Dewa Yang Maha Kuasa

Dewa Yang Maha Kuasa
Walau Anda Cantik Tapi IQ Jongkok


__ADS_3

Callin ingat bahwa dia terkena tinju di bagian dadanya dan merasakan sakit yang amat luar biasa sehinga ada tulang yang patah hinga pingsan.


Setelah itu Callin tak sadarkan diri.


Callin baru ingat dan dia memandang Fai dan dia berkata seperti ini. :"Fai perlihatkan teknik tinju yang kamu gunakan ketika kamu memukul aku."


Dengan alasan Callin untuk menyuruh Fai memperlihatkan adalah supaya dia bisa melihat jurus yang di gunakan oleh Fai.


Tentu saja bukan itu tujuannya dia karena sudah lumayan banyak mengumpulkan titik energi dan dia sudah mengumpulkan 150 titik energi.


Apa yang di rencanakan oleh Callin, Fai mengetahuinya dia bermagsud menduplikat bakat tinju surgawinya tapi Fai masih menurut dan tidak begitu pelit toh tinju ini juga jarang di gunakan, dia Fai hanya mengunakan tinju tanpa keterampilan.


Fai menujukan ketrampilan tinju surgawinya kepada Callin yang dengan Lv10.


Callin begitu melihat Fai memperlihatkan jurusnya dia langsung mengaktifkan mata penilaian.


《 Nama Sikill : Tinju Surgawai 》


《Level Skill : Level 10 》


《Opsi Lanjut》


Kemudian Callin menekan Opsi lanjut mengunakan pikiranya.


《 Anda setidaknya membutuhkan 1000 Ribu titik energi untuk menyalin bakat Tinju Surgawi ini》


Begitu Callin melihat sederek tulisan di matanya dia ingin menyemprotkan darah dari mulutnya.


Anda membutuhkan seribu titik energi untuk menyalin bakat milik Fai, walau bakat itu sudah tingkat Lv10 dan membuat mulut Callin ngiler tapi 1000 titik energi anda dapatkan beberapa tahun.


Tentunya Callin juga tidak sabar menungu dan mengumpulkan titik energi mencapai 1000, anda hanya membuang waktu untuk serakah pada tinju surgawi.

__ADS_1


Fai juga kaget ketika membaca pikiran Callin bahwa skill dirinya memiliki titik energi kurang lebih 1000 untuk menyalin.


Fai tidak di sangka bahwa sistem milik sendiri memiliki nilai emas yang begitu kaya sehinga menyulitakan protagonis dengan tipe jari emas menyalin bakat.


"Fai ketika aku ingin menyalin bakat kamu membuat aku tidak berdaya..!" Callin berkata dengan lemas.


"Hahaha.. ! Bakat aku mungkin terlalu mahal dan mungkin satu-satunya yang memiliki." Fai berpura-pura sambil mengaruk kepalanya.


Setelah beberapa menit kedua orang itu memulihkan tenaganya ahirnya Callin dengan engan mengaku kalah. Tapi sebelum perpisahan dia berkata kepada Fai bahwa ini belum selesai dia akan meningkatkan bakatnya lagi dan jika dia bertemu dengan Fai maka akan ada pertarungan.


Fai hanya menjawab dengan senang hati menungu.


Anda bersikeras untuk berlatih menurut Fai itu hanya membuang-buang waktu dan itu Callin masih tidak layak di sebutkan.


Di tempat Fai sedang ber isitirahat.


"Oh sial kamu sebenarnya sangat kuat..! Kenapa kamu begitu merendah hinga menjadi tukang sapi!" Kayden di dalam kamar tidak bisa memarahi ibunya, dia cukup terkejut dengan kekuatan Fai. Jika Fai menjadi angota atau murid di akademi sihir kerajaan Falas makan dia Fai akan menjadi jenius nomor satu.


"Ada pepatah mengatakan bahwa anda mencari musuh lebih mudah dari pada mencari sebuah kawan. Kamu mengatakan seperti itu tapi aku mempunyai pengaturan sendiri. Lebih tepatnya aku ingin tidak banyak masalah yang menghampiri kamu."


Fai percaya itu.


Kemudian Fai bangun dari tidurnya dia berpamit sebentar kepada Kayden dia ingin mencari udara segar di samping akademi kebetulan ada taman yang luas dan indah.


Fai membuka pintu, tapi ketika di buka Ada Elona yang tersenyum lembut kepada Fai.


Tentu saja Fai sudah mengetahui sehinga penampilan Fai datar dan tidak terkejut sama sekali.


Melihat Elona tersenyum lembut kepada dirinya Fai merasa tidak nyaman dan berkata seperti ini. "Buanglah memasang wajah lucu kamu! Itu aku tidak tertarik."


"Kamu...!" Elona mengertakan giginya, bahwa pose itu tidak mempan.

__ADS_1


"Ada perlu apa kamu datang kesini." Kata Fai.


"Oh aku akan memberikan di mana tempat tingal aku. Oh iya aku memberikan baju pesta ini kepada kamu aku harap kamu menyukai!." Kata Elona dengan gembira.


Fai tidak berdaya kepada Elona, apakah dia begitu tergila-gila kepadanya? Tentu saja Fai mengetahui tapi Fai tidak mempunyai rasa sedikitpun kepada Elona bahkan Fai melihat perilaku Elona yang begitu berlebihan seseolah sudah memiliki hubungan, ini Fai membuat risih.


Fai juga menerimanya dan tidak berkata apa-apa sebenarnya dengan membaca pikiran Elona dia sudah tahu letak dan di mana dia tingal.


Tiba-tiba ketika Elona menyerahkan baju itu dan melihat Fai menerimanya dia bahagia bahwa dengan berlalunya waktu hubungan ini mungkin berlalunya waktu akan menjadi dekat.


Fai ingin menangis tapi tidak ada air mata dia memarahi Elona dalam hatinya ketika dia mengetahui isi hati Elona. Fai berkata dalam hati bahwa anda memiliki logika bengok yang cukup parah dan kritis sehinga dirinya tidak bisa berbuat apa-apa.


Dengan gembira karena baju yang dia berikan di terima oleh Fai secara tidak sadar tangan kecilnya langsung meraih tangan Fai dan memeluknya.


Tentu saja Fai yang melihatnya langsung melepaskan dengan cepat dari belaian tangan Elona.


"Pahamai kata-kata kamu ini hanya formalitas dan setelah acara kamu sudah berahir itu kamu dan aku tidak ada hubungannya." Setelah melepaskan dari lilitan tangan Elona Fai memasukan baju itu kedalam buku penyimpanan dan dia melangkah keluar melewati Elona.


Elona menginjak kakinya dia cemberut. Tapi ketika di melihat bahwa Fai melangakah ke luar dan melewati dirinya tiba-tiba Elona berkata seperti ini. :"Kamu mau pergi kemana?"


"Aku ingin pergi dan apa yang aku inginkan tidak ada urusan dengan kamu." Kata Fai dia berkata sambil berjalan tanpa melihat ke belakang.


Elona cemberut dan tidak berkata lagi setelah dia melihat Fai menghilang dari pandangan dia Elona diam-diam mengikuti.


Dia melihat bahwa setelah mengikuti Fai dengan diam-diam dia menemukan bahwa Fai pergi ke sebuah taman.


"Tujuan apa dia pergi ke taman?" Elona yang mengikuti diam-diam mengerutkan keningnya. Kebetulan ini sudah memasuki malam di taman sepi karena para siswa sudah memasuki ke dalam asrama masing-masing kecuali jika taman ini siang hari anda akan melihat para siswa seperti semut yang berkerumun di sebuah taman.


Sementara itu Fai yang pergi ke taman dia bertujuan untuk merobek ruang dan kembi ke rumah untuk memberikan jari emas ini kepada Nuwa ibunya.


Tentu saja ketika dia pergi ke taman dia mengetahui bahwa Elona mengikutinya tapi dia tidak peduli.

__ADS_1


Setelah tiba di taman dan sekiranya sepi dia berhenti dan melambaikan tangannya seketika ada retakan ruang dan Fai memasuki ke dalam.


"Bakat hukum ruang!" Elona yang memperhatika n Fai kaget.


__ADS_2