Dewa Yang Maha Kuasa

Dewa Yang Maha Kuasa
Zaro Vs Nori Bagian 2


__ADS_3

Sekarang melihat pemandangan tubuh Nori, dengan kedua tangan terputus dan mata yang sebelah tertusuk oleh sebuah tongkat yang besar pemandangan ini sunguh mengerikan.


Jika anda tidak tahan mungkin lemas dan ingin muntah.


Mata Nori garang dia mengunakan kaki yang masih utuh belum terpotong untuk menendang.


"Sikat!"


Zaro langsung menangkap tendangan oleh Nori sambil memyeringai. Setelah menangkap kaki kanan dia menginjak perut nori.


Nori di injak perutnya, merasa bahwa orang dalamnya merasakan sesak dan dia dari mulutnya mengeluarkan darah dan campur makanan yang dia makan ketika di rumah Bella.


Darah itu keluar deras seperti mata air.


Dengan menginjak dengan keras, setelah itu dia menendang tubuh nori sehinga terpental jauh, sehinga darah itu bercecer ada di mana-mana.


"Ini aneh?" Zaro kepalanya penuh tanda tanya dia merasa terheran-heran dia melihat tatapan Nori yang ganas tanpa takut dan merasa tidak memiliki rasa sakit ketika tubuh itu terputus-putus. Bahkan dia melihat bahwa mata bocah itu masih menatap dengan ganas.


Jika ini di gantikan orang lain mungkin sudah ketakutan hinga kencing di celana, bukan hanya kencing saja mungkin dia akan mengeluarkan kotoran dari pantatnya sampai pingsan. Tapi, bocah ini aneh.


Zaro tidak tahu, apa yang aneh dalam bocah itu.


Mata Zaro menyusut ketika dia melihat bahwa tangan yang sudah terputus tiba-tiba ada darahnya bergerak seperti cacing dan menghampiri lengan Nori. Darah itu seperti cacing sutra panjang mencoba mendekati bagian lengan yang terpotong.


Setelah darah yang bergerak sudah menempel di bagian lengan yang terpotong, tiba-tiba tangan itu yang tergeletak di tanah bergerak-gerak dan terbang seseolah darah yang membentuk tali menariknya.


Setelah di tarik, kedua tangan itu menyatu lagi. dan Zaro melihat mata yang rusak itu, dan mengeluarkan darah terus menerus dia melihat darah itu bergerak mundur mencicit ke dalam.


Mata Nori yang pecah dan rusak kembali seperti semula. Dia mengunakan ketrampilam regernasi yang dia dapat dari Fai.


Nori mendapatkan bakat regernasi sedangkan Nuwa merobek ruang.


Setelah semua menyatu mata Nori menyala merah dan giginya tumbuhkan taring.


"Tidak baik dia Vampire!" Zaro yang melihat perubahan bocah itu menjadi serius.


Kedua kuku Nori, memanjang dan mengkilap seperti pisau. Setelah itu, dia membuat kuda-kuda dan melompat bergegas menyerang Zaro.


Setelah dekat cakar Nori menyerang tubuh Zaro, tapi di tahan oleh tongakat itu. Tangan kanan karena di tahan oleh sebuah tongakat milik Zaro tanpa pikir panjang, tangan kiri yang kosong mengayun dari bawah sehinga dada Zaro mengalami luka sobek vertikal.

__ADS_1


Zaro mundur beberapa langkah, sambil mengertakan giginya.


Dia Zaro mengeram ganas sehinga urat ototnya pada bermunculan. Setelah itu dia berlari bergegas menyerang Nori.


Sekarang nori serus dengan mata super itu pergerakan sedikit lambat. Nori kemudian ikut bergesas berlari menyerang Zaro. Tepat cakar Zaro hendak menyabik wajah Nori, karena ketrampilan mata nya itu menjadi lambat sehinga dia menghindar menyamping kepalanya setelah menghindar, Nori mengambil senjata pedang yang bagus dari cincin.


Setelah pedang itu keluar langsung menusuk perut Zaro sambil mendorong ke depan dengan kuat.


"Puf!"


Mulut Zaro meludahkan darah hinga darah itu membasahi baju Nori sehinga dia merasakan jijik dan cangung.


"Brengsek bocah bau sialan!" Dengan perut tertusuk pedang, dia memarahi Nori sambil membuat serangan, dengan tangannya mencekik leher Nori. Setelah mencekik dia melemparkan Nori sampai terbang dan menabarak tanah dan berguling-guling.


Dia tahu bahwa luka ini akan parah, dia tidak naif karena nyawa lebih penting sehinga Zaro kabur tegelam dalam kegelapan malam.


"Kamu tidak akan bisa lari dari aku!" Nori bangun dengan tubuh kecilnya itu sunguh lucu dan Naif.


Nori langsung menghilang mengunakan langkah bayangan. Dengan penciuman Rubah, dia bisa mengikuti Zaro yang sedang kabur.


"Brengsek aku harap dia tidak mengikuti sampai di sini!" Sekali Zaro sudah muncul selusin kilo dari jarak pertempuran Nori.


Ketika Nori sudah di samping Zaro, tanganya menebas mengunakan pedang. Tapi Zaro licik dia memunculkan bom aura dan melemparkan kepada Nori.


Karena ledakan bom aura begitu dahsyat Zaro langsung tengelam ke tanah untuk menghindari dari ledakan itu sendiri.


Sementara Itu, Nori tidak mengetahui benda apa yang orang itu lempar kepadanya, sehinga dia mengabaikan langsung kedepan lagi untuk menyerang.


Ketika Nori akan menyerang, Zaro menghilang ke bawah. Sekali lagi dia mengejar, tapi tiba-tiba benda itu yang Zaro lempar kepadanya langsung meledak sangat dahsyat sehinga dia terpental lusinan meter sampai tangan putus dan kaki juga putus.


Setelah bagian tubuh terputus, langsung menyatu lagi dan dia Nori dengan cepat mengejar lagi.


Zaro sudah muncul dan hampir sampai di rumahnya tapi sekali lagi dia terkena tembakan di kakinya sehinga dia berhenti sebentar untuk melihat siapa yang menyerang lagi.


Setelah itu dia menoleh lagi ke arah tembakan itu, ketika dia menoleh Zaro ingin menangis, dia melihat Nori sedang mengejar lagi dengan membawa alat aneh dan dia sendiri tidak mengerti apa alat itu.


Setelah Nori menembak mengunakan senjata meriam kecil, dia berseru bahwa alat ini singuh ajaib, tembakan ini sunguh praktis dan di benda hitam itu ada tulisan. "Sniper AK- SP3."


Menurut Nori benda ini sangat ringan dan tidak ada jejak sihir sedikit pun. Tapi, walau tanpa ada sihir daya tembak sunguh membuat Nori berseru.

__ADS_1


"Dor!"


"Dor!"


"Dor!"


Nori menembak lagi dengan terbang mendekati Zaro.


Zaro yang sedang terbang menahan rasa sakit di sekitar tubuhnya karena peluru yang menusuk di antara kaki dan pungung.


Nori melihat bahwa Zaro masih bendel dan nakal sehinga dia memunculkan senjata aneh lagi dan bentuknya sama tapi ini lebih besar.


"Bom!"


"Aduh!"


Zaro menjerit kesakitan dia melihat bhwa kaki dan tangannya hilang akibat terkena senjata aneh itu.


Oprasi ini berhasil dan Nori memunculkan senyum iblis dari bibirnya sehinga taring kelihatan, dengan itu dia mengunakan langkah bayangan dan sudah tiba di depan Zaro.


Tangan kanan Nori yang kecil menusuk perut Zaro dan dia sedang menyedot darah Zaro habis- habisan. Zaro sangat panik dia merasa kekuatan sedang di hisap sangat extrime dia memerintahkan mayat hidup lusina untuk mengeroyok Nori.


Nori yang sedang menghisap darah Zaro dan akan menaikan level Vampirnya tiba-tiba ada Mayat hidup yang mengeroyoki, sehinga cemberut karena merasa di gangu ketika dia sedang menyantap darah.


Zaro ahirnya lega dan terjatuh ke tanah sehinga pantatnya, mengenai tanah.


Dia sangat panik dan memutuskan untuk mengaktifkan alat yang di berikan oleh Tuan Norman, untuk datang membantunya.


Nori yang sedang di keroyok, dia mengeluarkan keterampilan yang sama seperti milik Luwi, dengan kepala memunculkan tanduk, dan setelah itu seluruh badanya menembakan selusin tulang putih yang tajam dan tulang itu menyerang para sekawan Mayat hidup.


Setelah berhasil dia Nori melompat ke atas dan menembakan tulang ke arah Zaro sehinga, dia Zaro tertancap di tanah tidak bisa berlari.


Nori ahirnya senang dan mau melanjutkan lagi untuk menyedot darah Zaro.


Dengan tangan kuku meruncing hendak menusuk Zaro dan menyerap darahnya, tiba-tiba ada sebuah pedang hitam yang besar menebas ke arah dirinya.


Nori yang terlambat ahirnya perutnya terkena tebasan dan dia perutnya terputus menjadi dua, darah itu langsung menyembur dari putusan tubuh itu.


Nori terjatun tergeletak dengan perut terpotong menjadi dua bagian.

__ADS_1


__ADS_2