Dewa Yang Maha Kuasa

Dewa Yang Maha Kuasa
Aku Ingin Membunuh Kamu


__ADS_3

Bab 209 Aku Ingin Membunuh Kamu


“Aku tidak mengancam mu, tapi aku mengingatkan kamu untuk menyarankan pilihan yang terbaik bagi mu.” Raja Falas tersenyum ke arah Fai sangat garang seseolah ingin memakan Fai hidup-hidup.


“Ok baiklah... aku juga akan mengingatkan kepadamu, lebih baik kamu tidak mengatur kehidupan aku, karena aku tidak suka di atur. Apa lagi orang yang mengaturku seseorang yang aku benci.” Fai berkata sangat tenang bahkan tidak melirik ke Falas sedikit sama sekali.


Raja Falas marah ingin berkata, namun seketika di intruksi oleh Anya: “Fai.. aku tahu kamu tidak suka di atur, namun percayalah jika kamu mau menjadi istriku maka kehidupan semua yang kamu miliki akan bahagia.”


“Kamu tidak perlu percaya diri, aku tidak menyukai kamu sejak dari awal, jadi aku menolak semua yang kalian tawarkan kepada ku..!” Kemudian Fai melihta Numan langsung menyembuhkan luka yang terlihat di mata telanjang. Bahkan Fai menyembuhkan luka Zhack.


Setelah menyembuhkan Fai berkata kepada ke dua orang itu: “Guru kalian bisa beristirahat, sekarang masalah ini aku yang menanganinya.”


“Nak aku percayakan kepadamu.. berhati-hatilah..” Zhack akhirnya lega karena ada Fai yang mau menolong.


“Hmmmm berhati-hatilah.” Numan juga mengangguk lembut.


“Baik.. kalian menyingkirlah...” Fai menginstruksi kepada semua wanitanya.


Setelah semuanya sudah menyingkir akhirnya menatap ke arah Raja Falas kemudian berkata: “Aku ingin membunuh kamu, jadi bersiap-siaplah.”


“Fai Apakah kamu gila..” Anya berteriak sangat tidak wajar wajahnya.


“Aku tidak gila... Justru yang gila itu, kalian.. aku ingin hidup tenang, tapi kalan seperti orang gila yang terus menerus mengganggu aku setiap saat.” Fai membalas sangat tenang.


“Kamu brengsek Fai sialan..” Anya tidak terima akan hinaan yang di lontarkan oleh Fai sehingga Raha Falas yang mendengarkan langsung tidak tahan bergegas untuk membunuhnya.


“Bajingan.. berani menghina anaku... mati kamu...!”


"Sikat!"


Raja Falas sangat marah langsung menggunakan seluruh kekuatannya untuk menyerang Fai dari kejauhan. Di tangan Raja Falas, memercik butiran Guntur yang sangat dahsyat dan berkedip-kedip.

__ADS_1


Namun, reaksi Fai sangat lambat seseolah serangan itu seperti mainan anak kecil belaka. Guntur itu mencoba menyambar ke arah dirinya. Namun tangan Fai hanya melambaikan sangat ringan ke arah depan.


Setelah itu, langsung ajaibnya gutur yang sangat menakutkan berbelok untuk menyerang Raja Falas.


"Swosh!"


“Tidak baik..!” Raja Falas langsung menghindari serangan Guntur sangat sigap. Walau raja Falas sudah menghindari, namun kecepatan Guntur itu begitu mencengangkan, layaknya kecepatan cahaya itu sendiri.


"Bam!"


Separo bagian tubuh raja Falas langsung gosong. Bahkan seperti di bakar hidup-hidup. Ketika Anya melihat bahwa ayahnya mengalami terluka, langsung berteriak.


"Ayah..."


Anya seketika langsung menghampiri dan menatap ke arah Fai sangat ganas. “Fai... apakah kamu sangat jahat..”


“Aku sangat jahat dan kamu juga jahat. Jadi, sesama orang jahat tidak boleh protes. Ini mungkin sedikit setimpal karena dia sudah melukai wanita aku.” Kata-kata Fai sangat dingin, tidak ada jejak kepedulian sama sekali terhadap mereka berdua.


“Kamu...Ahhhh...” Anya berteriak langsung bergegas ke arah Fai sambil menggunakan bakat Api untuk membakar Fai hidup-hidup.


"Sikat!"


"Swosh!"


“Kamu.. Fai.. aku membenci kamu..!” Anya yang di tusuk kepalanya akhirnya menutup mata selamanya. Namun di jejak mata itu, ada kesedihan yang sangat mendalam.


Raja Falas yang separo tubuhnya gosong, begitu melihat anaknya tewas dengan cara yang mengerikan, sontak dia langsung menatap ke arah Fai sangat ganas.


“Ahhh bajijangan kamu berani sekali untuk membunuh anakku... ahh keparat, mati kamu...” Raja Falas meraung gila langsung menggunakan fisiknya untuk meninju Fai.


"Swosh!"

__ADS_1


"Bam!"


Seketika tinju itu berbenturan dengan tinju Fai sehingga kepalan tinju Falas langsung meledak seperti semangka.


"Bom!"


“Tidak mungkin... ahhh tanganku...” Raja Falas tertatih-tatih mundur sembari kesakitan akibat luka tangan yang hilang akibat meledak.


Kemudian dia sambil menatap Fai, dengan jejak kengerian yang amat luar biasa. Dia sungguh tidak tahu batas kekuatan yang dimiliki oleh Fai.


"Ayo serang lagi Jika kamu memiliki kekuatan..” Fai menghina sangat percaya diri.


“Kamu telah membunuh anaku, dan aku yang berada di sini akan bersumpah bahwa meskipun aku mati aku akan menjadi iblis untuk menghantui kamu..” Arthur yang tangan satunya hilang dia bersumpah.


"Hahaha coba aku ingin melihat bagaimana kamu menjadi iblis hahaha!” Fai tertawa. Kemudian, dia melirik mayat Anya langsung seketika di bawah tanah muncul tangan hitam yang sangat mengerikan langsung mengambil dan melarak jasad Anya ke dunia bawah tanah di mana para mayat hidup dan zombie di simpan.


“Apa yang kamu lakukan ban*gsat..” Raja Falas sangat emosi tercampur sedih ketika anaknya di bawa oleh tangan hitam misterius dari bawah tanah.


“Aku ingin menjadikan anakmu sebagai mayat hidup sebagai bawahan aku..” Fai menjelaskan sangat tenang kepada Raja Falas.


“Kamu sialan aku tidak menerimanya..!” Raja Falas yang sangat menyedihkan sekarang akhirnya mencoba menyerang Fai lagi. Tapi seketika tangan kanannya Fai berubah menjadi pedang langsung memenggal kepala Raja Falas.


"Sring!"


"Puf!"


“Sekarang giliran kamu aku jadikan menjadi hantu mayat hidup.” Kata Fai sambil melihat kepala gelinding Raja Falas yang sedang menatap ke arah Fai dengan jejak kengerian. Namun hanya berapa detik mata kepala raja Falas langsung menutup dengan sangat enggan.


“Sekarang aku setara dewa, kamu tidak bisa membunuhku dan aku sangat mudah membunuh mu.” Fai sangat percaya diri sambil mengangkat kepala Raja Falas untuk di perlihatkan kepada semua orang yang sedang melihat


Bukan hanya itu saja, setelah membunuh Raja Falas dirinya memajang kepala Falas di pelataran akademik sihir.

__ADS_1


Kemudian tunbu Falas langsung di bawa oleh tangan misterius dari Bawah tanah untuk di jadikanlah Ebagai pasukan mayat hidup.


”Sekarang sudah selesai, maka tinggal pulang ke rumah.” Fai mendekati Alisha yang sedang berkumpul dengan Aludra. Bahkan Julia yang sudah tiba di tempat ini sudah melihat kecantikan Alisha seketika tidak percaya diri.


__ADS_2