Dewa Yang Maha Kuasa

Dewa Yang Maha Kuasa
Saling Berdebat


__ADS_3

Bab 156 Saling Berdebat


Wanita itu, yang tidak lain adalah Callin. Dia sehabis mencari pengalaman di hutan bahkan dia sengaja mengumpulkan titik energi untuk menyalin bakat milik Fai. Tentu saja, untuk menyalin bakat milik Fai, anda harus membuat izin jika tidak maka skill mata penilaian tidak bisa mendetiksi bakat Fai.


Ini mengapa Callin entah kenapa tidak bisa mendeteksi bakat atribut yang di miliki Fai.


Untuk mendeteksi dia harus meminta izin!


Callin setelah menenangkan batin, dia duduk sambil menantikan minuman anggur dengan alkohol rendah di hidangkan.


Ketika dia sedang menunggu, Callin melihat Grey yang sedang datang bergegas untuk membawakan minuman kepadanya.


"Pelanggan ini minumanya." Ucap Grey dia sambil tersenyum lembut.


"Baik." Jawab Callin. Setelah itu, dia meraih gelas itu dan langsung dia minum..


"Gluk..gluk ahhh! Ini dingin dan sangat segar!" Kata Callin dia setelah meminum bir ini, rasa letuh menghilang seketika.


"Maaf Boss kenapa ini dinding jebol?" Callin berkata kepada Grey dia melihat dinding ini, yang jebol. Mungkin saja dia berpikir bahwa tadi ada bekas pertarungan di sini.


"Oh tadi ada pereman yang berani mengacau di tempat ini, tapi sudah aku bereskan." Jawab Grey dia memandang Callin enak di pandang kemudian dia menujuk kejauhan tepat di mana Arthur sedang mebenarkan rumah warga.


Kemudian Callin melihat Arthur dari ke jauhan.


[Nama: Arthur Lewin]


[Umur: 17 Tahun]


[Ras : Manusia]


[Bakat: Mengehentikan dan membalikan waktu Lv15, Dunia Pedang Lv30, Hukum Cahaya Lv26, pemanggilan malaikat Lv9, hukum air...]


[Pengantar : Arthur adalah pemuda yang sangat narsis dan mesum, jika anda bertemu tatap muka, pastikan anda menyiapkan golok untuk memotong pen*s]


Begitu Callin melihat atribut yang di miliki Arthur, dia juga kagum dan bahkan dirinya heran. Bahkan dia sangat ingin menyalin atribut yang di miliki Arthur.


[Callin melihat anda begitu luar biasa. ke kaguman Callin kepada anda +10]

__ADS_1


[Callin menatap anda dengan tatapan aneh dan bingung. Kebingungan Calin +40]


[Callin menatap anda dan karena sedang membandingkan anda dengan Grey, dan Fai, bahwa anda sedikit tampan. Kebaikan Callin +10]


[Sekali lagi Callin terkejut karena menemukan bahwa anda cabul dan memalukan. Kebencian Callin]


"Ini....?" Tiba-tiba Arthur yang sedang berada di ke jauhan linglung kepalanya penuh tanda tanya. Dia berkata kepada diri sendiri, siapa yang berani mengintip, dan mengutuk secara sembunyi-sembunyi.


Bahkan dirinya tidak tahu siapa dia Callin dan siapa itu Grey, dia menoleh ke kiri dan ke kanan. Setelah itu, dia menoleh ke tempat di mana dia di tinju di bar.


Ketika dia menoleh ke Bar, dia melihat satu wanita dengan setelan hitam sedang menatap dirinya, dengan curiga Arthut menatap Callin itu dengan mengkerut.


Di sisi Callin ketika dia ketahuan sedang menatap Arthur, dia langsung mimisan setelah itu dia dengan cepat-cepat untuk membuang muka.


Karena dia melihat bahwa Arthur sedang bergegas mengarah di sini.


"Apakah dia mengetahui bakat penilai aku?" Diam-diam Callin bingung. Dia khawatir jika Arthur mengetahui bakat mata penilainya.


Namun, Grey yang melihat Arthur kembali ke bar dia langsung menatap dengan dingin, dia menduga bahwa Arthur mendapat tugas oleh sistem untuk melecehkan Callin.


Namun apa yang di pikirkan Grey dan Callin itu salah besar, alasan Arthur datang kembali ke bar adalah karena dia terkejut bahwa orang bernama Callin mengetahui Fai.


"Apakah nama kamu Callin?" Ucap Arthur kepada Callin dengan serius.


"Hummp benar aku Callin." Jawab Callin dengan lirih dia sambil menganggukan kepalanya.


"Yahh!" Arthur mengangguk dan berkata lagi. :"Di bandingkan aku dengan Fai menurut kamu siapakah yang paling tampan?"


"Puf!"


Kata-kata itu, terdengar oleh Callin sehingga ketika dia sedang meminum dengan nyaman langsung tersedak.


"Uhukk..uhukkk..uhukkk!" Callin menyipit sangat ganas dia ingin mencabik-cabik mulut Arthur.


[Callin menatap anda dengan penuh kebencian yang sangat mendalam karena anda begitu tak tahu malu. Kebencian Callin+40]


[Callin sekarang menganggap anda dengan sangat benci karena perilaku vulgar anda. Kebencian Callin +20]

__ADS_1


Arthur merasa aneh anda hanya bertanya dengan ringan, namun dia tidak menyangka akan berbeda apa yang di harpkan.


Tapi di sisi Grey tiba-tiba dia menjadi dingin ketika kata-kata Fai yang di keluarkan oleh Arthur.


Karena sistem sudah di tingkatkan ke versi terbaru, maka deteksi sistem milik Arthur tidak bisa di lakukan kepada Grey.


Setelah itu, Arthur berkata kepada Grey. "Apakah kamu beranama Grey, dengan ketampanan kamu masih kalah jauh terhadap Fai, jadi terima nasib kamu."


Namun tanpa bertele-tele, tiba-tiba Grey bergegas langsung meninju Arthur.


"Bang!"


"Bajingan... Apakah kamu begitu galak lagi..!" Arthur menghindar sambil mundur ke belakang. Namun dia melihat bahwa Grey tiba-tiba mengeluarkan pedang ashura dari penyimpanan langsung menebas ke arah Arthur.


"Ohh sial..!" Arthur menghindar dengan panik, setelah itu dia menggunakan bakat dunia pedang untuk memunculkan lusinan rantai untuk mengikat Grey, setelah dia berhasil mengikat Grey dia berkata seperti ini. :"Kamu sangat galak seperti iblis."


"Mending kamu tutup mulut yang tak tahu malu, jika tidak akan aku penggal kepala kamu paham." Kata Grey dia menatap dengan tenang ke arah Arthur, walau dia sedang di ikat namun dia masih tenang.


Di samping Callin melihat perseteruan antara Arthur dan Grey, dahinya penuh dengan garis hitam, bahkan para pelanggan yang sedang meminum anggur lari meninggalkan bar ini dengan ketakutan.


"Cihh dasar keparat!" Arthur berkata sambil tidak terima dengan kata-kata Grey. Tapi walau begitu, dia tidak tahu siapa Grey, dia hanya tahu ketika sistem membicarakan Callin bahwa wanita itu mengenal Grey dan Fai.


Untuk menebak, mungkin Callin ini adalah salah satu wanita Fai sehingga wanita itu membandingkan ketampanan Fai dengan Grey dan dirinya. Untuk memastikan dia berkata. "Apakah kamu salah satu dari wanita Fai?"


"Aku dan Fai hanya teman dan tidak lebih." Kata Callin dia tidak menyembunyikan. Namun ketika dia teringat kata-kata Fai bahwa dirinya mempunyai gunung rata, dia merasa cemberut seseolah tidak menerima akan hal ini.


"Apakah ini benar?" Arthur curiga, namun dia tidak bermagsud berkata lagi.


Namun Grey yang mengetahui Arthur yang memiliki Sistem dia waspada dan mengingatkan kepada Callin seperti ini. "Kamu jangan dekat dengan pemuda mesum ini jika tidak kamu akan rugi."


"Hahah kamu sangat licik, kamu sengaja membuat postur pahlawan agar wanita ini berpihak kepada kamu hahah." Kata Arthur dia tertawa lebar.


Namun ketika dia sedang tertawa, tiba-tiba tanpa siap langsung terkena tinju.


"Bang!"


"Swoshh!"

__ADS_1


"Duarr!"


"Kamu terlalu banyak omong kosong!" Ucap Grey setelah memukul dia melihat Arthur terbang sangat jauh.


__ADS_2