
Pada ahirnya, mereka melewati masa keritis sehingga Elia, merasakan kenyamanan.
"Tuan kamu sangat luar biasa aku menginginkan lagi!" Elia berkata dengan lemas tapi dengan mata sayu dan buram dia memandang ke bawah dengan kosong.
Fai bingung karena sekarang Elia menyukai jenis siksaan, namun Fai mendekati Elia dan tangan kanannya memegang dagu Elia dan berkata. :"Kamu tidak di ijinkan orang lain untuk melukai kamu, hanya akulah yang di bolehkan untuk menyiksa kamu."
"Dan satu lagi mulai sekarang kamu tidak di perboleh kan memangil aku Tuan, pangil saja aku Fai."
"Fai!" Tiba-tiba Elia mengucapkan nama Fai, dan langsung memeluk tubuh Fai setelah itu, dia berciuma dengan mesra.
Fai melepaskan ikatan yang mengantung Elia. Setelah itu Fai berkata kepada Elia. "Kamu coba membuat pose seperti merangkak dengan membelakangi aku."
Nada Fai lembut dan Elia menuruti nya, Fai melihat pantat Elia yang penuh luka dan darah menetes ke tanah tidak merasa kasian malahan darah nya mendidih sehinga Adik laki-laki Fai mengeras lagi dengan banga.
Setelah itu Adik laki-laki memasuki lubag gua sensitif milik Elia, Elia yang sedang lemas semangat lagi.
Akhirnya, mereka berdua selesai melakuakn adegan musim semi sehinga dia terlentang terengah engah di di tanah.
Setelah beberapa menit.
Mereka berdiri dan membersihkan debu yang menempel di semua tubuh, Fai juga membantu membersihkan tubuh Elia dan dia langsung tertuju ke pada pantatnya Elia yang rusak seperti coret-coretan anak kecil yang berwarna merah.
"Kemarilah aku mau lihat pantat kamu!" Kata Fai.
Elia tersipu apakah Fai akan melakukan penyiksaan lagi?
Kemudian Elia memamerkan pantatnya kepada Fai, setelah itu Fai membuat handuk untuk menghapus darah yang ada di pantat Elia.
Begitu Fai mengelap darah yang ada di pantat Elia, sekali lagi, Elia tubuhnya bergetar hebat, dan lagi- lagi Elia mengeluarakan kata-kata "Oww!" Dengan genit dan nakal seseolah menikmati.
Mulut Fai berkedut hebat apakah anda begitu vulgar.
Elia melihat bahwa mulut Fai seperti menahan amarah sehinga dia malu, kemudian Elia menjelaskan.
"Maaf Fai, aku tidak tahu kapan semenjak mempunyai tubuh titanium, dan semenjak berhubungan ranjang bersama kamu, tiba-tiba pantatnya menjadi area sensitip."
"Apakah itu benar apa yang kamu bicarakan!" Fai berseru bahwa temuan ini sangat menajubkan sehinga dia tertarik lagi dan tanganya meremas lagi.
Dan benar saja ketika meremas, mulut Elia mengeluarkan suara mengerang menawan, dan di area itu juga mengeluarkan cairan lagi.
"Sunguh menajubkan!" Fai berseru dan berhenti meremas.
__ADS_1
"Apakah kamu sudah percaya!" Elia menoleh menghadap Fai dengan wajah yang sangat cabul sambil terengah-engah hinga mengeluarkan udara keruh dari mulutnya.
Fai mempercayainya tapi dia menahan lalu sekali lagi dia mencoba berpikir jernih dan berkata lagi. "Ayo sudah malam hari, ber istirahatlah dan tidur kita akan ada acara besok."
"Yah!" Elia patuh dengan cemberut dia sangat tidak puas tapi dia tidak berbicara hanya patuh.
"Aku akan menyembuhakan pantat kamu yang berdarah ini!" Tiba-tiba tangan Fai mengeluarkan sinar hijau tapi tangan Fai langsung di pegang oleh tangan Elia.
"Tidak perlu sama sekali, ini sebagai tanda resmi kita bahwa sekarang kamu dan aku menjalin hubungan." Alasan Elia sangat masuk akal tapi ada satu alasan lain yang begitu vulgar bahwa Elia sengaja membiarkan sembuh sendiri bahkan dia berniat tidak membirakan sembuh untuk menikmati perasan mengasikan ini.
Fai terpana ketika mengetahui isi pikiran Elia apakah setelah mendapatkan tubuh titanium yang bermutasi orentasi Elai begitu abnormal.
Fai membayangkan jika luka itu tidak di sembuhkan akan menimbulkan penyakit tapi dia tidak akan melarang toh dengan tubuh titanium dia bisa menyembuhkan dengan otomatis.
Karena dia wanita, wanita tidak akan mau tampil jelek dan menuntut tampil sempurna tanpa kecuali Elia.
"Kamu sudah cantik akan sayang jika membiarkan pantat kamu penuh luka, walau itu tersembunyi tapi kamu harus merawatnya."
"Aku juga baru menyadari bahwa pantat kamu menjadi sangat elastis dan enak di remas." Kata Fai sambil mengaruk hidungnya.
Elia tersenyum dan berkata. "Jika seperti itu kamu boleh menyiksa pantat aku sesuka hati kamu."
"Itu harus menjadi rutinitas!" Fai berkata dengan mata bersinar.
"Kamu tidurlah dan beristirahat." Kata Fai dengan lembut.
"Ok kamu juga tidur dan semoga mimpimu menyenangkan." Setelah berkata Elia, menuju ke tempat tidur tapi entah kenapa,ketika Elia sudah di kasur dia secara sengaja atau tidak sengaja dia merapihkan bantal dengan merangkak dan pantat Elia di pamerkan ke Fai.
Sehinga Fai yang akan meningalkan langsung berhenti terpaku dia merasa bahwa pantatnya sangat bagus Fai memandang terus tanpa sepengetahuan Elia.
Sehinga Fai memunculkan pikiran jahat, dengan bakat pencipta dia membuat dua pasang alat bantu S*x yang cukup besar.
Setelah itu Fai mendekati Elia, tiba-tiba pantat Elia di pegang hinga bergetar, kemudian Fai memasukan benda itu ke lobang pantat Elia.
"Oww! Apa yang kamu.. kamu lakukan!" Elia kaget dan terengah engah dia meraskan bahwa lobang pantat nya seperti ada yang masukan benda asing dengan paksa dan itu menyakitkan sehinga berdarah itunya.
Elia juga merasakan bahwa di bagian atas benda yang tumpul itu, ketika sudah masuk seutuhnya dia merasakan bahwa benda pucuk yang tumpul itu membuka.
Kemudian tinggal satu alat lagi Fai memasukan ke lobang depan.
"Ahhh ini sakit... !"
__ADS_1
Terus Fai, membuat CD dan di bawahnya hanya lebar seikat tali, dan itu sangat sesak sehinga CD dengan lebar satu senti memasuki sela-sela pantat dan tak terlihat. Cd itu sangat ketat dan sesak sehinga kedua benda yang di masukan oleh Fai terdesak kedalam lobang dengan nayaman.
Pantat Elia meraskan perih di waktu itu dan darah yang menetes dari lobang belakang juga jatuh di selimut.
Kemudian fai membuka kedua kaki Elia dengan lebar sehinga dia melihat kedua benda itu dengan nyaman. kedua benda itu tidak sepenuhnya memasuki kedalam dan masih menyisakan dua senti.
Lobang belakang di penuhi darah yang mentes, dan bagian depan, hanya cairan putih yang deras.
Dengan pengaturan Fai Cd itu tidak bisa lepas sebelum Fai yang melepaskan.
Lalu Fai membisikan ke telinga Elia dengan lembut. "Kamu tidak di perbolehkan untuk melepaskan ini sebelum aku menyuruh!"
"Fai aku mohon lepaskan, ini sunguh memalukan, Fai aku merasaa ingin BAB! Tapi karena ada benda yang menyangkut di lobang tidak bisa keluar!" Elia terengah-engah.
"Kamu tidak perlu khawatir, rasa ingin BAB itu di sebabkan karena benda yang ada di dalam tubuh kamu percayalah berlalunya waktu akan terbiasa."
"Dan tenang saja jika kamu ingin BAB kamu perlu menekan tombol kecil di area lingkaran itu." Kemudian Fai mempraktekan dia mengusap darah yang membasahi di area tersebut lalu menekan tombol kecil.
Dan benar saja ketika tombol itu di tekan benda yang besar dan sesak di dalam, tiba-tiba di tengah area itu membuka bulatan kecil dengan diameter lebar sejempol tangan. Fai tahu bahwa lubang itu tidak cukup lebar sehinga menyusahkan Elia untuk BAB.
Tapi siapa Elia dia adalah wanita yang menyukai kesadisan dan menyakitkan, semakin sadis penyikasan itu semakin tingi juga gairah akan musim seminya.
Operasi ini bertujuan bahwa Fai takut ketika Elia melukai pantatnya hanya karena kesenangan belaka, sehinga Fai mengambil jalan pintas yang pantas dan lembut.
"Baiklah aku pergi!" Fai mencium Elia dan Elia juga mencium dengan serakah.
Setelah Fai keluar dari kamar tiba-tiba dia langsung berdiri dengan gemeteran dan dia turun dari ranjang kasur dengan itu dia langsung berjongkok.
Elia berjongkok sangat lama dia merasakan sakit seperti tersobek di pantatnya dia juga melihat bahwa ada darah yang menetes.
Sebenarnya dia ingin sekali menyopot benda ini dari pantatnya tapi dia ragu-ragu dan itu juga percuma dia tidak bisa melepaskan itu. Selain ada rasa sakit di area
pantat ada juga rasa kenikmatan yang tiada tara sehinga dia ragu-ragu untuk mengeluh lagi kemungkinan apa yang di katakan Fai benar jika sudah terbiasa maka tidak masalah.
Kemudian Elia meraih kain untuk menyeka darah dan cairan itu.
"Oww!" Sekali lagi Elia mengelurkan suara yang centil.
"Sial sunguh luar biasa!" Elia tertawa dengan muram sambil menikmati sensasi kenikmatan di area yang sedang di bersihkan.
Elia setelah lama berdiri lagi dan berjalan ke tempst tidur dengan hati-hati, dan dia mencoba berbaring, tapi setiap pantat menyentuh kasur Elia mengeluarkan suara centilnya karena benda yang menancap bersentuhan dengan kasur sehinga menusuk kedalam.
__ADS_1
DIa mencoba tertidur dengan gaya menyamping, pose itu berhasil juga sehinga rasa sakit di sekitar pantat menghilang hanya menyisihkan sensasi kenikmatan.
Secara tidak sadar Elia tertidur karena terlalu lelah sehinga karena gerakan bawah sadarnya itu dia merubah posisi tidur sehinga sekali lagi darah keluar.