
Bab 123 Perjuangan Alisha
Apakah anda gila? Alisha memandang ke arah Fai yang entah kenapa percaya diri, lalu dia berkata kepada Fai dengan retrotis. "Kamu sangat percaya diri, aku menolak."
Alisha menolak secara langsung, dia melihat Fai yang tampan, dia percaya bahwa mulut Fai hanya pemanis belaka dan anda adalah bajingan.
"Tidak ada gunanya jika kamu menolak...!" Fai berdiri terus, menepuk pantatnya. Dengan itu, dia menarik tangan Alisha lalu berkata seperti ini. :"Ayo ikut dengan aku."
"Hei kamu sial.. Jangan memaksa..he tungu ahhh." Alisha merasakan sakit di pergelangan tangan, karena di cengkram oleh Fai begitu erat.
"Ups maaf aku tidak bermagsud melukai, jika kamu patuh maka akan mudah." Kata Fai dia melirik dengan senyum lembut.
"Tidak..ahh..!" Alisha berjalan dengan cepat karena di tarik oleh tangan maskulin Fai.
Tapi, pada saat itu, ada suara yang memarahi.
"Hai bajingan lepasakan.. Jangan membuat keributan di sini..!" Tiba-tiba penjaga itu berlari, dengan tubuh yang sangat kekar, di tangan itu berubah menjadi besi berwarna emas langsung memukul kepala Fai.
"Swoshh!"
"Ini.. Tidak hati-hati...!" Alisha terkejut, ketika ada penjaga yang bertubuh kekar langsung menyerang Fai secara tiba-tiba.
Tapi, pada saat itu..
"Plakk!"
"Aduh!"
"Ini!"
Penjaga itu ingin memukul Fai duluan, tapi tamparan Fai, lebih cepat sehinga dia tidak bereaksi otomatis akibat tamparan itu, penjaga bar langsung terlempar menyamping dengan sedikit jauh.
"Uhuk!"
"Uhuk!"
Penjaga itu, menatap Fai dengan ngeri. Dia melihat tamparan biasa itu, tapi mengandung kekuatan dahsyat.
"Apakah kamu berani menyerang lagi?" Alis Fai mengkerut.
"Tuan aku tidak berani, tapi dia adalah pekerja di sini jika tuan ingin mengambil dia, setidaknya kamu menebus dengan uang. Jika kamu tidak ada uang maka tungulah tiga tahun, setelah kontrak kerja selesai." Penjaga itu menjelaskan dengan panik.
__ADS_1
"Berapa uang yang akan di keluarkan untuk menebus?" Kata Fai.
"Untuk masalah itu, aku tidak mengetahui. Tapi.. Tungu aku akan memangil pemilik bar."
Setelah itu, penjaga bar berlari memasuki ruang tertentu, Fai tidak repot-repot karena sudah mengetahui.
"Lihat..selangkah lagi, kamu akan bebas dan tidak perlu bekerja di sini..!" Kata Fai sambil menungu pemilik bar datang.
Di semua pelangan juga tidak ada yang berani, termasuk para resimen. Dia mengira bahwa Fai adalah bangsawan sehinga, anda jangan berurusan dengan bangsawan karena picik.
"Kamu dasar gila..!" Alisha mengertakan giginya, dia sudah menduga bahwa Fai adalah seseorang bangsawan yang jahat dan picik, dia hanya pura-pura lembut kepada dirinya ketika minum bersama.
Alisha panik, dia tidak ingin terjerat oleh bangswan gila Fai ini, dia secepatnya harus melarikan diri.
Tapi ketika dia ingin melepaskan gengaman tangan Fai dia tidak bisa, dia seperti sudah di borgol dan anda hanya bisa pasrah.
Melihat perilaku Alisha Fai tersenyum lucu, ini baru pertama kalinya wanita itu menolak pemuda tampan seperti Fai, tapi dia tahu alasan Alisha menolaknya.
Ini masuk akal.
Setelah itu, tiba-tiba di belakang penjaga bar yang menghampiri lagi, ada pria jangkung yang sangat tua.
Bukan hanya itu saja, di dahi pria jangkung itu terdapat mata lagi.
"Hei! Kamu mendapakan mata emas Lv4."
Tiba-tiba bunyi sistem, berdering lagi di benaknya, dia ahirnya mendapatkan keterampilan mata emas.
Keterampilan mata emas, dia mempunyai ke gunaan menghilangkan bakat sihir lawan, dengan level empat dia bisa menghilangkan kekuatan lawan sekitar satu jam.
Walau begitu dengan bakat seperti ini, sudah seluisin di koleksi di buku kehampaan. Tapi karena Fai serakah dia tidak masalah, Fai masih menyimpan di buku.
"Apakah kamu pemilik Bar?" Kata Fai dengan langsung.
"Iya kamu betul aku adalah pemilik bar ini, aku dengar dari penjaga aku, bahwa kamu ingin membayar wanita itu," Kata pria jangkung dengan menyipit.
"Apa yang di katakan penjaga kamu itu, benar aku berniat mengambil wanita malam ini, untuk menjadi wanita aku, apa ada masalah?" Kata Fai.
Melihat perilaku pemuda itu yang terus terang, maka pria jangkung tidak mempersulit tapi dia berniat untuk menaikan harga kesepakatan menjadi tiga kali lipat.
"Tidak ada masalah, selama kamu membayar kontrak wanita itu tiga tahun." Kata pria jangkung itu.
__ADS_1
"Sebutkan berapa harganya." Kata Fai dengan ringan.
"Setidaknya kamu mengeluarkan uang 100jt Pr." Dia menaikan harga tingi untuk Alisha.
"Hei ini tidak benar kamu tertipu..!" Alisha tahu bahwa pemilik bar ini berbohong.
Tapi Fai tidak peduli, dia melambai ke udara tipis, seketika ada tiga kotak kayu besar dan ketika di buka, mata pemilik bat melotot hingga jatuh, uang yang ada di depanya itu, melebihi 100jt Pr.
"Apakah ini sudah cukup," Kata Fai dengan masalah uang dia tidak peduli. Anda hanya melambai tanganya, dan mengunakan bakat pencipta dia maka uang emas akan muncul.
"Ini cukup.. Lebih dari cukup heheheh!" Dia tidak menyangka bahwa pemuda ini adalah taipan kaya. Dia merelakan Alisha di bawa pergi, dengan dia mempunyai wajah tidak sebagus wanita lainya yang bekerja di sini, baginya ini tidak lah rugi.
Alisha putus asa dia mengerti sekarang, bahwa pemuda di depanya adalah bangswan kaya yang jahat, dengan masalah uang pemuda itu, tidak peduli.
Tapi ketika dalam menyerah, dia meliahat bahwa Fai melepaskan karena, Fai sedang menyerahkan uang itu mengunakan kedua tanganya.
"Ini kesempatan!" Kata Alisha dalam hati.
Dia berlari dengan cepat. Fai yang melihatnya hanya menyipit, seketika Alsiha entah kenapa kaki kanan merasakan sakit yang hebat sehinga dia terjatuh.
"Ini..tidak aku harus melarikan diri dari bangsawan jahat.." Alisha engan dia menangis.
Fai setelah teransaksi berhasil, dia mendekati Alisha dengan senyum ramah. Fai mendekat dan berkata seperti ini. :"Kamu tidak bisa lari dari aku, karena kamu adalah wanita aku, tidak akan aku lepaskan."
"Sial jangan mendekat.. Berhenti..!" Alisha berteriak sambil ngengsot kebelakang.
"Hentikan usaha kamu, itu tidak berguna menyerahlah." Kata Fai dia dengan pelan mendekati Alisha.
Melihat Fai semakin dekat, hati Alisha pasrah, dia benar bahwa bangsawan picik, manusia rendahan seperti dia patut di permainkan.
"Tidak berhenti..!" Alisha menangis tersedu-sedu. Dia merasa aneh kenapa bangsawan tampan itu, memilih dirinya yang memiliki wajah di atas rata-rata.
"Jangan mendekat..!" Teriak Alsiha.
Namun Fai tidak peduli, dia meraih tangan Alisha, dan menarik ke atas sehinga yang tadinya duduk Alisha dengan paksa berdiri di hadapan Fai. Setelah itu, tangan Fai yang lainya memegang pingang Alisha, langsung dia angkat dan sekarang, posisi Alisha di gendong di depan dada Fai.
"Kamu adalah wanita aku sekarang menyerahlah." Kata Fai dia mengendong Alisha dan di bawa ke luar Bar.
"Hei sial lepaskan...!" Alisha berjuang dan meronta-ronta seperti kucing terinjak ekornya. Bukan hanya itu saja dia menatap Fai dengan galak lalu mengigit leher Fai.
"Ini.!" Para orang yang di Bar bingung..
__ADS_1