
Bab 180 Aku Benci Cara kamu memandang Aku
Mulan mencium Fai sangat nikmat dan Fai, dia sambil membelai bokong Aludra penuh semangat.
Numan setelah mencium Fai, dia memamerkan bokongnya untuk meminta Fai agar berjilat alat vital sendiri yang terdapat lusinan tindik.
Fai menuruti dia menjilat es krim yang penuh tindik seperti ada tantangan tersendiri.
Numan mengeram bahagia. Bahkan Fai sengaja memblokir ruang agar suara tidak di dengar.
Karena terlalu bergairah kedua wanita itu bermain musim semi sampai dini hari.
"Bagai mana kedua wanita aku, apakah kamu puas." Fai berkata sambil memandang Numan dan Aludra yang terkapar di kasur.
Dengan Numan yang dari itunya masih mengalir seperti mata air begitu deras tidak kering-kering, akibat cairan suci milik Fai terlalu penuh di dalam tubunya. Dan Aludara yang mengeluarkan darah dari lobang bokong terus menerus akibat adik laki-laki terlalu besar sehingga tidak muat untuk di masukan ke bokong Aludra namun Fai masih memaksanya.
"Suami, bagai mana, ini sudah dini hari alat vital aku masih mengeluarkan cairan kamu yang begitu banyak tidak berhenti-henti." Numan tersipu. Dia sangat puas selama malam sampai menjelang pagi, tubuhnya di belai oleh Fai sedemikian rupa sehingga dia lusinan kali mengalami kejang-kejang yang amat luar biasa.
"Kamu tidak perlu khawatir aku mempunyai sesuatu." Fai tersenyum lalu memunculkan viberator lumayan besar langsung di masukan kedalam itunya Numan.
Numan tanpa sadar menjerit centil dan dia mengecek bahwa mata air sucinya tidak keluar lagi. Namun begitu, dia merasakan rasa tidak nyaman.
"Jika kamu tidak nyaman, maka kamu lepas ketka Zhack lengah." Fai tersenyum.
Setelah itu, Fai melirik Aludra yang bokongnya penuh darah.
"Apakah kamu tidak apa-apa?" Kata Fai dia melihat darah terus mengalir dari bokongnya Aludra.
Aludra menggelengkan kepalanya sambil terengah-engah dia berkata: "Aku tidak apa-apa. Melainkan aku merasakan seperti bokong aku di baptis oleh cahaya suci yang sangat mengasikan."
__ADS_1
"Baiklah!" Fai tidak berkata lagi, hanya ada tiga wanitanya yang sangat suka bokongnya di belai yaitu Bella, Elia dan Aludra.
Fai tersenyum dan berkata lagi: "Apakah kamu mengetahui kabar Bella dan Elia sekarang."
"Ohh Bella sekarang sudah berubah menjadi laki-laki lagi, dia sengaja memasang adik laki-laki palsu untuk memlakukan musim semi ketika kamu tidak di rumah." Kata Aludra dia juga cerita kepada Fai bahwa dirinya setiap hari ketika tidak ada Fai, dia dan Elia di perkosa oleh Bella.
"Hmmm! Aku tahu, itu tidak masalah. Ayo kita harus bergegas, pagi ini aku akan melakukan pertempuran melawan seluruh perwakilan akademi di kerajaan Falas. Aku juga berniat untuk membunuh Arthur." Kata Fai dia tenang.
"Suami kamu ingin membunuh Arthur?" Kata Nuaman dia ingin tahu alasanya.
"Karena dia berani berniat untuk melecehkan wanita aku yaitu Alisha." Sebenarnya, alasan itu bukan alsan utama. Tujan Fai membunuh Arthur adalah karena dia berniat mengincar sistem milik dia. Fai ingin tahu apakah dia bisa mencuri sistem untuk di sintetis dan di masukan ke dalam tubuh Nori, dia tidak tahu maka dari itu, dia mencoba.
"Hmmm baiklah suami, kamu hati-hati ok." Numan maju dan mencium bibir Fai dengan beringas. Di sisi Aludra dia cemberut dan bangun dari tidurnya dengan menahan rasa sakit di bokongny sambil berteriak: "Hei kamu mencium terus menerus, gantian aku juga ingin mencium."
"Aaaaa.. Aaaa suami aku ingin cium!" Numan setelah di copot paksa dia menagis sangat centil.
Fai tidak berdaya. Dia langsung berkata: "Kalian sudah ini hampir pagi jika tidak akan curiga Numan kecil, suami kamu kasihan sendirian hehe."
"Wahhh Numan kamu sangat keren, aku mendung kamu." Aludra mengacungkan jempolnya ke arah Numan.
"Hahahah!" Fai ingin menangis tidak ada air mata dia sama sekali tidak bisa bergerak karena di lilit oleh dua keindahan Milf yang sangat menawan.
Satu jam kemudian....
Kedua wanita itu, sudah memakai baju masing-masing dan Numan juga bergegas pergi, kebetulan ketika dia keluar dari pintu ada Elona.
"Uhh murid Elona, kamu mau mengintip." Kata Numan sambil terkekeh.
"Guru apakah kamu...?" Elona curiga.
__ADS_1
Numan mendekati Elona dan membisikan sesuatu. Bahkan Elona mencium bau alkohol dan rokok yang begitu semerbak keluar dari mulut Numan. Numan saat ini berbisik: "Ini benar aku habis di belai oleh Fai dari sehabis kamu pergi dari kamar aku sampai sekarang, ahh sungguh nikmat?"
Elona jelek wajahnya: "Guru, apakah kamu sekarang adalah bajingan dan wanita malam yang sangat rendaan?"
Numan berbisik: "Ini benar murid, aku sekarang adalah wanita yang tidak punya harga diri, aku sangat suka di siksa Fai, dia memangil jalaang kepada aku, entah kenapa aku sangat menyukainnya. Oh iya jika kamu ingin melihat, Fai memasukan alat besar di vital aku, apakah kamu ingin lihat."
"Kamu...!" Elona tidak bisa berkata apa-apa. Dia sudah merelakan Numan menjadi jalaang untuk Fai. Kemudian Elona berkata: "Guru aku ingin meminta rokok darimu apakah masih banyak."
Ketika Numan mendengar Elona meminta rokok, matanya cerah dan berkata: "Hebat kamu adalah murid aku, jika kamu ingin rokok nah ambilah," Kemudian Numan memberikan rokok lewat cincin penyimpanan yang menumpuk seperti gedung pencakar langit kepada Elona.
"Guru ini sangat lah banyak..!" Mata Elona terkejut, namun ada kegembiraan dalam raut wajahnya. Entah kenapa setelah merokok, beban pikiran yang dia lalui akhirnya hilang. Tentu saja dengan merokok Elona bisa mengendalikan rasa posesif kepada Fai.
"Kamu ambil saja, rokok punya aku tak terbatas." Kata Numan dia tersenyum.
Setelah itu, Numan berjalan lagi sangat tenang.
Fai juga di dalam kamar sedang mencuci badan untuk membersihkan tubuh, setelah itu, dia menggunakan seragam akademi sihir falas.
"Aku sangatlah tampan." kata Fai dia bercermin sangat narsis.
Kemudian dia pergi keluar. Kebetulan juga Aludra pergi untuk menjenguk Alisan agar dia bawa untuk menonton.
Fai berjalan-jalan di sekitar arena petarung, dan kebetulan dia melihat ada wanita dengan kulit coklat, dan rambut hijau yang sedang berlatih bersama rekannya.
"Ini sudah akan di mulai, semua murid dari akademi tertentu, sedang berlatih." Fai mengangguk. Tapi dia tidak menemukan sosok Callin.
"Di mana dia?" Fai pergi meninggalkan arena petarung. Namun dia tahu bahwa dari kejauhan Anya memandang terus dirinya. Fai tersenyum tidak peduli.
Fai berjalan melewati Anya tanpa melirik sedikit sama sekali, sehingga Anya merasa tidak suka karena di abaikan.
__ADS_1
"Semua teman aku menghormati aku terlepas dari itu wanita dan pria. Tapi ada satu orang yang aku benci bukan karena sifatnya tapi dari matanya dia tidak pernah melirik aku sama sekali, jika dia memandang aku seperti pandangan sepele merasa bahwa aku tidak ada, dia tampan, setiap langkah yang di ambil seperti ada aura yang menyakinkan. Tapi aku tidak suka sifat cuek dia kepada diriku, tsk...!" Kata Anya dalam hati sambil melihat Fai yang melewati dirinya tanpa menyapa dan menoleh.