
Setelah sedikit bermesaran ahirnya Fai dan Aludra berjalan ke meja dan duduk tapi, Aludra masih dekat dengan Fai terus menerus seseolah dia masih memiliki rasa rindu kepada Fai.
"Nak apakah ada seseuatu yang kamu akan di lakukan kenapa sehinga kamu pulang ke rumah?" Kata Nuwa dia berkata kepada Fai dengan sebuah ingin tahu.
"Betul bu, aku datang ke sini hanya untuk memberikan hadiah kepada ibu dan mungkin aku hanya si sini satu hari saja." Balas Fai kepada Nuwa.
Ketiga wanitanya setelah mendengar penjelasan Fai bahwa dia hanya pulang ke rumah hanya satu hari langsung cemberut.
Kususnya Aludra dia yang paling cemberut, pertemuan ini apakah seingkat itu?
"Oh nak hadiah apa yang kamu berikan kepada ibu!" Nuwa gembira dan menantikan mungkin dia akan di berikan ketrampilan yang unik lagi.
"Yah betul apa yang di pikirikan ibu aku tidak perlu menjelaakan lagi." Dia Fai hanya menjawab initinya karena sudah menebak dengan bakat telepati kepada ibunya.
Kemudian tangan Fai melambai ke arah Nuwa dan seketika di jari telunjuk itu, mengeluarkan sinar cahaya hijau dan langung melesat ke dahi Nuwa.
"Oh kenpa aku tidak merasakan apa-apa?" Nuwa kaget ketika cahaya itu melesat ke arah dirinya tiadak ada pengetahuan atau perubahan tubuh dia merasa aneh tapi ketika dia melihat Fai ada sederek panel tulisan di matanya.
[Nama : Samuel Fai]
[Ras : Manusia]
[Umur : 16 tahun]
[Bakat : Tidak Ada]
[Dia adalah manusia biasa yang lemah anda hanya perlu menampar dengan sedikit kekuatan untuk membunuh]
"Ini tulisan apa ini..!" Nuwa bingung dia mengusap matanya takut bahwa ini adalah halusinasi.
Tapi tiba-tiba Fai berkata seperti ini. "Ibu kamu tidak berhalusinasi ini adalah benar." Fai berkata dengan lembut.
Kemudian Fai menjelaskan semua hal tentang bakat mata penilaian kepada Nuwa lewat telepati.
Setelah Nuwa sudah dapat penjelasan dia mencoba mengecek panel dirinya mengunakan pikiran. Dan benar saja tiba-tiba panel informasi keluar.
[Nama : Nuwa Tenon]
__ADS_1
[Ras : Manusia]
[Umur : 40 tahun]
[Bakat : [Melahap Darah Lv14] >Tingkatkan<
[Merobek Ruang Lv8] >Tingkatkan<
[Telepati Lv7] >Tingkatkan<
[Memasak Lv5] >Tingkatkan<
[Telekinesis Lv14] >Tingkatkan<
[Titik Energi 50]
[Anda bisa meningkatkan dan menyalin bakat setidaknya membutuhkan titik energi 100]
[Anda adalah wanita terkuat setidaknya anda tidak terkalahkan di satu negara]
"Nak terimaksih kamu adalah anak yang terhebat." Nuwa gembira dan cukup senang kepada Fai dia masih tidak menyangka bahwa anak sendiri begitu ajaib.
Dia juga tidak lupa mengecek panel waita milik Fai dan benar saja dia cukup menebak dan tidak terlalu terkejut. Hanya saja ketik dia mengecek umur dia terkejut kepada Aludra.
Aludra memiliki umur 70 tahun dan dirinya hanya umur kisaran 40.
Jika Bella masih cukup wajar dan masih setingkat dirinya tapi Aludra sudah menjadi nenek.
Fai tahu apa yang di pikiran oleh isi hati ibunya sehinga dia cemberut dan berkata. "Cinta tidak memandang usia dan takdir tidak bisa di tebak."
Apa yang di jelaskan oleh Fai itu adalah lah benar tapi saja merasa aneh karena wanita Fai lebih tingi umurnya.
Fai juga tidak bermagsud untuk menjelaskan lagi dia juga percaya bahwa yang namanya Cinta itu aneh.
Tapi dirinya sudah membuat pepatah dan dia sudah berpegang teguh yaitu. Cinta adalah buta dan aneh tapi anda tidak boleh bodoh.
Bella melihat bahwa ibu nya dan Fai sedang dalam suasana cemberut dan dia juga tidak tahu alasan sebebarnya karena Fai mengunakan telepati untuk berbicara.
__ADS_1
Dai mencoba memecahkan keheningan dengan bercanda. :"Fai aku masih curiga kepada kamu, ini baru pertama kalinya bahwa kamu pulang ke rumah tidak membawa wanita."
"Uhuk!" Fai malu dan mengaruk hidungnya dan berkata. "Sayangny aku tidak menenukan yang semenearik mungkin jadi aku tidak mengikat wanita ketika pulang."
"Oh ngomong-ngomong kamu bekerja di akademi mana?" Tiba-tiba Aludra yang di sebelahnya berkata.
"Akademi sihir kerajaan Falas." Kata Fai.
"Sihir kerajaan Falas..!" Aludra berseru.
Akademi kerajaan Falas adalah akademi nomer satu di kerajaan itu sendiri. Bukan hanya itu saja karena kepopulerannya itu akademi itu banyak menerima siswa dari kerajaan lain dan tidak sedikit juga dari ras Elf pergi untuk menjadi siswa walau Ras Elf tergolong cukup langka.
Karena Ras Elf adalah bangsa dengan menyatu dengan alam sehinga cukup tersembunyi dan tidak jarang mengisolasi dari dunua luar.
Mungkin karena kecantikannya atau entah hal lain sehinga Fai paham ketika dia baru datang di dunia sihir ini dia tidak menemukan bangsa Elf.
Cukup masuk akal.
Aludra tidak menjelaskan kepada Fai karena dia mungkin sudah tahu dengan telepati.
"Oh mungkin saja aku akan mencari wanita di bangasa Elf." Fai menyringai dengan bercanda kepda semua wanitanya. Dan mungkin saja dia tidak bercanda dan akan memutuskan untuk pergi siapa tahu ada takdir dan bisa mendapatkan atau berpapasan dengan bangas Elf.
Apa lagi pohon kehidupan Fai cukup tertarik.
"Oh apakah adik kamu masukan ke dalam akademi kamu?" Fai mengalihkan topik.
"Betul karena bakat yang luar biasa akan sayang jika tidak di gunakan." Aludra menganguk sambil menjelaskan kepada Fai. Mungkin saja dia juga akan memasukan Luwi ke dalam akadmi untuk melindungi Nori.
"Jika itu ke inginan kamu, aku mengusulkan masukan Liwi ke dalam akademi kamu untuk menjaga Nori." Kata Fai dengan mengusulkan itu sehinga adik tidak perlu merasa sendiri dan ada teman walau sebenarnya dengan kekutan Nori itu tidak perlu.
Tapi Fai berpikir untuk mencari jari emas dan di berikan kepada adik dia berencana untuk mejadikan keluarganya menjadi angsa yang indah seperti peri.
Setelah mengobrol cukup lama keluarga itu pergi ke kamar masing-masing.
Tentunya ketiga wanita itu memasuki kamar masing-masing hanya saja Elia dia tidur bersama Fai sehinga Aludra dan Bella cukup cemburu.
Tapi Fai mengakatkan kepada Aludra dia akan memanjakan dirinya sehinga Aludra malu dan menantikannya.
__ADS_1