
Bab 215 Kamu Bukan Nobita
“Benar ibu.. dunia ini berada di dalam tubuhku.” Fai mengangguk sambil menjelaskan kepada ibunya dan yang lainnya.
Numan adalah orang yang paling ingin tahu dan paling rewel,: “Terus nak... bagaimana cara kita memasuki ke tubuh mu?”
Zesshi dan lainnya juga ingin tahu sehingga mengangguk bersama.
“Ok baiklah aku akan memasukkan kelian semua untuk melihat seperti apa duniaku..” Fai sedikit di tingkatkan suaranya.
“Baiklah..!” Semuanya sudah siap.
Ketika itu, hanya sebuah pikiran melintas, akhirnya Tiba-tiba orang yang berada di sisi Fai menguap dan menghilang. Sekarang dia sudah tiba di tempat Padang rumput yang di tengahnya ada pohon cukup besar.
Luas bidang tanah itu, sekitar satu hektar dan pulau itu di kelilingi lautan tanpa batas. Walaupun hanya satu hektar, itu sudah lebih dari cukup bahkan di tengahnya seperti ada bukit yang ada pohon dunia dan mengalir mata air yang sangat jernih.
“Tempat ini sangat bagus namun belum ada tumbuh-tumbuhan yang terlalu besar untuk menaungi darah ini.” Nuwa mengangguk terus menerus.
Nori menambahkan: “Aku tidak mengira bahwa di dalam tubuh kakak ada dunia yang seperti ini sungguh keren..!”
Numan juga ingin tahu: “Apakah dunia ini akan bertambah melebar atau hanya seperti ini saja?”
Fai menjawab: ” Untuk itu Aku tidak mengetahuinya namun pohon yang ada di tengah-tengah itu di atas bukit ketika berbuah akan menjadikan satu dunia dua buah akan menjadi dua dunia.”
“Walaupun daratan ini sungguh sangat kecil tapi aku tidak bisa memperkirakan luas lautan yang di sekitar ini.”
“Apakah seperti itu...!” Tiba-tiba Bella di sekitarnya ikut berkata sambil memasang poster yang sangat terkejut.
Ketika pohon itu berbuah dan menjadi dunia Jika saja 5 buah itu bukanlah itu menjadi 5 dunia? saat ini Bella sangat luar biasa.
“Hahahah baiklah kamu tidak perlu memikirkan apa yang menunggu kamu sangat mustahil kita hanya membiarkan seperti air mengalir yang terpenting kalian semua aman di tanganku.” Fai tersenyum sambil menjelaskan.
__ADS_1
Setelah itu dia menjelaskan kepada semua wanitanya dan ketika anak kecil-kecil itu, bahwa dia akan menuju ke alam para dewa.
Menurut penjelasan sistem mungkin ketika dia membuka batasan dunia bintang biru dan dunia Dewa akan mengakibatkan gejolak yang tidak biasa. Sehingga perjalanannya kurang mulus.
Tapi hai tidak ada rasa takut sekali karena dia sudah memiliki tubuh Abadi walaupun dirinya hancur jiwanya hilang akan kembali seperti semula dibantu dengan sistem.
Sontak kelima wanita Fai dan ibunya langsung mengangguk serius. Walaupun dia sudah tahu bahwa anaknya memiliki kekuatan yang sangat luar biasa tapi, sebagai ibu dia masih memiliki rasa khawatir yang sangat mendalam.
“Ok nak.. kamu berhati-hatilah aku akan mendukungmu dan semoga sampai selamat di tujuan.” Nuwa mengangguk sambil memandang ke arah dan tersenyum lembut.
“Baik ibu aku akan berhati-hati tenang saja aku tidak akan mati begitu mudah karena aku adalah dia yang sangat kuat hehehe..” Ucap Fai sambil tersenyum.
”Masih bisa-bisanya kamu bercanda.” Nuwa menjewer telinga Fai.
“Aduhh.. ibu ini sakit..” Fai meringis pura-pura kesakitan.
“Karena kamu sangat sembrono dan masih bisa berjalan di situasi ini apa kamu tidak menyerah aku sedang khawatir sama kamu..” Nuwa melatih ke arah Fai.
“Hehehe.” Fai tersenyum sambil menggaruk kepalanya.
Walaupun umurnya masih sekitar 25 sampai 28 tahun tapi paras wajah regret sangatlah cantik dan enak dipandang. Sebagai pengikutnya dia tidak segan-segan untuk mengambil.
Adapun Jen dia tidak peduli Karena dia sudah diam-diam menikah dan sudah mengandung anak sekitar 3 bulanan. Dengan kekuatan Jen yang sekarang, setidaknya tidak ada yang bisa mengalahkannya, sehingga dia tidak akan membawa Jen ke dunia para dewa toh.. dirinya juga bisa kembali ke dunia bintang biru seperti yang dia inginkan.
“Baiklah... aku akan mengambil Rigrit terlebih dahulu.” Kemudian tangan meraih kekosongan seketika langsung meraih Rigrit yang sedang duduk setelah memburu para monster.
Rigrit kaget: “Ahhh tangan siapa ini tidak..”
Dia tidak memiliki perlawanan langsung memasuki ke ruang seperti yang dilakukan oleh Fai. Setelah dia memasuki ke ruang itu sosok Rigrit sudah tiba di samping Fai.
Sontak Rigrit yang melihat Fai di sampingnya hanya terperangan sambil tersipu. Sudah kurang lebih satu bulan dia tidak melihat wajah Fai. Sekarang setelah melihat wajahnya sepertinya bertambah tampan sehingga dia tak bisa memandang terus menerus.
__ADS_1
“Ahhh tuan.. kamu di sini ada apa..” Rigrit berkata sopan.
“Ayoo.. aku akan memasukkan kamu ke dalam duniaku karena kamu adalah pengikutku..” Kata Fai sambil tersenyum sopan.
“Baik... ” Rigrit tidak tahu namun masih mengangguk setuju. seketika 2 detik dia telah mengangguk kepalanya, tiba-tiba pandangannya berubah di sampingnya sekarang dia sudah tiba di hamparan Padang yang tidak terlalu luas dan dia juga melihat Nuwa dan lainnya.
Tapi ada juga dia tidak mengenal salah satu dari wanita itu mungkin saja dia adalah wanita Fai. Seketika Nuwa melihat Rigrit langsung menyapa.
Di sisi Fai yang berada di dunia luar langsung menetapkan atas langit. kemudian dia terbang ke atas langit sangat cepat setelah itu ketika dia sudah berada di perbatasan lapisan Ozon dia langsung menggunakan kekuatan Dewa yang sekarang dia miliki untuk merobek ruang.
“Hiya....!” Fai berteriak di atas langit sehingga ada raungan yang sangat kecil terdengar begitu menggema.
Faiz langsung kaget ketika dia membuka dunia baru Karena dia sudah menggunakan kekuatan hampir 70% nya untuk merobek batasan dunia ini dan ke dunia Dewa.
“Sial...!” Fai berkeringat deras dia sungguh kaget bahwa untuk menembus dunia baru dia sangat kewalahan.
Bahkan ketika di saat posisi tersulit ini tiba-tiba sistem tidak membantunya sehingga dia ingin mengeluh kepada sistem.
"Hei!
"Sistem ini tidak membantu kamu karena dengan kekuatan inang sudah layak untuk menembus dunia para dewa ketika tubuh inang mengalami kerusakan barulah sistem akan menolong!”
"Puf!"
Seketika Fai langsung tersedak karena tiba-tiba sistem mengatakan hal yang tidak manusiawi. Walaupun dengan kekuatan dirinya sudah lebih dari cukup tapi dia masih merasakan kesusahan setidaknya sistem akan membantunya seperti biasanya.
Tapi sepertinya sistem memahami pikiran baik sehingga berkata lagi.
"Hei!"
“Kamu bukanlah Nobita yang selalu manja kepada kantong Doraemon!” Kamu adalah dewa jadi berhenti bersikap seperti itu!"
__ADS_1
"Puf!"
"Brengsek!"