
Setelah Fai memasuki ruang itu, Elona yang melihatnya langsung bergegas berjalan cepat ke arah di mana Fai menghilang. Setelah itu, tangan indah milik Elona melambai kan ke udara tepat di mana Fai memasuki celah ruang.
"Ini asli..!" Elona masih tidak percaya dia sebagai setatus tingi tapi bakatnya masih kalah jauh dengan tukang sapu. Tentu saja ada alasan lagi yaitu kenapa dan bagai mana Fai bisa mempelajari Skill milik Elona. Setelah lama dalam perenungan Elona berkata lagi seperti ini. "Fai sebenarnya kamu siapa?" Dengan kata-kata seperti itu Elona menjadi semakin tertarik oleh Fai dan karena Fai itu begitu misterius rasa ketertarikan semakin kuat.
Di samping Fai setelah memasuki retakan ruang yang dia buka sudah tiba dia rumahnya sendiri.
Begitu Elia dan Bella yang sedang duduk manis tiba-tiba melihat celah ruang terbuka mata indah mereka berdua menjadi bercahaya dia tahu siapa orang yang membuka celah ruang itu.
Tiba-tiba senyum lembut muncul di antara kedua wanita itu.
"Aku pulang." Setelah celah ruang terbuka muncullah sosok Fai dan Fai berkata sambil memandang kedua wanitanya yang kebetulan memandang balik.
Mereka berdua mengangukan kepalanya dengan lembut Elia dan Bella berdiri dari duduknya langsung menghampiri Fai dengan langkah yang angun.
Ketika Fai melihat Bella entah kenpa dia tidak melihat beberapa hari gunung itu sedikit besar.
Fai melihah dengan rakus gunung milik Bella yang terombang-ambing ketika berjalan karena tidak memakai Bra.
Tentu saja Fai juga melihat milik Elia yang begitu agung di bandingkan Bella Elia yang memiliki gunung sedikit kecil, tapi dalam memamerkan gunung itu lebih mematikan dari pada Bella.
Fai melihat bahwa cara berpakaian Elia, yang mengunakan baju tapi di area dada itu terbuka sangat lebar dan memperhatikan sebuah gunung tentu saja Fai yakin bahwa jika tangan itu mengeser sedikit baju milik Elia di bagian dada maka tonjolan gunung itu akan terlihat dengan mata telanjang.
Elia senang cara Fai melihat dirinya begitu sebaliknya dengan Bella. Mereka berdua setelah dekat dengan Fai, langsung memeluk kedua tangan Fai dengan berbagai sisi.
Kedua tangan Fai di tekan gunung yang lembut yang besar sunguh menghirup udara segar. Mulut Fai kering karena menahan darah mendidih dia berkata kepada kedua wanitanya. "Di mana ibu aku dan lainya?"
"Ibu kamu dan lainya kebetulan sedang mengantar ke akademi dupa merah, kebetulan Nori sudah di usulkan oleh Aludra untuk menjadi murid peribadi. Ada pun yang lain Rigrit dan lainya sedang mencari pengalaman untuk meningkatkan rasa petarungan."
__ADS_1
"Oh jadi seperti itu." Fai menganguk kepalanya dan tangan kanan iblis milik Fai tiba-tiba menampar pantat Bella dan tangan kiri iblis memasuki sela-sela pantat Elia mencoba mengoyang-goyangkan benda yang masih tertancap di bagian pantat.
"Iyah..!" Kedua wanita itu mengeluarkan suara centilnya dengan nikmat dengan wajah memerah.
"Ayo selagi tidak ada orang kita melakukan di sini." Fai menyeringai kepada kedua wanitanya.
"Jangan terlalu lama takut ibu atau yang lainya datang." Bella setuju dengan malu, karena sudah beberapa hari terahir pantat Bella belum merasakan adik laki-laki milik Fai sehinga dia langsung memamerkan pantatnya ke arah Fai.
Fai juga tidak berlama-lama langsung membuka rok yang di gunakan Bella dan seketika itu dia melihat pantat yang sangat besar dan halus ketika Fai memegang begitu empuk.
Fai membuka celana dan adik laki-laki nya langsung dia masukan ke dalam lobang pantat milik Bella.
"Iyah.!" Bella merasakan kenikmatan surga tingkat tingi dan langsung mengeluarkan suara cabulnya itu.
Fai langsung mengoyangkan pingangnya dengan gembira sehinga gunung agung milik Bella ikut bergoyang dengan indah.
"Ahh!"
"Iyah..!"
"Ohh.. Iyah, Ahh Fai lebih keras lagi Fai! Hinga pantat aku rusak.!" Bella sangat cabul sehinga dia lupa bahwa adegan musim seminya sedang dia lakukan di tempat meja tamu.
Elia yang di sampingnya membuat inisiatif dia melihat bahwa gunung Bella terombang-ambing dan dengan senyum indahnya dia membuka baju milik Bella.
Begitu di buka gunung yang seperti semangka itu langsung menari maju mundur dengan bebas karena baju di lepaskan.
Elia melepaskan penjepit di tonjolan p*ting milik Bella sehinga ketika penjepit itu di copot seketika susu kedua gunung itu langsung menyembur kebawah seperti mata air.
__ADS_1
"Tidak air susu aku keluar..!" Bella berkata dengan nada ambigu dan cabul tangan milik Bella mencoba menekan dan menjepit tapi sekali lagi Elia menghadangnya dan membiarakan susu itu jatuh di lantai.
Kemudia mata Elia tertuju kepada adik laki-laki palsu milik Bella yang berdiri tegak Elia menghampiri langaung membuka mulut indahnya dengan itu dia memasukan adik laki-laki palsu milik Bella ke dalam mulut Elia seutuhnya.
Karena goyangan Fai sangat keras adik laki-laki milik Bella juga ikut bergoyang-goyang di dalam mulut Elia dengan senang.
Bella yang merasakan bahwa adik laki-laki milik sendiri sedang di faltilo oleh Elia dia merasakan kenikmatan dua kali lipat sehinga lidah menjulur keluar mata buram dan raut cabul sehinga ini seperti bajingan di rumah bordil.
"Ahh.. Iyah.. Ini sunguh luar biasa Fai.. Aku ingin setiap hari melakukan ini..! Fai akun ingin pantat aku di rusak oleh kamu setiap hari Fai..! Ahh .. Iyah oww..!"
Tiba-tiba Bella memasuki masa keritis.
"Fai aku ingin keluar goyang dan rusak aku lebih keras Fai..!" Bella berteriak dengan menawan.
Fai juga meningkatkan goyangan itu sehinga menari-nari dengan semangat.
"Fai aku keluar iyahhhh..!" Tiba-tiba adik laki-laki milik Bella menembakan cairan itu di dalam mulut Elia dan gunung agung yang seperti semangka milik Bella juga mengeluarkan susu yang lebih deras.
Cairan yang penuh milik Bella yang berada di dalam mumut Elia dia telan secara serakah.
Kemudian Elia melepaskan mulutnya itu dari adik laki-laki palsu milik Bella kemudian dia berdiri terus memandang Fai dan melepaskan pakaian bagian bawahnya dan setelah membuka semua Fai melihat benda yang besar yang berwarna merah dan sedikit pink yang tertancap di kedua lobang mikik Elia itu.
"Sekarang giliran kamu memanjakan aku..!" Elia memerah dengan cabul dia memamerkan dan mengoyang-goyang pantatnya mengarah Fai dan alat besar yang tertancap bagian depan juga meneteskan air dengan pelan dari lobang yang kecil itu.
Adik laki-laki milik Fai masih menancap di pantat Bella dengan itu dia melepaskan dengan paksa sehinga Bella mengeluarkan suara "Ow" Dengan kaget dan centil.
Begitu adik laki-laki lepas ada sedikit kotoran kuning dari lobang Bella yang keluar dan jatuh.
__ADS_1