Dewa Yang Maha Kuasa

Dewa Yang Maha Kuasa
Sarah Tidak Ingin Melepaskannya


__ADS_3

Bab 170 Sarah Tidak Ingin Melepaskannya


Tiba-tiba Sarah marah dan mencoba melepaskan pelukan Fai sambil berkata: "Kamu bajingan aku sudah tahu bahwa kamu seseorang mesum yang tidak tahu malu..!"


"Jika kamu mau menjadi tidak tahu malu, lepaskan lah, ini dunia sudah berhenti waktunya kamu bebas melakukan apa yang ingin kamu lakukan, bukankah ini yang di namakan hidup!" Fai tersenyum. Dia tahu bahwa wanita sangat pintar membalikan Fakta. Namun Fai yang mempunyai bakat telepati tidak begitu mudah untuk di bohongi.


Dia tahu bahwa Sarah mengucapkan kata-kata penolakan dengan tegas tapi di hati tidak demikian.


Kemudian Fai membujuk lagi: "Ayo aku mungkin ini perpisahan terakhir aku melihat kamu, aku akan pergi ke kerajaan Elf."


"Fai apakah kamu tidak puas, bahkan kamu mengincar wanita lain yang sudah mempunyai pasangan kamu.. Kamu dasar gila..!"


"Aku tidak peduli aku hanya ingin bercinta dengan kamu, kamu seharusnya bersyukur karena kamu salah satunya wanita yang aku inginkan, di luar sana aku sebenarnya tidak tertarik wanita yang seumuran. Tapi kamu tidak." Fai sambil memeluk dan mencium bau anggrek tubuh Sarah berkata sambil tersenyum.


"Kamu lepaskan Fai... sialalan...ahh.. Ahh!" Tiba-tiba, cakar iblis Fai menyusup sela-sela vital dari belakang dan membelai alat vital Sarah begitu ahli.


Fai terus memainkan itunya hingga basah dan mengalir di kedua paha Sarah.


"Kamu pembohong." Fai tersenyum sambil melepaskan cakar iblis nya, lalu dia pamerkan tepat di wajah sarah yang penuh cairan suci.


Sarah malu, dia tidak memandang tangan iblis Fai karena dia sudah tahu. Bahkan dia meraskan bahwa pijatan Fai sungguh nikmat sehingga tanpa sadar itunya basah.


"Ayo buka mulut kamu." Fai menyuruh Sarah untuk membuka mulutnya. Dia berniatan untuk memasukan jarinya yang penuh cairan suci untuk di cicipi Sarah sendiri.


"Kamu.. menjijikan aku tidak akkan akkk.. Mmmm.. Mmmmm ...mmmmm!" Sarah membrontak namun masih kalah dan pada akhirnya dia memainkan jari Fai sangat nikmat.


"Apa yang aku pikirkan, kenapa aku menikmati.. Grey kenapa di saat suatu keritis kamu tidak muncul..!" Sambil memainkan jari Fai dia menangis.


Kemudian Fai melepaskan bagian bawah Sarah tanpa perlawanan. Bahkan Fai melihat bahwa itunya sudah basah.

__ADS_1


"Hmmm kamu cukup bergairah.." Fai setelah membuka bagian bawah Sarah tersenyum. Lalu melanjutkan perkataan lagi: "Aku tahu kamu sangatlah bergairah jadi ayo hanya kali ini saja sebelum perpisahan."


Kemudian Fai melepaskan bagian bawah dan pada saat itu, adik laki-laki yang perkasa langung muncul. Setelah itu, Fai mencekram kedua tangan Sarah dia di putarkan untung membelakangi dirinya sehingga sepeerti memamerkan pantatnya.


Fai mengesek-gesekan sela-sela lobang buaya sehingga cairan itu membasahi benda pusakanya. Bahkan Sarah mengeram sambil memarahi.


"Ahhh Fai..aku akan membunuh kamu... ahh iyah.. aku akan mengatakan bahwa kamu telah melecehkan aku... bahkan jika aku mati aku akan menjadi hantu untuk menghantui mu... ahh ... iyah... hmps..!" Wajah Sarah menawan sambil menatap ke atas.


"Hehehe aku sangat menyukai pantat kamu, bahkan aku sudah menduga bahwa kamu sudah menyerahkan kesuciannya kepada Grey. Maka dari itu aku tidak berani memasuki lobang itu, jika tidak Grey akan curiga. Tapi lobang pantat kamu masih belum terjamah maka akulah yang pertama menjelajahi." Kemudian adik laki-laki Fai memasuki pantat.


"Iyahhhhh ahhhh ohhhh! Pantat aku oww.. kamu sangat besar sekali, tidak... ahhh...!" Sarah mengeram kenikmatan ketika pantanya di belai Fai.


Kemudian Fai menari sangat semangat kemudian Fai melepaskan kedua tanganya Sarah sehingga dia tanpa sadar tangan sarah memegang meja sambil memamerkan pantatnya dan merelakan di belai Fai sangat keras.


"Ahhh Fai.. aku bunuh.. aku bunuh kamu... ahh.. !"


"Ahhh kamu Fai bedebah sialan ahhhh... ahhhh !"


Alat vitalnya Sarah mencipratkan air suci ke lantai cukup deras, bahkan tanpa sadar raut bibir Sarah ingin tersenyum karena rasa nikmat ini.


Melihat Sarah yang sedang mengomel, Fai berkata sambil melepaskan paksa adik laki-lakinya yang sedang menancap di bokong Sarah, sambil berkata. "Kamu sangat rewel!"


"Kenapa?" Begitu benda pusaka di lepaskan, tiba-tiba Sarah berhenti mengeram sambil menggoyangkan pantanya seseolah dia meminta lebih keras untuk merusak pantatnya.


"Aku sudah tidak serela lagi karena kamu begitu berisik..!" Fai memandang Sarah yang menunduk malu, tapi masih memamerkan bokongnya ke arah Fai.


Kemudian Fai berkata lagi: "Baiklah, karena aku belum melwati masa keritis akan sayang jika tidak di buang di dalam pantat kamu."


Setelah berkata, Fai memasukan lagi ke pantat Sarah, hingga Sarah mengeram bahagia dalam hati.

__ADS_1


"Ahhh ini nikmat..! Maafkan aku Grey ini hanya satu kali dan aku masih mencintai mu...!"


Saat ini Fai menari sangat semangat bahkan sampai berbunyi keras benturan paha dirinya sama bokong elastis Sarah.


Bahkan itunya Sarah bertambah deras.


"Lihatlah.. Kamu sebenarnya menyukaikan, kamu sangat berbohong." Fai berkata sambil tersenyum.


"Ahhh kamu.. Phmss ehmmm uhhhh ahhhm kamu lebih baik diam aku benci kamu! Aku ingin membunuh kamu...!" Sarah sambil mengeram marah dan menawan dia memarahi Fai.


"Kamu sebaiknya diam, jika tidak aku copot lagi...!" Fai tersenyum sambil merasakan hangatnya dan sempitnya milik Sarah.


"Kamu tidak di ijinkan untuk melepas.. aku bunuh kamu jika kamu melepaskan ahhh iyahh...!" Sarah memarahi namun dia sangat tidak mau jika adik laki-laki Fai lepas sebelum masa keritis berhasil.


"Hahaha baiklah-baiklah aku sangat takut, jadi sebelum masa keritis kita harus berpuas diri." Fai sambil tersenyum, meraih kedua gunung yang sedikit mengembang dan memainkan. Anehnya Sarah tidak menolak bahkan meminta untuk lebih keras lagi.


Fai sangat gembira dan akhirnya dia membelai gunung dan pantat sangat keras. Akibat goncangan yang sangat keras, Sarah berteriak ke girangan.


"Ahhh ini baru hebat aku menyukai.. ahhh aku meraskan rasa nikmat di bokong ahahh iyahhh hebat.. woww sungguh besar ahh!" Walau Sarah saat ini mesum, namun matanya mengair deras dia sangat ingin lepas dari jerat gairah yang di lakukan Fai. Namun jerat gairah yang di lakukan Fai, dia tidak bisa melepaskannya.


Karena bagi Sarah Fai sangat tampan, maskulin dan adik laki-laki yang besar yang sedang membelai di dalam bokong, ini membuat goncangan luar biasa bagi Sarah.


"Ahhh sungguh nikmat.. Aku sangat suka adik laki-laki yang besar milik Fai..!" Sarah dengan tatapan buram dan pupil matanya berubah menjadi Love namun ada tetesan air mata, dia berteriak kenikmatan sambil menjulurkan lidahnya.


......................


Hari ini tangan aku keriting karena up 4 bab dalam sehari


......................

__ADS_1


__ADS_2