
Elia dalam keadaan linglung setelah memasuki suasana suasana yang mengasikan langsung tersadar kambali kepada tuhan, setelah mendengar Fai berbicara kepadanya, Elia menjawab dengan tergagap dengan wajah memerah.
"Uhh,,,, tu,, tu ,,tu,, tuan sekarang ,, sekarang agak su..sudah membaik dan perasaan sesak dadaku juga lebih ringan."
Begitu Melty melihat bahwa Elia penyakitnya sudah membaik langsung bahagia sambil menangis berlari memeluk Elia dengan erat.
"Wooow! Kakak apakah benar penyakitnya sudah di sembuhkan." Elia dengan menangis bahagia memeluk Melty sambil berbicara lembut.
"Benar aku sekarang sudah mulai membaik, juga tubuhku seperti tidak lemas dan bertenanga lagi." Tina yang melihatnya juga bahagia dan terharu.
Fai yang melihat adegan ini pun ikut menangis karena teringat keluarga yang ada di bumi.
.....
Singkat cerita setelah Fai membantu menyembuhkan Elia, langsung menceritakan bahwa Elia terkena kutukan gelap kelas menengah dan tidak lupa juga Fai menyampaikan jika kutukan itu tidak di hilangkan dalam waktu empat bulan nyawa Elia tak tertolong lagi, begitu kakak beradik mengetahui apa yang di ceritakan oleh Tuannya sontak mereka langsug terkejut dan berkeringat dingin. Lalu Elia pun sekali lagi melihat Fai dengan tatapan penuh rasa syukur.
Tina yang mendengarkan juga terkejut lalu secara tidak sadar menoleh melihat Fai , dalam hatinya Fai itu begitu misterius.
Ketika Fai setelah menjelaskan langsung berteriak dalam hati lalu memangil kepada System.
"System."''!!!
"System Valkyrie!!"
"System God Of war!!"
"System Kakek!!!"
"Kenapa tidak ada jawaban?"
Tanpa ada jawaban System, dia menyerah, dengan perlahan, lalu mengabaikan masalah ini.
Elia ketika melihat Fai langsung memerah tanpa alasan ketika mengingat adegan yang memalukan itu, perlahan berbicara dengan berdeham.
"Ehemm.. Tuan bolehkah aku mengikuti kamu sebagai pelayan seperti adikku?" Seseolah Elia ingin meyakinkan kepada Fai langsung berbicara lagi dengan satu tarikan nafas. :"Tuan alasan saya berniat menjadi pelayan karena tuan sangat kuat"' begitu saya dan adik saya mengikuti tuan keselamatan mesti bakal terjamin, apa lagi tuan sangat!?"
Elia belum sempat menyelesaikan bicaranya, tiba tiba Fai memotong langsung.
"Ohh.. Apakah karena saya sangat tampan."
Begitu Elia mendengarkan perkataan narsis Fai langsung memerah dan keplanya seperti cerbung mengeluarkan asap.
"Kamu berbicara dengan tidak tau malu , fleksibelitas mulut +6, kekutan rahang meningkat."
"Kamu berbicara bahwa kamu tampan, pesona +6, fleksibelitas mulut +5."
Tina mendengarkan perkataan Fai yang tak tau malu langsung menyemprotkan seteguk darah tua dari mulutnya, lalu dengan mengutuk Fai dalam hati
"Persetan dengan tampanmu!!!"
Selain itu alasan Elia ingin menjadi pelayan adalah, karena terkejut dan ingin tahu tentangnya, karena dia bisa mengangkat penyakitnya dalam sekejap akibat kutukan yang di berikan oleh musuh berjubah hitam misterius, bahkan para tabib susah mengangkat dan mendiagonis penyakitnya, lalu apakah Dia mungkin tabib level tingi?
Berlalunya waktu, Fai dan Tina pun bergegas melanjutkan perjalananya, dan tidak lupa juga ke dua pelayan itu pergi mengikuti untuk mengkutinya.
Dalam perjalanan, Tina selalu memandang Fai dengan curiga dan ragu ragu, lalu Fai yang melihatnya juga mengabaikan saja, toh? terlalu merepotkan juga
Ketika Tina masih ragu ragu untuk memulai berbicara tiba tiba Elia berbicara kepadanya.
__ADS_1
"Maaf! Apakah kamu, adalah kekasih Tuanku?"
Tina mendengarkannya sontak lansung memerah lalu dengan menjawab sambil ragu ragu.
"Dia hanya teman, dan sebagai pengawal sementaraku untuk mengantarkan ke rumahku."
Elia memandang Tina dengan curiga, karena Elia tau bahwa Tina mempunyai rasa kepada Tuanya, cuma Tuanya yang tidak peka, lalu dengan bercanda Elia memandang Tina dengan menyeringai lalu berbicara.
"Khfufufufu saya sudah melihat bahwa kamu mempunyai rasa kepada Tuanku, apakah kamu meminta bantuan kepada aku, untuk menjalin dan menghubungkan Tali cinta kepadamu."
Ketika Tina mendengarkan apa yang di bicarakan Elia, langsung memerah, dia dengan gugup langsung berbicara dengan tergesa gesa campur mendengus. "Kamu omong kosong apa yang kamu bicarakan hah! Mana mungkin saya jatuh cinta kepada orang mesum seperti dia."
Elia hanya tersenyum lalu membalas. :"Tetapi walaupun mesum, Tuanku begitu tampan apalagi ketika Melty membicarakan bahwa Tuanku begitu kuat , siapa wanita yang tidak mau dengannya, terus menurutku Tuanku itu berbeda dengan kebanyakan lelaki yang saya temui, perbedaannya seperti semut dan angsa."
Dalam hati Tina memikirkan sosok Fai yang begitu tampan dan mendominasi langsung memeran lagi.
Fai yang bersama Melty tidak tau bahwa dirinya sedang di bicarakan.
Ketika berlalunya waktu Fai dan lainya perlahan lahan sampai di kediaman keluarga Tina, ketika para penjaga dari kejauhan melihat Tina langsung melapor kepada patriak alias kakek Tina.
........
Di dalam ruangan Zhenite dalam suasana yang Suram dan panik, dan sedih karena dia mendapatkan kabar, dari segel informasi darurat dari pengawal yang mengawali cucunya dalam keadaan bahaya, sontak ia merasa kawatir, apa lagi dalam tiga hari ia selalu memikirkannya yang tidak ada kabar hinga membuat tidak bisa tidur dan sangat kawatir, lalu mendesah sedih berbicara dalam hati.
"Tina cucuku semoga kamu tidak terjadi apa apa disana, kakek selalu memikirkan mu."
Tetapi setelah beberapa waktu, dia mendengarkan langkah terburu buru, Zhenite langsung mengerutkan kening lalu melihat dari kejauhan ada dua penjaga berlari menghampirinya.
Dia Zhenite melihat penjaga berlutut di depanya lalu dengan nafas yang tidak teratur mulai berbicara
"Tuan ada kabar baik!"
"'Oh ada hal baik apa yang kamu bicarakan?"
"Penjaga itu membalas dengan bahagia"
'" Tuan patriak, saya melihat Tuan Tina dari kejauhan mengarah kesini! menuju kerumahnya!"
Begitu mendengarkan , Zhenite langsung semangat lalu menyuruh pelayan untuk memberitahukan kepada Ibu Tina untuk memberitahu bahwa Tina sudah pulang dengan selamat. Lalu Zhenite pun berlari menuju kedepan untuk menemui Tina.
Ketika Fai yang mendengarkan Melty sering bertanya dan berbicara kepada dirinya dengan sering, Fai cuma mengaruk kepalanya lalu mengusapkan tangannya ke kepala melty, langsung berbicara sambil tersenyum.
"Gadis kecil, apakah kamu ingin tahu tempat Tuanya belajar ilmu bela diri dari siapa?"
Ketika Melty mendengarkan bahwa tuanya ingin menceritakan pengalamannya kepadaku, lalu dengan semangat Melty menjawab.
"Tuan bolehkah saya mendengarkannya?"
Fai menghirup nafas yang segar dengan pelan lalu berdeham terus berbicara serius kepada Melty
"Ehemm sebenarnya tuanmu ini belajar ke tempat lain dan jauh, sebut saja daerah itu dunia shinobi, ketika saya bertemu seseorang yang kuat bernama Kakashi Hatake, Aku menangis memohon meninta aku di jadikan muridnya, lalu saya di terima menjadi muridnya yang ke empat adapun murid pertama bernama Uzumaki naruto,lalu kedua ada Uchiha Sasuke dan ketiga bernama Sakura Haruno Aku murid ke 4 terahir. Ketika perang Shinobi, guruku dan ke tiga muridnya tewas terbunuh, lalu menyuruhku pergi untuk menyelamatkan diri, ketika 3 tahun berlalu setelah Aku menyelamatkan diri mengambil retret untuk berlatih dengan giat , untuk membalas dendamnya kepada guru dan saudara ke satu sampe ke tiga, ketika 3 tahun telah berlalu dengan giat berlatih aku ahirnya, bisa mengalahkan dan membunuh musuhnya yang bernama Uchiha Mandara, uwooo guru, saudara , semoga kamu tenang di atas sana."
Ketika Melty mendengarkan cerita omong kosong Tuanya , langsung terharu dan ikut menangis juga.
"Wooo!! Tuan saya ikut sedih juga melihat gruru Tuan dan saudara saudara murid yang telah terbunuh semoga, Guru Tuan dan saudara saudaranya tenang di alam sana!"
Elia dan Tina yang mendengarkan kisah Fai juga terkejut, dan terharu menangis!"
__ADS_1
"Kamu berbicara dengan omong kosong selama 1 jam , otot rahang menguat +9, flaksibelitas mulut meningkat +9.
Singkat cerita Fai dan kelompoknya sampai juga di depan kediaman rumah Tina."
Di kejauhan Zhenite melihat 4 orang salah satunya adalah Tina begitu melihatnya langsung berteriak melambaikan tangannya.
"Cucuku!"
Tina yang melihat kakek melambaikan tangannya dari kejauhan langsung berlari menemui Kakaknya terus langsung memeluk.
Zhenite pun yang melihat Tina memeluknya langsung menerima dengan lapang dada lalu memeluk juga, dengan semangat Zhenite berbicara.
"Tina cucuku, apakah kamu baik baik saja, aku dengar bahwa kamu dalam perjalanan pulang, mendapatkan bahaya?"
Tina yang tadinya bahagia langsung serius lalu berbicara tetapi setelah melihat Fai langsung memerah.
"Umm memang benar kakek aku di kejar oleh keluara Alsina , sehinga ke 5 pelayan dan pengawalku mati terbunuh semua, lalu salah satu pelayan yang tersisa menyuruhku melarikan diri, dengan mengirim sinyal bahaya ke kakek. Pelayan itu menghalau serangan musuh hinga tewas , tetapi ketika aku berputus asa ada seseorang yang menyelamatkan ku?!"
Lalu Zhenite dengan rasa ingin tahu bertanya,
"Oh siapa yang menyelamatkan kamu nak?"
Lalu Tina tiba tiba memandang Fai sambil berbicara dengan wajah memerah.
"Dia.. dia adalah Fai, kalau tidak ada dia mungkin aku tidak bisa melihat matahari lagi!"
Ketika Zhenite melihat Tina dengan wajah memerah seseolah langsung paham langsung mendesah lalu berbicara.
"Halo penolong yang terhormat saya Zhenite sebagai kakek Tina , berterimakasi atas menyamatkan putriku, andaikan tidak ada kamu, mungkin saya akan sedih sampai mati"
Fai mengakat bahu dan membalas dengan Ringan.
"Oke! Tdak masalah itu hanya takdir dari surga, kebetulan saya juga lewat di jalan yang sama."
Zhenite menyuruh Fai dan pelayanya untuk memasuki kedalam rumahnya sebagai rasa hirmat.
Setelah itu, mereka menuju memasuki kedalam rumah, ketika Fai melihat dekor rumah menghela nafas dengan emosi.
"Sunguh rumah yang bagus, ruangan di penuhi lukisan menarik dan ada juga kaligrafi bergaya ghotic."
Elia dan Melty juga sama melihat ruangan yang indah ini menghela nafas dengan penuh emosi,
Setelah memasuki ruangan perjamuan tamu, Fai melihat ada Wanita dengan pesona dewasa dan menawan, langsung linglung, Tempramen mulia dengan baju putih sedikit hitam , lalu rambut di jepit dengan sangul Phoenix lalu dengan Dada lumayan Fai pun berteriak dalam hati.
"Oh sial ini adalah ini adalah tipe wanita ku"
Ketika Ibu Tina melihatnya langsung tersenyum tipis sedikit bahagia lalu memperkenalkan kepada Fai.
"Halo namaku Bella Mere , ibu dari Tina , Saya sebagai orang tuanya sangat bahagia dan bersyukur bahwa anak saya selamat karena Tuan, jika tidak ada kamu mungkin saya akan sedih sampai mati."
Ketika Tina melihat Fai melihat ibu dengan tatapan linglung langsung muntah darah lalu dengan mata melotot seperti mengeluarkan api langsung mengutuk berbicara
"Heii!! Kamu apa di lihat!!"
Ketika Fai melihat tatapa berapi Tina langsung tersadar dan panik lalu Fai dengan malu terbatuk
"Uhukitu..normal melihat wanita cantik apa lagi yang mulia Bella sunguh cantik dan menawan itu sunguh keriteria menjadi istriku, tapi sayang yang mulia miss bella sudah menikah jadi saya melepaskan gagasan itu."
__ADS_1
Ketika Tina mendengarkan apa yang di bicarakan oleh Fai langsung, memukul kepala Fai dengan gada es sihirnya sampai kepalanya mengeluarkan benjolan benjolan.
"Agrtt ,, Nona kamu kenapa memukulku!"