Dewa Yang Maha Kuasa

Dewa Yang Maha Kuasa
Membunuh


__ADS_3

Malampun berlalu dan pagipun datang, Fai membuka matanya dengan segar keluar dari kamar tidak lupa menyapa kedua pelayanku dan masuk ke kamar mandi untuk mencuci muka.


Kamu mencuci muka ketampanan meningkat +5.


Setelah keluar dari kamar mandi Fai melihat kedua pelayanku , lalu melirik Elia lalu dalam hati Fai berbicara.


" Setelah segel kutukan di angkat suasana Elia sudah mulai membaik."


"Elia setelah segel kutukan telah menghilang, apakah kamu merasakan ada yang tidak nyaman? "


"Tuan setelah segel kutukan di angkat, sekarang tubuhku benar benar sembuh dan penuh energi!"


Fai yang mendengarkan juga sangat senang.


Lalu ketika Fai keluar dari kamar, melihat Tina sedang berjalan mendekatinya, ketika Tina sudah sampai langsung mengangukan kepalanya kepada ketiga orang lalu tersenyum berbicara.


"Apakah tidurmu menyenangkan?"


"Yang mulia, kami malam ini sunguh nyenyak tidurnya"


Fai juga ikut membalas juga.


"Mmm sunguh nyaman tidur disini, walaupun kamar kusus buat para pelayan tetapi tetap nyaman banget, Tetapi akan lebih nyamam jika ada wanita cantik yang menemaniku!"


Tina langsung melototi Fai, dan berbicara.


"Dasar otak bengkok!"


Setelah beperapa nafas, Fai pergi keluar dari kamar, terus mencari halaman yang lumayan luas, untuk berlatih, setelah itu Fai mulai berlatih , Tinju , melompat lompat , menendang nendang, faktanya Fai tidak perlu memakai seni bela diri ataupun sihir sulap, karena Fai percaya dengan melakukan gerakan acak mesti mendapatkan pengalaman dari Sistem.


Setelah melakukan gerakan dasar tubuh, lalu Fai mencari batu segede semangka, dengan di angkat langsung di lemparkan ke langit, lemparan yang di lakukan oleh Fai begitu sengit, cepat seperti roket , setelah melemparkan selang berapa menit Fai melompat dan terbang, dan ketika batu itu hendak jatuh Fai menangkapnya lalu di lemparkan lagi, Fai melakukam itu berulang ulang , Sampai tiba di hutan belantara mencari monster untuk dibunuh sebagai pengalaman.


Sampai pada ahirnya, Fai tiba ke hutan yang cukup dalam ketika melihat beruang dengan setingi 5 meter, dengan semangat berlari mengarah monster beruang itu, dengan kecepatan yang terlihat dengan mata telanjang Fai langsung mengarahkan tinjunya kepada Monster beruang itu, Beruang yang melihat Fai menyerang mengarah dirinya langsung marah merasa terhina, dengan raungan garang menghadap Fai , langsung berlari mencakarnya, ketika melihat bahwa Beruang itu menyerang mengarah dirinya sendiri lalu Fai mengarahkan Tinjunya ke cakar Beruang itu,


"Bang!"


suara tabrakan dengan tangan Fai dan cakar tangan Beruang,


Ketika beruang melihat bahwa Fai menyerang dengan tangan kosong langsung marah merasa terhina sampai pada ahirnya cakar Beruang bertemu dengan tangan tinju Fai.


Setelah bertabrakan, tangan beruang itu merasakan sakit lalu dengan terkejut melihat bahwa tangannya hancur seperti semangka.


Di sisi fai setelah meninju beruang itu langsung melompat lalu membuat sihir kerucut es dengan bunyi swuss!! Langsung menusuk nusuk kepala monster beruang hinga tewas.


Setelah membunuh beruang Fai langsung melompat dan melewati mayat beruang dengan berlari kedepan dan tidak lupa Fai membuat sihir es di tanganya dengan mirip seperti tombak, dan mencari monster lagi.


Kemudian, Fai melangkah ke hutan yang lebih dalam, seketika membangkitkan para monster monster yang lebih ganas,


Di saat itu Fai hanya membunuh monster yang level rendah, dengan mengerutkan kening langsung cemberut: "Jika ini tidak di lanjutkan ke dalam lagi maka saya tidak bisa memburu beberapa monster yang agak tingi,"


Fai merenungkan sejenak.


Hati Fai tengelam, lalu dengan hati hati mencoba mengeluarkan Aura yang mendominasi.


Lalu aura yang mendominasi menyebar langsung lalu beberapa menit kemudian, selusin mata hijau dan mata merah dengan menatap dingin seseolah sedang teprovokasi.


Karena nafas dan aura yang di lepaskan oleh Fai membuat monster monster itu menjadi bringas.


Dalam sekejap.


Ada serigala Level 2 dengan tanduk merah berseru.


"Mengaum!"

__ADS_1


Ketika Fai mendengarkannya langsung berteriak bahagia.


"Ini bagus!"


Membuat tombak kerucut es, Fai tersenyum ringan dan berkata.


" sudah waktunya tiba untuk memulai pembantaian!"


Suara tembakan Kerucut es membuat serigala bertanduk tertegun tetapi sebelum beraksi Fai meninju mulut serigala bertanduk dengan tatapan Jijik.


"Bang!"


Serigala bertanduk terhempas ke udara lalu dengan bunyi tembakan kerucut es jatuh ketanah dan mati.


"Kamu membunuh serigala bertanduk, Fitalitas darah +5."


Fai diam diam tersenyum banga, karena kekutan dan skill ku meningkat, serigala bertanduk level 2 langsung terbunuh.


Keren'!!!


Hanya 1 kata yaitu Keren'!!


Lalu dengan melompat ke udara Fai menghampiri serigala bertanduk, lalu menusuk dengan sihir es nya, mengambil kepala dan di lumuri darah itu sehinga bisa menarik monster lainnya.


Bau pun menyengat hinga menyebar dan saat itu jeritan Monster pada meraung, dan suasana hutan menjadi gelisah.


Fai hanya tersenyum dengan semangat bergegas ke selusinan perkumpulan monster, lalu dengan mengepalkan tinjunya.


"Bang!"


Fai tidak membuang waktunya lalu dengan tinju para monsterpun menjerit putus asa.


Kerucut es menembus kepala monster.


Saat itu Sistemnya berdering di benak Fai terus sehinga membuat semangat.


Fai sekarang seperti jelmaan setan ashura, begitu galak dan bringas.


Seperti dewa yang turun dari neraka, untuk membantai sehinga monster yang ada di hutan dan hantu tidak damai.


Segala cara pembunuhan dilakukan oleh Fai, meraung, darah terciprat ke bajunya sehinga membuat seperti setan dari neraka sunguhan.


Dari pagi hinga pagi , malam hinga malam , hinga hari pagi dan malam lainya.


Fai mendesah lega lalu berbicara.


"Ahirnya!!'


Tetapi pada saat itu, tembakan dingin dengan aura membunuh menghampirinya.


Pedang keluar seperti meteor dari langit sangat cepat dan kuat, lalu dengan ringan menghindarinya Fai berbicara dengan senyuman dingin. "Ahirnya kamu membuat tembakan."


Dari awal Fai tahu bahwa ada dua orang yang mengikutinya dari belakang tetapi dihiraukan.


Lalu Fai melihat dua sosok keluar dari kegelapan tapi dengan terkejut mata Fai terpelintir menghindari tembakan pedang.


Fai melihat bahwa pedang itu menyala seperti kembang api, lalu dengan ringan mengangkat tangannya ke arah pedang itu. Dengan gampang Fai memegang pedang itu lalu melemparkan pedangnya ke arah seseorang yang menyerangnya.


Orang misterius menghindari dan juga kesal, dengan mengretakan giginya, matanya melihat Fai , tangan kiri memegan pedang, tangan kanannya kosong: "Nak mencari kematian!!"


Ada suara keras berdentangan , tapi Fai masih bisa tenang dan menghindari.


Dua serangan, satu tidak berhasil, yang kedua segera memukul dengan sembunyi sembunyi.

__ADS_1


Melihat musuh yang menyerang, sekitar umur 30 sampai 40 tahunan, walaupun dia lebih lemah dariku tetapi pengalaman perangnya cukup kaya.


Hati Fai masih tenang, melihat musuh menyerang lagi, Fai hanya mendengus langsung menangkap langsung.


Kedua tangan saling bertabrakan dan udara sekitar erea tersebut mengamuk.


Setelah beberapa detik, Tangan Fai masih utuh dan menguarkan kepulan asap, Tangan musuh langsung hilang dan berteriak ngeri.


Fai tersenyum dingin lalu berbicara, " Ok saya tidak mau bermain denganmu, saatnya kamu mati"


Ketika kata "Kematian" jatuh, hati musuh langsung dengan penuh kemarahan.


Atribut listrik perlahan keluar dari tubuh musuh , lalu dengan meledak dengan terlihat mata telanjang.


Tetapi sayangnya serangan musuh itu tidak bekerja sama sekali.


Fai hanya tersenyum lalu dengan berdiam ,tangan kiri musuh tersebut langsung menusuk Dada Fai, tetapi pedang itu tersumbat di dadanya musuh terheran heran.


"Bang!"


Pukulan Fai langsung mengenai dada musuh.


Musuh merasakn rasa sakit di dadanya dan organ dalamnya langsung runtuh.


Fai menusuk leher musuh sampai darah memuncrat ,


Mata musuh masih melotot seseolah tidak percaya akan kematianya.


"Sekarang adalah kamu !" dan tinju yang mendominasi mengenai musuh.


Bang!!"


Bukit bukit hancur hinga puluhan meter, lalu menabrak pohon besar dan berhenti, menyaksikan Fai menjadi seperti setan Ashura turun dari neraka!


Melarikan diri !!"


Beberapa puluh meter musuh itu melarikan diri dengan panik, dengan gila melarikan diri kadang terjatuh kadang merangkak seperti serigala.


Tidak peduli seberapa keras melarikan diri, itu percuma kalau melawan Fai, mengunakan langkah bayangan lalu menghampiri musuh itu


Crackk!!!


Fai meremas leher musuh sampai hancur dan terpelintir.


...


Di kejauhan ada seseorang yang mengamati pertempuran Fai dan para pembunuh itu.


"Ini tidak terduga!"


Tetapi pembunuh yang di kirim untuknya akan mati seketika itu di tangan Fai.


Pemuda misterius ini bernama Layron Clarck salah satu keluarga teratas di kerajaan Rossen ada pun Layron memerintahkan pembunuh untuk berurusan dengan Fai adalah, cuma karena alasan dia membenci wajah tampannya.


Dan Layron juga yang menculik Fai hinga tewas dan di buang ke hutan Orc, Lalu Hantu Fai yang dari bumi menempatinya.


Ketika Layron melihat semua ini merasa menjadi merasa suram lalu dengan mengepalkan tinjunya berbalik dan menghilang.


Di dalam rumah, melalui jendela, dengan angin sepoi sepoi perlahan membukak. Lalu dengan munculnya sosok dingin, tinju terkepal erat dengan aura pembunuhan yang intens memenuhi ruangan tersebut , wajah Layron kembali tenang, aura pembunuhan juga menghilang, tetapi amarah batin masih membara seperti api.


Lalu Layron memandang ke langit dengan malam yang gelap dengan cara yang menyeramkan,


"Fai aku pasti akan membalaskan kebencianku kepadamu dam aku akan membiarkan memberimu pemakaman kematian yang sangat indah,"

__ADS_1


__ADS_2