
..
Di pingiran rumah yang padat itu terdapat terobosan kecil-kecil dan ada juga terdapat gang-gang jika ini di siang hari maka tempat ini banyak orang yang lewat.
Tapi ketika malam melanda daerah gang ini menjadi gelap dan menakutkan. Gang itu sangat gelap karena tidak ada pencahayaan dari apa pun, sehinga tidak ada yang berani kencing di sini.
Tapi di tempat gang itu tiba-tiba celah ruang terbuka dan memunculkan satu sosok yang terjatuh.
"Terjatuh!"
Sarah terjatuh dari celah ruang ini, dan dia sekarang di tempatkan di gang-gang yang gelap ini. Karena malam yang melanda dan di tambah kegelapan di gang ini maka orang tidak akan mengetahui ada wanita yang sedang berlutut lemas.
Dengan penampilan yang di sekitar bibir itu ada di penuhi cairan putih lengket dan dada yang basah karena air liur sendiri sehinga jika ada orang yang melihat yang pastinya akan ber fantasi dengan liar.
Tapi sayang ini sudah malam dan tidak ada orang yang melihatnya.
"Brengsek aku akan bunuh kamu!" Sarah berteriak dengan rendah tapi ada sedikit kejam.
Berani anda melecehkan aku dan mempermlukan aku, dia mengeertakan giginya sampai urat dahi nya keluar.
Memikirkan adegan dirinya menjilat adik laki-laki yang besar itu dan menyemburkan ke dalam mulutnya sampai ingin muntah ini tidak bisa di terima.
Dia adalah gadis yang polos dan banga tapi dia tahu diri, dalam pengalaman banyak peria yang melecehkan tapi dirinya tidak merespon karena dia percaya bahwa orang yang layak menyentuh dirinya hanyalah Putra Grey dan tidak ada yang lain.
Tapi ini...
Tapi dia di pakasa tanpa perlawanan hinga dia melakukan hal semborono dan tak tahu malu, sarah kemudian memikirkan lagi sehinga dia ingin mengahiri hidupnya, tapi dia takut mati.
__ADS_1
Dia marah dan terengah-engah, setelah itu dia berjalan pelan-pelan dengan menyelinap memgunakan bakat gelapan dia menghilang pergi mencari pakaian lagi.
..
Di penginapan.
Di penginapan di mana Fai sedang berdiri dia menyeringai dan tersenyum jahat karena dia melakukan hal yang luar biasa.
Dia melecehkan Sarah.
Kemudian Fai dalam perenungan apakah bisa, dia menjadi orang ke tiga dan merebut pahlwan wanita para protagonis jika itu bisa di lakukan bukanya dia menjadi penjahat besar?
Setelah itu dia berjalan ke arah Bella dan memejamkan matanya tapi mata Fai terpejam kemudian tubuhnya mendekati Bella dan memeluk Bella yang sedang tertidur menyamping menghadap jendela.
Setelah memeluk Bella, tangan iblis Fai sekali lagi meraih gunung agung yang lembut dan meremasnya.
Fai meremas terus sambil memejamkan matanya tanpa sadar dia terlelap tertidur tapi yang aneh nya tangan itu tidak berhenti bergerak-gerak untuk meremas, seseolah tangan itu sudah ahli dalam meremas.
Fai sedang tertidur kemudian ada suara samar terdengar di telinganya, sehinga mata yang terpejam sedikit mengkerut lalu membauka matanya.
Setelah membuka matanya, dia melihat bahwa Bella sedang tersenyum nakal mengarah kepadanya sehinga dia dengan bingun berkata. :"Oh apakah kamu tidak tidur dan kenapa kamu memandang aku seperti itu?"
"Kamu tertidur tapi tangan iblis kamu masih sembrono hinga sekarang? Aku curiga apakah kamu berpura-pura tidur?" Kata Bella dengan cemberut.
Tiba-tiba Fai menyadari dan memandang tangan kanan Fai yang masih *******-***** gunung Bella yang besar sehinga tak sadar Fai menarik dengan cangung.
"Apakah yang isi di kepalamu hanya ini?" Bella menggelengkan tanpa daya.
__ADS_1
Fai mengalihkan topik.
"Setelah ini mungkin aku akan pergi ke rumah kamu untuk menyelesaikan akun." Kata Fai dengan nada lembut, sehinga Bella sedikit memerah.
"Yah aku menunggumu!" Kata Bella denga nada kecil tapi ada kegembiraan dalam hatinya.
"Yah!" Kalau begitu maka tunggulah dan jangan lupa sampaikan kepada Paman Zhenite bahwa aku akan bertemu." Kata Fai dengan lugas.
Fai merentangkan tanganya dan tertidur terlentang dan kemudian memeluk Bella lagi dengan erat.
"Kamu.. kamu ayo bergegas pagi sudah menjelang tiba." Bella melotot kepada Fai.
Fai menghiraukan tapi dia tetap memeluk Bella dengan erat dan berkata. "Ayo kita tidur sebentar, aku hanya ingin berlama-lama dengan kamu, Apakah kamu tidak ingin seperti aku?"
"Yah! Kalo begitu kita tidur sedikit lama lagi." Bella tak berdaya dan menuruti Fai.
Mungkin apa yang di katakan Fai ada benarnya juga karena dia setelah berhubungan dengan Fai dia selalu ingin bersamanya. Bahkan ketika dia sedang melakukan sesuatu otaknya kosong.
Daan dia selalu memikirkan Fai sehinga dia sudah menyimpulkan bahwa dia sudah benar-benar jatuh hati kepada Fai.
Dan Fai sekarang adalah orang terpenting di hatinya.
Entah apa yang di lakukan Fai dia selalu mendukungya karena dia percaya bahwa Fai adalah orang yang dengan bis melakukan yang orang tak bisa lakukan.
Sehinga dia ketika bertatap Fai sekarang tersenyum lembut lalu membenamkan bibirnya ke arah bibir Fai.
Dan sekali lagi mereka berciuman dengan mesra dengan berpelukan erat.
__ADS_1
Fai sedang berciuman tetapi pikiranya tidak kosong dia sekali lagi membuat rencana bahwa ketika dia sudah tiba di rumah, Fai akan melecehkan Eia berikutnya.