Dewa Yang Maha Kuasa

Dewa Yang Maha Kuasa
Pertandingan Pertama


__ADS_3

Bab 182 Pertandingan Pertama


Fai yang sedang berjalan pelan bersama Calin, dia menggelengkan kepalanya. Wanita ini apakah akan membalaskan dendam ketika pertandingan akan di mulai.


Fai tidak peduli apa yang anda inginkan. Yang dia inginkan adalah menghindar apa yang menurut Fai tidak menyukai.


Callin dan Fai berjalan menghampiri Zhac dan Numan dia juga melihat para peserta yang duduk di berbagai kelompok menurut akademi.


Bahkan Fai sudah tahu Evans sedang menatap ganas ke arah dirinya karena telah memukul. Namun Fai pura-pura polos tidak mengetahui.


Dua jam telah berlalu, para wasit dan juri sudah berada di tempat duduk masing-masing. Bahkan Fai melihat kedatangan raja Falas di tempat yang paling tinggi dan mendominasi.


"Ohh jadi itu Falas yang kentut dan bajingan. Kamu tidak akan bisa mendapatkan Numan, dan anak kamu wanita bodoh itu juga aku tidak menyukainya." Fai menatap Falas yang begitu mendominasi.


Bahkan Fai bisa membunuh hanya jentikan jari saja.


"Guru Numan apakah dia raja Falas?" Fai berbisik.


"Betul, dia adalah raja Falas yang menyebalkan." Numan melihat Falas penuh jejak membunuh.


Di samping Falas, merasakan niat kebencian di suatu tempat, dia mengerutkan keningnya. Tapi ketika jejak kebencian berasal dari Numan, akhirnya dia tersenyum lembut.


Dia kagum sekarang akan perubahan Numan. Sehinga dia sangat serakah akan tubuh Numan. Dia tidak sabar untuk mendapatkan hati numan walau dengan cara membunuh Zhack sekali pun.


"Tatapan itu sangat menjijikan.." Numan wajahnya tidak sedap di pandang.


"Kamu tenang saja, aku akan membunuh nanti. Aku sudah tahu bahwa Falas sudah tidak bisa di kompromi. Bahkan dia ingin membunuh Zhack langsung." Kata Fai dia berkata lewat telepati.


Numan hanya tersenyum dan membisikan sesuatau: "Jika Zhack mati aku senang, namun jika kamu mati, maka aku murka."


"Aku tidak akan mati begitu mudah. Aku adalah abadi." Fai tersenyum tipis. Setelah terkena bakat kematian instan oleh Zesshi dia akhirnya mendapatkan bakat tubuh abadi di waktu itu.


"Baiklah..baiklah...aku ingin cepat-cepat memenangkan pertempuran ini secepatnya agar aku bisa pergi ke wilayah Elf." Kata Fai berkata lagi.

__ADS_1


"Kamu pergi ke wilayah Elf sendirian?" Numan ingin tahu.


"Mungkin saja, tapi jika kesepian tidak ada wanita pendamping aku akan mengajak Zesshi." Fai mengangguk.


"Uhh!" Numan hanya membuat dengusan tidak bahagia.


Tiga puluh menit sudah berlalu, akhirnya pertandingan secara resmi di selenggarakan.


Pada saat ini semua akademi selain dari kelompok Fai dan Callin, semuanya bingung dan menghina karena akademi sihir falas, hanya mewakili dua orang saja. Fai dan Callin.


Evans yang mengetahuinya juga terkejut sejenak dan mencibir. Anda terlalu sombong akademi sihir falas, dan terlalu percaya diri.


Evans dari ke waktu waktu, juga melihat Fai dia ingin yang pertama kali menghajar Fai.


"Bajingan kamu memukul aku, akan aku balas kamu dua kali lipat." Pekik Evans di dalam hatinya.


Sekarang undian pertempuran sudah di lakukan. Pertempuran pertama, adalah wanita berkulit hitam yang memiliki rambut hijau dan ada senjata besar di tangan kananya.


Wanita berambut hijau, bernama Freya. Dia berasal dari akademi sebelah timur dari wilayah akademi sihir Falas.


Di sisi lain, penantang Freya adalah seseorang pemuda yang memiliki rambut kuning dan keriting. Pemuda itu bernama Nuel.


Nuel dan Freya saling menatap dan saling mengangguk.


"Apakah kamu siap." Wasit membunyukan suara.


"Aku siap.!" Mereka berdua saling mengangguk. Kemudian Nuel berkata: "Bailah ayo kita mulai, karena kamu wanita, maka kamu duluan yang menyerang.


"Baiklah!" Kata Freya dia sangat ceria. Tanpa berlama-lama, Freya meloncat langsung terbang menyerang Nuel.


Nuel tidaklah panik, dia mengeluarkan alat yang seperti pluit, namun sedikit besar. Setelah itu dia meniup dan mengeluarkan gelembung kecil-kecil yang menyerang Freya.


Ketika gelembong itu terkena senjata besar Freya, tiba-tiba meledak sangat hebat.

__ADS_1


"Bom!"


"Bom!"


"Tsk!"


Freya mendesakan lidahnya karena hampir terkena seranganya. Walau dia ahli senjata, namun dia juga pengendali tanah.


Freya yang menghindar dari ledakan gelembung itu, di saat dia mendarat ke tanah, seketika tanah itu tergoncang mengeluarkan tembakan terbuat tanah mencoba menyerang Nuel.


"Tidak baik..!" Nuel panik. Namun dia terlambat beraksi sehingga tubuhnya luka di bombardir oleh tembakkan tanah itu.


"Swosh!"


"Swosh!"


"Swoh!"


"Ahhh!" Tuhuh Nuel luka dan darah pada menetes.


"Berhenti aku menyerah..!" Nuel bertetiak ingin menangis.


Kemudian Freya menghentikan seranganya sambil menghela nafas lega.


Wasit berkata lagi: "Siapa di antara akademi ini yang berani melawan Freya..!"


Suara wasit begitu menggema. Aturan pertarungan di sini adalah, jika satu akademi mewakili empat orang dan yang maju hanya satu, selama satu peserta tidak gugur, maka dia masih berjalan.


Sekarang karena Freya memenangkan pertarungan maka dia boleh lanjut. Perwakilan akademi yang Nuel singgahi harus menarik dan menggantikan peserta lain, selain Nuel.


......................


Maaf teman-teman suasana hati aku dua hari ini tidak kondusif menulis, tapi aku usahain nulis walau dikit gak papa kan ya 😫😫😫

__ADS_1


......................


__ADS_2