Dewa Yang Maha Kuasa

Dewa Yang Maha Kuasa
Membagikan Kekuatan


__ADS_3

Fai setelah membuat pengaturan itu, dia bejalan ke rumah dan mengabaikan Aludri sama sekali bahkan dia sengaja tidak memandang sedikit pun wajah Aludri, ini lah yang membuat Aludri sedikit tidak suka.


Dari masa muda wajah Aludri sangat di cintai para kaum laki-laki, bahkan sampai sekarang. Tapi sekarang dia melihat pemuda yang tidak mengikuti rutinitas sehinga merasa aneh.


Andai saja Fai tidak memiliki skill telepati mungkin dia akan bergata, anda hanya berpura-pura di paksa untuk menjadi misterius.


"Ikutlah dengan aku." Aludri berkata kepada Emma untuk mengikuti pemuda itu dengan tergesa-gesa.


"Uhh!" Emma tidak bereaksi dia bingung dengan operasi ini, dia sedikit aneh terhadap tuanya, karena tidak seperti biasa. Dengan reaksi lambat Emma di tarik oleh tangan indah Aludri dia tidak menolak tapi mengikuti dengan patuh.


Mereka berdua mengikuti Fai, dengan hati-hati dia berjalan pelan dengan alasan tidak menimbulkan curiga kepada Fai.


Tapi Fai sudah menebak walau dia tidak mengunakan telepati, sebelum Aludri mengikuti Fai merobek ruang dan memasuki kedalam dia mengambil pintas untuk pergi kerumahnya dengan cepat.


Aludri mengikuti tapi dia berhenti seketika, dia merasakan bahwa pemuda itu menghilang entah kemana seperti menguap begitu saja. Dia baru melangkah melewati dirinya belum lama tapi begitu menoleh sudah menghilang.


"Tuan apa yang sedang kamu cari?" Emma tidak bisa berkata ingin tahu, karena melihat perilaku aneh Aludri dia ahirnya bertanya-tanya.


''Tidak ada apa-apa." Aludri ragu-ragu untuk mengatakan, bahwa dia tadi berpapasan dengan pemuda yang aneh dan unik dengan sedikit tampan. Aludri melanjutkan perjalanan dia masih ragu-ragu tapi dia menyerah, setelah itu dia berkata kepada Emma seperti ini. "Apakah kamu melihat pemuda yang membawa ranjang dan berpapasan dengan kita?"


"Yah tadi aku melihat dia mungkin berumur enam belas atau lebih dan itu masih pemuda tampan." Emma menjawab bahwa dia juga melihatnya, tapi dia tidak tahu kenapa tuanya menanyakan ini.


"Tidak hanya tampan saja tapi, ketika aku mencoba membaca pikiran pemuda itu tidak bisa seseolah ada yang menghalang untuk membaca pikran pemuda itu?" Kata Aludri sambil memegang dagunya dengan berpikir bahwa itu sangat aneh.


"Apakah yang Tuan bicarakan itu memang benar?" Emma juga terkejut setelah tahu alsan ini dia mulai berfikir dan menyimpulkan bahwa pemuda itu juga mempunyai bakat telepati juga.


"Tuan mungkin ini pendapat aku kenapa Tuan tidak bisa membaca pikiran pemuda itu, mungkin pemuda itu memiliki bakat kusus sehinga Tuan tidak bisa membaca pikiran." Kata Emma.


"Tuan ngomong-ngomong pemuda itu juga tampan di bandingkan dengan Putra Grey pemuda itu sedikit lebih tampan." Emma bercanda kepada Aludri, dia tahu bahwa tuanya belum pernah merasakan musim semi sehinga dia merasa ada yang aneh, kenapa tuanya begitu membenci laki-laki.


"Kamu apakah minta pemukulan!" Aludri tersenyum lalu tangan yang indah mencoba mencubit pipi Emma.


"Aduh!" Emma berpura-pura kesakitan dan dia menatap tuanya dengan cemberut dan dia berkata lagi.


"Tuan selama hidup aku belum pernah melihat bahwa tuan mengandeng tangan pria, jika saya melihat bahwa tuan bergandengan tangan walau hanya sekali, saya akan mati dengan bahagia."


"Hentikan omong kosong kamu, mulut kamu sangat bau!" Aludri tak berdaya dia dalam hati kecil ingin sekali meraskan cinta musim semi tapi dia tak berdaya dia hanya menahan sampai umur tujuh puluh tahun.


Jika dia tidak mempunyai bakat racun yang mematikan ini mungkin dia sudah mempunyai anak dan beserta cucu-cucu. Bukan hanya mematikan saja racun itu, racun itu juga bisa menahan kulit menjadi menua sehinga alasan ini dia tidak meminum obat umur panjang tapi dia masih tidak menua akibat bakat yang dia miliki.


Tapi dia tidak tahan dan sangat kesepian dia hanya beralasan hanya kekasih masa kecilnya yang masih dia cintai tapi itu tidak sepenuhnya benar, dia berkata begitu untuk menghindari racun menyebar dan membunuh orang.


Karena kedua orang itu tidak menemukan jejak Fai maka dia melanjutkan untuk membeli sebuah pakaian dan keperluan lainya.


...


Di sisi Fai setelah mengunkan bakat merobek ruang dia sudah sampai tiba di dalam rumah sendiri.


"Ibu aku pulang!" Fai berteriak sehinga Nuwa menoleh dan berkata seperti ini. "Oh ahirnya sudah tiba, ayo maka dari itu biar ibu yang memasak!"


Fai menyerahkan segala daging dan sayuran kepada ibunya, dia melihat bahwa ibunya sangat antusias dan bahagia Fai juga ikut bahagia.

__ADS_1


Kemudian Fai berjalan ke arah adik dan lainya setelah sudah dekat Fai duduk.


"Adik apakah kamu sudah berlatih dengan giat?" Fai berkata kepada Nori yang sedang duduk di sebelahnya.


"Ketrampilan bakat aku masih Lv3." Nori cemberut bahwa bakat vampirnya masih tersangkut dan belum ada peningkatan, kemudian dia juga teringat bahwa bakat vampir milik dirinya juga masih Lv1, ini mungkin murni karena jarang di gunakan.


Seperti yang dia tahu, bahwa bakat vampir untuk meningkatkan levelnya adalah anda harus melahap darah, semakin anda melahap darah dengan banyak maka kecepatan tingkatan level akan meroket.


Dan alasan inilah Nori bercerita bakat ini sunguh merepotkan dan bukan hanya ini saja ketika Nori pergi keluar, begitu terkena sinar matahari kulit akan hangus, seperti terbakar.


Nori sangat kesal akan hal ini.


"Jangan kawatir adik, aku harus mencari cara untuk mengatas ini." Fai paham akan hal itu, jadi dia juga mencari alasan untuk mengatasi dirinya dan Nori.


Kemudian Fai berdiri dan menepuk pantatnya dengan itu dia membuka baju, sehinga tubuh yang maskulin di perlihatkan oleh Elia, Rigrit.


Elia dan Rigrit malu dia pura-pura tidak melihat, tapi Jen yang sedang duduk di situ sangat tidah bahagia dia juga ingin mempunyai tubuh dan wajah yang bagus.


Setelah membuka baju Fai berubah rambut menjadi putih, dan matanya berubah menjadi merah hanya dengan satu kata untuk menilai penampilan Fai yaitu dia sangat jahat dan licik.


Fai keluar rumah sebentar.


"Apa yang kamu lakukan?" Jen berkata kepada Fai, Jen curiga apakah dia akan memamerkan tubuh yang terbentuk itu?


"Aku akan keluar sebentar untuk berjemur!" Fai mencoba mengunakan bakatnya dan dia sengaja terkena sinar matahari siapa tau skill vampirnya memunculkan ketrampilan baru selain melahap darah.


Fai keluar dari rumah dan Nori dan lainnya juga ikut keluar sebentar.


Begitu Fai keluar dan terkena sinar matahari kulitnya langsung merasa panas.


Pemandangan Fai ini sekarang tubuhnya mengepul mengeluarkan asap hebat tapi anehnya kulit tanpa terluka dan itu masih utuh.


"Jiwa kamu di perkuat +20."


"Jiwa kamu di perkuat +70."


"Hei! Bakat vampir kamu di naikan menjadi Lv3."


"Hei! Bakat vampir kamu di naikan menjadi Lv5."


"Hei....!"


Fai menungu hidangan pesta sudah matang dia sambil meningkatkan bakat vampirnya, ini sunguh aneh.


Anda hanya perlu berjemur dengan santai bakat anda di naikan dengan meroket, jika orang lain mengikuti apa yang di praktekan mungkin para vampir musnah karena hangus terbakar.


Sekarang setelah lama berjemur bakat vampir Fai menjadi Lv15 sunguh cepat dan abnormal.


Sekarang dengan level lima belas matahari sudah tidak mempan lagi, menurut informasi dari sistem jika dia ingin di tingkatkan maka dia harus berurusan dengan greja suci, tepatnya di Kerajaan sebelah Rossen.


Dengan melewati level sepuluh Fai mendapat gelar bangsawan Vampir tingkat pertama.

__ADS_1


Peringkat ke dua mungkin Raja Vampir dan peringkat tiga hanya dewa saja.


Setalah itu dia memasuki ke dalam rumah lagi sehinga Nori dan lainya memandang Fai dengan heran, mereka sudah yakin bahwa Fai itu monster.


Fai duduk lagi kemudian memandang Nori, setelah itu dia memegang kepala Nori dan seketika di antara tangan Fai memunculkan cahaya hijau transparan.


Fai sedang mengirim bakat vampir Lv13 ke Nori.


Ketika kekuatan itu memasuki tubuh Nori dia terpana dan mulutnya membuat huruf O karena sangat terkejut.


Operasi ini berlangsung kurang lebin satu menit.


Setelah itu Fai juga mengirim bakat Basic Eye Vision ke Nori itu berfungsi supaya memperjelas satu titik target dan memperlambat laju waktu.


Setelah selesai Elia dan Melty sangat penasaran karena ingin tahu. Tapi bagi Jen dan Rigrit dia suadah tahu karena dia pernah di berikan bakat oleh Fai.


"Wow Tuan apa yang sedang Tuan lakukan.?" Melty berseru dengan ingin tahu di samping Melty ada Elia dia juga mengangukan kepalanya tapi tidak berkata.


"Aku sedang membagikan skill kepada adik. Tenang saja setelah ini selesai akan bergantian dan kamu juga akan di berikan." Kata Fai dengan lembut.


"Wow Tuan kamu sangat hebat dan kuat!" Mata Melty sangat cerah dan sangat menatikan.


"Yah!" Elia juga tersenyum sangat menantikan ini.


Setelah memberikan bakat kemudian Fai juga menyerahkan ketrampilan pedang kepada Nori, ketrampilan itu dia dapat ketika dia melawan angota Resimen Serigala Angin.


Karena di dunia ini ada setidaknya tiga kekuatan yaitu Penyihir, supranatural, dan Perajurit.


Dia juga menyerahkan teknik tubuh gajah emas yang dia dapat ketika melawan Yuxi di tas penyimpanan, sebenarnya ketrampilan ini hanyalah biasa tapi jika di padukan oleh sistem dan kitab kekosongan itu akan menantang surga. Setidaknya ketika di sintetis oleh buku atu sistem setidaknya kekuatan tingkat setara Level penuh.


Tapi Fai sengaja memberikan level sepuluh karena baginya level sepuluh bisa menjaga diri sendiri.


Ini berbeda seperti penyihir dan supranatural, jika ketrampilan perajurit ketika di sintetis oleh buku kehampaan itu hampir level penuh, tapi bakat penyihir atau supranatural setidaknya Fai harus mengunakan.


Sebagai contoh ketika Fai mengunakan bakat api semakin sering maka levenya bertambah dan begitu Fai tidak mengunakan bakat api tidak bertambah.


Jika Fai memiliki bakat api Lv30, maka di buku kehampaan tertulis bakat api Lv30.


Setelah menyerahkan ketrampilan kepada Nori Fai berkata bahwa dia harus giat berlatih.


Fai tidak lupa memberika bebrapa lusin pedang yang dia ciptakan sendiri kepada Nori, senjata yang di berikan oleh Fai semuanya level tingi. dan itu tidak mudah di curi, karena dia membuat pengaturan selain Nori, ibunya dan dirinya tidak bisa mengankat senjata itu.


Semua selusin senjata di simpan di dalam cincin penyimpanan yang Fai buat, dan cincin itu juga tidak bisa di curi.


"Yah kamu mencoba keluar rumah dan berjemurlah apakah masih terbakar." Kata Fai dengan lembut.


Nori sangat bahagia sehinga dia langsung keluar rumah dan mencoba. Begitu dia mencoba dia kaget karena matahari itu tidak melukai sedikitpun, dia melompat- lompat karena bahagia.


Kemudian dia berlari memasuki ke dalam rumah langsung melompat dan memeluk Fai dengan erat.


"Kamu adalah yang terhebat!" Nori memeluk Fai, tangan Fai juga mengendong Nori dengan reflek.

__ADS_1


"Kamu hanya perlu untuk giat berlatih dan ingat jangam mengungkap kan bakat vampir kamu di depan umum jika kamu tidak lelah hidup." Fai mengedong Nori sambil mengelus-elus pungung Nori.


Setelah itu dia menurun kan Nori, kemudian Fai berkata kepada Elia. "Sekarang giliran kamu untuk menerima kekuatan baru."


__ADS_2