Dewa Yang Maha Kuasa

Dewa Yang Maha Kuasa
Penjahat Takdir


__ADS_3

Bab 142 Penjahat Takdir


Zesshi, merasakan ada cairan yang memenuhi di dalam pantat, dengan rasa ektasi yang sangat tinggi, dia sambil kejang-kejang dengan nyaman sambil memeluk Fai dengan erat.


"Fai.. kamu brengsek..!" Suara itu tidak jelas namun, Fai mengetahui bahwa Zesshi saat ini sedang dalam ke adaan kenyamanan tingkat tinggi.


"Apakah kamu menyukainya?" Fai berkata kepada Zesshi dengan tangan mengelus punggung dan benda itunya masih menancap di pantat dengan nyaman.


Di samping Zesshi dia merasakan rasa lemas dengan penuh kenyamanan. Dengan itu dia pada ahirnya terlelap tidur di pangkuan Fai dengan posisi masih tertancap.


Bagi Fai dia entah beberapa kali telah menyemburkan itunya sehingga, perut Zesshi seperti terisi penuh. Namun dia tidak menghentikannya, Fai membiarkan Zesshi tidur dengan nyaman di pangkuan.


Tapi Fai merasa aneh, dengan bakat tangan yang bisa memperbesar gunung, tapi dia tidak bisa melihat bagian gunung Zesshi yang besar bahkan masih sama pada tempatnya.


"Ini aneh?" Tapi Fai tidak peduli, masih ada opsi ke dua yaitu dengan teknik memasukan silicone dan otomatis gunung besar.


Memikirkan hal itu, Fai menyringgai sambil mengusap-usap pungung Zesshi yang halus.


Dengan itu, dia beralih, untuk memikirkan siapa sebenarnya Arthur, dia harus membunuh bajingan Arthur itu, berani sekali anda merebut wanita aku, tidak bisa di maaf kan!


Untuk mengetahui siapa Arthur dia menunggu ketika pertempuran antara akademi. Walau dalam ingatan Zesshi setelah membaca siapa Arthur, dia tidak bisa tersenyum jahat, karena pada awalnya Zesshi sudah memberi syarat kepada Arthur, jika anda memengkan kejuaran ini di peringkat satu, maka anda bisa mengajak guru ini makan bersama.


"Hehehe tapi sayangnya kamu tidak beruntung, karena kamu pada ahirnya bertemu dengan aku, dan aku akan membuat kamu shock ketika wanita yang kamu suka sudah tidak suci karena aku telah bertindak dahulu." Dengan itu, Fai tertawa menghadap ke atas dengan sangat gembira.


Bahkan dia tiba-tiba, memikirkan bahwa dirinya adalah bukan putra takdir, namun Fai adalah protagonis dengan template penjahat takdir.


Beberapa menit kemudian...


Mata Zesshi membuka matanya dengan kesegaran yang tidak ada taranya.


"Oh, apakah Zesshi ku sudah bangun?" Tiba-tiba Fai berkata dengan lembut.


Tapi pada saat itu, Zesshi yang baru bangun dari tidurnya, langsung mengangkat kepala dan menatap ke wajah Fai dengan ganas, dengan tatapan berapi-api, dia berkata seperti ini. "Bajingan bau kamu Fai aku bunuh kamu..!"


Kata-kata itu sungguh di keluarkan oleh mulut Zesshi, namun tiba-tiba, Fai menggerakan pingulnya sehinga benda yang tertancap kembali bergesek.

__ADS_1


"Ahh.. Fai kamu.. Ahh iyah..!" Zesshi terengah-engah dengan nyaman.


Dan pada ahirnya, mereka berdua melakukan adegan merusak pantat lagi selama empat jam.


Empat jam telah berlalu...


Fai sudah puas dengan itu dia menyiuruh Zesshi untuk melepaskan adik laki-laki yang masih menancap.


"Uhhhh!" Ketika Zesshi mencoba melepaskan itunya, dia meraskan gesekan yang amata dahsyat sehingga tidak tahan untuk mengeluarkan suara geraman yang indah.


Ketikka adik laki-laki lepas...


"Splash!"


"Splash!"


"Splash!"


Dari pantat Zesshi, menyemburkan cairan suci yang amat banyak, seperti mata air, bahkan Zesshi saat ini sedang kejang-kejang.


"Zesshi ku, yang lucu pakai lah baju ini jika tidak maka kamu akan dingin!" Kata Fai dia memandang Zesshi dengan penuh kemenangan.


"Bajingan.. bajingan bau kamu Fai!" Zesshi yang sedang dalam gaya merangkak dia menunduk malu dengan menangis, dia merasa bahwa sekarang dia sangat kotor karena telah di lecehkan sedemikian rupa oleh Fai.


Di lecehkan sedemikian rupa dari bagian depan, bekang, bahkan mulut, untuk memikirkan adegan seperti itu dia ingin mengahiri hidupnya.


Tapi, walau begitu, ada fakta lagi bahwa entah kenapa Zesshi begitu menikmati adegan seperti itu, sehingga dia bimbang untuk mengahiri hidupnya.


Tentu saja, Fai paham akan hal itu, dengan bakat pencipta, tanpa sadari oleh Zesshi, di bagian semua tubuh dia sudah berpakaian bagus dan sangat keren.


Melihat bahwa Zesshi massih ke adaan kosong, lalu Fai mengangkat dan menggendong setelah itu, dia menghidupkan waktu yang tadi berhenti.


"Hei siaalan lepaskan aku...!" Teriak Zesshi yang sangat begitu galak.


"Kamu diam dan patuh." Fai terbang dan menghampiri Alisha yang sedang bersama Renner dan Ava.

__ADS_1


Dari ke jauhan, Elona melihat bahwa Fai sedang terbang, mengendong ras Elf. Bahkan dia melihat bahwa Fai sedang menghampiri ke arah ras iblis itu.


"Apakah kedua wanita itu sedang merebutkan Fai sehingga menimbulkan petarungan?" Kata Elona dia merasa cemburu, entah kenapa dengan kecantikan yang dia miliki, di bandingkan dengan kedua wanita itu dirinya hanyalah perbedaan yang sangat relatif, namun Fai entah kenapa menolak tampang paras indah yang terkandung pada dirinya?


Dengan cemberut, Elona terbang dan menghampiri Fai.


Dan Elona sendiri juga tidak mengetahui bahwa dari kejauhan, ada Numan yang sedang terbang mengarah ke Fai.


Karena dia panik setengah mati jika Fai, melawan Zesshi dan menimbulkan kematian, maka tidak ada kesempatan untuk selingkuh.


Alisha yang melihat Fai sedang mendekatinya, tertegun. Karena dia melihat bahwa Fai sedang membawa Zesshi ke dalam gendonganya.


"Apakah Fai sudah berhasil untuk menaklukkan?" Diam-diam Alisha berkata dalam hati.


Fai yang sedang terbang, melihat Zesshi yang sangat imut, langsung berkata. "Oh Zesshi ku kamu sangat imut, aku tak tahan mencubit hidung kamu."


"Hentikan omong kosong kamu..!" Kata Zesshi, dia sambil membuang wajah karena malu.


Setelah terbang beberapa lusin meter, ahirnya Fai sudah dekat di depan Alisha. Dengan itu, dia menurunkan Zesshi yang masih dalam gendonganya untuk turun.


Alisha mendekati Fai langsung memeluk, sambil menatap Zesshi dengan sengit. Dia merasa terancam jika, Fai berping kepada dirinya.


"Hmm kamu sungguh lucu, jangan khawatir, aku tidak akan meningalkan istri iblis kecil ini!" Kata Fai dia sambil mengusap-usap rambut putih Alisha.


"Bodoh.. Aku hanya ingin memeluk kamu saja dan tidak lebih." Diam-diam Alisha melepaskan pelukan itu dengan malu-malu.


Setelah itu, Fai melihat rumah warga yang rusak, setelah itu dia membelah beberapa menjadi lusinan bagian, dan kloning Fai berpencar untuk dia memberi kepingan uang untuk ganti rugi karena menimbulkan, keruskan rumah warga.


Dan Fai asli yang masih di samping Alisha dan Zesshi dia langsung memperbaiki rumah yang hancur dengan bakat kembali seperti semula.


Begitu Zesshi melihat takjub dan berkata. "Kamu juga bisa menggunakan bakat kembali seperti semula..!"


"Hahahah sudah aku katakan, bahwa aku sangat jenius dan tampan, maka kamu sangat beruntung jika kamu menjadi wanita aku."


"Oh iya.. Karena kamu sudah menjadi wanita aku, maka aku akan memberikan bakat unik kepada kamu.!"

__ADS_1


Dengan itu, ada beberapa bolah cahaya memasuki ke tubuh Zesshi


__ADS_2