaan yang mengelitik di tubuhnya, tapi itu mengasikan.
Setelah peningkatan Sihir Penyembuhan, bakatnya di tingkatkan bisa menyembuhkan luka dengan beberapa nafas.
Jika dulu melakukan sihir penyembuh kepada Elia memerlukan beberapa menit, sekarang hanya beberapa nafas.
"Adik, sekarang kamu sudah aman," Fai berkata dengan lembut dan penuh kasih.
"Wooo..! kaka aku sunguh takut seperti ingin mati!" Nori menangis sambil berteriak dan memeluk Fai, setiap tangisan itu ada ingus yang menggelembung di hidungnya sehinga penampilan itu lucu.
"Ngomong-ngomong kakak kamu, sunguh kuat sekali!" Mengingat adegan Fai menampar ketua geng Resimen Serigala Angin tiba-tiba mata Nori berbinar.
"Memang aku kuat, walau kuat aku juga tampan," Fai narsis.
"Pff kakak memang tampan."
Jika hanya saja Bella dan Tina mendengarkan ini mungkin dia akan muntah darah, ingin memukuli Fai.
"Ayo kita pergi ketempat sesuatu untuk membeli baju." Fai setelah berkata langsung meraih Nori.
Kemudian kakak ber adik terbang di langit.
Setelah beberapa waktu, Fai ahirnya melihat sesuatu dari jauh, tempat itu rame.
Dan banyak orang berlulu-lalang.
Para hadirin yang melihat mereka berdua tidak bisa berkata dengan penampilan mereka berdua.
"Hei siapa bocah itu? orang itu terdiam sejenak lalu berkata lagi:"Apakah orang itu habis melarikan diri dari pembantaian?"
Para orang yang melihat Fai dan Nori ada yang memandang dengan cangung, ada juga yang mencibir dan menghina dan ada juga yang bersimpati.
Fai memasuki sebuah toko.
Ketika para pelayan yang melihat mereka berdua terkejut karena penampilan mereka di penuhi darah bajunya.
__ADS_1
"Tuan tolong apa yang bisa kami bantu," Pelayan toko itu berkata dengan ahli.
"Berika kita dua set baju yang terbaik." Fai berkata dengan tenang.
Setelah beberapa waktu.
"Tuan maaf telah menungu, kami sudah mencarikan yang mungkin kamu suka." Pelayan itu menyerah kan kedua set baju.
"Yah! Bagus aku pilih yang ini." Fai langsung memilih.
Setelah beberpa waktu, ahirnya mereka telah berganti baju.
Dari awal yang berpenampil cangung seperti budak, sekarang terbang berubah menjadi seperti bangsawan.
Penampilan itu sunguh luar biasa, dengan Fai berpakaian serba panjang dengan warna hitam sedikit coklat dan rambut ter urai sedikit panjang itu mengagumkan. Dengan kombinasi mata dan alis seperti pedang, itu adalah pahatan yang luar biasa. Sehinga orang yang melihat menjadi nyaman tanpa kecuali para pelayan wanita, tidak bisa berhenti dari tersipu.
Di samping itu dengan peningakatan sistem ketampanan menjadi sempurna.
Di samping lain, penampilan Nori hanya di gambarkan gadis lucu dan imut, walau sedikit besar dari Melty tapi itu masih imut.
Dengan berpakaian rok dan rambut hitam panjang serta mata sedikit merah itu memberi kesan imut dan jahat.
Setelah berganti baju, mereka meningalkan tempat itu.
Mereka berdua selanjutnya memasuki sebuah Restoran.
Tempat makan itu besar dengan jumlah lantai ada tiga.
Ketika penjaga pintu melihat mereka memasuki, dia melihat bahwa Fai dan Nori memakai pakaian bagus sehinga mereka menjadi hormat.
Penjaga pintu melihat Fai, Fai juga melihat mereka, keduanya menganguk bersama.
Setelah duduk Fai memangil pelayan dan berkata. "Berikan aku hidangan yang terbaik."
Pelayan itu yang menghampirinya sedikit cantik, tapi ketika melihat penampilan Fai menjadi tersipu tapi pelayan itu tetap masih profesional dalam bekerja.
Terkadang para pelayan, ketika mengirim hidangan makanan kepada Fai, dia sengaja dan tidak sengaja menonjolkan lekukan tubuh dan memamerkan Gunung itu.
Fai menyadari itu, dan tidak bisa menghela nafas dan berkata. :"Aku ingin menjadi rendah hati, tapi ketampanan nya tidak mengijin kan."
Setelah beberapa saat berkata lagi. "Berbahagialah kalian karena aku memilih kamu menjadi istri di masa depan aku, entah wanita lain mungkin aku sudah tak tertarik lagi." Fai menyantap makanan tersenyum sendiri memikirkan Elia Tina dan Bella.
..
"Hachiu..!"
Tiba-tiba Bella, Tina dan Elia bersin secara bersama. Dalam hati, dia bertanya tanya siapa yang sedang membicarakannya. Tapi ketika dia menyadari bahwa yang bersin ber tiga, mereka tidak bisa mengutuk dalam hati.
"Fai dasar bajinan!"
Di sisi lain ke tiga orang itu sedang menemani Nuwa, dan Nuwa melihat ada yang salah sehinga kepalanya penuh tanda tanya.
...
Fai yang sedang makan bersama Nori sedang menikmati dengan lahap.
Tiba-tiba ada suara bocah yang meneriaki dengan jijik
"Berikan makanan yang paling enak di sini!"
__ADS_1
Fai yang mendengarkan sedikit mengerutkan keningnya, dan melihat siapa orang itu.
Fai melihat orang itu dengan penampilan pengemis tapi mempunyai kulit bagus. Dan itu masih anak kecil.