Dewa Yang Maha Kuasa

Dewa Yang Maha Kuasa
Mulut Pedas


__ADS_3

Bab 149 Mulut Pedas


Alisha sekarang terkejut, dia mungkin salah dengar bahwa wanita itu, memangil anak sendiri di sebut cucu?


"Tidak mungkin.. tidak mungkin....!" Alisha menggelengkan kepalanya, dia yakin dia salah dengar.


"Kamu..kamu siapa!" Alisha berkata dengan sungguh-sungguh dengan wajah gemetar. Dia sangat takut hingga ingin kencing dengan kekuatan wanita yang ada di depanya.


Nuwa yang sudah puas membelai pipi Megan ahirnya memandang ke Alihsa.


[Nama : Alsiha Lehmann ]


[Umur : 30 tahun ]


[ Ras : Campuran Manusia Dan Iblis Shura ]


[ Bakat : Tubuh Dewa Ashura Lv35 ] >Salin Bakat<


[ Tubuh Perubahan Asap Lv20 ] > Salin Bakat<


[Pengantar : Alihsa adalah wanita tanguh yang penuh perjuangan, sebagai sesama ibu, berikan dia sekuntum bunga untuk penghargaan]


[Titik Energi : 200 ]


"Hmmp sedikit kuat dari pada wanita Fai yang lainya." Kata Nuwa dia berkata diam-diam sambil memegang dagu. Di bandingkan ketiga wanita Fai dia tergolong lemah dari pada yang lainya. Namun itu, tidak masalah baginya.


Selama itu adalah wanita Fai, maka akan baik-baik saja. Dan akan di pastikan akan berdiri di puncak alam.


Kemudian dia juga mengecek atribut Megan.


[Nama : Megan Demonic]


[ Umur : 6 Tahun ]


[Ras : Manusia]


[Bakat : Mayat Hidup Lv20] >Salin Bakat<


[Mata Emas] > Salin Bakat<


[Pengantar: Dia adalah gadis kecil yang sangat imut lucu, dan sangat membutuhkan kasih sayang, untuk menghargai, berikan gadis itu permen lolipop.]


"Lolipop?" Nuwa mengerutkan keningnya, dia tidak tahu apa itu lolipop, sehingga dia memutuskan untuk bertanya kepada Fai apa itu lolipop.

__ADS_1


Setelah itu Nuwa berkata kepada Alisha. "Hmmm apakah kamu istri Fai."


"Iya aku adalah Alisha istri Fai, kamu..kamu siapa kenapa datang ke sini." Alisha sangat waspada.


"Puff.. Kamu sangat waspada jangan takut, perkenalkan aku Nuwa Tenon ibu dari Fai bastard ini." Kata Nuwa dia memandang lucu ke arah Alisha. Bahkan dia setelah melihat tanduk yang ada di kepala Alisha ingin sekali dia memegang dan mengelusnya.


"Ibu dari Fai..!" Mata Alisha melotot hingga ingin jatuh, dia tidak mempercayai bahwa Fai memiliki ibu yang sangat cantik, tidak dia tidak di sebut cantik, namun peri.


"Iya aku adalah ibu Fai, ngomong-ngomong di mana Fai?" Kata Nuwa dia mencari di sekeliling namun, tidak menemukan sosok Fai.


"Ibu..ibu.. anu... Fai.. Sedang pergi mencari bibit sayuran hehehe kepasar." Alisha masih linglung, sehingga dia tergagap.


"Ohh seperti itu..! Ok biar ibu ikut membantu memasak." Kemudian Nuwa meraih pisau di udara tipis dan langsung memotong beberapa sayur.


Di sisi Alisha, bahkan dia masih belum percaya, bahwa wanita yang secantik peri ini adalah ibu dari Fai!


"Apakah kamu terkejut! Yakinlah jika bukan karena Fai mungkin aku tidak seperti sekarang." Kata Nuwa dia bercerita.


Memikirkan dulu dia sebagai wanita lanjut usia yang sangat menyedihkan, dan memikirkan sekarang sebenarnya dia masih mengira bahwa mimpi.


Namun kejutan yang di lakukan oleh Fai yang sangat di luar nalar, maka dirinya menjadi mati rasa.


Bahkan dia masih ingin tahu bagai mana Fai membuat bakat yang menabjubkan ini, yang bisa melihat data atribut semua yang di lihatnya.


Bahkan karena bakat ini, Nuwa meningkatkan peralatan dapur, dan kekuatan rumah supaya tidak rusak di tingkat menakutkan.


"Hmmm ibu, kamu benar ini adalah berkat Fai, jika tidak ada dia mungkin aku masih menjalani kehidupan dengan menyedihkan." Kata Alisha dia berkata.


Bahkan Alihsa menceritakan dia dulu seperti apa sebelum mengenal Fai. Bahkan, Alisha berkata kepada Nuwa tentang maslah, kenapa Fai lebih menyukai wanita dewasa.


Tapi Nuwa, menjelaskan bahwa, dengan memilih wanita dewasa, seharusnya berpikir rasional dan tidak tsnandre.


Tapi, ketika sedang asik berkata, tiba-tiba ada suara pintu.


"Knock!"


"Knock!"


"Knock!"


Alisha mengerutkan keningnya. Dengan itu, dia menyuruh Megan untuk membuka pintu.


"Nak.. buka pintu sebentar..!" Kata Alisha dia berteriak tidak keras.

__ADS_1


"Ok Ibu..!" Megan yang sedang duduk langsung berlari menghampiri pintu itu, dan membukanya.


"Kelerekkk!"


Suara Megan membuka pintu. Namun, ketika pintu di buka dia menjadi cerah matanya.


"Ibu kelima...!"


"Puff!" Zesshi, muntah darah. Dia malu dan berkata. "Ummm apakah ada Fai di dalam."


Menggelengkan kepalanya, Megan berkata. :"Sayangnya, ayah sedang keluar, mungkin sebentar lagi, ayah akan pulang."


"Hmmmp, bolehkah amu masuk sambil menunggu Fai?" kata Zesshi, dia entah kenapa setelah di lecehkan Fai ada perasaan sesuatu yang aneh, bahkan dirinya tidak mengetahui.


Dia mengira ada hubunganya dengan Fai, sehingga dia harus menghilangkan perasaan aneh ini."


Tapi, setiap dia mengingatkan ketika dirinya sedang di perkaos oleh Fai, tanpa sadar wajah memerah bahkan dari lobang buaya milik sendiri, mengeluarkan cairan suci hingga membasahi kedua sisi paha.


Karena itulah, dia harus mencari solusi, dan dengan itu, dia bisa menghilangkan perasaan aneh ini.


"Hummp dasar Fai berengsek!" Zesshi memasuki ke dalam rumah sambil wajah memerah, namun, dia kaget ketika ada wanita yang sangat cantik seperti peri sedang menatap kepada dirinya, bahkan ras Elf yang reputasinya memiliki kecantkan atas, akan kalah dengan wanita yang ada di depannya.


"Siapa dia apakah dia salah satu wanita Fai?" Zesshi berkata dalam hati, dia sangat kagum. Bahkan walau dia wanita, masih akan luluh hatinya ketika melihat wanita yang ada di depanya.


"Ibu ke lima, dia adalah ibu dari Fai..!" Kata Megan dia memperkenalkan Nuwa kepada Zesshi.


"Apa...!" Zesshi terkejut hingga ingin pingasan.


"Hmmp apakah kamu juga salah satu wanita Fai...!" Kata Nuwa dia sambil tersenyum. Dia sudah menebak bahwa Zesshi adalah salah satu wanita Fai. Alasan ini bukan tanpa alasan, karena dia tidak bisa membaca pikiran Zesshi, maka dia sudah yakin bahwa ini adalah salah satu harem Fai.


"Uhhh semakin banyak harem, semakin banyak cucu..!" Kata Nuwa dia menatap ke atas dengan mata cerah.


Begitu Zesshi mendengarkan, dia memalingkan muka karena malu, dengan itu dia berkat dengan hormat. 'Zesshi telah melihat ibu.."


"Hmmp aku suka pupil kamu, dan rambut kamu. Aku baru pertama kali Fai memilik wanita yang mempunyai gunung kecil pff!" Kata Nuwa dia tersenyum lucu.


"Puff!"


Begitu Alisha mendengarkan, dia ingin tertawa, namun dia tahan karena tidak sopan.


"Sialan jangan ketawa ..ppff! sial aku tidak tahan...hahahahaha!" Tiba-tiba Alisha, tertawa liar, dari yang dia tahu, semua wanita Fai, memiliki gunung yang besar. Hanya saja Zesshi yang berbeda.


Walau anda cantik tapi tidak ada gunung!

__ADS_1


Zesshi menatap ganas ke arah Alisha dengan memerah. Kemudia dia memandang Nuwa.


Seperti ibu, seperti anak. Buah jatuh tidak jauh dari pohonya. Untuk menggambarkan Nuwa, dia seperti Fai, dengan mulut yang pedas.


__ADS_2